Berita

16 Apr 2026

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Pemkab Sidoarjo Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo siap mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2026 mendatang. Dukungan ini ditujukan untuk memastikan tersedianya data ekonomi yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan daerah.Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan bahwa sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi riil perekonomian masyarakat. Menurutnya, data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam menyusun program yang tepat sasaran.“Sensus Ekonomi 2026 ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan dan potensi ekonomi di Sidoarjo. Kami mendukung penuh pelaksanaannya dan mengajak seluruh masyarakat serta pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif memberikan data yang benar,” ujarnya saat audiensi dengan BPS Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (16/4/2026). Ia juga menambahkan, keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah desa hingga pelaku usaha, akan menentukan kualitas data yang dihasilkan. “Dengan data yang valid, kami optimis kebijakan yang diambil mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan merata.” jelasnya. Sementara itu, Kepala BPS Sidoarjo, Bagyo Trilaksono, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau seluruh aktivitas usaha tanpa terkecuali.“Di Sensus Ekonomi nanti semua usaha akan didata, mulai dari skala mikro sampai besar, dari yang memiliki izin hingga yang belum memiliki izin. Bahkan seluruh sektor juga akan tercakup, mulai dari pertanian, industri, hingga jasa,” jelasnya.Bagyo menekankan bahwa kelengkapan data tersebut sangat penting untuk menggambarkan struktur ekonomi secara menyeluruh. Dengan demikian, hasil sensus dapat digunakan oleh pemerintah daerah maupun pusat dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan berkelanjutan. (Dew)

Selengkapnya
16 Apr 2026

Wabup Sidoarjo Resmikan SPPG Desa Prasung, Perkuat Layanan Gizi dan Ekonomi Lokal

KOMINFO, Sidoarjo — Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Prasung, Kecamatan Buduran, Kamis (16/4/2026). Fasilitas ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan gizi yang terintegrasi sekaligus memberdayakan potensi ekonomi lokal.Wakil Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Mak Mimik menegaskan bahwa aspek kebersihan dan kepatuhan terhadap standar operasional menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan SPPG. Ia menekankan pentingnya disiplin petugas dalam menggunakan perlengkapan pendukung seperti masker, sarung tangan, serta menjaga higienitas selama proses produksi.“Kebersihan harus dijaga. Semua petugas wajib mengikuti standar, karena ini menyangkut kesehatan anak-anak kita. Masyarakat juga harus ikut mengawasi agar pelayanan berjalan baik,” ujarnya di sela peninjauan.Ia juga berharap keberadaan SPPG di Desa Prasung dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku UMKM dan koperasi menjadi kunci agar roda perekonomian desa tetap berjalan.“Dapur SPPG ini bisa membuka lapangan kerja dan bekerja sama dengan UMKM serta Koperasi Desa Merah Putih. Bahan pangan seperti ikan, tempe, dan tahu bisa diproduksi dari desa sendiri,” tambahnya.Berdasarkan hasil pengecekan, fasilitas SPPG Desa Prasung telah memenuhi standar operasional, mulai dari ruang penyimpanan dingin hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sehingga dinyatakan siap beroperasi secara optimal. “Alhamdulillah, semuanya sesuai SOP dan standar kesehatan. Tidak ada kendala,” ujarnya.SPPG Desa Prasung direncanakan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, yang meliputi siswa dari delapan sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Distribusi makanan menjangkau wilayah hingga radius 6 kilometer dari dapur layanan.Kepala SPPG Desa Prasung, Andri Febriansyah, menjelaskan bahwa operasional dapur melibatkan sekitar 50 tenaga kerja yang terdiri dari staf dan relawan. Proses produksi dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan pada sore hari hingga distribusi pada pagi hari.“Persiapan dimulai pukul 17.00 WIB, lalu pengolahan makanan sekitar pukul 00.00, pemorsian pukul 02.00 dini hari, dan distribusi dimulai pukul 07.00 pagi,” jelasnya.Andri menambahkan, pasokan bahan baku makanan berasal dari kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih yang turut melibatkan pelaku UMKM setempat.Mak Mimik berharap keberadaan SPPG Desa Prasung dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas gizi anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.“Kami berharap SPPG ini benar-benar memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam pemenuhan gizi, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis program ini dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
16 Apr 2026

