Berita

17 Jun 2026

Bawa Buku “Suara dari Masa Depan”, Alumni MI NU KH Mukmin Sidoarjo Sampaikan Harapan kepada Bupati Subandi untuk Kemajuan Sidoarjo

KOMINFO,Sidoarjo - Suasana berbeda terlihat di ruang kerja Bupati Sidoarjo H. Subandi, Rabu (17/6/2026). Biasanya, ruangan tersebut menjadi tempat berdiskusi para orang dewasa, seperti jajaran pemerintahan, masyarakat, mahasiswa yang menyampaikan aspirasi, atau perwakilan organisasi.Namun kali ini, enam anak yang baru lulus dari Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MI NU KH Mukmin) Sidoarjo hadir membawa gagasan dan harapan untuk masa depan Kabupaten Sidoarjo.Meski masih tergolong anak-anak, keenam alumni tersebut tampil percaya diri saat menyampaikan harapan secara langsung kepada Bupati Subandi. Didampingi para guru, mereka datang membawa sebuah karya bertajuk Buku "Suara Dari Masa Depan" yang berisi berbagai pandangan, harapan, dan masukan untuk kemajuan Sidoarjo.Satu per satu siswa memperkenalkan diri dan menyampaikan cita-cita mereka. Namun, pertemuan itu tidak sekadar menjadi ajang perkenalan. Di hadapan Bupati Subandi, mereka juga menyampaikan berbagai persoalan yang masih ditemui serta usulan yang menurut mereka perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.Salah satu alumni siswi, Fatimah, yang bercita-cita menjadi dokter spesialis anak, menyampaikan pandangannya terkait infrastruktur jalan di Kabupaten Sidoarjo. Ia menilai pemerintah daerah telah banyak melakukan perbaikan jalan rusak, namun masih terdapat sejumlah titik yang kerap tergenang saat musim hujan.“Alhamdulillah jalan rusak yang kami maksud, Pak, sudah banyak diperbaiki. Namun saat musim hujan masih sering tergenang air. Kami berharap kualitas aspal pada setiap perbaikan jalan bisa lebih baik agar lebih tahan terhadap genangan air dan tidak mudah rusak lagi,” kata Fatimah.Fatimah mengatakan harapan yang disampaikan kepada Bupati Subandi bukan sekadar hasil diskusi di ruang kelas. Bersama teman-temannya yang didampingi guru, ia mencatat berbagai kondisi di lingkungan tempat tinggal dan sekitar sekolah. Apa yang mereka lihat kemudian dituangkan dalam buku bertajuk “Suara Masa Depan”.“Yang kami sampaikan hari ini sebagian besar juga sudah kami tulis dalam buku tersebut. Kami turun langsung ke lapangan dan mencatat sesuai kondisi yang kami lihat, seperti jalan rusak dan banjir,” katanya.Selain itu, Fatimah juga menuturkan masih adanya potensi kerawanan lingkungan akibat minimnya penerangan jalan umum (PJU). Ia mencontohkan kondisi di sekitar tempat tinggalnya di daerah Jasem.“Jadi di warga itu kalau mau keluar malam takut, Pak. Tempatnya juga terlihat sepi. Di sekitar rumah saya juga pernah ada pengendara jatuh karena memang penerangannya kurang. Mohon nanti bisa dibantu, Enggeh Pak,” ucap Fatimah.Ia juga berharap pemerintah daerah dapat menambah titik PJU di lokasi-lokasi yang masih gelap agar aktivitas masyarakat lebih aman pada malam hari.Mendengar hal itu, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut, termasuk terkait peningkatan fasilitas penerangan jalan di titik-titik rawan.Sementara itu, alumni siswi lainnya, Anindita Keisha, mengungkapkan harapan terkait pemerataan program beasiswa pendidikan. Ia berharap beasiswa dapat terus diperluas agar semakin banyak pelajar yang terbantu, baik dari jenjang SD maupun SMP.“Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja keras Bapak dalam memajukan Sidoarjo. Kami berharap program beasiswa dapat terus diperluas agar semakin banyak siswa yang terbantu,” tuturnya.Kedua siswi tersebut menjadi bagian dari enam alumni MI NU KH Mukmin yang datang membawa harapan untuk kemajuan Kabupaten Sidoarjo melalui karya bertajuk “Buku Suara Masa Depan”.Mendengar berbagai masukan tersebut, Subandi mengaku bangga dan mengapresiasi kepedulian para siswa terhadap kondisi daerahnya. Menurutnya, tidak banyak anak seusia mereka yang memiliki keberanian untuk menyampaikan harapan sekaligus memikirkan masa depan daerah tempat mereka tinggal.“Alhamdulillah mereka datang memberikan masukan untuk kemajuan Sidoarjo. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada para guru yang selama ini mendampingi dan mendidik mereka,” kata Subandi.Subandi mengatakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus meningkatkan kuota beasiswa setiap tahunnya. Pada 2026, program beasiswa bagi siswa SD dan SMP kembali diperluas. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud), Pemkab Sidoarjo juga memberikan beasiswa kepada 1.500 anak yatim jenjang SD dan SMP.Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan daerah perlu ditanamkan sejak dini. Karena itu, ia berharap para siswa terus menjaga semangat belajar dan tidak berhenti berkontribusi melalui ide maupun gagasan positif.“Saya salut. Di usia seperti ini mereka sudah peduli terhadap kondisi Kabupaten Sidoarjo. Semoga kelak menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua, bangsa, negara, dan khususnya Sidoarjo,” ujarnya.Di akhir pertemuan, Subandi juga memberi kesempatan kepada para alumni siswa-siswi MI NU KH Mukmin tersebut yang sekadar meminta foto bersama untuk satu per satu duduk mencoba kursi di ruang kerja Bupati.Dalam kesempatan tersebut, salah satu siswi, Fatimah, sempat menyampaikan secara spontan saat mencoba kursi Bupati.“Pak, duduk sini boleh? Enggeh Pak,” ucap Fatimah.Subandi pun menjawab dengan hangat, “Iya, boleh-boleh.”Setelah momen tersebut, Subandi berpesan agar para siswa terus menuntut ilmu setinggi-tingginya dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Ia juga memberikan semangat agar mereka diberi kemudahan dalam menempuh pendidikan ke jenjang berikutnya, mulai dari SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.“Semoga adik-adik ini terus semangat belajar, diberi kemudahan dalam menempuh pendidikan, dan kelak bisa meraih cita-cita setinggi-tingginya,” lanjut Subandi.Ia bahkan menyebut bukan tidak mungkin kelak salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin daerah.“Tadi saya tanya satu per satu. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, dan pengusaha. Bisa jadi nanti ada yang menjadi Bupati Sidoarjo. Yang terpenting terus belajar, jangan mudah putus asa, dan tetap rendah hati,” pungkasnya.(mas).

