JATIM.SUARAMERDEKA.COM - Rencana pembangunan flyover di Simpang Empat Gedangan, Sidoarjo mulai memasuki tahap pembebasan lahan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pemerintah kecamatan dan desa kini mempercepat proses administrasi dengan skema “ganti untung” bagi warga terdampak. Camat Gedangan, Asmara Hadi, menegaskan pemerintah tidak hanya menghitung nilai tanah dan bangunan, tetapi juga memperhatikan dampak ekonomi warga, termasuk biaya relokasi usaha. “Bukan lagi ganti rugi, tetapi keuntungan dengan harga yang pantas. Warga yang memiliki usaha juga diperhitungkan biaya relokasi dan kebutuhan mencari tempat baru,” ujarnya, Jumat 22 Mei 2026. Menurutnya, mayoritas warga mendukung proyek flyover tersebut. Saat sosialisasi berlangsung, masyarakat lebih banyak menanyakan tahapan administrasi dan proses appraisal dibanding menyampaikan penolakan. Pemerintah Kecamatan Gedangan juga menyiapkan layanan administrasi terpadu untuk membantu kelengkapan dokumen warga terdampak, mulai surat ahli waris hingga legalitas kepemilikan tanah. Flyover Gedangan ditargetkan mulai dibangun pada 2027 setelah proses pembebasan lahan rampung sebelum akhir 2026. Jalur flyover direncanakan membentang dari sisi selatan Monumen Gedangan hingga mendekati akses kawasan Puri Surya. “Kalau lalu lintas lancar, dampaknya besar. Waktu tempuh lebih efisien, konsumsi BBM berkurang, kecelakaan menurun, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” tambah Asmara. Di sisi lain, Kepala Desa Gedangan, Saiful Asis, menyebut warga sudah lama menantikan proyek tersebut. “Warga sangat antusias karena flyover ini memang sudah lama dinunggu,” ucap Saiful. Dukungan serupa disampaikan warga Gedangan yang berharap proyek segera terealisasi untuk mengurai kemacetan harian di kawasan simpang empat. Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan proyek flyover menjadi prioritas pembangunan daerah dan telah mendapat dukungan pemerintah pusat. “Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan. Semua diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa makelar,” tegasnya. Dukungan terhadap proyek flyover juga datang dari masyarakat. Faisol (48), warga Gedangan, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak 2018, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. “Dulu sempat disurvei tim dari ITB dan direncanakan mulai 2019, tapi tertunda karena pandemi,” katanya. Menurutnya, warga kini berharap proyek tersebut benar-benar terealisasi agar kemacetan harian di simpang Gedangan bisa segera terurai. “Warga mendukung penuh. Kami sudah jenuh macet setiap hari di perempatan Gedangan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Gafur (50), warga lainnya, yang menilai pembangunan flyover akan memberi dampak besar terhadap kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. “Kalau jalan lancar tentu ekonomi juga ikut bergerak lebih baik. Yang penting proses ganti untung berjalan adil dan transparan,” pungkasnya.*** Sumber :https://jatim.suaramerdeka.com/jatim/108817160641/kemacetan-simpang-gedangan-sidoarjo-siap-diurai-proyek-flyover-masuk-tahap-realisasi
Selengkapnya
Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya melakukan pengelolaan sampah melalui inovasi berbasis masyarakat lewat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Skema ini dinilai mampu membuat pengelolaan sampah lebih efektif sekaligus melibatkan warga secara langsung. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Arif Mulyono mengatakan pendekatan ini menjadi salah satu strategi utama untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Kami memiliki 209 TPS3R dan sekitar 200 bank sampah di desa-desa. Fokus kami memberdayakan masyarakat melalui TPS3R," kata Arif dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026). Dia menjelaskan, TPS3R dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ditunjuk oleh pemerintah desa setempat. Melalui skema ini masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan sampah di lingkungannya. Dalam operasionalnya, satu TPS3R rata-rata melibatkan sekitar delapan tenaga kerja dari warga