Kerang dari Cemandi Menembus Pasar Demak

KOMINFO, Sidoarjo - Permintaan kerang dari pesisir Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, tidak hanya datang dari wilayah sekitar. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil laut dari kampung nelayan ini bahkan telah menjangkau pasar luar daerah, salah satunya ke Demak.Bagi para pengepul, kerang dari Cemandi memiliki nilai tersendiri. Selain pasokannya relatif stabil dalam kondisi normal, kualitasnya juga dinilai mampu bersaing di pasar antar daerah.Tokoh masyarakat sekaligus pengepul kerang, M. Ridwan (58), mengatakan bahwa hubungan dagang dengan Demak sudah terjalin cukup lama.“Permintaan dari Demak itu rutin. Mereka ambil dalam jumlah besar, biasanya untuk dijual lagi atau diolah di sana,” ujarnya.Menurutnya, pengiriman dilakukan melalui jalur darat menggunakan kendaraan bak terbuka. Dalam kondisi hasil melimpah, distribusi bisa berlangsung hampir setiap hari.Namun, di balik terbukanya pasar yang lebih luas, para nelayan justru menghadapi tantangan baru. Ketersediaan kerang di laut tidak selalu sejalan dengan tingginya permintaan.Sutrisno (45), nelayan Cemandi, mengungkapkan bahwa hasil tangkapan saat ini cenderung menurun dibandingkan beberapa tahun lalu.“Permintaan memang banyak, tapi di lautnya tidak selalu ada. Kadang sudah jauh melaut, hasilnya tetap sedikit,” katanya.Kondisi ini membuat para nelayan tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan pasar, termasuk permintaan dari luar daerah seperti Demak.Dalam situasi tertentu, pengepul bahkan harus menunggu hasil tangkapan terkumpul sebelum bisa mengirim dalam jumlah besar.“Kalau lagi ramai, kiriman bisa lancar. Tapi kalau lagi sepi, ya mau tidak mau ditunda. Semua tergantung hasil dari nelayan,” kata Ridwan.Meski demikian, keberadaan pasar luar daerah tetap menjadi harapan bagi warga Cemandi. Permintaan yang stabil memberikan peluang ekonomi yang lebih luas, sekaligus menjaga perputaran usaha di kampung nelayan.Bagi masyarakat, fakta bahwa hasil laut mereka mampu menembus pasar hingga luar provinsi menjadi bukti bahwa kampung kecil di pesisir ini memiliki peran dalam jaringan ekonomi yang lebih besar.Namun di sisi lain, mereka juga menyadari bahwa keberlanjutan menjadi persoalan penting. Tanpa laut yang tetap produktif, rantai pasok yang telah terbentuk bisa terganggu.Di tengah kondisi tersebut, para nelayan tetap melaut setiap hari. Mereka menyusuri perairan pesisir utara Jawa, mengumpulkan kerang demi memenuhi permintaan yang datang dari berbagai daerah.Dari Cemandi ke Demak, perjalanan kerang bukan sekadar distribusi hasil laut. Ia menjadi penghubung antarwilayah pesisir—mengalirkan kehidupan dari satu kampung ke kampung lainnya di sepanjang pantai utara Jawa. (Irwan/Kominfo) 

Selengkapnya
15 Apr 2026

HIPMI Sidoarjo Dorong Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk Memperkuat Ekonomi Daerah