Selengkapnya
17 Jun 2026

Dukung Program Presiden, Bupati Subandi Konsolidasikan Kades dan BPD untuk Perkuat KDMP

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo, H. Subandi, telah menyelenggarakan rapat koordinasi dengan Paguyuban Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Sidoarjo beserta BPD. Rapat ini bertujuan untuk menyatakan dukungan penuh terhadap program KDMP yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, dan dilaksanakan pada hari Rabu, 17/06/ 2026, di ruang Delta Wicaksana.Setelah diterbitkannya surat edaran mengenai dukungan penuh dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati kini mengajak serta memohon dukungan penuh dari Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat Desa, maupun kelurahan.Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Camat, serta Kepala Desa/Lurah.Subandi menyampaikan arahan agar memberikan dukungan penuh kepada KDMP guna menyukseskan misi dan visi presiden."Dengan adanya sistem pendukung, program ini akan berjalan secara sinergis. Dimulai minggu ini, KDMP harus mulai berjalan dengan baik dengan dukungan penuh dari BPD, perangkat desa, RT/RW, serta pemerintah daerah," ujarnya.Bupati juga menginstruksikan agar gerai-gerai didesain secara unik dibandingkan dengan Kabupaten lain, sehingga Kabupaten Sidoarjo dapat menjadi model percontohan. Beliau juga mendorong semangat dalam menyukseskan program KDMP di antara program-program presiden lainnya seperti MBG dan sekolah rakyat."KDMP akan terus kita galakkan, keanggotaan harus menjadi prioritas utama, semua pihak harus menjadi anggota, mulai dari ASN, BPD, hingga perangkat desa. Kegiatan rapat koordinasi ini merupakan bukti dukungan Kepala Daerah dengan mengundang BPD dan kepala desa, guna membangun komunikasi antara BPD dan perangkat desa agar dapat diintegrasikan sebagai anggota, sehingga KDMP memiliki basis anggota yang luas,"Program KDMP akan berjalan efektif jika keanggotaan juga berjalan optimal. Perlu dilakukan pemetaan pada Desa/Kelurahan yang program KDMP-nya telah berjalan, serta memetakan ASN yang wajib menjadi anggota melalui sistem satu data dari Dinas Kominfo, di mana melalui Dasbor semua informasi dapat diakses."Apabila Surat Edaran (SE) telah diterbitkan, kami mengusulkan agar kepala desa segera mengadakan rapat koordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Rukun Tetangga (RT), dan Rukun Warga (RW) guna memastikan kelancaran implementasi program. Setelah semua persiapan selesai, kami dapat meluncurkan program ini secara resmi di pendopo, dengan harapan Sidoarjo dapat menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain."pungkasnya.yu

