Berita

5 Jun 2026

Optimalkan PAD, Pemkab Sidoarjo Genjot Digitalisasi Pembayaran Parkir

Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas digitalisasi pembayaran parkir secara bertahap. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo Budi Basuki mengatakan saat ini sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS baru diterapkan di kawasan Alun-alun Sidoarjo. Namun ke depan, skema tersebut akan diperluas ke sejumlah titik strategis lainnya. "Sementara ini baru di sekitar alun-alun yang pakai QRIS, tapi secara bertahap nanti kami juga akan menggunakan QRIS," kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026). Lebih lanjut, Budi mengungkapkan tahun ini Dishub berencana memprioritaskan penerapan digitalisasi di lokasi tempat khusus parkir (TKP) seperti GOR Delta. "Tahun ini kami (digitalisasi) di TKP dulu ya, tempat khusus parkir. Di Alun-alun sudah, mungkin nanti di GOR, di pasar gitu yang lebih mudah," katanya. Budi menjelaskan secara regulasi, pengelolaan parkir di Sidoarjo telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2019. Selain itu, aturan terkait pembagian imbal jasa untuk para jukir juga baru saja rampung. "Perbup yang mengatur imbal jasa 40% (untuk jukir) juga selesai ditandatangani Pak Bupati," jelasnya. Meski demikian, Budi mengakui penerapan digitalisasi parkir masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengubah kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih pembayaran tunai. "Masyarakat kita itu penginnya yang simpel. Penggunaan digitalisasi itu butuh waktu dan perlu habit. Antara orang kecepatan membayar tunai dengan digital itu kan lebih cepat tunai," paparnya. Namun, Dishub menegaskan tidak akan menyerah dalam mendorong transformasi tersebut. Budi menyampaikan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat terbiasa dengan sistem pembayaran digital. "Tapi kami tidak putus asa ya, kami terus akan mendorong untuk dilakukan digitalisasi. Merubah perilaku, membiasakan habit yang digitalisasi itu kan tidak mudah," tegasnya. Selain itu, Budi mengimbau agar pengguna jasa dapat meminta karcis parkir resmi kepada jukir. "Kami berharap pengguna jasa juga tertib untuk meminta karcis parkir," katanya. Ia pun menegaskan juru parkir resmi wajib mengenakan atribut lengkap serta memberikan karcis kepada pengguna jasa sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Jukir resmi harus menggunakan rompi, memberikan karcis resmi dari Dishub, dan menarik retribusi sesuai ketentuan," pungkasnya. Sebagai informasi, tarif parkir di tepi jalan umum (TJU) ditetapkan sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 4.000 untuk roda empat. Sementara untuk tempat khusus parkir (TKP), tarifnya Rp 3.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat. (ADV) (anl/ega) Baca artikel detiknews, "Optimalkan PAD, Pemkab Sidoarjo Genjot Digitalisasi Pembayaran Parkir" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8452512/optimalkan-pad-pemkab-sidoarjo-genjot-digitalisasi-pembayaran-parkir.