Kominfo, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo,  Hj. Mimik Idayana, menghadiri acara Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh DPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada hari Rabu 15/04/2026 di Fave Hotel Sidoarjo.Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa tema "Reconnect and Grow: From Silaturahmi to Sinergi" sangat relevan. Tema ini merefleksikan harapan bahwa interaksi awal yang terjalin dapat berkembang menjadi kolaborasi strategis yang signifikan, dengan tujuan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sinergi yang kuat."Kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, tetapi juga merupakan wadah diskusi informal yang berpotensi menciptakan peluang usaha. Dengan saling mengenal, kita dapat membangun koneksi yang bermanfaat untuk pengembangan usaha kita."katanyaIa juga menyampaikan bahwa HIPMI memiliki energi yang besar karena diisi oleh generasi muda yang inovatif dan penuh semangat. Peran ini sangat krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka peluang usaha, serta menciptakan lapangan kerja. Hal ini tentunya dapat menekan angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo. "Tingginya tingkat pengangguran di Kabupaten Sidoarjo merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama. Melalui kolaborasi, mari kita berupaya menekan angka pengangguran tersebut." katanyaMimik juga  berpesan agar pertemuan hari ini tidak hanya menghasilkan kepuasan fisik, namun juga memicu gagasan-gagasan inovatif, memperluas jaringan relasi, dan membangkitkan semangat baru."Para pengusaha muda memiliki peran yang esensial. Oleh karena itu, komunikasi dan diskusi menjadi krusial, mengingat tujuan kita bersama adalah mendorong pertumbuhan ekonomi Sidoarjo dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," pungkasnyaKetua DPC HIPMI Sidoarjo, Zakaria Dimas Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga diharapkan dapat menciptakan sinergi dan kolaborasi guna membangun perekonomian di Kabupaten Sidoarjo."kami punya target dan punya mimpi bahwa Kabupaten Sidoarjo ingin menjadi episientrum penggerak perekonomian daerah yang dikhususkan untuk anak-anak muda,"katanyaHIPMI Sidoarjo berfungsi sebagai platform bagi 172 pengusaha muda untuk mendapatkan pembinaan, pengembangan, dan kolaborasi. Organisasi ini diibaratkan sebagai kawah candradimuka, tempat para pengusaha muda tidak hanya dididik dan dibina, tetapi juga difasilitasi untuk menjalin koneksi, membangun jaringan, dan berkolaborasi guna mengembangkan bisnis mereka masing-masing.Pengangguran merupakan tantangan bersama. Oleh karena itu, melalui kolaborasi antara pelaku usaha dan Pemerintah, diharapkan dapat tercipta iklim usaha yang kondusif sehingga mampu mendorong pertumbuhan usaha dan penyerapan tenaga kerja."Kami berharap HIPMI dapat terus bersinergi dengan Pemerintah di masa mendatang guna mendorong munculnya usaha-usaha baru. Hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi serta menekan angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo", ucapnya.yu

Selengkapnya
15 Apr 2026

Wakil Bupati Sidoarjo Tinjau Dapur SPPG di Kecamatan Tarik, Pastikan Kesesuaian Standar dan Kebersihan

Kominfo, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, melakukan peninjauan dapur SPPG di wilayah desa Mergosari dan Singogalih Kecamatan Tarik, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan guna memastikan fasilitas dapur memenuhi standar kebersihan serta ketentuan operasional yang berlaku.Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo didampingi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Camat Tarik, Puskesmas Tarik, serta jajaran Forkopimka Kecamatan Tarik.Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, seluruh sarana dan prasarana, mulai dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) hingga area pengolahan makanan, telah berfungsi dengan baik dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menyampaikan bahwa kondisi dapur secara umum telah memenuhi persyaratan kebersihan dan sanitasi.“Kondisi dapur sudah bersih dan memenuhi syarat. Tidak terdapat lubang maupun celah yang berpotensi menjadi sarang hama. Kondisi ini perlu dipertahankan secara konsisten,” ujarnya saat sidak di dapur SPPG Mergosari.Lebih lanjut disampaikan bahwa sistem distribusi yang telah berjalan saat ini dinilai cukup baik. Namun demikian, ke depan diharapkan dapat terjalin sinergi dengan Koperasi Merah Putih guna memperkuat sistem distribusi serta meningkatkan efektivitas program.Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis gotong royong.“Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan dapat saling melengkapi dengan program yang sudah ada di SPPG, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, sesuai prinsip dari rakyat untuk rakyat,” tambahnya.Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan serta memastikan seluruh fasilitas pendukung program SPPG berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. (Son)