sekitar. Pakara pekerja terdiri dari direktur, staf keuangan, hingga petugas pengangkut dan pemilah sampah. "Tugas TPS3R mulai dari menarik retribusi Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu per KK, pengangkutan sampah, pemilahan, hingga menjual hasil pilahan," jelasnya. Dari sekitar 1.000 kepala keluarga, volume sampah yang masuk ke TPS3R bisa mencapai 1.500 kilogram per hari yang kemudian dipilah menjadi organik dan non-organik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah non-organik yang memiliki nilai ekonomis dijual kembali oleh pengelola. Secara keseluruhan, produksi sampah di Sidoarjo mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Namun, hanya sekitar 500-600 ton yang diangkut ke TPA. Sementara itu, residu sekitar 40-50 persen dari hasil pemilihan di TPS3R dikirim ke TPA Griyomulyo di Kecamatan Jabon. "Keberadaan TPS3R menjaga umur TPA kami agar tidak cepat penuh," pungkasnya. (ADV) Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8448692/pemkab-sidoarjo-libatkan-warga-kelola-sampah-lewat-inovasi-tps3r
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Tujuh ekor sapi menjadi hewan kurban Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Beratnya ada yang mencapai 1 ton lebih. Bukan hanya satu, tapi tiga ekor sapi yang beratnya 1 ton lebih. Sedangkan berat empat sapi kurban lainnya berkisar antara 800 sampai 900 kg. Sapi-sapi kurban itu disembelih di rumahnya sendiri usai sholat Idul Adha, Rabu, (27/5). Proses penyembelihannya diawasi langsung oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo. Petugas pemeriksa ternak kurban dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo diterjunkan hingga selesai penyembelihannya. Drh.Arif yang datang mengatakan kondisi seluruh sapi sangat baik. Hal tersebut dilihatnya langsung dari pengecekan awal sebelum disembelih. Begitu pula usai disembelih. Daging maupun organ dalamnya terlihat sehat. Tidak ada sapi yang mengalami sakit. Seluruhnya dalam kondisi sehat. "Kami sudah melakukan pemeriksaan dirumah ibu wakil bupati, sapi-sapi nya dalam keadaan baik, besar, sebelum disembelih dalam keadaan baik, setelah disembelih kami cek dagingnya, jeroan nya juga dalam keadaan baik dan layak dikonsumsi," ucap Drh. ArifWabup Hj Mimik Idayana mengatakan Hari Raya Idul Adha menjadi momentum untuk berbagi kepada sesama. Idul Adha tahun ini ia membagikan 4 ribu bagian daging kurban kepada masyarakat disekitar rumahnya. Ribuan daging kurban itu dikemas dalam besek bambu. Besek-besek tersebut dibelinya dari UMKM di Sidoarjo. "Kenapa kami memilih besek, karena kami ingin memberdayakan UMKM yang ada dan mengurangi limbah sampah plastik karena besek ramah lingkungan," ucapnya. Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan didistribusi daging kurban dilakukan merata di empat desa di Kecamatan Candi. Antara lain Desa Kedungkendo, Sugihwaras, Gelam dan Desa Candi. Pembagian dilakukan dengan penukaran kupon yang telah di bagikan tim khususnya. Ia pun bersyukur kegiatan yang rutin dilakukannya dapat berjalan dengan tertib dan lancar. "Kami sekeluarga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ibadah kurban kali ini yang kami harapkan dapat membawa berkah serta kebahagiaan bagi warga yang menerimanya," ujarnya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti pelaksanaan hari raya Idul Adha di Kabupaten Sidoarjo. Setelah melaksanakan salat jemaah di Masjid Agung Sidoarjo, Bupati Sidoarjo H.Subandi,S.H.M,Kn.beserta forkopimda dan OPD melanjutkan rangkaian kegiatan dengan prosesi penyerahan hewan kurban kepada ketua takmir Masjid Agung Sidoarjo.Selasa (27/5/2026).Bupati Subandi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ibadah tahun ini. Pada Idul Adha kali ini, Pemkab Sidoarjo menyerahkan satu sapi kurban dengan bobot mencapai 800 kilogram."Hari ini kita melaksanakan ibadah kurban, salah satunya sapi kurban di Masjid Agung yang beratnya mencapai 800 kilogram. Mudah-mudahan dengan kurban hari ini bisa membawa manfaat, terutama bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.Subandi mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan