Berita

12 Jun 2026

Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

KOMINFO, Sidoarjo - Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diperingati di Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo menggerakkan program Sidoarjo Asri atau Sidoarjo Aman, Sehat, Resik dan Indah. Seluruh ASN Sidoarjo serentak melakukan penghijauan. Satu ASN menanam satu pohon pucuk merah. Ribuan pohon itu ditanam di seluruh titik-titik kota. Di tanam di taman maupun sempadan jalan yang memerlukan penghijauan. Gerakkan Sidoarjo Asri komandoi Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Mereka kompak menanam pohon pucuk merah di Taman Flyover Djuanda Aloha, Jumat pagi, (12/6). Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan gerakkan Sidoarjo Asri merupakan bentuk dukungan gerakan Indonesia Asri Presiden Prabowo. Ia ingin lewat gerakan Sidoarjo Asri tersebut akan tercipta lingkungan bersih dan berkelanjutan. “Kegiatan ini untuk mendukung program Indonesia Asri bapak presiden, hari ini kita menanam pohon pucuk merah, satu ASN satu pohon,” ucapnya usai melakukan penanaman pohon di Taman Flyover Djuanda Aloha.Bupati H. Subandi mengatakan gerakkan Sidoarjo Asri akan diperluas lingkupnya. Gerakan Sidoarjo Asri juga akan digerakkan di desa-desa dan sekolah-sekolah. Dengan dukungan bersama tersebut ia yakin Sidoarjo yang aman, sehat, resik dan indah akan terus terwujud.  “Nanti tidak hanya ASN saja, kalau bisa nanti sekolah-sekolahan juga mengikuti gerakan Sidoarjo Asri ini,” harapnya. Git/mas

Selengkapnya
11 Jun 2026

118 ASN Pemkab Sidoarjo Terima SK Pensiun, Bupati Subandi Ajak Tetap Produktif

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 118 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purna tugas terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Juli, 1 Agustus, dan 1 September 2026. Penyerahan SK dilakukan di Sun Hotel Sidoarjo, Kamis (11/6/2026). Sebanyak 54 PNS memasuki masa pensiun per 1 Juli 2026, 27 PNS per 1 Agustus 2026, dan 37 PNS per 1 September 2026. Mereka berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sidoarjo.Bupati Sidoarjo, Subandi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para aparatur sipil negara (ASN) yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo selama puluhan tahun.Menurutnya, kemajuan yang dirasakan masyarakat saat ini tidak terlepas dari kerja keras dan pengabdian para ASN yang kini memasuki masa purna tugas.“Kami tidak mungkin sampai pada kondisi seperti sekarang tanpa panjenengan (anda) semua. Perkembangan Sidoarjo yang luar biasa hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengabdian yang telah diberikan selama bertahun-tahun,” ujar Subandi.Ia mengatakan purna tugas bukan berarti berhenti berkarya. Para pensiunan diharapkan tetap aktif, produktif, dan terus memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat sesuai kapasitas masing-masing.Selain itu, Subandi juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik maupun mental setelah memasuki masa pensiun. Masa transisi dari aktivitas rutin sebagai ASN menuju kehidupan pensiun perlu dihadapi dengan tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.“Setelah pensiun harus tetap berkarya, menjaga kesehatan, dan terus beradaptasi. Tetap energik dan aktif agar semakin sehat dan bahagia,” katanya.Sebagai bentuk perhatian kepada para pensiunan ASN, Pemkab Sidoarjo juga terus mendukung berbagai kegiatan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sidoarjo.Ia meminta agar PWRI terus menyusun berbagai program yang bermanfaat untuk Sidoarjo sehingga para pensiunan ASN tetap memiliki ruang untuk beraktivitas, bersosialisasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.“Silakan menyusun proposal kegiatan dan agenda program. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap mendukung agar para purna tugas tetap aktif dan produktif,” ujarnya.Di akhir sambutannya, Subandi mendoakan seluruh ASN yang memasuki masa pensiun senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan kebahagiaan bersama keluarga.Sementara itu, Juariyah pensiunan dari Dinas Sosial mengatakan masa pensiun adalah masa untuk mengabdi kepada keluarga, dirinya tetap aktif untuk mengabdi kepada masyarakat dilingkungannya. “Meskipun menjadi purna, saya terus mengabdi selain untuk keluarga juga untuk masyarakat khususnya dilingkungan sekitar,” terangnya. Ditempat yang sama, Ana pensiunan dari SDN Punggul 2 Sidoarjo berharap Sidoarjo terus jaya dan menjadi lebih baik. “Semoga Sidoarjo tetap jaya dan terus jaya,” harapnya.(Dew)