Selengkapnya
5 Jun 2026

Bupati Sidoarjo Ajak Warga Jaga Pilkades Serentak Berjalan Kondusif

Jakarta - Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak seluruh masyarakat menjaga pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tetap kondusif. Ia menegaskan pentingnya sikap legowo menerima hasil sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. "Jadi saya mengajak seluruh masyarakat yang ada di seluruh Kabupaten Sidoarjo, ini adalah demokrasi. Siapa saja pilihannya masyarakat, ya itulah nanti yang jadi kepala desa. Yang penting satu, tugasnya pimpinan adalah melayani masyarakat," ujar Subandi dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026). Ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kelancaran pelaksanaan pilkades, termasuk bagi para pendukung paslon. "Jaga demokrasi, jaga komitmen menjaga kekompakan, siapa saja paslonnya ya. Nanti nggak boleh antara pendukung dan pendukung ada pertengkaran, akhirnya tidak demokratis," ungkapnya. Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo turut melakukan pengawasan pelaksanaan pilkades serentak secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus meminimalkan potensi konflik di lapangan. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa Dinas PMD Sidoarjo, Hernita Hadi Lestari mengatakan koordinasi pilkades dilakukan secara masif sejak awal tahapan. Salah satunya melalui grup komunikasi yang melibatkan panitia pilkades di 80 desa. "Koordinasi masif kami lakukan dengan adanya grup ketua panitia pilkades 80 desa dan tim DPMD sehingga setiap tahapan kita dampingi agar tertib dan berjalan sesuai ketentuan," ujarnya. Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi ruang berbagi antar panitia jika muncul persoalan di lapangan. "Juga jika ada permasalahan di masing-masing desa bisa saling sharing antar panitia. Panitia kabupaten juga melaksanakan monev turun ke beberapa desa (sampling) yang memiliki case-case tertentu," imbuhnya. Dalam waktu dekat, seluruh calon kepada desa (cakades) yang telah ditetapkan akan dikumpulkan untuk mengikuti pembekalan. Upaya ini untuk memperkuat komitmen bersama menjaga situasi tetap aman selama pilkades berlangsung. "Rencana dalam waktu dekat akan kami undang semua calon kades yang telah ditetapkan untuk diberikan pembekalan," katanya. Terkait aturan teknis, Hernita menyebut tata tertib pelaksanaan hingga kampanye menjadi kewenangan panitia pilkades di masing-masing desa sesuai kondisi wilayah. "Tatib pelaksanaan pilkades maupun tatib kampanye merupakan kewenangan panitia pilkades yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah," jelasnya. Untuk mengantisipasi potensi sengketa, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan mekanisme penyelesaian. Bahkan, Subandi juga telah membentuk tim khusus penanganan perselisihan hasil pilkades. "Bapak bupati telah membentuk tim penyelesaian perselisihan hasil pilkades," tegasnya. Dalam penyelesaiannya, pendekatan musyawarah mufakat tetap diutamakan dengan mempertimbangkan hasil verifikasi di lapangan. "Kami utamakan dengan musyawarah mufakat dengan mempertimbangkan hasil verifikasi faktual di lapangan," lanjutnya. Selain itu, DPMD juga telah memetakan tingkat kerawanan desa, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi. Pemetaan ini menjadi dasar strategi pengawasan agar pilkades berjalan aman dan lancar. "Ada pemetaan untuk desa dengan kerawanan rendah, sedang, dan tinggi," pungkasnya. (prf/ega) Baca artikel detiknews, "Bupati Sidoarjo Ajak Warga Jaga Pilkades Serentak Berjalan Kondusif" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8460829/bupati-sidoarjo-ajak-warga-jaga-pilkades-serentak-berjalan-kondusif.

Selengkapnya
5 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Fokus Betonisasi Jalan, Kendaraan Over Tonase Jadi Sorotan

Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo terus memfokuskan penanganan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Selain melakukan perawatan dan betonisasi, kendaraan bertonase lebih juga menjadi sorotan sebab turut memicu kerusakan jalan. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan seluruh anggaran perawatan jalan tahun ini telah berjalan. Selanjutnya, Pemkab akan fokus pada program betonisasi. "Kalau progres mengenai jalan hari ini, anggaran kita untuk perawatan jalan semua sudah selesai. Tinggal kita betonisasi," kata Subandi, Jumat (15/4/2026). Pemkab juga berkolaborasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengoptimalkan pemeliharaan infrastruktur jalan. "Kemarin ada CSR Rp 600 juta dari Delta Artha. Ini kita gunakan," tuturnya. Subandi menambahkan proyek fisik infrastruktur jalan dengan kolaborasi CSR tersebut rencananya mulai diluncurkan pada akhir Juni 2026. Ia ingin proses pengerjaan proyek dilakukan lebih terbuka dan memberi ruang bagi kontraktor yang ada di Sidoarjo. "Minimal kontraktor ini bisa kerja semua. Yang kedua, sudah tidak ada lagi yang bermain bendera-bendera, pinjam bendera dan apa. Kita datangkan semuanya CV-nya, kita akan melihat. Setelah itu akan kita koreksi CV-CV ini yang kita kasih kerjaan bagus atau tidak," tutur Subandi. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Makhmud menjelaskan kerusakan jalan tidak hanya dipicu faktor cuaca, tetapi juga kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jalan. "Memang tonase yang lewat di Sidoarjo juga sudah melebihi semua," kata Makhmud. Karena itu, Pemkab juga mengajukan perubahan kelas jalan ke pemerintah provinsi dan pusat. Seperti di ruas Lingkar Timur hingga Sukodono-Gedangan. "Kelas jalan ini sudah kita ajukan saat ini di Gubernur. Baru nanti penertibannya bagaimana nanti, setelah SK turun," ungkapnya. Selain itu, faktor usia aspal juga turut mempengaruhi kondisi jalan di Sidoarjo. Pemkab berharap overlay jalan bisa dilakukan bertahap mulai 2027 mendatang. Saat ini, perbaikan jalan dilakukan setiap hari melalui lima satgas. Total ada 92 ruas jalan yang ditangani. "Kalau yang kontraktual itu sudah 42. Yang satgas itu kurang lebih 50 ruas. Total 92 ruas yang kita kerjakan. Ruas kita totalnya banyak ya. Itu belum kecamatan yang ada PIWK," pungkas Makhmud.(akn/ega) Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo Fokus Betonisasi Jalan, Kendaraan Over Tonase Jadi Sorotan" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8490165/pemkab-sidoarjo-fokus-betonisasi-jalan-kendaraan-over-tonase-jadi-sorotan.

Selengkapnya
5 Jun 2026

Strategi Pemkab Sidoarjo Dongkrak PAD dari Sektor Pasar

Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menggencarkan sejumlah strategi untuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar. Upaya itu mulai dari digitalisasi retribusi, pemetaan kios kosong, hingga revitalisasi pasar. Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan pihaknya akan menerapkan sistem digitalisasi di 19 pasar yang dikelola pemerintah daerah. Salah satunya melalui pembayaran retribusi secara daring dengan QRIS melalui aplikasi My Retribusi. "Kita punya 19 pasar, kita ingin mengoptimalkan semuanya pakai digitalisasi. Ya termasuk bayar retribusi pakai QRIS, dan lain-lain," kata Subandi, Selasa (19/5/2026). Ia menyebut digitalisasi tersebut ditarget untuk segera berjalan. Bahkan, untuk pertama kalinya seluruh kepala pasar, kepala bidang pasar, hingga dinas terkait dikumpulkan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo belum lama ini guna membahas optimalisasi pasar. Subandi menegaskan peningkatan pasar tidak hanya berorientasi pada besaran pendapatan retribusi, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar. "Nanti akan kita cek semuanya. Yang penting tujuan kita retribusi ini ada kenaikan untuk kesejahteraan masyarakat Sidoarjo, bukan untuk kepentingan yang lain," tuturnya. Lebih lanjut, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Happy Setyaningtyas Astrawati mengatakan target PAD dari 19 pasar di Sidoarjo pada 2026 yakni sekitar Rp 16,7 miliar. Menurut Happy dari hasil peninjauan di lapangan, saat ini banyak kios dan los pasar yang sepi, terutama sektor konveksi. Kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih belanja online maupun pasar modern. "Kondisi pasar saat ini memang sebagian kios, los itu banyak yang sepi terutama untuk konveksi. Orang sekarang lebih cenderung pembelian online atau ke pasar modern yang lebih nyaman," katanya. Untuk mengatasi persoalan itu, Disperindag mulai melakukan pemetaan di seluruh pasar. Pendataan dilakukan terhadap jumlah kios, los, toko hingga pelataran yang kosong maupun tidak aktif. Pemkab juga mengirim surat kepada pemilik kios atau los yang tidak digunakan untuk memastikan keberlanjutan sewa tempat tersebut. Jika tidak digunakan lagi, kios akan ditawarkan kepada pedagang lain. Selain itu, Disperindag bekerja sama dengan Kominfo menyiapkan dashboard digital My Retribusi yang bisa diakses untuk memantau pendapatan pasar secara real time. "Harapannya nanti real time, Pak Bupati bisa langsung mengecek berapa retribusi yang diperoleh pasar," jelas Happy. Tak hanya itu, Pemkab Sidoarjo juga memetakan kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana pasar, termasuk revitalisasi pasar. Perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan APBD. Salah satu pasar yang akan dibangkitkan kembali ialah Pasar Kedungrejo di Waru yang selama ini tidak berfungsi. Disperindag bakal menggandeng pedagang sayur dan buah dari Porong untuk membuka lapak di pasar tersebut. "Harapannya nanti pembeli dari Surabaya yang sering belanja sayur dan buah di Sidoarjo tidak perlu jauh-jauh ke Porong, tetapi cukup ke Kedungrejo karena penjualnya sama," imbuhnya. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga menggencarkan pelatihan digital marketing bagi pedagang agar mampu memasarkan dagangannya secara online. Happy memastikan upaya meramaikan pasar dilakukan bersama pengelola dan himpunan pedagang pasar agar pasar tradisional tetap diminati masyarakat. "Intinya kita enggak bisa lakukan sendiri. Kita harus bareng-bareng dengan pengelola pasar dan himpunan pedagang pasar supaya masyarakat mau belanja di pasar, meramaikan pasar,"  tandasnya. (akd/ega) Baca artikel detiknews, "Strategi Pemkab Sidoarjo Dongkrak PAD dari Sektor Pasar" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8495508/strategi-pemkab-sidoarjo-dongkrak-pad-dari-sektor-pasar.  