terdapat total 10 hewan kurban yang dihimpun dan disembelih di lingkungan Masjid Agung Sidoarjo untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang berhak. Sedangkan Bantuan Sapi dari Presiden Prabowo Subianto berbobot 1,2 ton Dialihkan ke Daerah Terpencil.Bupati Sidoarjo juga menjelaskan adanya strategi khusus dalam penyalurannya. Bantuan sapi dari Presiden sengaja dialihkan dan diberikan kepada masyarakat di daerah pinggiran Kecamatan Jabon).Langkah ini diambil agar distribusi daging kurban lebih merata dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, mengingat pasokan hewan kurban di wilayah perkotaan sudah dinilai sangat mencukupi."Kemarin kita mendapat bantuan (sapi) Presiden, kita berikan kepada daerah pinggiran, daerah Jabon. Karena saya ingin bantuan ini bisa disalurkan di tempat-tempat yang membutuhkan. Tentu dengan bantuan Pak Presiden ini sangat membantu warga kita yang membutuhkan daging kurban di daerah terpencil," jelasnya.Sebagai penutup, Subandi menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh warga Sidoarjo untuk terus menjaga persatuan. Hubungan yang harmonis antara masyarakat dinilai menjadi kunci utama kelancaran roda pemerintahan dan pembangunan daerah."Atas nama pimpinan daerah Kabupaten Sidoarjo, tentu (pesannya) terus menjaga kondusifitas yang ada di Sidoarjo, terus bersilaturahmi. Insyaallah kalau masyarakat kita ini guyub, kompak, tentunya pemerintah pun akan mudah menjalankan amanah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus kompak, rukun, dan damai," pungkasnya. (Son/Mas)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Satpol PP Sidoarjo, Bank Jatim Sidoarjo serta jajaran Forkopimda menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim berupa 30 unit kursi taman untuk Alun-Alun Sidoarjo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Paseban Alun-Alun Sidoarjo, Selasa (26/5/2026).Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan apresiasinya kepada Bank Jatim atas kepedulian terhadap pembangunan dan penataan fasilitas publik di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, bantuan CSR tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola kawasan publik agar semakin nyaman dan representatif bagi masyarakat.“Terima kasih kepada Bank Jatim yang telah peduli kepada daerah melalui program CSR. Kehadiran bantuan ini tentu sangat membantu dalam memperbaiki tata kelola daerah, termasuk mempercantik Alun-Alun Sidoarjo yang saat ini sudah terlihat lebih hijau dan nyaman,” ujar Bupati H.Subandi.Ia mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan Alun-Alun Sidoarjo harus diimbangi dengan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan fasilitas umum yang telah tersedia. Bupati Subandi juga meminta masyarakat mematuhi seluruh rambu dan aturan yang ada demi menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama.“Fasilitas yang sudah dibangun dan dipercantik ini harus kita jaga bersama. Kebersihan, ketertiban, serta fasilitas umum yang ada harus dirawat agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” katanya.Selain itu, Bupati H.Subandi juga menegaskan bahwa seluruh bantuan hibah maupun CSR dari perusahaan harus tercatat dengan baik dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.“Kita ingin seluruh bantuan berjalan transparan dan akuntabel. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono mengatakan bahwa bantuan 30 unit kursi taman dari Bank Jatim saat ini telah terpasang dengan baik di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan siap dimanfaatkan masyarakat.“Alhamdulillah seluruh kursi taman sudah terpasang dengan baik dan nantinya akan terus kami lakukan pemeliharaan bersama tim agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” ujarnya.Arif menjelaskan, Alun-Alun Sidoarjo kini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat. Pada hari biasa jumlah pengunjung mencapai sekitar 350 orang per hari. Sementara saat akhir pekan jumlah pengunjung meningkat signifikan.