Berita

26 May 2026

Bantuan CSR Bank Jatim Percantik Alun-Alun Sidoarjo, Bupati Subandi Ajak Masyarakat Jaga Fasilitas Publik

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Satpol PP Sidoarjo, Bank Jatim Sidoarjo serta jajaran Forkopimda menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim berupa 30 unit kursi taman untuk Alun-Alun Sidoarjo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Paseban Alun-Alun Sidoarjo, Selasa (26/5/2026).Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan apresiasinya kepada Bank Jatim atas kepedulian terhadap pembangunan dan penataan fasilitas publik di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, bantuan CSR tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola kawasan publik agar semakin nyaman dan representatif bagi masyarakat.“Terima kasih kepada Bank Jatim yang telah peduli kepada daerah melalui program CSR. Kehadiran bantuan ini tentu sangat membantu dalam memperbaiki tata kelola daerah, termasuk mempercantik Alun-Alun Sidoarjo yang saat ini sudah terlihat lebih hijau dan nyaman,” ujar Bupati H.Subandi.Ia mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan Alun-Alun Sidoarjo harus diimbangi dengan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan fasilitas umum yang telah tersedia. Bupati Subandi juga meminta masyarakat mematuhi seluruh rambu dan aturan yang ada demi menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama.“Fasilitas yang sudah dibangun dan dipercantik ini harus kita jaga bersama. Kebersihan, ketertiban, serta fasilitas umum yang ada harus dirawat agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” katanya.Selain itu, Bupati H.Subandi juga menegaskan bahwa seluruh bantuan hibah maupun CSR dari perusahaan harus tercatat dengan baik dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.“Kita ingin seluruh bantuan berjalan transparan dan akuntabel. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono mengatakan bahwa bantuan 30 unit kursi taman dari Bank Jatim saat ini telah terpasang dengan baik di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan siap dimanfaatkan masyarakat.“Alhamdulillah seluruh kursi taman sudah terpasang dengan baik dan nantinya akan terus kami lakukan pemeliharaan bersama tim agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” ujarnya.Arif menjelaskan, Alun-Alun Sidoarjo kini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat. Pada hari biasa jumlah pengunjung mencapai sekitar 350 orang per hari. Sementara saat akhir pekan jumlah pengunjung meningkat signifikan.“Kalau hari Sabtu jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 3.000 orang dan hari Minggu bisa lebih dari 10.000 pengunjung. Ini menunjukkan bahwa Alun-Alun Sidoarjo menjadi ruang rekreasi masyarakat yang sangat diminati,” jelasnya.Dengan adanya tambahan fasilitas kursi taman tersebut, diharapkan kenyamanan pengunjung Alun-Alun Sidoarjo semakin meningkat. Bupati Sidoarjo H. Subandi juga berharap kepedulian serupa dapat terus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya melalui program CSR demi mendukung pembangunan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. (Son)

Selengkapnya
25 May 2026

Pertahankan WTP, Pemkab Sidoarjo Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Aset

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat tata kelola keuangan daerah dan penatausahaan aset sebagai bagian dari upaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penguatan tersebut dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pendapatan, belanja, hingga aset daerah di seluruh perangkat daerah.Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan evaluasi dan pembenahan tata kelola keuangan daerah menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pemerintah daerah.“Setiap temuan dan rekomendasi menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan. Seluruh OPD harus segera menindaklanjuti agar tata kelola keuangan dan penatausahaan aset daerah semakin tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya usai exit meeting pemeriksaan LKPD di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo pada Senin (25/5/2026). Menurutnya, penguatan pengawasan internal serta peningkatan disiplin administrasi akan terus dilakukan demi mendukung kualitas pengelolaan keuangan daerah. “Kami ingin mempertahankan opini WTP mulai dari tertib administrasi, pengawasan pelaksanaan kegiatan, hingga penataan aset daerah yang lebih optimal,” tuturnya. Dalam proses evaluasi tersebut, masih ditemukan sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian dan pembenahan, mulai dari administrasi pendapatan, pengelolaan belanja, pelaksanaan pekerjaan konstruksi, hingga penatausahaan aset tetap daerah.“Pengawasan internal juga terus diperkuat guna meminimalisasi potensi kesalahan administrasi maupun teknis dalam pelaksanaan kegiatan,” tambahnya. Sementara itu, perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Timur, Catur menyampaikan bahwa rekomendasi hasil pemeriksaan merupakan bagian dari upaya mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah.“Temuan pemeriksaan bukan semata mencari kesalahan, tetapi menjadi instrumen evaluasi agar pengelolaan keuangan daerah semakin efektif, efisien, dan sesuai ketentuan,” jelasnya.BPK juga mendorong seluruh perangkat daerah agar segera menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan, khususnya terkait administrasi pendapatan, pengelolaan belanja, dan penatausahaan aset daerah.“Komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas laporan keuangan daerah,” pungkasnya. (Dew/Mas)