Selengkapnya
11 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Mulai Salurkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

KOMINFO, Sidoarjo - Bantuan pangan beras dan minyak goreng pemerintah pusat mulai disalurkan kepada masyarakat Sidoarjo. Terdapat 181.422 warga Sidoarjo yang tercatat sebagai Penerima Bantuan Pangan/PBP. Bantuan tersebut untuk alokasi bulan Februari-Maret 2026. Perbulannya PBP menerima 10 kg beras medium dan 2 Liter minyak goreng. Pagi tadi, sebanyak 1.146 orang warga Desa Pabean Kecamatan Sedati yang tercatat sebagai PBP menerima bantuan pangan beras dan minyak goreng tersebut. Penyalurannya dilakukan di kantor Desa Pabean, Kamis, (11/6). Bupati Sidoarjo H. Subandi hadir langsung untuk memantau penyalurannya. Bupati H. Subandi mengatakan jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan. Peningkatannya dua kali lipat. Jika tahun 2025 lalu terdapat 79 ribu orang lebih penerima bantuan. Namun tahun 2026 ini menjadi 181 ribu lebih PBP yang memperolehnya.“Alhamdulillah penyaluran bantuan pangan hari ini sudah berjalan,”ucapnya.H. Subandi menegaskan akan terus mengawal proses penyaluran bantuan pangan tersebut. Ia ingin proses penyalurannya berjalan lancar. Selain itu ia akan pastikan proses penyalurannya tepat sasaran. Ia juga meminta Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo untuk mengawal proses penyalurannya. Ia berharap 3.628 ton beras dan 725.768 liter minyak goreng dapat segera tersalurkan.“Hari ini saya minta Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, tolong di kawal, di cek betul apa beras ini sudah siap semua untuk disalurkan,” ujarnya.Bupati memastikan bantuan pangan tersebut layak dikonsumsi. Oleh karenanya ia meminta PBP dapat memanfaatkan bantuan yang diterimanya dengan baik. Dikonsumsi sendiri untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jangan sampai dijual. “Jangan sampai bantuan pangan dari pusat ini dijual ditoko, harus betul-betul dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya. Pemimpin Cabang Perum Bulog Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra mengatakan penyaluran bantuan pangan sudah terjadwal. Seluruh beras bantuan juga sudah disiapkan. Ia targetkan penyelesaian penyalurannya pada minggu kedua bulan Juni ini. “Penyaluran semua beras sudah kita jadwalkan, penyelesaian penyaluran bantuan untuk Kabupaten Sidoarjo kurang lebih di minggu kedua bulan ini,” ujarnya.Disampaikannya bantuan pangan yang diterima warga untuk alokasi dua bulan. Oleh karenanya penerima bantuan pangan tersebut memperoleh bantuan pangan dua bulan sekaligus. Mereka menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.“Ini alokasi untuk dua bulan, 1 bulan PBP menerima 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng, ini alokasi untuk dua bulan, jadi satu penerima menerima 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng,” ucapnya. Git

Selengkapnya
10 Jun 2026

Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Sidoarjo, Bupati Subandi Prioritaskan Usulan Mendesak dan Penanganan Banjir