Selengkapnya
17 Jun 2026

361 Titik Taxmon Terpasang, Pemkab Sidoarjo Perkuat Transparansi Pajak Dukung Pembangunan

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus memperkuat transparansi dan akuntabilitas pajak daerah melalui pemasangan Tax Monitoring System (Taxmon) pada objek Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Hingga Juni 2026, sebanyak 361 titik Taxmon telah terpasang dan ditargetkan meningkat menjadi 454 titik pada akhir Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan transaksi usaha tercatat secara elektronik sehingga penerimaan daerah dapat dioptimalkan guna mendukung pembangunan dan pelayanan publik.Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Implementasi Tax Monitoring System (Taxmon) atau alat perekam transaksi pajak pada objek PBJT yang digelar Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo di Fave Hotel Sidoarjo, Rabu (17/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti 100 wajib pajak dari sektor makanan dan minuman, perhotelan, jasa parkir, serta kesenian dan hiburan.Kepala BPPD Kabupaten Sidoarjo, Noer Rochmawati, mengatakan Taxmon merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menciptakan tata kelola perpajakan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi.“Taxmon bukan untuk menambah beban pelaku usaha, melainkan menciptakan iklim usaha yang sehat dan adil serta memberikan kepastian dalam pemenuhan kewajiban perpajakan daerah,” ujarnya.Ima, sapaan akrabnya, menjelaskan saat ini ada sebanyak 361 titik Taxmon telah terpasang yang terdiri atas 315 titik pada sektor makanan dan minuman, 11 titik pada jasa perhotelan, 20 titik pada jasa parkir, serta 15 titik pada sektor kesenian dan hiburan.“Tujuan utama pemasangan Taxmon adalah meningkatkan transparansi dan akuntabilitas transaksi usaha sekaligus memberikan kepastian dalam pelaporan pajak daerah,” katanya.Saat ini, sebanyak 93 titik yang sedang dalam proses pemasangan. BPPD menargetkan jumlah Taxmon yang terpasang mencapai 454 titik pada akhir Juli 2026. Setelah itu, pada semester kedua tahun 2026 direncanakan penambahan sekitar 200 titik Taxmon lagi untuk memperluas pengawasan transaksi usaha secara elektronik.Menurut Ima, optimalisasi penerimaan pajak daerah melalui sistem yang transparan akan berdampak langsung pada peningkatan kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat.“Pendapatan daerah yang diperoleh nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik,” jelasnya.Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, BPPD bersama Bank Jatim juga menyelenggarakan Program Digital Jayandaru Tax Prize (DIJAPRI). Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengunggah struk belanja dari tempat usaha yang telah terpasang Taxmon untuk diikutsertakan dalam pengundian hadiah yang akan dilaksanakan pada 28 Juli 2026.Hadiah yang disiapkan antara lain smartphone, televisi, dan hadiah utama satu unit sepeda motor Honda Vario. Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk meminta dan menyimpan bukti transaksi setiap berbelanja sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya pajak daerah.Sementara itu, Bupati Sidoarjo yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo yang juga selaku Ketua Harian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati mengatakan digitalisasi transaksi daerah telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan tata kelola keuangan daerah. Bahkan Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih peringkat ketiga tingkat nasional dalam implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.Menurutnya, pemasangan Taxmon menjadi salah satu instrumen penting dalam mengoptimalkan potensi penerimaan pajak daerah karena seluruh transaksi dapat termonitor secara lebih akurat dan transparan.“Dengan sistem yang terdigitalisasi, potensi pajak daerah dapat tergali lebih optimal. Semakin banyak transaksi yang termonitor, semakin besar pula peluang peningkatan pendapatan daerah yang nantinya digunakan kembali untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.Dari data BPPD Kabupaten Sidoarjo beberapa tahun terakhir, realisasi pajak restoran secara konsisten melampaui target yang ditetapkan. Pada tahun 2025 realisasi pajak restoran mencapai Rp153,17 miliar atau 124,63 persen dari target sebesar Rp122,90 miliar. (Dew)