Selengkapnya
24 May 2026

Pilkades Serentak Berlangsung Hari Ini, Bupati Sidoarjo Pesan Cakades dan Relawannya Jaga Kondusifitas Pelaksanaannya

KOMINFO, Sidoarjo - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sidoarjo berlangsung hari ini, Minggu (24/5/2026). Ada 80 desa dengan 230  Calon Kepala Desa (Cakades) yang ikut dalam pesta demokrasi ditingkat desa tersebut. Pelaksanaan Pilkades serentak Kabupaten Sidoarjo 2026 sendiri tersebar di 17 kecamatan. Pagi tadi, Bupati Sidoarjo H. Subandi meninjau langsung pelaksanaan Pilkades serentak hari ini. Dua desa ia kunjungi. Yakni Desa Trompoasri Kecamatan Jabon dan Desa Pabean Kecamatan Sedati. Ia datangi beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dua desa tersebut. Ia pantau langsung pelaksanaannya bersama Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing dan Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati.Bupati H. Subandi berharap pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Sidoarjo berjalan kondusif. Ia akan pastikan pelaksanaannya berjalan aman dan lancar.  Tidak ada gejolak antar Cakades maupun relawannya. Oleh karenanya ia meminta Cakades bersama relawannya dapat mewujudkan Pilkades damai di Kabupaten Sidoarjo. Seluruh Cakades harus mampu memimpin relawannya dengan bijak.‎"Hari ini kita sidak bersama Forkopimda, ada Pak Kapolres dan teman-teman OPD untuk melihat kondisi riil yang ada di lapangan. Alhamdulillah, hari ini kita sudah Sidak di dua TPS dan semua berjalan dengan baik," ujar Bupati H. Subandi usai Sidak di TPS 02 Desa Trompoasri.Bupati H. Subandi mengatakan pada Pilkades serentak tahun ini menggunakan sistem pembagian wilayah TPS. Oleh karenanya pelaksanaan pemungutan suara tidak dipusatkan di satu titik saja. Namun dilaksanakan dibeberapa TPS. Sistem tersebut mampu mengurangi potensi konflik atau gesekan antar pendukung.‎"Alhamdulillah sistem per TPS ini, pengurangan konflik internal sangat terasa sekali. Berbeda dengan sistem yang dulu dipusatkan di desa, Alhamdulillah kita lihat semuanya berjalan dengan baik," jelasnya.Ia juga meminta kepada masing-masing pendukung untuk tidak menyederai demokrasi pada pelaksanaan Pilkades kali ini. Semua relawan dapat memberikan dukungan terbaiknya dengan tetap menjaga situasi tetap dingin. Jangan sampai gara-gara Pilkades seperti ini teman dapat berubah menjadi musuh. Apalagi sampai terjadi tindakan anarkis. Siapapun Cakades yang terpilih nantinya wajib didukung seluruh warga. Pasalnya seluruh Cakades berangkat dengan visi dan misi untuk membangun desanya lebih maju dan sejahtera.‎"Harapan kita Pilkades ini harus sukses, tidak ada yang bersitegang. Semua relawan memberikan dukungan terbaiknya dengan menjaga situasi tetap adem ayem. Siapapun yang terpilih nantinya, ya itulah kepala desa kita yang harus didukung bersama," pungkasnya. Git/mas