“Kalau hari Sabtu jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 3.000 orang dan hari Minggu bisa lebih dari 10.000 pengunjung. Ini menunjukkan bahwa Alun-Alun Sidoarjo menjadi ruang rekreasi masyarakat yang sangat diminati,” jelasnya.Dengan adanya tambahan fasilitas kursi taman tersebut, diharapkan kenyamanan pengunjung Alun-Alun Sidoarjo semakin meningkat. Bupati Sidoarjo H. Subandi juga berharap kepedulian serupa dapat terus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya melalui program CSR demi mendukung pembangunan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat tata kelola keuangan daerah dan penatausahaan aset sebagai bagian dari upaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penguatan tersebut dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pendapatan, belanja, hingga aset daerah di seluruh perangkat daerah.Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan evaluasi dan pembenahan tata kelola keuangan daerah menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pemerintah daerah.“Setiap temuan dan rekomendasi menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Seluruh OPD harus segera menindaklanjuti agar tata kelola keuangan dan penatausahaan aset daerah semakin tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya usai exit meeting pemeriksaan LKPD di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo pada Senin (25/5/2026). Menurutnya, penguatan pengawasan internal serta peningkatan disiplin administrasi akan terus dilakukan demi mendukung kualitas pengelolaan keuangan daerah. “Kami ingin mempertahankan opini WTP mulai dari tertib administrasi, pengawasan pelaksanaan kegiatan, hingga penataan aset daerah yang lebih optimal,” tuturnya. Dalam proses evaluasi tersebut, masih ditemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dan pembenahan, mulai dari administrasi pendapatan, pengelolaan belanja, pelaksanaan pekerjaan konstruksi, hingga penatausahaan aset tetap daerah.“Pengawasan internal juga terus diperkuat guna meminimalisasi potensi kesalahan administrasi maupun teknis dalam pelaksanaan kegiatan,” tambahnya. Sementara itu, perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur, Catur menyampaikan bahwa rekomendasi hasil pemeriksaan merupakan bagian dari upaya mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah.“Temuan pemeriksaan bukan semata mencari kesalahan, tetapi menjadi instrumen evaluasi agar pengelolaan keuangan daerah semakin efektif, efisien, dan sesuai ketentuan,” jelasnya.BPK juga mendorong seluruh perangkat daerah agar segera menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan, khususnya terkait administrasi pendapatan, pengelolaan belanja, dan penatausahaan aset daerah.“Komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan daerah,” pungkasnya. (Dew/Mas)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo berlangsung hari ini, Minggu (24/5/2026). Ada 80 desa dengan 230 Calon Kepala Desa (Cakades) yang ikut dalam pesta demokrasi ditingkat desa tersebut. Pelaksanaan Pilkades serentak Kabupaten Sidoarjo 2026 sendiri tersebar di 17 kecamatan. Pagi tadi, Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung pelaksanaan Pilkades serentak hari ini. Dua desa ia kunjungi. Yakni Desa Trompoasri Kecamatan Jabon dan Desa Pabean Kecamatan Sedati. Ia datangi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dua desa tersebut. Ia pantau langsung pelaksanaannya bersama Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing dan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati.Bupati H. Subandi berharap pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo berjalan kondusif. Ia akan pastikan pelaksanaannya berjalan aman dan lancar. Tidak ada gejolak antar Cakades maupun relawannya. Oleh karenanya ia meminta Cakades bersama relawannya dapat mewujudkan Pilkades damai di Kabupaten Sidoarjo. Seluruh Cakades harus mampu memimpin relawannya dengan bijak."Hari ini kita sidak bersama Forkopimda, ada Pak Kapolres dan teman-teman OPD untuk melihat kondisi riil yang ada di lapangan. Alhamdulillah, hari ini kita sudah Sidak di dua TPS dan semua berjalan dengan baik," ujar Bupati H. Subandi usai Sidak di TPS 02 Desa Trompoasri.Bupati H. Subandi mengatakan