Kominfo, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo terus berusaha melakukan percepatan pembangunan infrastruk di sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Secara bertahap, pemerintah juga melakukan evaluasi untuk memastikan proses percepatan berjalan sesuai perencanaan. Seperti yang digelar di Ruang Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/6/2026). Bupati Sidoarjo H. Subandi memimpin rapat evaluasi dan percepatan pembangunan infrastruktur daerah bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Bahrul Amig, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo M. Mahmud, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.Dalam rapat tersebut, Bupati Subandi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan, pemeliharaan jalan, serta penanganan banjir harus menjadi prioritas pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo.Menurutnya, seluruh usulan pembangunan yang telah masuk harus segera diverifikasi dan dipilah berdasarkan tingkat urgensinya. Ia meminta perangkat daerah untuk memprioritaskan program yang berdampak langsung kepada masyarakat dan memiliki tingkat kebutuhan yang tinggi."Saya minta seluruh usulan yang sudah masuk dilakukan pengecekan kembali dan dipilah berdasarkan skala prioritas. Mana yang sifatnya mendesak dan benar-benar dibutuhkan masyarakat, itu yang harus didahulukan. Kita juga harus memastikan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo," tegasnya.Bupati Subandi menyebut bahwa saat ini terdapat ratusan usulan pembangunan yang telah masuk dalam perencanaan daerah. Namun karena keterbatasan anggaran, diperlukan penentuan prioritas agar program yang paling mendesak dapat segera direalisasikan. Ia juga meminta agar peluang efisiensi anggaran dapat dimanfaatkan untuk mendukung percepatan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.Selain pembangunan jalan, Bupati Subandi memberikan perhatian khusus terhadap penanganan banjir. Ia meminta perangkat daerah terkait untuk mempercepat normalisasi saluran, perbaikan drainase, serta berbagai infrastruktur pengendali banjir yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat."Saya minta titik-titik yang berpotensi menyebabkan banjir segera dipetakan dan ditangani. Begitu juga dengan jalan, jembatan maupun fasilitas umum lainnya yang membutuhkan perbaikan agar segera diproses dan dikerjakan," ujarnya.Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo M. Mahmud memaparkan perkembangan sejumlah proyek infrastruktur yang saat ini sedang dipersiapkan dan dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan percepatan dan pengawasan agar seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.Menurutnya, program betonisasi jalan tahun 2026 akan dilaksanakan pada tujuh ruas jalan yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan guna mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.M. Mahmud mengatakan berbagai pekerjaan peningkatan jalan dan infrastruktur pendukung lainnya saat ini telah memasuki tahapan persiapan dan pelaksanaan. Oleh karena itu, koordinasi dan evaluasi terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh pekerjaan dapat berjalan optimal."Untuk pekerjaan peningkatan jalan, waktu pelaksanaannya sekitar tiga bulan. Kami optimistis seluruh pekerjaan yang telah direncanakan dapat berjalan sesuai target dan selesai paling lambat pertengahan November 2026," jelasnya.Ia menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan proyek akan terus diperketat untuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga. Dengan demikian, infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sidoarjo.Melalui rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur secara terencana, merata, dan berkelanjutan.Percepatan pembangunan jalan, pengendalian banjir, serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana publik diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Son/mas).

Selengkapnya
10 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Dukung Penuh SE 2026, Sebanyak 1.452 Petugas Siap Lakukan Pendataan