Selengkapnya
17 Jun 2026

Ketua TP PKK Sidoarjo Sriatun Subandi Salurkan Bantuan Pangan di Tiga Desa Gedangan, Ribuan Warga Terima Beras dan Minyak Goreng

KOMINFO, Sidoarjo – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sidoarjo, Sriatun Subandi, menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng alokasi Februari–Maret 2026 kepada masyarakat di Desa Keboananom, Desa Ganting, dan Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, Rabu (17/6/2026).Penyaluran bantuan tersebut didampingi Dinas Pertanian Sidoarjo, Dinas Sosial Sidoarjo, Wakil Cabang Bulog Sidoarjo, serta jajaran Forkopimka Gedangan. Program bantuan pangan ini bertujuan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.Dalam kegiatan tersebut, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Tercatat sebanyak 570 penerima manfaat di Desa Keboananom, 376 penerima manfaat di Desa Ganting, dan 505 penerima manfaat di Desa Karangbong menerima bantuan tersebut.Sriatun Subandi mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya saat harga bahan pokok mengalami kenaikan. Menurutnya, bantuan pangan ini merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan kepada masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.“Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat. Di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, bantuan pangan ini diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat. Bantuan ini berasal dari program Presiden Republik Indonesia yang disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” ujarnya.Sriatun menjelaskan, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini tercatat sebanyak 181.442 penerima manfaat mendapatkan bantuan, meningkat dari sekitar 79 ribu penerima manfaat pada tahun sebelumnya.“Seluruh data penerima manfaat telah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) pusat, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran,” jelasnya.Ia berharap bantuan beras dan minyak goreng yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tidak diperjualbelikan.“Mudah-mudahan bantuan beras yang diberikan pemerintah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan digunakan sebagaimana mestinya untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.Pada kesempatan tersebut, Sriatun juga menegaskan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat memiliki kualitas yang baik, layak dikonsumsi, dan merupakan hasil produksi dalam negeri.“Beras yang dibagikan kepada masyarakat ini kualitasnya baik dan sangat layak untuk dikonsumsi. Beras ini merupakan hasil produksi Indonesia, bukan beras impor,” tegasnya.Ia berharap program bantuan pangan yang disalurkan pemerintah tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian nasional serta mendukung ketahanan pangan Indonesia.“Semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong sektor pertanian Indonesia agar semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (Son)

Selengkapnya
16 Jun 2026

Libur 1 Muharram, Bupati Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan untuk 934 KPM Warga Sukodono

KOMINFO, Sidoarjo - Bertepatan dengan libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026), Bupati Sidoarjo H. Subandi menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sidoarjo didampingi Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Camat Sukodono, pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya serta perangkat desa setempat.Bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disalurkan melalui Perum Bulog. Penyaluran bantuan yang dipusatkan di tiga desa sekaligus di Kecamatan Sukodono yakni Desa Bangsri, Desa Plumbungan, dan Desa Sambungrejo. Sebanyak 934 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan rincian sebanyak 349 KPM di Desa Bangsri, 231 KPM di Desa Plumbungan, dan 354 KPM di Desa Sambungrejo mendapatkan bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026. Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.Subandi menyampaikan bahwa data penerima bantuan saat ini telah menggunakan sistem satu pintu. “Sekarang data sudah terintegrasi yakni melalui DTSEN. Jadi tidak ada lagi penentuan berdasarkan hubungan keluarga atau kedekatan dengan perangkat desa. Semua berdasarkan data yang sudah ditetapkan,” tegasnya.Selain itu, Subandi mengingatkan agar bantuan pangan yang diterima masyarakat benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan tidak diperjualbelikan.“Beras dan minyak goreng yang diberikan pemerintah ini layak konsumsi. Tolong dimanfaatkan untuk keluarga, untuk kebutuhan sehari-hari, bukan untuk dijual kembali, mengko berase niki sampean masak,” pesannya.Salah satu penerima bantuan, Sainah (61), warga Desa Sambungrejo, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.“Senang mendapat bantuan ini. Alhamdulillah bisa membantu kebutuhan keluarga. Kalau bisa selalu dapat terus seperti ini. Semoga pemimpin kami panjang umur, sehat selalu, dan banyak rezekinya,” ungkapnya.Program bantuan pangan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Penyaluran bantuan diharapkan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi keluarga penerima manfaat. (Mar)