pada Pilkades serentak tahun ini menggunakan sistem pembagian wilayah TPS. Oleh karenanya pelaksanaan pemungutan suara tidak dipusatkan di satu titik saja. Namun dilaksanakan dibeberapa TPS. Sistem tersebut mampu mengurangi potensi konflik atau gesekan antar pendukung."Alhamdulillah sistem per TPS ini, pengurangan konflik internal sangat terasa sekali. Berbeda dengan sistem yang dulu dipusatkan di desa, Alhamdulillah kita lihat semuanya berjalan dengan baik," jelasnya.Ia juga meminta kepada masing-masing pendukung untuk tidak menyederai demokrasi pada pelaksanaan Pilkades kali ini. Semua relawan dapat memberikan dukungan terbaiknya dengan tetap menjaga situasi tetap dingin. Jangan sampai gara-gara Pilkades seperti ini teman dapat berubah menjadi musuh. Apalagi sampai terjadi tindakan anarkis. Siapapun Cakades yang terpilih nantinya wajib didukung seluruh warga. Pasalnya seluruh Cakades berangkat dengan visi dan misi untuk membangun desanya lebih maju dan sejahtera."Harapan kita Pilkades ini harus sukses, tidak ada yang bersitegang. Semua relawan memberikan dukungan terbaiknya dengan menjaga situasi tetap adem ayem. Siapapun yang terpilih nantinya, ya itulah kepala desa kita yang harus didukung bersama," pungkasnya. Git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak 2026 pada Minggu 24 Mei 2026. Bupati Sidoarjo H. Subandi didampingi Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan di sejumlah desa, Sabtu malam (23/5/2026). Upaya ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif menjelang hari pemungutan suara sekaligus memastikan kesiapan di TPS.Peninjauan dilakukan untuk memantau sejauh mana persiapan logistik, tata letak TPS, serta kesiapan petugas Pilkades. Subandi menyampaikan bahwa ia bersama Forkopimda terus melakukan pemetaan wilayah, khususnya desa-desa yang memiliki dinamika konflik internal.Tepat jam 19.30 WIB, Forkopimda Sidoarjo berangkat meninjau kesiapan TPS. Dari pendopo Delta Wibawa, rute pertama yang didatangi adalah TPS 11 Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran. Setalah berada beberapa menit di TPS itu, rombongan silaturahmi ke beberapa calon kepala desa di Desa Sidokepung Kecamatan Buduran, Desa Pepelegi dan Desa Medaeng di Kecamatan Waru.Ia menjelaskan bahwa kunjungan dengan silaturahmi kepada para calon kepala desa sebagai bentuk pendekatan persuasif agar seluruh pihak dapat menahan diri dan menjaga stabilitas. “Dilakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki potensi konflik internal, termasuk di Desa Sidokepung. Silaturahmi ke seluruh calon kepala desa agar tensi politik dapat terjaga dengan baik, sehingga pelaksanaan Pilkades bisa berjalan lancar,” ujarnya.Lebih lanjut disampaikan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan unsur Forkopimda hingga tingkat kecamatan (Forkopimka), termasuk aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah kecamatan. “Koordinasi terus dilakukan bersama Forkopimda, Forkopimka, Kapolsek, Camat, dan Danramil agar seluruh elemen dapat bergerak bersama, khususnya dalam pengawasan di TPS supaya tetap kondusif,” imbuhnya.Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan, termasuk ketentuan bagi pemilih yang wajib membawa identitas resmi saat menggunakan hak pilih. “Kepada panitia sudah disampaikan bahwa pemilih harus membawa KTP dan surat undangan. Jika tidak, maka tidak diperkenankan memilih, demi menghindari potensi konflik internal,” tegasnya.Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga mengajak seluruh calon kepala desa beserta tim suksesnya untuk menjaga sikap dan tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu ketegangan.Ia berharap komitmen bersama ini dapat menjaga suasana tetap aman hingga proses Pilkades selesai. “Dengan kunjungan Forkopimda hari ini, diharapkan tensi politik di lapangan dapat menurun. Para calon yang sudah ditemui juga diharapkan mampu mengendalikan tim suksesnya masing-masing,” katanya.Selain Desa Sidokepung, Subandi juga menjadwalkan kunjungan ke sejumlah wilayah lain yang dinilai memiliki potensi kerawanan.