Selengkapnya
23 May 2026

Bupati Sidoarjo Pastikan Kesiapan TPS untuk Pilkades Serentak 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak 2026 pada Minggu 24 Mei 2026. Bupati Sidoarjo H. Subandi didampingi Wakapolresta Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan di sejumlah desa, Sabtu malam (23/5/2026). Upaya ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif menjelang hari pemungutan suara sekaligus memastikan kesiapan di TPS.Peninjauan dilakukan untuk memantau sejauh mana persiapan logistik, tata letak TPS, serta kesiapan petugas Pilkades. Subandi menyampaikan bahwa ia bersama Forkopimda terus melakukan pemetaan wilayah, khususnya desa-desa yang memiliki dinamika konflik internal.Tepat jam 19.30 WIB, Forkopimda Sidoarjo berangkat meninjau kesiapan TPS. Dari pendopo Delta Wibawa, rute pertama yang didatangi adalah TPS 11 Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran. Setalah berada beberapa menit di TPS itu, rombongan silaturahmi ke beberapa calon kepala desa di Desa Sidokepung Kecamatan Buduran, Desa Pepelegi dan Desa Medaeng di Kecamatan Waru.Ia menjelaskan bahwa kunjungan dengan silaturahmi kepada para calon kepala desa sebagai bentuk pendekatan persuasif agar seluruh pihak dapat menahan diri dan menjaga stabilitas. “Dilakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki potensi konflik internal, termasuk di Desa Sidokepung. Silaturahmi ke seluruh calon kepala desa agar tensi politik dapat terjaga dengan baik, sehingga pelaksanaan Pilkades bisa berjalan lancar,” ujarnya.Lebih lanjut disampaikan, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan unsur Forkopimda hingga tingkat kecamatan (Forkopimka), termasuk aparat kepolisian, TNI, dan pemerintah kecamatan. “Koordinasi terus dilakukan bersama Forkopimda, Forkopimka, Kapolsek, Camat, dan Danramil agar seluruh elemen dapat bergerak bersama, khususnya dalam pengawasan di TPS supaya tetap kondusif,” imbuhnya.Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang telah ditetapkan, termasuk ketentuan bagi pemilih yang wajib membawa identitas resmi saat menggunakan hak pilih. “Kepada panitia sudah disampaikan bahwa pemilih harus membawa KTP dan surat undangan. Jika tidak, maka tidak diperkenankan memilih, demi menghindari potensi konflik internal,” tegasnya.Dalam kesempatan tersebut, Subandi juga mengajak seluruh calon kepala desa beserta tim suksesnya untuk menjaga sikap dan tidak melakukan hal-hal yang dapat memicu ketegangan.Ia berharap komitmen bersama ini dapat menjaga suasana tetap aman hingga proses Pilkades selesai. “Dengan kunjungan Forkopimda hari ini, diharapkan tensi politik di lapangan dapat menurun. Para calon yang sudah ditemui juga diharapkan mampu mengendalikan tim suksesnya masing-masing,” katanya.Selain Desa Sidokepung, Subandi juga menjadwalkan kunjungan ke sejumlah wilayah lain yang dinilai memiliki potensi kerawanan.“Hari ini dijadwalkan ke Pepelegi, Medaeng dan Tambak Sawah. Selanjutnya besok ke wilayah Jabon, dan berikutnya ke daerah Tarik. Wilayah-wilayah yang memiliki potensi konflik akan dikunjungi agar situasi tetap terkendali,” jelasnya.Subandi menegaskan bahwa seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi di tingkat desa. “Demokrasi harus kita jaga bersama agar Pilkades dapat berjalan aman, damai, dan sukses,” pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
21 May 2026