Selengkapnya
16 Jun 2026

Bupati Subandi Serukan ASN, Perangkat Desa, dan RT/RW Jadi Anggota KDMP

KOMINFO, Sidoarjo - Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sudah banyak berdiri di Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Subandi menyerukan seluruh ketua RT/RW, perangkat desa, BPD, serta ASN menjadi anggota KDKMP.  Seruan itu dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Sidoarjo tentang dukungan kepada Koperasi Desa Merah Putih di Sidoarjo. Yakni Surat edaran bernomor SE No. 500.3/7339/438.1.2.2/2026 tentang Partisipasi dalam Keanggotaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.  Surat tersebut ditujukan kepada Sekda Kabupaten Sidoarjo, Asisten Sekda Kabupaten Sidoarjo, kepala Perangkat Daerah di Pemkab Sidoarjo, camat seKabupaten Sidoarjo, Kades dan Lurah se-Kabupaten Sidoarjo, serta ketua RT dan RW se-Kabupaten Sidoarjo.   “Dukungan semua pihak diperlukan agar Koperasi Desa Merah Putih di Sidoarjo bisa tumbuh dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Perlu pula langkah terobosan yang inovatif dan nyata,” kata Bupati Subandi. Seruan itu berlaku menyeluruh. Para pihak disarankan ikut menjadi anggota KDMP di Sidoarjo. Bahkan pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo juga.  ”Saya dan keluarga juga akan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih di desa kami,” tegas Bupati Subandi yang tinggal di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, tersebut. Di sisi lain, sebagai langah nyata dukungan untuk KDMP, Bupati Subandi telah mengundang berbagai pihak untuk mengadakan berbagai kegiatan di Sidoarjo. Di antaranya, Bulog Sidoarjo dan pabrik-pabrik gula (PG) di Kabupaten Sidoarjo. Mereka akan diajak bareng dengan KDMP di Sidoarjo untuk menggelar pasar murah.  Bupati Subandi mendorong diadakannya pasar murah untuk sosialisasi KDMP sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah eceran tertinggi (HET). ”Harga sembako harus di bawah HET supaya masyarakat desa terbantu dan dagangan koperasi bisa laku,” tambah Bupati Subandi.  Dalam rapat koordinasi pada Senin pagi (15 Juni 2026) itu, hadir pimpinan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo; Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim) Sidoarjo, Forum Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidoarjo, serta jajaran Forkopimda Sidoarjo.  Bupati Subandi menegaskan pentingnya sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program KDMP di Sidoarjo. Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih, lanjut dia, merupakan salah satu upaya menggerakkan perekonomian masyarakat desa. 