Selengkapnya
5 Jun 2026

Spirit Pemkab Sidoarjo Hadir untuk Warga Lewat Bantuan Kursi Roda

Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu dan penyandang disabilitas melalui program bantuan kursi roda. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bantuan kursi roda akan terus disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Pemkab juga aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. "Inisiatif yang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak serta individu yang memerlukan bantuan kursi roda," kata Subandi, Selasa (19/5/2026). Ia menegaskan program tersebut tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat. "Program kursi roda ini bagi warga yang membutuhkan akan terus kita bantu. Kita keliling, ketika ada warga membutuhkan, tentu kita harus turun. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban beliau dan keluarganya," tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo R. Mharta Wara Kusuma menyebut jumlah penyandang disabilitas yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo mencapai 29.245 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.330 orang telah menerima alat bantu, sedangkan 14.915 lainnya masih membutuhkan bantuan serupa. "Kita fokuskan untuk pemberian bantuan itu untuk warga masyarakat kemiskinan ekstrem di Desil 1. Jumlahnya total ada 8.807," ujarnya. Mharta menjelaskan, alat bantu yang paling banyak disalurkan berupa kursi roda. Selain itu, Dinsos juga menyalurkan bantuan bagi penyandang tuna netra dan alat bantu dengar untuk tuna rungu. "Jumlah disabilitas yang terbanyak menerima alat bantu adalah kursi roda. Ada juga untuk tuna netra, kemudian alat bantu dengar untuk tuna rungu. Ini jadi prioritas Dinas Sosial agar sedikit banyak bisa meng-cover kebutuhan masyarakat," jelasnya. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinsos melibatkan berbagai pilar sosial mulai dari SLRT, tenaga relawan hingga TKSK di tingkat kecamatan untuk melakukan pendataan langsung di lapangan. "Nanti mereka mendata di lapangan, kemudian mengusulkan dan akhirnya dieksekusi oleh Pemkab Sidoarjo dengan pemberian alat bantu tersebut," katanya. Menurut Mharta, program bantuan sosial ini menjadi bagian dari semangat Pemkab Sidoarjo untuk terus hadir membantu masyarakat rentan, khususnya warga miskin ekstrem. "Pak Bupati sudah luar biasa, termasuk Pemkab Sidoarjo yang senantiasa peduli karena masih banyak masyarakat miskin ekstrem. Ini menjadi tantangan pemerintah untuk terus door to door membantu masyarakat," pungkasnya. (akd/ega) Baca artikel detiknews, "Spirit Pemkab Sidoarjo Hadir untuk Warga Lewat Bantuan Kursi Roda" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8495499/spirit-pemkab-sidoarjo-hadir-untuk-warga-lewat-bantuan-kursi-roda.