Sidoarjo Targetkan Eliminasi TB Tahun 2028, PKK Didorong Aktif Dampingi Pasien

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menargetkan eliminasi tuberkulosis (TB) dapat tercapai lebih cepat sebelum target nasional tahun 2030, yakni pada tahun 2028. Untuk mendukung percepatan tersebut, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo didorong aktif melakukan deteksi dini, pendampingan pasien hingga edukasi lingkungan sehat di tengah masyarakat.Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan, PKK memiliki peran strategis sebagai motor penggerak sekaligus ujung tombak di tengah masyarakat dalam penanganan TB.“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya saat kegiatan Sosialisasi Peran PKK dalam Penanggulangan TBC Berbasis Lingkungan di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (21/5/2026).Ia menegaskan, seorang ibu memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Menurutnya, ibu dapat menjadi “insinyur rumah tangga” yang menentukan kualitas kesehatan keluarga melalui pengaturan ventilasi, pencahayaan hingga kebersihan rumah.“Ibu di rumah adalah perancang utama kesejahteraan keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk mengatur tata letak dan ventilasi rumah agar menjadi hunian yang sehat dan nyaman,” katanya.Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe bantal, kasur dan guling sebagai langkah sederhana menjaga kesehatan lingkungan rumah. Ia meminta kader turut mengedukasi masyarakat agar rutin menjemur perlengkapan tidur untuk mencegah penyebaran penyakit.Selain itu, ia mengingatkan pentingnya dukungan moral kepada pasien TB agar tidak merasa dikucilkan. Menurutnya, masih banyak pasien TB yang merasa minder dan takut dijauhi masyarakat karena khawatir dianggap menularkan penyakit.“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” ujarnya.Ia juga meminta kader terus mengingatkan pasien TB untuk disiplin menggunakan masker demi mencegah penularan.Dalam kesempatan tersebut, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa satu penderita TB dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya apabila tidak segera ditangani.Ia mengatakan, masyarakat perlu memahami gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, batuk darah, sesak napas dan nyeri dada. Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas untuk deteksi lebih lanjut.“TB bisa sembuh jika ditemukan lebih awal dan pasien disiplin menjalani pengobatan,” katanya.Sementara itu, Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Khusnul Khotimah menegaskan kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan lingkungan sehat guna mencegah TB.Ia menjelaskan beberapa faktor lingkungan yang mempengaruhi penularan TB di antaranya ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni dan kebersihan lingkungan. Menurutnya, rumah sehat harus memiliki ventilasi yang cukup dengan tingkat kelembaban ideal sekitar 60 persen.“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” ujarnya.Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono menyampaikan, saat ini terdapat sekitar 5.800 kasus TB di Kabupaten Sidoarjo dengan capaian penanganan mencapai 91 persen atau sekitar 5.700 kasus.Untuk mendukung target eliminasi TB tahun 2028, Dinkes Sidoarjo telah menyiapkan layanan pengobatan TB di 170 fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus terus memperluas sarana pengobatan dan meningkatkan penemuan kasus suspect TB melalui screening masif di masyarakat.Selain itu, pembentukan Desa Siaga TB juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan. Pemerintah juga mendorong pelaksanaan imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan TB di masyarakat. (Dew)