Selengkapnya
16 Jun 2026

Bupati Pastikan Perawatan Intensif M. Izzan di RSUD R.T. Notopuro

KOMINFO, Sidoarjo - Kondisi Muhammad Izzan Dwi Arifianto mendapatkan perhatian khusus Bupati Sidoarjo H. Subandi. Bocah luka bakar berusia tujuh tahun itu kembali masuk rumah sakit. Luka bakar 46 persen yang dideritanya setahun lalu itu kembali membutuhkan perawatan serius. Saat ini perawatan intensif tengah dilakukan RSUD R.T. Notopuro diruang isolasi combustio. Siang tadi, Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk M. Izzan di RSUD R.T. Notopuro, Selasa, (16/6). Ia prihatin melihat kondisi bocah yang telah kehilangan ibu dan kakaknya saat kejadian kebakaran setahun lalu itu. Dipastikannya M. Izzan mendapatkan perawatan intensif sampai pulih. “Saya pribadi sebagai pimpinan daerah sangat prihatin melihat kondisi ananda Muhammad Izzan, mudah-mudahan dengan uluran tangan pemerintah daerah, anak usia tujuh tahun ini ditangani dengan baik,” ucapnya.Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan RSUD R.T. Notopuro akan menangani M. Izzan dengan maksimal. Tindakan operasi luka bakar akan dilakukan.  Pengobatan juga akan terus dilakukan sampai kondisi M. Izzan pulih kambali. Dipastikannya juga seluruh biaya perawatannya akan di tanggung Pemkab Sidoarjo.“Saya sudah titipkan ke bu Direktur (RSUD R.T. Notopuro) agar anak ini bisa sembuh seperti teman-teman seusianya, ini menjadi perhatian khusus bupati agar ananda Muhammad Izzan mendapat bantuan perawatan semaksimal mungkin,” ucapnya.Bupati Sidoarjo H. Subandi juga akan memberikan perhatian terhadap kondisi perekonomian ayah M. Izzan. Pasalnya saat ini Mujianto tidak dapat bekerja karena terpaksa harus merawat anaknya M. Izzan. Ia juga akan memberikan pekerjaan dengan waktu yang fleksibel bagi Mujianto. Selain itu bantuan sosial Baznas Sidoarjo juga akan diberikannya. “Nanti bapaknya kita carikan pekerjaan yang mudah saja, biar ikut membantu nyapu, habis subuh kerja, biar jam delapan pulang agar dapat merawat anaknya,” ujarnya. Plt. Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati., M.Kes mengatakan sudah setahun ini RSUD R.T. Notopuro melakukan perawatan luka bakar M. Izzan. Beberapa kali perawatan pembersihan luka serta tindakan operasi juga telah dilakukan. Perawatan tersebut akan terus dilakukan sampai luka bakar 46 persen yang diderita bocah tersebut sembuh. “Sebetulnya pasien ini sudah beberapa kali rawat inap, kemudian dilakukan operasi, pembersihan luka juga sudah, terakhir Januari kesini setelah itu tidak kontrol lagi,” ucapnya.dr. Prima mengatakan perawatan luka bakar yang dialami M.Izzan membutuhkan waktu yang lama. Tindakan operasi akan kembali dilakukan kepada M.Izzan. Tindakan operasi luka bakar seperti ini dilakukan secara bertahap. Ia akan pastikan RSUD R.T. Notopuro akan memberikan perawatan semaksimal mungkin bagi M.Izzan sampai pulih kembali.“Rencana kami akan ada pembersihan luka, operasi ditangannya dan kakinya yang kaku karena lama tidak digerakkan, kontraktur namanya, ini nanti memang membutuhkan waktu yang lama perawatannya karena operasinya bertahap,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa sejak awal M. Izzan sudah dikawal oleh dokter bedah plastik. dr. Ariek Desnantika, Sp.BP-RE sudah ditugaskannya untung menangani kesembuhan M. Izzan.“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dalam merawat pasien ini karena membutuhkan waktu yang lama,” ucapnya. Git/mas

Selengkapnya
16 Jun 2026

Wabup Mimik Titip Empat Pesan Penting bagi Generasi Muda Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menitipkan empat pesan penting kepada generasi muda agar mampu menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pelepasan Lulusan ke-59 SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo Tahun Ajaran 2025–2026 di Auditorium KH. AR. Fachruddin SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo pada Selasa (16/6/2026). Pesan pertama yang disampaikan Mimik adalah pentingnya menjaga salat dalam kondisi apa pun. Menurutnya, kesuksesan yang diraih seseorang tidak boleh membuatnya melupakan kewajiban kepada Allah SWT.“Jangan pernah meninggalkan salat di mana pun berada dan setinggi apa pun kesuksesan yang diraih. Jangan melupakan kewajiban kepada Allah karena salat adalah tiang agama, penuntun hidup, dan sumber kekuatan manusia,” ujarnya.Pesan kedua adalah menjaga akhlak dan karakter. Ia menegaskan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya diukur dari prestasi akademik saja, tetapi juga dari sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.“Orang lain akan menghargai kita bukan hanya karena nilai yang tinggi, tetapi juga karena kejujuran, tanggung jawab, dan sikap hormat kepada sesama,” katanya.Pesan ketiga, Mimik mendorong generasi muda agar berani memiliki cita-cita dan mimpi besar. Menurutnya, setiap keberhasilan selalu diawali dengan impian yang disertai tekad, kerja keras, dan doa.“Setiap kesuksesan besar berawal dari mimpi besar yang diiringi niat, usaha, dan doa,” tuturnya.Sementara itu, pesan keempat yang ia sampaikan adalah agar generasi muda tidak pernah berhenti belajar. Mimik mengingatkan bahwa kelulusan bukan akhir dari proses pendidikan, melainkan awal untuk meraih kesempatan dan pengalaman yang lebih luas.“Kelulusan ini bukanlah titik akhir, melainkan awal perjalanan untuk meraih mimpi yang lebih besar. Karena itu, teruslah belajar dan menambah wawasan,” ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Mimik juga mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah dinyatakan lulus. “Selamat atas kelulusan anak-anakku semua, keberhasilan ini merupakan buah dari perjuangan, kerja keras, doa, dan semangat yang telah kalian perjuangkan selama menempuh pendidikan,” pungkasnya. Ia juga berpesan agar generasi muda tidak melupakan jasa orang tua yang selalu mendoakan serta para guru yang dengan sabar mendidik dan membimbing selama proses belajar. “Saya juga berharap agar kalian semua yang menjadi generasi muda Sidoarjo dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, memiliki mimpi besar, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, agama, bangsa, dan negara,” harapnya. (Dew)