Selengkapnya
5 Jun 2026

Dari Pesisir hingga Pabrik Gula Candi, Wisata Sidoarjo Makin Semarak

Sidoarjo - Di Kabupaten Sidoarjo, ada banyak pilihan wisata menarik yang bisa jadi destinasi bersama keluarga. Mulai dari wisata pemancingan, wisata bahari, hingga wisata heritage dan edukasi. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan Sidoarjo memiliki potensi wisata yang beragam dan terus dikembangkan agar semakin menarik dikunjungi masyarakat. "Sidoarjo punya banyak wisata yang bisa dinikmati bersama keluarga. Salah satunya wisata pemancingan yang cukup banyak tersebar di beberapa wilayah. Pengunjung bisa memancing sambil menikmati suasana santai bersama keluarga," ujar Subandi, Rabu (20/5/2026). Selain wisata, Sidoarjo juga dikenal dengan potensi perikanannya yang besar. Berbagai kuliner khas berbahan ikan dan hasil tambak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. "Sehingga banyak kuliner khas yang berbahan dasar ikan dan hasil tambak. Mulai dari bandeng, udang, hingga berbagai olahan seafood segar yang memiliki cita rasa khas," imbuh Subandi. Lebih lanjut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo Yudhi Iriyanto menyebut sejumlah destinasi favorit wisatawan saat ini di antaranya Candi Pari, kawasan pesisir Tlocor hingga Pulau Lusi. "Nah salah satunya memang saat ini yang cukup menarik itu di Candi Pari. Kemudian kalau wisata pesisir biasanya teman-teman ke Tlocor, ke Pulau Lusi, itu intensitas kunjungannya juga lumayan," kata Yudhi. Untuk wisata edukasi, Museum Mpu Tantular masih menjadi tujuan favorit pelajar. Selain itu ada pula wisata heritage seperti Candi Dermo, Candi Sumur, hingga Candi Tawangalun. Pemkab Sidoarjo juga terus menggencarkan promosi wisata lewat media sosial serta sejumlah program unggulan. Seperti ada program Outdoor Learning yang mengajak pelajar berwisata sambil belajar ke berbagai destinasi di Sidoarjo. "Kalau ke selatan biasanya ke Candi Pari terus ke Tlocor. Kalau ke utara biasanya ke Museum Mpu Tantular, Rumah Pintar Juanda sampai Museum Marinir. Itu juga banyak dikunjungi," jelasnya. Tak hanya itu, ada pula program Government Tourism yang mengajak pelajar mengenal kantor pemerintahan di lingkup Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan untuk sektor industri, Disporapar juga mengembangkan Industrial Tourism dengan menggandeng sejumlah perusahaan. Upaya tersebut berdampak positif terhadap jumlah kunjungan wisata. Pada 2025 lalu, target kunjungan wisata Sidoarjo yang ditarget sekitar 980 ribu wisatawan berhasil terlampaui menjadi lebih dari 1 juta kunjungan. "Alhamdulillah tahun 2025 target kami terlampaui jadi 1.011.000 kunjungan. Tahun 2026 ini kami targetkan bisa mencapai 1,2 juta kunjungan," ujar Yudhi. Tahun ini, Pemkab Sidoarjo juga fokus mengangkat potensi wisata bahari di kawasan pesisir, seperti di Sedati Timur. Salah satu yang kembali dikenalkan yakni Wisata Bahari Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi. Di kawasan itu, wisatawan bisa menikmati suasana pesisir hingga melihat ubur-ubur laut yang unik. "Kalau agak masuk ke tengah itu bisa lihat ubur-ubur laut. Bentuknya unik dan tidak gatal. Ini menjadi PR kami untuk terus kami up terkait wisata bahari," katanya. "Curah Asmoro ini di Desa Tambak Cemandi. Dari pihak pemerintah desa sudah mendirikan pos pemberangkatan (untuk naik perahu). Ada kafe dan sebagainya. Kalau misalnya mau ke arah pesisir mereka antar melalui Bumdes di Desa Tambak Cemandi," tambah Yudhi. Selain Curah Asmoro, wisata bahari lain yang juga dikembangkan yakni Dewi Sekardadu Kepetingan. Pemkab kini berkolaborasi dengan Pokdarwis dan desa setempat untuk mendukung fasilitas transportasi wisatawan menuju kawasan pesisir. Di kawasan pesisir juga ada berbagai kuliner khas yang bisa dinikmati, salah satunya bandeng cabut duri. "Di Sedati timur juga ada yang namanya Kampung Cabut Duri Ikan Bandeng," tutur Yudhi. Menariknya lagi, wisata heritage di kawasan Pabrik Gula Candi juga mulai ramai diminati. Pemkab Sidoarjo bersama komunitas Tilik Mburi menghadirkan wisata keliling pabrik gula yang disambut antusias masyarakat. "Alhamdulillah dari pihak PG itu membuka ruang untuk kolaborasi dengan teman-teman Tilik Mburi, wisata keliling pabrik gula. Itu antusiasnya luar biasa. Rencananya dari Konjen Jerman, Belanda, dan Inggris yang ada di Surabaya mau kesana di bulan Juni," pungkas Yudhi. Dengan ragam pilihan wisata mulai dari alam, bahari, sejarah hingga kuliner, Sidoarjo menawarkan pengalaman liburan lengkap dan menarik dikunjungi. (akn/ega) Baca artikel detiknews, "Dari Pesisir hingga Pabrik Gula Candi, Wisata Sidoarjo Makin Semarak" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8498734/dari-pesisir-hingga-pabrik-gula-candi-wisata-sidoarjo-makin-semarak.