Selengkapnya
21 May 2026

Hadapi PORPROV Jatim X 2027, KONI Sidoarjo Gulirkan PORKAB Sidoarjo 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Pekan Olah Raga Kabupaten (PORKAB) Sidoarjo tahun 2026 siap digulirkan.  Pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 15 - 30 Juni 2026. KONI Sidoarjo kini tengah mempersiapan pelaksanaannya. Sore kemarin, Rabu (20/5), KONI Sidoarjo menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PORKAB Sidoarjo 2026 di aula kantor Bappeda Sidoarjo. Rapat dipimpin Plt. Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto.Plt Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto menyampaikan pelaksanaan PORKAB Sidoarjo 2026 sebagai ajang seleksi menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) Jatim X 2027 mendatang. Saat ini persiapan PORKAB Sidoarjo 2026 tengah dilakukannya. Pelaksanaannya dijadwalkan tanggal 15 sampai 30 Juni 2026. Jadwal pelaksanaan tersebut itu dipilih karena masuk libur sekolah. Dengan begitu seluruh atlet pelajar itu nantinya diharapkan dapat fokus bertanding selama kompetisi berlangsung.“PORKAB Sidoarjo 2026 akan kita dijadwalkan pada tanggal 15 sampai 30 Juni 2026 karena anak-anak sekolah sudah memasuki masa liburan,” ucapnyaImam Purwanto berharap dukungan semua pihak agar PORKAB Sidoarjo 2026 berjalan sukses. Salah satunya dukungan dari rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo. Ia juga telah mengajak sejumlah rumah sakit di Sidoarjo untuk ikut berperan didalamnya. Kerjasama di bidang Kesehatan akan segera dilakukannya dengan sejumlah rumah sakit tersebut. Tujuannya untuk menyediakan layanan penanganan medis yang cepat bagi atlet dan ofisial yang rentan mengalami cedera.“Saya berharap rumah sakit yang ada di Kabupaten Sidoarjo dapat  ikut berpatisipasi mensukseskan PORKAB Sidoarjo tahun ini, salah satunya dengan  menyediakan layanan penanganan medis yang cepat  apabila ada atlet PORKAB yang sampai mengalami cidera,” ujar Imam Purwanto.Imam Purwanto menyebut penjajakan kerjasama kesehatan akan dilakukan dengan RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Kotidjah, RSI Siti Hajar dan RS Delta Surya Sidoarjo. Kerjasama tersebut akan diperkuat dengan MOU antara KONI Sidoarjo dengan rumah sakit tersebut. Dalam waktu dekat ini MOU akan dilakukannya. Ia berharap kerjasama untuk melindungi para atlet Sidoarjo tersebut dapat disambut baik oleh empat rumah sakit itu.“Semoga seluruh pihak juga tergerak ikut berperan menyukseskan prestasi olah raga di Kabupaten Sidoarjo ini,” ucapnya.Sementara itu dalam rapat koordinasi tersebut disepakati, Imam Jawahir, salah satu pengurus KONI Sidoarjo dipilih sebagai ketua Panitia Besar (PB) PORKAB Sidoarjo 2026. Imam Jawahir sendiri menyerukan agar semua pihak ikut mensukseskan PORKAB Sidoarjo 2026. Dikatakannya kesuksesan PORKAB Sidoarjo 2026 merupakan kunci menjaring atlet-atlet terbaik yang akan dipersiaakan pada PORPROV Jatim X 2027 mendatang.“PORKAB Sidoarjo 2026 harus bisa sukses, agar para atlet Sidoarjo bisa berprestasi lebih baik pada event PORPROV Jatim X 2027,” ucapnyaKetua Bidang Binpres KONI Sidoarjo, M. Chusaini, juga mengatakan saat ini sudah ada beberapa pengurus Cabang Olahraga/Cabor yang menyatakan siap mengikuti PORKAB Sidoarjo 2026. Kemungkinan dalam waktu dekat ini akan ada banyak Cabor yang menyusul untuk ikut berpartisipasi. Dirinya juga akan mengagendakan pertemuan dengan seluruh Pengurus Kabupaten/Pengkab masing-masing Cabor di Sidoarjo. Harapannya mereka dapat ikut mensuksesan PORKAB Sidoarjo 2026 besok.“Kita akan secepatnya bertemu dengan para pengurus Cabor di Sidoarjo untuk membahas petunjuk teknis dan masalah yang sedang dihadapi masing-masing Cabor di Sidoarjo,” ujarnya. Git