Selengkapnya
14 Apr 2026

Pemerintah Pusat Bantu Revitalisasi 45 Satuan Pendidikan dan 1.577 IFP di Kabupaten Sidoarjo

KOMINFOSidoarjo- 45 sekolah di Kabupaten Sidoarjo mendapatkan bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat. Bantuan pembenahan sarana dan prasarana sekolah tersebut menyasar sekolah di Kabupaten Sidoarjo mulai jenjang PAUD sampai SMA. Selain itu Program Digitalisasi Sekolah juga diberikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah/Kemendikdasmen RI kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 1.577 Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital (smartboard) telah diterima berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program Digitalisasi Sekolah tahun anggaran 2025 itu sukses terlaksana di Kabupaten Sidoarjo.Siang tadi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu`ti meresmikan revitalisasi seluruh sekolah penerima bantuan program tersebut,  Selasa (14/4). Peresmian dilakukan di Aula SMP Negeri 4 Sidoarjo bersama Wakil Bupati Sidoarjo H. Mimik Idayana. Prof. Dr. Abdul Mu`ti mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo atas dukungannya terhadap program kementeriannya tersebut.“Kami berterimakasih kepada bapak bupati dan ibu wakil bupati Sidoarjo yang telah mendukung program revitalisasi dan digitalisasi yang alhamdulillah yang telah terlaksana 100 persen,” ucapnya.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu`ti mengatakan terdapat  16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia yang memperoleh Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Di Kabupaten Sidoarjo sendiri terdapat 45 satuan pendidikan yang direvitalisasi. Nilainya mencapai Rp. 45 Milyar lebih. Selain itu Kemendikdasmen RI juga memberikan bantuan Program Digitalisasi Sekolah berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital (smartboard). Sebanyak 608 ribu lebih IFP itu telah diterima sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Alat untuk mendukung pembelajaran interaktif itu juga telah diterima sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.577 IFP. “Kami berharap agar sarana-sarana yang sudah dialokasikan untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kualitas pembelajaran dan kualitas pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.Dikatakannya tahun 2026 ini Kemendikdasmen juga sudah mengalokasikan 11.400 lebih  revitalisasi satuan pendidikan. Sebagaian sekolah bahkan sudah terverifikasi dan tervalidasi untuk segera dilakukan perjanjian kerjasama pelaksanaan program. Alokasi tersebut ujar Prof. Dr. Abdul Mu`ti, bakal ditambah untuk 60 ribu satuan pendidikan.   “Insyaallah sesuai dengan komitmen bapak presiden, tahun ini ada tambahan untuk 60 ribu satuan pendidikan yang akan direvitalisasi,” ucapnya.Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana juga mengucapkan terima kasihnya kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya program tersebut merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sidoarjo. Disampaikannya bahwa tahun 2025 lalu terdapat 29 sekolah yang menjadi kewenangan Kabupaten Sidoarjo telah menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Bantuan tersebut diberikan kepada 2 TK, 24 SD dan 3 SMP. Nilainya mencapai Rp. 20.3 milyar. “ijinkan saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Sidoarjo melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan,” ucapnya.Wabup Hj. Mimik Idayana juga mengatakan Pemkab Sidoarjo juga terus menunjukkan komitmennya terhadap kualitas pendidikan. Hal tersebut dapat dilihat dari penyerapan anggaran rehabilitasi sekolah tahun 2025 lalu sebesar Rp. 79,5 milyar. Pada tahun 2025 juga, Pemkab Sidoarjo kembali melanjutkan pembangunan SMPN 2 Tulangan dengan anggaran Rp. 8,1 milyar. Ditahun yang sama, juga dibangun SMPN 2 Prambon dengan anggaran Rp. 7,1 milyar.“Untuk tahun 2026 ini anggaran (rehabilitasi sekolah) kami sediakan Rp. 40,6 milyar,” ujarnya.Wabup Hj. Mimik Idayana berharap bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dapat diterima kembali oleh Kabupaten Sidoarjo. Bahkan jumlah sekolah penerima manfaat program tersebut dapat bertambah. Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat. Dengan begitu ia yakin program strategis seperti ini dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Ia sendiri berharap besar akan program tersebut untuk mencetak generasi Sidoarjo yang unggul, berdaya saing dan siap menghadapi tantangan.“Kami juga berkomitmen memastikan pelaksanaan program ini  berjalan secara trasnparan, akuntabel dan tepat sasaran,” tegasnya. Git