Selengkapnya
5 Jun 2026

Public Safety Center 119 Sidoarjo Siaga 24 Jam Layani Warga Gratis

Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kegawatdaruratan medis bagi masyarakat melalui Public Safety Center (PSC) 119. Layanan di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo itu beroperasi selama 24 jam penuh dan dapat diakses masyarakat secara gratis untuk penanganan darurat. Bupati Sidoarjo Subandi memberikan dukungan penuh terhadap penguatan layanan PSC 119 sebagai garda terdepan penanganan kegawatdaruratan. Kecepatan respons dan kemudahan akses layanan kesehatan darurat menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo pun terus mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat semakin mengenal fungsi PSC 119 dan memahami penanganan awal saat menghadapi situasi darurat. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Danang Abdul Ghani mengatakan edukasi dilakukan menyasar berbagai lapisan masyarakat. "PSC 119 melakukan sosialisasi ke kader-kader kesehatan, masyarakat umum, juga anak sekolah dalam penanganan kegawatdaruratan bagi anak sekolah, penyebaran leaflet, dan memasang stiker pada ambulans PSC 119 dan ambulans jejaring," kata Danang, Rabu (27/5/2026). Data Dinkes Sidoarjo menunjukkan kasus kecelakaan lalu lintas menjadi layanan yang paling banyak ditangani PSC 119. Sepanjang Januari hingga Mei, tercatat ada 542 kasus atau sekitar 47 persen dari total layanan. Sementara di posisi kedua terdapat kasus penurunan kesadaran sebanyak 225 kasus atau sekitar 19 persen. Dua kategori tersebut mendominasi layanan PSC 119. Kondisi ini menegaskan peran PSC 119 sebagai garda terdepan dalam penanganan trauma di jalan raya maupun kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan cepat. Mayoritas panggilan yang masuk juga berasal dari kategori darurat. Tercatat sebanyak 247 panggilan atau sekitar 56,3 persen merupakan emergency call. Sementara panggilan non-kategori mencapai 141 panggilan atau sekitar 32,1 persen. Panggilan ini umumnya berupa salah sambung, panggilan yang terputus sebelum teridentifikasi, hingga permintaan informasi umum di luar layanan medis. Adapun panggilan non-emergency tercatat 51 panggilan atau 11,6 persen. "Hal itu seperti permintaan ambulans jenazah, informasi ketersediaan kamar RS tanpa kondisi kritis, atau layanan rujukan biasa). Ini adalah hal yang baik karena menunjukkan jalur darurat tidak terlalu terbebani oleh kasus-kasus non-kritis," jelas dr. Danang. Dengan dukungan Pemkab Sidoarjo dan penguatan sosialisasi yang terus dilakukan, PSC 119 diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi layanan cepat tanggap yang dapat diandalkan kapan pun dibutuhkan. Dinkes Sidoarjo pun mengimbau agar masyarakat tak ragu memanfaatkan layanan ini jika berada dalam kondisi darurat. "Public Safety Center (PSC) 119 gratis, tidak dipungut biaya," pungkasnya. (ega/ega) Baca artikel detiknews, "Public Safety Center 119 Sidoarjo Siaga 24 Jam Layani Warga Gratis" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8507674/public-safety-center-119-sidoarjo-siaga-24-jam-layani-warga-gratis.