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS). Sebanyak 1.452 petugas sensus telah disiapkan untuk melakukan pendataan door-to-door di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.Dukungan tersebut ditegaskan dalam kegiatan apel pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 yang dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo Mohammad Bahrul Amig mewakili Bupati Sidoarjo, Subandi di Fave Hotel Sidoarjo pada Rabu malam (10/6/2026). Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sidoarjo, Mohammad Bahrul Amig mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan ekonomi.“Tahun 2026 ini akan dilaksanakan pendataan lengkap Sensus Ekonomi 2026 sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional. Sensus ini akan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, serta ekonomi lingkungan,” ujarnya.Amig, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada kualitas kerja petugas di lapangan. Oleh karena itu, para petugas diminta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga etika, mengedepankan prinsip senyum, sapa, dan salam, serta memastikan penggunaan atribut resmi selama bertugas agar masyarakat merasa aman dan percaya.“Kehadiran petugas menjadi pondasi utama keberhasilan sensus ini. Embanlah amanah dengan baik, fokus pada akurasi data, jaga kesehatan, dan jadilah komunikator yang baik di tengah masyarakat,” katanya.Ia mengingatkan bahwa data yang tidak akurat akan berdampak pada ketidaktepatan program pembangunan dan kebijakan pemerintah.“Jika data tidak akurat, maka program kegiatan tidak tepat sasaran. Karena itu mari membudayakan dialog berbasis data. Orang yang hebat adalah orang yang berbicara berdasarkan data dan fakta,” tegasnya.Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo Bagyo Trilaksono menjelaskan bahwa SE2026 akan mendata seluruh unit usaha, kecuali kategori administrasi pemerintahan serta kegiatan rumah tangga sebagai pemberi kerja. Pendataan juga mencakup usaha-usaha yang mulai beroperasi hingga tahun 2026.Menurutnya, sensus kali ini tidak hanya mendata aktivitas usaha, tetapi juga melakukan pembaruan informasi sosial ekonomi keluarga, meliputi keterangan umum keluarga, kondisi demografi, tingkat pendidikan, hingga pekerjaan.“Tujuan utama sensus ini adalah menyiapkan data dasar yang kuat untuk berbagai kegiatan sensus dan survei di masa mendatang sehingga pemerintah memiliki gambaran yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan,” jelasnya.Bagyo mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal Juni 2026, antara lain melalui pengiriman email blast kepada perusahaan besar dan menengah serta konsolidasi dan koordinasi dengan perangkat daerah maupun pelaku usaha.Ia menambahkan, terdapat sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan SE2026 dibanding sensus sebelumnya. Salah satunya adalah keterlibatan aktif masyarakat dan perusahaan melalui mekanisme pengisian data secara mandiri atau self-enumeration.Selain itu, cakupan pendataan juga lebih menyeluruh karena tidak hanya mendata karakteristik usaha, tetapi juga memperbarui informasi kependudukan dan sosial ekonomi keluarga.Dalam pelaksanaannya, SE2026 memanfaatkan berbagai inovasi teknologi modern seperti geo-tagging untuk merekam lokasi usaha secara akurat, teknologi Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) untuk membantu penentuan klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI), pemanfaatan big data dalam penyusunan daftar awal usaha, serta chatbot untuk mempercepat layanan informasi dan menjawab pertanyaan responden.“Pemanfaatan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akurasi data sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam proses pendataan,” ujarnya.Data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga perumusan program kesejahteraan masyarakat. Dengan tersedianya data yang lengkap dan akurat, pembangunan di Kabupaten Sidoarjo diharapkan semakin tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. (Dew)

Selengkapnya
10 Jun 2026

Bupati Sidoarjo Fasilitasi Masuk SMP Negeri Tanpa Tes Bagi Juara 1 Pentas PAI Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi memberikan penghargaan kepada peserta Pentas Pendidikan Agama Islam/PAI tingkat SD se Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo akan memberikan fasilitas khusus masuk SMP negeri tanpa tes bagi para juara pertama lomba keagamaan dan seni Islami tersebut.  Kebijakan itu disampaikan Bupati H. Subandi saat membuka Pentas PAI Kabupaten Sidoarjo di SD Muhammadiyah 1 Candi, Rabu, (10/6). Bupati H. Subandi sendiri mengapresiasi pelaksanaan Pentas PAI Kabupaten Sidoarjo tersebut. Menurutnya kegiatan seperti ini tidak hanya akan melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, namun juga melahirkan generasi yang berakhlak mulia. Oleh karenanya Pemkab Sidoarjo akan selalu mendukung kegiatan yang dilakukan guru agama Islam se Kabupaten Sidoarjo ini. “Akhlak adalah pondasi utama dalam membentuk generasi emas Indonesia, ilmu akan membawa anak-anak pada kecerdasan dan kemajuan bangsa,”ujarnya.Bupati H. Subandi mengatakan Pemkab Sidoarjo berkomitmen terhadap kemajuan dunia pendidikan. Salah satunya dengan memberikan kemudahan pengurusan izin operasional hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi sekolah swasta. Fasilitas perijinan lembaga pendidikan itu akan ia kawal agar proses belajar mengajar di sekolah tersebut berjalan lancar.“Kita sudah perintahkan kepada Dinas Perijinan dan Dinas Pendidikan apabila ada sekolah yang ijin-ijinnya belum selesai agar untuk segera membantu menyelesaikannya,” ucapnya.Bupati H. Subandi juga mengatakan Pemkab Sidoarjo juga memberikan perhatian lebih kepada siswa-siswi berprestasi. Mereka akan mendapat fasilitas khusus untuk dapat masuk SMP negeri tanpa tes. Salah satu jalur prestasi dapat diperoleh melalui Pentas PAI Kabupaten Sidoarjo. Seluruh juara pertama disetiap kategori lomba berhak masuk SMP negeri.“Anak-anak kita Bu Netti yang mendapatkan penghargaan juara satu tolong diikutkan sekolah SMP negeri,” pintanya kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Netti Lastiningsih.Sementara itu Ketua Panitia Pentas PAI Kabupaten Sidoarjo Ismail Soleh mengatakan ada 432 peserta yang ikut dalam Pentas PAI Kabupaten Sidoarjo kali ini. Mereka adalah siswa-siswi SD se Kabupaten Sidoarjo. Mereka adalah wakil dari kecamatan masing-masing.“Semuanya adalah peserta terbaik juara satu dari masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.Ia juga mengatakan ada 13 kategori lomba yang dilombakan dalam kegiatan tahunan kali ini. Diantaranya Lomba Pildacil putra dan putri, lomba MTQ putra dan putri, lomba MHQ putra dan putri, lomba Tartir, lomba Adzan, lomba Kaligrafi putra dan putri, lomba Banjari serta lomba Cerdas Cermat PAI. Seluruh lomba dilaksanakan di SD Muhammadiyah Candi selama satu hari. “Seluruh biaya pelaksanaannya dihimpun mandiri dari para guru agama Islam di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya. Git/mas