“Hari ini dijadwalkan ke Pepelegi, Medaeng dan Tambak Sawah. Selanjutnya besok ke wilayah Jabon, dan berikutnya ke daerah Tarik. Wilayah-wilayah yang memiliki potensi konflik akan dikunjungi agar situasi tetap terkendali,” jelasnya.Subandi menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi di tingkat desa. “Demokrasi harus kita jaga bersama agar Pilkades dapat berjalan aman, damai, dan sukses,” pungkasnya. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan eliminasi tuberkulosis (TB) dapat tercapai lebih cepat sebelum target nasional tahun 2030, yakni pada tahun 2028. Untuk mendukung percepatan tersebut, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo didorong aktif melakukan deteksi dini, pendampingan pasien hingga edukasi lingkungan sehat di tengah masyarakat.Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan, PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sekaligus ujung tombak di tengah masyarakat dalam penanganan TB.“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya saat kegiatan Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (21/5/2026).Ia menegaskan, seorang ibu memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Menurutnya, ibu dapat menjadi “insinyur rumah tangga” yang menentukan kualitas kesehatan keluarga melalui pengaturan ventilasi, pencahayaan hingga kebersihan rumah.“Ibu di rumah adalah perancang utama kesejahteraan keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk mengatur tata letak dan ventilasi rumah agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman,” katanya.Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe bantal, kasur dan guling sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan lingkungan rumah. Ia meminta kader turut mengedukasi masyarakat agar rutin menjemur perlengkapan tidur untuk mencegah penyebaran penyakit.Selain itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan moral kepada pasien TB agar tidak merasa dikucilkan. Menurutnya, masih banyak pasien TB yang merasa minder dan takut dijauhi masyarakat karena khawatir dianggap menularkan penyakit.“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” ujarnya.Ia juga meminta kader terus mengingatkan pasien TB untuk disiplin menggunakan masker demi mencegah penularan.Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa satu penderita TB dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya apabila tidak segera ditangani.Ia mengatakan, masyarakat perlu memahami gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas untuk deteksi lebih lanjut.“TB bisa sembuh jika ditemukan lebih awal dan pasien disiplin menjalani pengobatan,” katanya.Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Khusnul Khotimah menegaskan kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan sehat guna mencegah TB.Ia menjelaskan beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi penularan TB di antaranya ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, rumah sehat harus memiliki ventilasi yang cukup dengan tingkat kelembaban ideal sekitar 60 persen.“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” ujarnya.Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TB di Kabupaten Sidoarjo dengan capaian penanganan mencapai 91 persen atau sekitar 5.700 kasus.Untuk mendukung target eliminasi TB tahun 2028, Dinkes Sidoarjo telah menyiapkan layanan pengobatan TB di 170 fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus terus memperluas sarana pengobatan dan meningkatkan penemuan kasus suspect TB melalui screening masif di masyarakat.Selain itu, pembentukan Desa Siaga TB juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah juga mendorong pelaksanaan imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan TB di masyarakat. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pekan Olah Raga Kabupaten (PORKAB) Sidoarjo tahun 2026 siap digulirkan. Pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 15 - 30 Juni 2026. KONI Sidoarjo kini tengah mempersiapan pelaksanaannya. Sore kemarin, Rabu (20/5), KONI Sidoarjo menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PORKAB Sidoarjo 2026 di aula kantor Bappeda Sidoarjo. Rapat dipimpin Plt. Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto.Plt Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto menyampaikan pelaksanaan PORKAB Sidoarjo 2026 sebagai ajang seleksi menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) Jatim X 2027 mendatang. Saat ini persiapan PORKAB Sidoarjo 2026 tengah dilakukannya. Pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 15 sampai 30 Juni 2026. Jadwal pelaksanaan tersebut itu dipilih karena masuk libur sekolah. Dengan begitu seluruh atlet pelajar itu nantinya diharapkan dapat fokus bertanding selama kompetisi berlangsung.“PORKAB Sidoarjo 2026 akan kita dijadwalkan pada tanggal 15 sampai 30 Juni 2026 karena anak-anak sekolah sudah memasuki masa liburan,” ucapnyaImam Purwanto berharap dukungan semua pihak agar PORKAB Sidoarjo 2026 berjalan sukses. Salah satunya dukungan dari rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo. Ia juga telah mengajak sejumlah rumah sakit di Sidoarjo untuk ikut berperan didalamnya. Kerjasama di bidang Kesehatan akan segera dilakukannya dengan sejumlah rumah sakit tersebut. Tujuannya untuk menyediakan layanan penanganan medis yang cepat bagi atlet dan ofisial yang rentan mengalami cedera.“Saya berharap rumah sakit yang ada di Kabupaten Sidoarjo dapat ikut berpatisipasi mensukseskan PORKAB Sidoarjo tahun ini, salah satunya dengan menyediakan layanan penanganan medis yang cepat apabila ada atlet PORKAB yang sampai mengalami cidera,” ujar Imam Purwanto.Imam Purwanto menyebut penjajakan kerjasama kesehatan akan dilakukan dengan RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Kotidjah, RSI Siti Hajar dan RS Delta Surya Sidoarjo. Kerjasama tersebut akan diperkuat dengan MOU antara KONI Sidoarjo dengan rumah sakit tersebut. Dalam waktu dekat ini MOU akan dilakukannya. Ia berharap kerjasama untuk melindungi para atlet Sidoarjo tersebut dapat disambut baik oleh empat rumah sakit itu.“Semoga seluruh pihak juga tergerak ikut berperan menyukseskan prestasi olah raga di Kabupaten Sidoarjo ini,” ucapnya.Sementara itu dalam rapat koordinasi tersebut disepakati, Imam Jawahir, salah satu pengurus KONI Sidoarjo dipilih sebagai ketua Panitia Besar (PB) PORKAB Sidoarjo 2026. Imam Jawahir sendiri menyerukan agar semua pihak ikut mensukseskan PORKAB Sidoarjo 2026. Dikatakannya kesuksesan PORKAB Sidoarjo 2026 merupakan kunci menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dipersiaakan pada PORPROV Jatim X 2027 mendatang.“PORKAB Sidoarjo 2026 harus bisa sukses, agar para atlet Sidoarjo bisa berprestasi lebih baik pada event PORPROV Jatim X 2027,” ucapnyaKetua Bidang Binpres KONI Sidoarjo, M. Chusaini, juga mengatakan saat ini sudah ada beberapa pengurus Cabang Olahraga/Cabor yang menyatakan siap mengikuti PORKAB Sidoarjo 2026. Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan ada banyak Cabor yang menyusul untuk ikut berpartisipasi. Dirinya juga akan mengagendakan pertemuan dengan seluruh Pengurus Kabupaten/Pengkab masing-masing Cabor di Sidoarjo. Harapannya mereka dapat ikut mensuksesan PORKAB Sidoarjo 2026 besok.“Kita akan secepatnya bertemu dengan para pengurus Cabor di Sidoarjo untuk membahas petunjuk teknis dan masalah yang sedang dihadapi masing-masing Cabor di Sidoarjo,” ujarnya. Git
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
25.05.2026 - 18.06.2026
25.05.2026 - 26.05.2026
15.05.2026 - 30.06.2026
19.05.2026 - 25.05.2026
20.05.2026 - 3.06.2026
19.05.2026 - 20.05.2026
13.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 22.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 18.05.2026
19.05.2026 - 23.05.2026
11.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
10.05.2026 - 13.05.2026
6.05.2026 - 8.05.2026
4.05.2026 - 29.10.2026
5.05.2026 - 11.05.2026
6.05.2026 - 18.05.2026
4.05.2026 - 4.05.2026
4.05.2026 - 7.05.2026
4.05.2026 - 11.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
29.04.2026 - 3.06.2026
28.04.2026 - 21.05.2026
22.05.2026 - 23.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
24.04.2026 - 25.04.2026
27.04.2026 - 3.05.2026
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1810821