Selengkapnya
5 Jun 2026

RSUD Notopuro Sidoarjo Perkuat Layanan Medical Check Up

Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Salah satu upaya itu dilakukan melalui RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo yang kini menggencarkan layanan medical check up (MCU) dengan beragam pilihan paket untuk masyarakat. Penguatan layanan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati Subandi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat. Saat ini layanan medical check up RSUD Notopuro dipusatkan di Gedung Diagnostik Terpadu lantai 4. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, baik untuk kebutuhan deteksi dini maupun pemeriksaan rutin. Wakil Direktur Pelayanan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati mengatakan medical check up saat ini menjadi salah satu layanan yang terus didorong rumah sakit. "Saat ini kami sedang menggencarkan layanan medical check up. Layanan di Gedung Diagnostik Terpadu lantai 4. Kami ada paket-paket layanan MCU dengan harga yang bersaing," kata dr Prima, Rabu (27/5/2026). Medical check up menjadi langkah penting bagi masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan sejak dini. Dengan pemeriksaan berkala, sejumlah potensi gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa dilakukan lebih tepat. Selain memperkuat layanan di rumah sakit, RSUD Notopuro tahun ini juga menyiapkan inovasi baru melalui kehadiran MCU Mobile. Layanan tersebut nantinya menggunakan mobil medical check up yang dirancang untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan ke masyarakat. "Tahun ini kami juga akan menghadirkan MCU Mobile dengan adanya mobil MCU sehingga lebih mendekatkan layanan MCU ke pengguna," ungkapnya. Kehadiran MCU Mobile diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan. Dengan layanan bergerak itu, pemeriksaan kesehatan nantinya dapat dilakukan lebih dekat di tengah masyarakat sesuai kebutuhan. (ega/ega) Baca artikel detiknews, "RSUD Notopuro Sidoarjo Perkuat Layanan Medical Check Up" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8507679/rsud-notopuro-sidoarjo-perkuat-layanan-medical-check-up.