Selengkapnya
16 Jun 2026

Bertepatan 1 Muharram 1448 H, Bupati Subandi Resmikan Menara Masjid At-Taqwa Kalanganyar

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi meresmikan Menara Masjid At-Taqwa Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Selasa (16/6/2026). Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dan berlangsung penuh khidmat bersama masyarakat setempat.Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Sidoarjo, Kapolsek Sedati, jajaran Forkopimka Sedati, tokoh agama, tokoh masyarakat, Pj. Kepala Desa Kalanganyar beserta perangkat desa, pengurus masjid, RT/RW, serta berbagai elemen masyarakat.Dalam sambutannya, Bupati H.Subandi menyampaikan rasa syukur atas berdirinya menara Masjid At-Taqwa yang menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Kalanganyar."Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama dapat hadir dalam peresmian Menara Masjid At-Taqwa Kalanganyar dalam keadaan sehat wal afiat. Berdirinya menara yang megah ini tidak lepas dari kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa rasa memiliki dan persatuan mampu mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.Menurut H.Subandi, pembangunan fasilitas keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan menara masjid tersebut.Pada kesempatan itu, H.Subandi juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk terus mendukung pembangunan sarana keagamaan di berbagai wilayah. Ia meminta pengurus Masjid At-Taqwa untuk mengajukan proposal kebutuhan pembangunan lanjutan agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku."Insyaallah pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sarana ibadah. Silakan kebutuhan yang masih diperlukan disampaikan melalui proposal agar dapat kami tindak lanjuti dan kawal sesuai aturan yang berlaku," katanya.Selain pembangunan sarana ibadah, H.Subandi juga memaparkan berbagai program pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan di kawasan pesisir Sedati, khususnya Kalanganyar. Salah satunya adalah program betonisasi jalan yang akan dilakukan secara bertahap guna meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas masyarakat pesisir.Ia mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas kawasan pesisir, mendukung aktivitas masyarakat nelayan, serta memperkuat sektor wisata dan perekonomian lokal."Kami ingin kawasan pesisir Kalanganyar terus berkembang. Infrastruktur jalan yang baik akan mendukung aktivitas masyarakat, sektor perikanan, wisata, hingga pertumbuhan ekonomi daerah," jelasnya.Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya transfer dana ke daerah, H.Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak akan berhenti melakukan pembangunan."Kita harus terus berinovasi. Meskipun ada efisiensi anggaran, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah harus tetap berjalan," tegasnya.Pada kesempatan tersebut, Subandi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan pasca pelaksanaan pesta demokrasi. Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik harus diakhiri dan digantikan dengan semangat membangun daerah bersama-sama."Demokrasi sudah selesai. Sekarang saatnya seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan seluruh warga bersatu kembali untuk membangun desa dan daerahnya masing-masing. Jangan sampai perbedaan politik menghambat pembangunan," pungkasnya.Ia juga meminta para kepala desa untuk terus merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan."Semua harus dirangkul. Kita punya tujuan yang sama, yaitu membangun dan menyejahterakan masyarakat. Dengan kebersamaan, pembangunan akan lebih mudah diwujudkan," ungkapnya.Peresmian Menara Masjid At-Taqwa Kalanganyar menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, persatuan, serta semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sidoarjo yang lebih maju dan sejahtera. (Son)

Selengkapnya
15 Jun 2026

Wabup Sidoarjo Buka Porkab Sidoarjo 2026, 5.600 Atlet Akan Bertanding di 52 Cabor