Selengkapnya
14 Apr 2026

Ditemukan Sampah Industri, DLHK Sidoarjo Tutup TPA Liar di Desa Trompoasri, Jabon

KOMINFO, Sidoarjo – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembuangan sampah yang dikategorikan sebagai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) liar di Desa Trompoasri Selasa ( 14/4/2026 ).Dalam sidaknya, pihak DLHK didampingi oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur kepolisian dari Polsek dan TNI dari Koramil setempat.Plt. Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menyatakan berdasarkan temuan di lapangan, aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut disinyalir telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun. Arif menegaskan bahwa mulai saat ini, lokasi tersebut akan ditutup untuk umum, terutama bagi pembuang sampah dari luar wilayah."Kami tutup sampai manajemen desa siap. Untuk saat ini, layanan diprioritaskan untuk warga Desa Trompoasri melalui sistem yang baru nanti. Kami ingin desa ini kembali bersih sesuai namanya, Trompoasri yang asri," pungkasnya. Ia juga menyatakan bahwa tumpukan sampah yang menggunung dan tercecer hingga menimbulkan kesan kumuh ini terjadi akibat belum adanya sistem pengelolaan sampah yang memadai di tingkat desa."Kami hadir di sini bersama pihak desa, kecamatan, Polsek, maupun Koramil. Ternyata benar, kondisinya seperti ini. Hal ini terjadi karena belum ada manajemen pengelolaan sampah di Desa Trompoasri yang baik dan benar," ujar Arif.Sebagai langkah jangka pendek, DLHK Sidoarjo mendorong Pemerintah Desa Trompoasri untuk segera mengaktifkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Dengan adanya fasilitas ini, warga tidak lagi membuang sampah ke lahan liar tersebut.Sementara itu, Mantan Kasun Bendungan Trompoasri, Rofiq menyatakan bahwa sampah-sampah tersebut sebagian besar merupakan limbah plastik sisa industri. Saat ini, pihaknya sedang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk mengidentifikasi perusahaan mana saja yang membuang limbah dilokasi tersebut."Kami berkoordinasi dengan DLHK agar lebih mudah mengidentifikasi sampah ini dari perusahaan mana. Tujuannya supaya nanti pengelolaannya jelas dan bisa ditangani melalui pihak desa atau BUMDes," ujar Rofiq.Meski terlihat menumpuk, Rofiq menjelaskan bahwa di lokasi tersebut terdapat  aktivitas pemilahan sampah yang melibatkan warga sekitar. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat agar sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikelola dengan baik."Tenaga kerjanya ya warga sini sendiri yang memilah. Kita manfaatkan melalui BUMDes agar warga punya pekerjaan dan sampah ini tidak hanya menumpuk tapi terkelola," tambahnya.Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Trompoasri, Suyanto,menyatakan permasalahan sampah di Desanya kini mencapai titik kritis. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang seharusnya menjadi solusi penanganan limbah warga, diketahui telah mangkrak selama kurang lebih dua Hingga tiga tahun dan Akibatnya, praktik pembuangan sampah liar kian marak dan mengancam kesehatan masyarakat setempat.Ia mengungkapkan bahwa fasilitas TPST tersebut dibangun pada masa kepemimpinan kepala desa sebelumnya. Namun, hingga kini gedung tersebut belum bisa difungsikan secara optimal. Menurut Suyanto, alasan utama gedung TPST tersebut dibiarkan kosong adalah karena ketidaksiapan infrastruktur penunjang."Memang dari zaman kepala desa samsul , kendalanya adalah mencari pengelola sampah. Di samping itu, alat-alat pendukungnya belum ada dan belum siap. Makanya sampai sekarang belum bisa difungsikan," ujar Suyanto.Hingga saat ini, pihak Pemerintah Desa Trompoasri masih terkendala keterbatasan dana dan peralatan untuk menyerahkan pengelolaan sepenuhnya kepada pihak profesional. (Tim).