Selengkapnya
8 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Perkuat TPS 3R dan Sistem Digital Untuk Cegah Krisis Sampah

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tengah memperkuat upaya penanganan sampah dari hulu hingga hilir dengan melakukan pemetaan kondisi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), penguatan sistem pengelolaan berbasis digital, serta peningkatan fasilitas pengolahan sampah di tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah krisis kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo Jabon yang diproyeksikan hanya mampu menampung sampah hingga tujuh tahun ke depan jika pola pengelolaan saat ini tidak segera dibenahi.Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, RT, hingga masyarakat.“Hari ini saya ingin mengetahui secara langsung persoalan TPS 3R yang ada di Sidoarjo. Tugas penanganan sampah ini bukan hanya DLHK, tetapi menjadi tugas kita bersama mulai pemerintah daerah, camat, desa, RT hingga masyarakat,” ujar Subandi saat audiensi dengan Tim DLHK terkait TPS3R di Opsroom pada Senin (8/6/2026). Ia menegaskan seluruh kebijakan penanganan sampah akan dipetakan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, langkah pembenahan harus segera dimulai agar persoalan sampah tidak semakin besar di masa mendatang.“Kalau tidak mulai hari ini, persoalan sampah tidak akan pernah selesai. Semua harus bergerak sesuai tugas masing-masing,” tegasnya.Subandi juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memanfaatkan sistem dashboard digital dalam pengelolaan persampahan. Sistem tersebut akan digunakan untuk memantau kondisi TPS 3R, pelayanan pengangkutan sampah, hingga tingkat retribusi yang dibayarkan masyarakat.“Semua harus menggunakan dashboard. Nanti akan terlihat TPS 3R yang sudah berjalan baik, yang masih perlu pembenahan, termasuk wilayah dengan retribusi yang masih rendah. Saya juga minta tolong Kominfo untuk membantu dari sisi teknologi informasinya,” katanya.Selain penguatan sistem digital, Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan pemetaan terhadap seluruh TPS 3R yang ada untuk menentukan kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penganggaran dalam upaya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di tingkat desa.Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, timbulan sampah di Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai 892,26 ton per hari. Sebanyak 534 ton atau 59 persen di antaranya masih dibuang langsung ke TPA setiap hari. Sementara itu, volume sampah tercampur yang masuk ke TPA mencapai 77,24 persen.Persoalan lain yang masih menjadi perhatian adalah praktik pembuangan sampah liar. Tercatat sekitar 86,58 ton atau 9,70 persen sampah harian warga masih belum terkelola dengan baik dan dibuang di lokasi yang tidak semestinya.Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Sidoarjo menyiapkan program peningkatan fasilitas TPS 3R. Sebanyak Rp4,02 miliar disiapkan untuk mempertahankan kinerja 22 TPS 3R yang telah berjalan baik. Selain itu, Rp14,12 miliar akan dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas 77 TPS 3R berkinerja sedang melalui pengadaan mesin pemilah, conveyor, insinerator, hingga kendaraan operasional roda tiga.Evaluasi yang dilakukan DLHK, dari total 210 TPS 3R yang ada di Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 86 TPS 3R masih berkinerja rendah dan 25 TPS 3R lainnya tidak aktif. Padahal TPS 3R menjadi ujung tombak pengelolaan sampah rumah tangga yang saat ini melayani sekitar 34,87 persen dari total 311.688 kepala keluarga yang terlayani.Dalam mendukung penegakan aturan, Subandi juga meminta pemerintah desa memperkuat pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah sembarangan. Salah satu langkah yang akan didorong adalah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan pembuangan liar serta penerapan sanksi bagi pelanggar.“Kita harus memberikan efek jera kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Setiap desa perlu menyiapkan CCTV di lokasi-lokasi rawan dan mekanisme penindakan akan kita siapkan,” ujarnya.Melalui penguatan TPS 3R, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta dukungan regulasi di tingkat desa, Pemkab Sidoarjo optimistis target mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan asri dapat tercapai sekaligus menghindarkan daerah dari ancaman krisis sampah di masa mendatang.“Kita ingin mewujudkan Sidoarjo yang asri. Semua pihak harus terlibat karena persoalan sampah adalah tugas dan tanggung jawab bersama,” tutupnya. (Dew)