Selengkapnya
21 May 2026

Wabup Sidoarjo Kunjungi Galeri UMKM Givari Shoes, Dorong Produk UMKM Naik Kelas

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., melakukan kunjungan ke Galeri UMKM Givari Pusat Sepatu dan Tas Kulit yang berlokasi di Jl. Raya Ponokawan No. 57, Kecamatan Krian, Kamis (21/5/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong pelaku UMKM lokal agar terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.Dalam kunjungan yang didampingi Camat Krian Nawari serta Forkopimka Krian, Mimik Idayana meninjau langsung proses produksi sepatu dan sandal berbahan kulit yang masih dikerjakan secara manual. Ia mengaku terkesan dengan kualitas produk Givari, yang telah berdiri sejak 1980-an dan terus bertahan hingga kini.“Alhamdulillah hari ini saya berkunjung ke salah satu UMKM yang berada di Desa Ponokawan, yakni Givari. Produknya sepatu dan sandal kulit yang menggunakan bahan kulit asli serta berkualitas, dan ini termasuk yang sudah lama karena turun-temurun. Saya lihat prosesnya masih manual, tetapi hasilnya bagus sekali dan nyaman dipakai,” ujarnya.Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, terutama karena Givari menggunakan bahan kulit asli dengan standar tinggi. “Saya minta kualitas ini tetap dipertahankan. Bahannya dari kulit asli dan saya juga sudah menggunakan produknya, memang nyaman dan empuk. Bahkan bisa menerima pesanan sesuai model, warna, dan keinginan konsumen,” tambahnya.Dalam kesempatan tersebut, Mimik juga mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sidoarjo untuk menggunakan produk UMKM lokal. “Untuk para pegawai ASN, saya sarankan sejak awal untuk selalu menggunakan produk-produk UMKM yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.Pemilik Givari, Eti Herawati, berharap kunjungan ini dapat membantu perkembangan usahanya. Ia menjelaskan bahwa Givari pernah menembus pasar ekspor ke Panama.“Givari berdiri sejak 1980-an, dirintis oleh orang tua kami. Dulu pernah ekspor ke Panama dan sekarang masih melayani pasar lokal, seperti guru, pekerja kantor, hingga tenaga medis,” jelasnya.Terkait kualitas, Eti menegaskan pihaknya tetap menggunakan bahan kulit grade A. “Kami tidak menurunkan kualitas bahan kulit grade A. Semua tetap kami jaga mulai dari kerapian produk, proses produksi hingga finishing,” katanya.Mimik Idayana juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendukung UMKM, salah satunya melalui program kredit usaha rakyat daerah (Kurda). Ia mengajak pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk memanfaatkan fasilitas tersebut melalui Bank Delta Artha Sidoarjo.Selain itu, Mimik juga berkomitmen memperkuat promosi UMKM melalui berbagai pameran dan sentra yang telah disiapkan oleh dinas terkait. “Kita sebenarnya sudah punya wadah UMKM, hanya perlu dimaksimalkan dan disosialisasikan agar lebih dikenal masyarakat,” ujarnya.Ia optimistis UMKM Sidoarjo dapat terus berkembang hingga menembus pasar internasional, tidak hanya di Krian, tetapi juga produk kulit dari Tanggulangin yang telah merambah pasar luar negeri seperti Malaysia.“Kita ingin UMKM Sidoarjo naik kelas dan semakin dikenal. Pemerintah daerah bersama dinas terkait akan terus membantu promosi dan pemasaran produk-produk UMKM,” pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
20 May 2026