Selengkapnya
4 Jun 2026

Call Center 112 Sidoarjo Siaga 24 Jam Layani Warga

Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan darurat Call Center 112 sebagai upaya menghadirkan respons cepat bagi masyarakat. Layanan bebas pulsa yang siaga 24 jam itu dapat digunakan warga untuk melaporkan kondisi darurat. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, Call Center 112 Sidoarjo mencatat total 9.812 panggilan yang dijawab petugas. Dari jumlah itu, sebanyak 1.033 panggilan merupakan laporan gawat darurat. Sementara 1.006 panggilan lainnya merupakan laporan non-gawat darurat. Adapun 6.892 panggilan tercatat sebagai prank call atau ghost call.Mayoritas laporan masyarakat antara lain terkait permasalahan PJU, evakuasi hewan, jalan rusak, darurat medis, kecelakaan lalu lintas, kebakaran, pohon tumbang, dan sejumlah peristiwa lainnya.Pemkab Sidoarjo pun memastikan layanan siaga penuh selama 24 jam untuk menerima setiap laporan yang masuk dari masyarakat. "Call Center 112 ini kami siagakan penuh selama 24 jam. Tujuannya agar masyarakat bisa segera mendapatkan akses layanan saat menghadapi kondisi darurat maupun membutuhkan bantuan cepat," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo, Jumat (29/5/2026).Eri menjelaskan, setiap laporan yang masuk langsung diteruskan dan dikoordinasikan dengan perangkat daerah maupun instansi terkait sesuai kebutuhan penanganan. Hal tersebut sejalan dengan arahan dan dukungan Bupati Sidoarjo, Subandi. Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Damkar, Dinas Kesehatan, PMI, Satpol PP hingga perangkat teknis lainnya bergerak bersama dalam satu koordinasi untuk merespons laporan warga. "Ketika laporan masuk, langsung kami teruskan ke OPD atau tim terkait yang menangani," terangnya.Keberadaan layanan 112 pun memberi manfaat besar bagi warga Sidoarjo, terutama saat menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran, bencana, gangguan keamanan hingga kebutuhan penanganan cepat lainnya. Terbukti dari banyaknya masyarakat yang melaporkan kedaruratan lewat call center tersebut.Dengan layanan yang siaga 24 jam dan dukungan koordinasi lintas OPD, Pemkab Sidoarjo berharap masyarakat semakin mudah menjangkau bantuan dan mendapat respons cepat kapan pun dibutuhkan. (akd/ega) Baca artikel detiknews, "Call Center 112 Sidoarjo Siaga 24 Jam Layani Warga" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8510510/call-center-112-sidoarjo-siaga-24-jam-layani-warga.

Selengkapnya
4 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Perkuat Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak

Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui edukasi, pendampingan, hingga penguatan layanan. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemkab Sidoarjo di bawah arahan Bupati Subandi untuk menciptakan lingkungan yang aman.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Sidoarjo Heni Kristiani mengatakan berbagai langkah pencegahan terus dilakukan dan melibatkan lintas sektor."Kami terus bergerak melakukan penguatan pencegahan dan penanganan bersama seluruh mitra. Termasuk mengintegrasikan layanan hotline PPA dengan lintas sektor terkait," kata Heni, Minggu (31/5/2026).Sepanjang 2026 hingga Mei, Dinas P3AKB mencatat 138 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dari jumlah tersebut, kasus kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi yang tertinggi sebanyak 46 kasus. Sementara kasus pencabulan menyusul dengan 30 kasus. Kekerasan berbasis gender online juga menjadi perhatian."Kasus KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online) mengalami tren kenaikan dari 5 kasus pada 2023, menjadi 8 kasus di 2025. Hingga Mei 2026, sudah terkumpul 4 kasus, menunjukkan ancaman digital semakin nyata," ungkap Heni.Pemkab Sidoarjo pun rutin menggelar pertemuan koordinasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Sosialisasi juga terus digencarkan ke sekolah-sekolah dan masyarakat agar upaya pencegahan semakin luas menjangkau keluarga dan lingkungan sekitar."Kami turun langsung ke sekolah dan masyarakat untuk menggerakkan pencegahan," ungkap Heni.Pihaknya juga memperkuat kapasitas petugas layanan melalui pelatihan manajemen penanganan kasus dan trauma healing. Kesiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar korban bisa mendapat pendampingan secara cepat dan tepat.Selain itu, PUSPAGA Rinata atau Pusat Pembelajaran Keluarga Rumah Informasi Kita terus dimaksimalkan. Langkah tersebut sejalan dengan dukungan dan arahan Bupati Sidoarjo Subandi agar perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian bersama."Kami juga melakukan pembentukan (DRPPA) Desa Ramah Perempuan Peduli Anak di desa dan kelurahan sebagai upaya perlindungan," pungkas Heni. (akd/akd) Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo Perkuat Pencegahan Kekerasan pada Perempuan dan Anak" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8512791/pemkab-sidoarjo-perkuat-pencegahan-kekerasan-pada-perempuan-dan-anak.

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1839566