Selengkapnya
7 Jun 2026

Wabup Mimik Idayana Ajak Gukyuk Cilik Jadi Duta Promosi Wisata dan Budaya Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Wisata Gukyuk Cilik Sidoarjo Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mempromosikan potensi wisata serta budaya Kabupaten Sidoarjo.Dalam sambutannya, Wabup Mimik Idayana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Pemilihan Duta Wisata Gukyuk Cilik bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter generasi muda agar memiliki rasa percaya diri, kreativitas, wawasan budaya, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.“Pemilihan Gukyuk Cilik bukan hanya tentang penampilan dan perlombaan. Kegiatan ini merupakan wadah untuk membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, percaya diri, berwawasan budaya, serta memiliki kecintaan terhadap pariwisata daerahnya,” ujar Mimik.Ia mengatakan Kabupaten Sidoarjo memiliki berbagai potensi unggulan yang patut dibanggakan. Mulai dari wisata alam, sentra kerajinan tas dan sepatu, kuliner khas seperti lontong kupang, petis dan kerupuk udang, hingga berbagai tradisi budaya yang harus terus dilestarikan.“Siapa lagi yang akan memperkenalkan kekayaan tersebut jika bukan kalian, generasi muda penerus bangsa. Saya berharap seluruh finalis Gukyuk Cilik mampu menjadi duta wisata yang mengenalkan potensi pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Sidoarjo kepada masyarakat luas,” katanya.Kepada para finalis yang nantinya terpilih sebagai Gukyuk Cilik Sidoarjo Tahun 2026, ia meminta agar mampu menjalankan amanah dengan baik serta aktif mempromosikan berbagai ikon dan destinasi wisata Kabupaten Sidoarjo.“Setelah terpilih nanti jangan hanya menyandang gelar. Harus ada aksi nyata. Jadilah teladan bagi teman-teman sebaya dan ikut mempromosikan potensi Kabupaten Sidoarjo agar semakin dikenal dan membanggakan,” pesannya.Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Ruli Rochmawati, menyampaikan bahwa kegiatan Pemilihan Duta Wisata Gukyuk Cilik Sidoarjo Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.Ruli menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kepariwisataan, keterampilan komunikasi, karakter positif, serta menyiapkan duta wisata cilik yang mampu menjadi agen promosi daerah yang kreatif dan inspiratif.“Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Kabupaten Sidoarjo, membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kepariwisataan, keterampilan komunikasi, karakter positif, serta menyiapkan duta wisata cilik yang mampu menjadi agen promosi daerah yang kreatif dan inspiratif,” jelasnya.Proses pemilihan diawali dengan pendaftaran dan seleksi administrasi yang diikuti putra-putri terbaik Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya para peserta mengikuti berbagai tahapan seleksi dan pembekalan meliputi wawasan kepariwisataan, pengetahuan budaya daerah, kemampuan komunikasi, bakat, kepribadian, hingga pemahaman mengenai potensi wisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Sidoarjo.Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, terpilih 20 finalis terbaik yang tampil pada grand final. Mereka merupakan siswa-siswi sekolah dasar atau sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki minat dan pengetahuan dasar mengenai pariwisata, budaya serta potensi daerah.Pada malam puncak grand final, dewan juri menetapkan Gukyuk Cilik Sidoarjo 2026 diraih oleh Guk cilik Joyshen dari SD Kristen Petra 12 Sidoarjo dan Yuk Cilik Sidoarjo 2026 diraih oleh Chika dari SDN Pucang 2 Sidoarjo. Keduanya diharapkan mampu menjadi wajah pariwisata cilik Kabupaten Sidoarjo sekaligus berperan aktif dalam memperkenalkan berbagai destinasi wisata, budaya, dan potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas.Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi muda yang berkarakter, kreatif, berwawasan budaya, sekaligus menjadi agen promosi wisata yang mampu memperkenalkan berbagai destinasi dan potensi unggulan Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat luas.(Son)