Pemkab Sidoarjo Gelar Upacara Bendera Peringatan Harkitnas ke 118 Tahun 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional/Harkitnas ke 118 Tahun 2026 di gelar di Alun-alun Sidoarjo, Rabu, (20/5). Upacara yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana diikuti oleh TNI, Polri, PNS serta organisasi masyarakat, mahasiswa dan para pelajar.Membacakan sambutan Menteri Komdigi RI, Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengajak bersama untuk kembali merefleksikan momentum fundamental berdirinya organisasi Boedi Oetomo di tahun 1908. Dikatakannya bahwa sejarah mencatat peristiwa tersebut adalah tonggak di mana perlawanan fisik mulai bertransformasi menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik. “Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ucapnya.Wabup juga menyampaikan  tema peringatan Harkitnas tahun ini adalah " Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara". Tema tersebut merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi. Seluruh elemen bangsa dapat bergerak maju bersamamelalui pelindungan para tunas bangsa. “Tema ini juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat,” ujarnya.Masih disampaikan Wabup bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, visi kemandirian tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Hal tersebut dapat dilihat dari Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan di seluruh Indonesia untuk membangun fondasi fisik generasi masa depan.“Langkah ini diperkuat dengan pemerataan akses pendidikan melalui pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, termasuk perbaikan mutu guru dan penyediaan beasiswa, guna memutus ketimpangan kualitas SDM,” bebernya.Ia juga mengatakan bahwa di sektor kesehatan, Pemerintah juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang masif untuk memastikan perlindungan medis yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu kedaulatan pangan, kesehatan, dan pendidikan juga sedang dibangun sebagai satu ekosistem kesejahteraan yang utuh.“Upaya kesejahteraan rakyat juga diperkuat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diarahkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat desa. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkan memiliki akses yang lebih dekat layanan ekonomi dasar, sehingga desa dapat tumbuh lebih mandiri,” ungkapnya. Di samping itu, lanjut  Wabup Hj. Mimik Idayana, pemerintah juga telah melakukan ikhtiar besar dalam pelindungan generasi muda di ruang digital yaitu pemberlakuan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Per 28 Maret 2026 kemarin, pemerintah resmi menunda akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial dan platform digital berisiko tinggi lainnya. “Melalui kebijakan ini, kita memastikan bahwa anak yang merupakan tunas bangsa kita dapat mengakses ruang digital yang sehat, beretika, dan sesuai dengan usia tumbuh kembangnya,”ujarnya.Dalam momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini Wabup Hj. Mimik Idayana juga mengajak untuk meneguhkan kembali arah perjalanan bangsa dengan menempatkan Asta Cita sebagai delapan misi besar yang harus dicapai bersama. Seluruhnya harus mampu mewujudkan misi tersebut untuk menghadirkan perubahan nyata dan terasa di tengah kehidupan rakyat.“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan untuk kembali menyalakan api "Boedi Oetomo" dalam setiap lini kehidupan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan setiap langkah pembangunan senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118 ! Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara !,” pungkasnya. Git

Selengkapnya
20 May 2026

Pemkab Sidoarjo Dorong Budaya Hidup Sehat Lewat Penguatan KORMI

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendorong budaya hidup sehat dan aktif di tengah masyarakat melalui pengembangan olahraga masyarakat. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana saat menghadiri pengukuhan dan pelantikan pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2025-2029 di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (20/5/2026). Kegiatan bertema “Gerak Bersama Menuju Indonesia Emas” tersebut memperkuat kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya olahraga yang sehat, menyenangkan dan membahagiakan.Dalam sambutannya, Mimik mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus KORMI Kabupaten Sidoarjo yang resmi dikukuhkan. Menurutnya, KORMI memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat olahraga di tengah masyarakat.“Olahraga bukan sekadar gaya hidup, tetapi tentang kebugaran, kegembiraan, persatuan dan membangun kualitas hidup masyarakat. Karena itu KORMI memiliki peran penting untuk mengajak masyarakat gemar berolahraga,” ujarnya.Ia mengatakan semangat olahraga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo terus tumbuh. Salah satunya ditandai dengan hadirnya kampung-kampung olahraga di desa dan kelurahan.Pemkab Sidoarjo, lanjutnya, berharap KORMI mampu menjadi wadah yang merangkul seluruh lapisan masyarakat mulai anak-anak, pemuda, hingga lansia agar dapat menikmati olahraga secara sehat dan menyenangkan.“Masyarakat yang sehat akan melahirkan semangat yang kuat dan produktif. Ini menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah,” katanya.Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2025-2029, Hadi Sutjipto mengatakan KORMI Sidoarjo terus menunjukkan prestasi dalam pengembangan olahraga masyarakat sejak berdiri pada tahun 2011.Saat ini KORMI Sidoarjo memiliki 69 induk organisasi olahraga masyarakat (inorga) dan berhasil membentuk 255 kampung olahraga masyarakat di desa dan kelurahan.Menurutnya, keberadaan kampung olahraga menjadi ujung tombak dalam mewujudkan masyarakat aktif bergerak menuju Indonesia sehat dan bugar.“Kami terus menggerakkan masyarakat mulai anak-anak hingga lansia untuk aktif bergerak bersama. KORMI juga siap menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) ke-9,” ujarnya.Ia menambahkan, KORMI Sidoarjo juga beberapa kali menjadi penyumbang medali terbanyak untuk Jawa Timur dalam ajang FORNAS di berbagai daerah. Bahkan pada tahun 2017-2018, KORMI Sidoarjo dinobatkan sebagai KORMI teraktif di Jawa Timur oleh KORMI Nasional.“Hari ini sebanyak 70 pengurus KORMI Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2025-2029 resmi dikukuhkan untuk memperkuat pengembangan olahraga masyarakat di Kabupaten Sidoarjo,” tutupnya. (Dew)