Selengkapnya
14 Apr 2026

Kampung Nelayan Cemandi: Bertaruh Hidup dari Kerang hingga Selat Madura

KOMINFO, Sidoarjo - Pagi belum sepenuhnya terang ketika deru mesin perahu memecah sunyi pesisir Cemandi, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Satu per satu perahu kecil meninggalkan garis pantai, mengarah ke laut lepas. Di kampung ini, hari dimulai dari air, dari angin, dan dari harapan.Bagi sebagian besar warga, laut bukan sekadar latar kehidupan. Ia adalah sumber utama penghidupan. Namun yang diburu bukan hanya ikan, melainkan kerang—komoditas yang sejak lama menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir Cemandi.Perjalanan para nelayan tidak singkat. Dari pesisir, mereka harus bergerak hingga ke perairan yang berbatasan dengan Selat Madura. Di sanalah mereka mengais dasar laut dengan alat sederhana, mencari kerang yang tersebar di antara pasir dan lumpur.Ahmad (47), nelayan yang sudah puluhan tahun melaut, merasakan betul perubahan itu. Ia mengingat masa ketika kerang masih mudah didapat di dekat pantai.“Sekarang sudah beda. Dulu tidak perlu jauh, dekat sini sudah dapat. Sekarang harus ke tengah, kadang sampai arah Selat Madura,” ujar Ahmad.Perubahan itu bukan sekadar soal jarak. Waktu tempuh bertambah, bahan bakar meningkat, dan risiko di laut pun makin besar. Namun bagi Ahmad dan nelayan lainnya, pilihan hampir tidak ada.“Kalau tidak melaut, ya tidak ada pemasukan. Jadi tetap berangkat, walaupun hasilnya belum tentu,” katanya.Di darat, kehidupan bergerak mengikuti hasil laut. Kerang yang dibawa pulang akan disortir, dibersihkan, lalu dijual ke pengepul. Dari tangan para nelayan, kerang-kerang itu mengalir ke pasar-pasar di Surabaya dan sekitarnya.Tokoh masyarakat sekaligus pengepul kerang, H. Sulaiman (60), menyebut bahwa aktivitas ini telah berlangsung lama dan menjadi identitas kampung.“Kerang ini sudah jadi sumber hidup warga sejak dulu. Dari sini bisa kirim ke pasar besar. Tapi sekarang memang semakin sulit, karena hasilnya tidak seperti dulu,” ujarnya.Menurutnya, perubahan kondisi laut menjadi tantangan utama. Pendangkalan, cuaca yang tidak menentu, hingga dugaan pencemaran membuat hasil tangkapan semakin berkurang.“Laut sekarang tidak bisa ditebak. Kadang ada, kadang kosong. Nelayan jadi harus lebih jauh dan lebih lama di laut,” tambahnya.Situasi ini membuat kehidupan nelayan berada dalam ketidakpastian. Dalam satu hari, hasil tangkapan bisa cukup untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi di hari lain bisa jauh dari harapan.Meski demikian, tradisi melaut tetap bertahan. Anak-anak di Cemandi tumbuh dalam lingkungan pesisir, akrab dengan perahu, jaring, dan cerita tentang laut. Profesi sebagai nelayan bukan sekadar pekerjaan, melainkan warisan.Bagi warga, meninggalkan laut bukan perkara mudah. Selain keterbatasan pilihan pekerjaan, ada ikatan kuat yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.“Ini sudah turun-temurun. Mau susah atau tidak, tetap dijalani. Karena dari sini kami hidup,” kata H. Sulaiman.Menjelang siang, perahu-perahu mulai kembali ke darat. Ember berisi kerang diangkat perlahan, menjadi hasil dari perjalanan panjang sejak pagi. Tidak selalu banyak, tetapi cukup untuk menjaga kehidupan tetap berjalan.Di tengah berbagai tantangan, nelayan Cemandi terus bertaruh pada laut. Mereka menyusuri pesisir utara hingga Selat Madura, mengais harapan dari dasar perairan yang semakin sulit diprediksi.Di kampung kecil ini, kehidupan mungkin tampak sederhana. Namun di baliknya, ada keteguhan yang tak banyak terlihat—tentang manusia, laut, dan upaya bertahan di antara keduanya. (Irwan Susanto/Diskominfo)