Selengkapnya
5 Jun 2026

Optimalkan PAD, Pemkab Sidoarjo Genjot Digitalisasi Pembayaran Parkir

Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas digitalisasi pembayaran parkir secara bertahap. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo Budi Basuki mengatakan saat ini sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS baru diterapkan di kawasan Alun-alun Sidoarjo. Namun ke depan, skema tersebut akan diperluas ke sejumlah titik strategis lainnya. "Sementara ini baru di sekitar alun-alun yang pakai QRIS, tapi secara bertahap nanti kami juga akan menggunakan QRIS," kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026). Lebih lanjut, Budi mengungkapkan tahun ini Dishub berencana memprioritaskan penerapan digitalisasi di lokasi tempat khusus parkir (TKP) seperti GOR Delta. "Tahun ini kami (digitalisasi) di TKP dulu ya, tempat khusus parkir. Di Alun-alun sudah, mungkin nanti di GOR, di pasar gitu yang lebih mudah," katanya. Budi menjelaskan secara regulasi, pengelolaan parkir di Sidoarjo telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2019. Selain itu, aturan terkait pembagian imbal jasa untuk para jukir juga baru saja rampung. "Perbup yang mengatur imbal jasa 40% (untuk jukir) juga selesai ditandatangani Pak Bupati," jelasnya. Meski demikian, Budi mengakui penerapan digitalisasi parkir masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengubah kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih pembayaran tunai. "Masyarakat kita itu penginnya yang simpel. Penggunaan digitalisasi itu butuh waktu dan perlu habit. Antara orang kecepatan membayar tunai dengan digital itu kan lebih cepat tunai," paparnya. Namun, Dishub menegaskan tidak akan menyerah dalam mendorong transformasi tersebut. Budi menyampaikan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat terbiasa dengan sistem pembayaran digital. "Tapi kami tidak putus asa ya, kami terus akan mendorong untuk dilakukan digitalisasi. Merubah perilaku, membiasakan habit yang digitalisasi itu kan tidak mudah," tegasnya. Selain itu, Budi mengimbau agar pengguna jasa dapat meminta karcis parkir resmi kepada jukir. "Kami berharap pengguna jasa juga tertib untuk meminta karcis parkir," katanya. Ia pun menegaskan juru parkir resmi wajib mengenakan atribut lengkap serta memberikan karcis kepada pengguna jasa sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Jukir resmi harus menggunakan rompi, memberikan karcis resmi dari Dishub, dan menarik retribusi sesuai ketentuan," pungkasnya. Sebagai informasi, tarif parkir di tepi jalan umum (TJU) ditetapkan sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 4.000 untuk roda empat. Sementara untuk tempat khusus parkir (TKP), tarifnya Rp 3.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat. (ADV) (anl/ega) Baca artikel detiknews, "Optimalkan PAD, Pemkab Sidoarjo Genjot Digitalisasi Pembayaran Parkir" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8452512/optimalkan-pad-pemkab-sidoarjo-genjot-digitalisasi-pembayaran-parkir.