KOMINFO, Sidoarjo - Pekan Olahraga Kabupaten/Porkab Sidoarjo 2026 resmi dimulai. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menandai pembukaannya di Gedung Serbaguna GOR Sidoarjo, Senin, (15/6). Terdapat 5.600 atlet yang akan bertanding di 52 Cabang Olahraga/Cabor yang dipertandingkan.Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan Porkab Sidoarjo 2026 menjadi wadah penting untuk menjaring atlet-atlet berbakat Sidoarjo. Atlet-atlet Sidoarjo tersebut nantinya bakal mewakili Kabupaten Sidoarjo dalam ajang olahraga yang lebih tinggi. Semisal pada Pekan Olahraga Provinsi/Porprov Jatim 2027 mendatang. Diharapkannya dikancah olahraga provinsi tersebut para atlet Porkab Sidoarjo 2026 akan membawa nama harum Kabupaten Sidoarjo. “Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menjaring atlet-atlet berbakat Sidoarjo,”ucapnya.Oleh karenanya Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berpesan kepada seluruh atlet Porkab untuk memanfaatkan sebaik-baiknya ajang olahraga seperti in. Ia meminta para atlet Sidoarjo untuk dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya. Prestasi dalam Porkab Sidoarjo 2026 harus mampu dicapai setinggi-tingginya.“Jadikan tempat ini batu loncatan menuju ketempat yang lebih tinggi,” pesannya kepada seluruh atlet Porkab Sidoarjo 2026.Ia juga berpesan kepada seluruh atlet yang akan bertanding untuk menjunjung tinggi sportifitas. Selain itu bertanding dengan penuh semangat, percaya diri dan pantang menyerah. Menurutnya disiplin dan sportifitas adalah kunci meraih prestasi dalam pertandingan. “Jadilah inspirasi bagi masyarakat bahwa kerja keras dan tekad yang kuat mampu mengantarkan prestasi yang gemilang,” ujarnya.Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana juga menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung pengembangan olahraga. Selain itu pembinaan atlet juga akan terus didorongnya. Ia ingin Kabupaten Sidoarjo terus dikenal sebagai daerah yang melahirkan para juara olahraga.“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas, raih prestasi, dan harumkan nama Kabupaten Sidoarjo di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” ucapnya.Sementara itu Plt. Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto mengatakan Porkab Sidoarjo 2026 digelar sebagai bentuk persiapan menghadapi Porprov Jatim 2027 di Surabaya mendatang.  Atlet-atlet terbaik akan dijaringnya lewat Porkab Sidoarjo kali ini. Ia juga menyebut ajang ini menjadi bagian penting dari strategi pembinaan olahraga prestasi. “Kami sudah mempersiapkan cabang-cabang olahraga untuk Porprov 2027 sejak awal. Setiap cabor telah kami petakan potensinya dan dilakukan evaluasi untuk menentukan target prestasi. Target kami adalah mengembalikan Kabupaten Sidoarjo ke posisi runner-up Porprov Jawa Timur,” ucapnya.Imam juga menyampaikan KONI Sidoarjo akan melaksanakan Pemusatan Latihan Kabupaten (Puslatkab) setelah pelaksanaan Porkab Sidoarjo selesai. Puslatkab akan mulai Juli 2026 kepada atlet-atlet yang menunjukkan prestasi terbaiknya selama Porkab Sidoarjo 2026 berlangsung. Para atlet tersebut akan mendapatkan pembinaan intensif sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jatim 2027.“Setelah Porkab selesai, mulai Juli nanti kami akan melaksanakan Puslatkab. Atlet-atlet terbaik hasil Porkab akan dipersiapkan secara khusus untuk memperkuat kontingen Kabupaten Sidoarjo pada Porprov Jawa Timur,” ujarnya.Ia optimistis target runner-up Porprov Jawa Timur 2027 dapat diraih. Apalagi pelaksanaan Porprov yang dipusatkan di Surabaya dinilainya memberikan keuntungan tersendiri bagi kontingen Sidoarjo dari sisi jarak dan adaptasi.“Alhamdulillah, Porprov nanti digelar di Surabaya. Kami akan memberikan dukungan penuh dan motivasi kepada para atlet agar mampu meraih prestasi maksimal dan merebut kembali posisi runner-up Porprov Jawa Timur 2027 besok,” tegasnya.Imam juga menyampaikan Porkab Sidoarjo 2026 akan digelar tanggal 15-30 Juni 2026. Terdapat 52 Cabor yang dipertandingkan. Jumlah atlet yang ikut sekitar 5.600 atlet. Ia mengatakan jumlah Cabor dalam Porkab Sidoarjo tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Pada pelaksanaan Porkab Sidoarjo tahun 2024 lalu hanya mempertandingkan 35 Cabor.“Porkab Sidoarjo tahun ini diikuti sebanyak 5.600 atlet, semua atlet ber KTP Sidoarjo dengan usia maksimal 22 tahun pada tahun 2026 ini,” ucapnya. Git

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1893260