Selengkapnya
13 Apr 2026

Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Balita Korban Tenggelam Sungai Kalidawir, Ingatkan Kewaspadaan Bersama

KOMINFO, Sidoarjo - Suasana haru menyelimuti kediaman Gibran Septian (2), korban balita yang terseret arus sungai di Desa Kalidawir. Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, datang langsung untuk melakukan takziah dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban yang berada di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin.Kedatangan Mimik untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi sekitar enam hari lalu.“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban. Semoga keluarga korban diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam musibah ini,” ungkap Mimik saat berada di rumah duka, Senin (13/4/2026).Dalam kesempatan itu, Mimik turut didampingi oleh Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, serta Camat Tanggulangin, Arie Prabowo.Mimik mengatakan, keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Ia pun mengajak masyarakat untuk ikhlas menghadapi cobaan.“Kondisi anak sudah ditemukan utuh, dan keluarga sudah menerima ini sebagai ujian dari Allah. Kita harus ikhlas menghadapi musibah seperti ini,” jelasnya.Selain itu, Mimik juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan di kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai, khususnya bagi anak-anak. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan di wilayah rawan.“Ke depan, permukiman di pinggir sungai harus lebih diperhatikan. Perlu pengawasan ketat, terutama untuk anak-anak. Jangan sampai lengah, apalagi anak usia di bawah dua tahun sangat rentan,” tegasnya.Ia menambahkan, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap air, sehingga diperlukan perhatian ekstra dari orang tua.“Anak-anak itu senang sekali kalau melihat air. Bahkan orang dewasa saja kadang tertarik. Apalagi anak kecil yang belum tahu bahaya, ini yang harus diantisipasi bersama,” pungkasnya. (Mar)

Selengkapnya
13 Apr 2026

PENGUMUMAN: Seleksi Calon Anggota Komisaris dan Calon ANggota Direksi

Kesempatan Emas untuk Mengabdi Lebih Luas bagi Sidoarjo!Pemerintah Kabupaten Sidoarjo membuka Seleksi Calon Anggota Komisaris dan Direksi untukPT BPR Delta Artha Perseroda & PT Aneka Usaha Sidoarjo Perseroda Tahun 2026.Ini bukan sekadar posisi — ini adalah ruang pengabdian untuk menghadirkan tata kelola yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat 🤝✨🔎 Formasi Jabatan:- Calon Komisaris PT BPR Delta Artha Perseroda dari Unsur Pemerintah Daerah- Calon Komisaris Independen PT BPR Delta Artha Persada- Calon Direktur Operasional dan Bisnis PT BPR Delta Artha Perseroda- Calon Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo Perseroda🗓 Pendaftaran dibuka:13 – 17 April 2026📥 Segera siapkan berkas terbaik Anda dan ambil bagian dalam perjalanan membangun Sidoarjo yang lebih maju.🔗 Informasi lengkap:https://bit.ly/SeleksiBPR-AU2026⁠�Karena membangun Sidoarjo bukan hanya tentang siapa yang mampu,tetapi tentang siapa yang peduli dan siap memberi arti 💚Mari jadi bagian dari perubahan.Karena Sidoarjo butuh insan terbaik untuk melangkah lebih kuat 💚By: BPR Delta Artha Sidoarjo

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1597337