Selengkapnya
5 Jun 2026

Bupati Sidoarjo Ajak Warga Jaga Pilkades Serentak Berjalan Kondusif

Jakarta - Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak seluruh masyarakat menjaga pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tetap kondusif. Ia menegaskan pentingnya sikap legowo menerima hasil sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. "Jadi saya mengajak seluruh masyarakat yang ada di seluruh Kabupaten Sidoarjo, ini adalah demokrasi. Siapa saja pilihannya masyarakat, ya itulah nanti yang jadi kepala desa. Yang penting satu, tugasnya pimpinan adalah melayani masyarakat," ujar Subandi dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026). Ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kelancaran pelaksanaan pilkades, termasuk bagi para pendukung paslon. "Jaga demokrasi, jaga komitmen menjaga kekompakan, siapa saja paslonnya ya. Nanti nggak boleh antara pendukung dan pendukung ada pertengkaran, akhirnya tidak demokratis," ungkapnya. Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo turut melakukan pengawasan pelaksanaan pilkades serentak secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus meminimalkan potensi konflik di lapangan. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa Dinas PMD Sidoarjo, Hernita Hadi Lestari mengatakan koordinasi pilkades dilakukan secara masif sejak awal tahapan. Salah satunya melalui grup komunikasi yang melibatkan panitia pilkades di 80 desa. "Koordinasi masif kami lakukan dengan adanya grup ketua panitia pilkades 80 desa dan tim DPMD sehingga setiap tahapan kita dampingi agar tertib dan berjalan sesuai ketentuan," ujarnya. Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi ruang berbagi antar panitia jika muncul persoalan di lapangan. "Juga jika ada permasalahan di masing-masing desa bisa saling sharing antar panitia. Panitia kabupaten juga melaksanakan monev turun ke beberapa desa (sampling) yang memiliki case-case tertentu," imbuhnya. Dalam waktu dekat, seluruh calon kepada desa (cakades) yang telah ditetapkan akan dikumpulkan untuk mengikuti pembekalan. Upaya ini untuk memperkuat komitmen bersama menjaga situasi tetap aman selama pilkades berlangsung. "Rencana dalam waktu dekat akan kami undang semua calon kades yang telah ditetapkan untuk diberikan pembekalan," katanya. Terkait aturan teknis, Hernita menyebut tata tertib pelaksanaan hingga kampanye menjadi kewenangan panitia pilkades di masing-masing desa sesuai kondisi wilayah. "Tatib pelaksanaan pilkades maupun tatib kampanye merupakan kewenangan panitia pilkades yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah," jelasnya. Untuk mengantisipasi potensi sengketa, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan mekanisme penyelesaian. Bahkan, Subandi juga telah membentuk tim khusus penanganan perselisihan hasil pilkades. "Bapak bupati telah membentuk tim penyelesaian perselisihan hasil pilkades," tegasnya. Dalam penyelesaiannya, pendekatan musyawarah mufakat tetap diutamakan dengan mempertimbangkan hasil verifikasi di lapangan. "Kami utamakan dengan musyawarah mufakat dengan mempertimbangkan hasil verifikasi faktual di lapangan," lanjutnya. Selain itu, DPMD juga telah memetakan tingkat kerawanan desa, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi. Pemetaan ini menjadi dasar strategi pengawasan agar pilkades berjalan aman dan lancar. "Ada pemetaan untuk desa dengan kerawanan rendah, sedang, dan tinggi," pungkasnya. (prf/ega) Baca artikel detiknews, "Bupati Sidoarjo Ajak Warga Jaga Pilkades Serentak Berjalan Kondusif" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8460829/bupati-sidoarjo-ajak-warga-jaga-pilkades-serentak-berjalan-kondusif.

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1869054