Selengkapnya
20 May 2026

Tata Kelola Arsip Sidoarjo Diakui Nasional, Pemkab Sidoarjo Raih Predikat AA

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menorehkan lagi prestasi nasional dengan meraih penghargaan kategori AA dengan nilai 90,84 (Sangat Memuaskan) dalam pengawasan kearsipan tahun 2025 dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Dr. Meigo Pinandito kepada Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subandi hadir didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusib) Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan.Penyerahan penghargaan berlangsung saat Rapat Koordinasi Nasional Kearsipan dan Anugerah Kearsipan Tahun 2026 dalam rangka Hari Kearsipan ke-55 yang digelar di Gedung ANRI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).Capaian predikat AA ini menempatkan Sidoarjo sebagai salah satu daerah dengan kinerja pengelolaan arsip terbaik di tingkat nasional.Bupati Subandi menyampaikan penilaian terbaik nasional tersebut menunjukkan Pemkab Sidoarjo telah menjalankan tata kelola administrasi pemerintahan secara tertib, terstandar, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Menurutnya, capaian ini lahir dari kerja bersama seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan, desa, dan satuan pendidikan.“Alhamdulillah, seluruh OPD, camat, pemerintah desa, hingga sekolah dari TK, SD, sampai SMP negeri maupun swasta telah menerapkan pengelolaan kearsipan sesuai ketentuan,” ujar Bupati Subandi.Selanjutnya, Bupati Subandi juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusib) Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan yang terus mendorong tertib arsip di daerah.“Terima kasih kepada Pak Kadis. Alhamdulillah, pengawasan dan penerapan kearsipan di Sidoarjo berjalan baik. Mudah-mudahan ini menjadi semangat untuk terus berkembang dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Sidoarjo,” ucap Bupati Subandi.Selain itu, Bupati Subandi menegaskan bahwa capaian bagus ini harus menjadi standar minimum penyelenggaraan pemerintahan daerah. Menurut dia, pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi penting dalam memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik.Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Sidoarjo Rudi Setiawan menyebut predikat AA tidak hanya merupakan capaian administratif, tetapi juga mencerminkan konsistensi budaya tertib arsip di lingkungan pemerintah daerah.Rudi menambahkan, Disperpusip Sidoarjo terus memperkuat transformasi kearsipan berbasis digital serta meningkatkan penerapan dan pengawasan di seluruh perangkat daerah.“Kami tidak ingin berhenti di predikat AA. Fokus kami menjaga konsistensi, memperluas digitalisasi, dan memastikan seluruh unit kerja benar-benar tertib arsip,” tambahnya .Di sisi lain, Bupati Subandi menjelaskan bahwa penghargaan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan UU Kearsipan.Menurut Bupati Subandi, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menilai dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah yang mampu memenuhi standar pengelolaan arsip secara tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.Dengan capaian tersebut, Bupati Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo terus memperkuat reformasi birokrasi melalui sistem kearsipan yang modern, disiplin, dan berstandar nasional.“Ini bukan akhir, melainkan awal untuk semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui kearsipan yang tertib di semua lini,” pungkasnya.(mas).

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1802153