Berita

6 May 2026

Bupati Subandi Berangkatkan Tiga Kloter Jamaah Haji dari Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi memberangkatkan tiga kloter calon jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo, Rabu (6/5). Yakni kloter 57, 58 dan Kloter 59.  Mereka masuk dalam jamaah haji gelombang kedua yang langsung menuju Makkah. Total jumlah jemaah haji yang berangkat kali ini mencapai 1.133 orang jamaah. Seluruh jamaah haji tiga Kloter tersebut dilepas bergantian di Pendopo Delta Wibawa. Kloter 57 berjumlah 379 jamaah, kloter 58 yang berjumlah 380 orang, dan K loter 59 berjumlah 374 jamaah. Dalam proses pemberangkatan, Subandi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah haji. Ia berdoa agar seluruh jemaah haji Sidoarjo dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar. “Semoga seluruh rangkaian perjalanan calon jemaah haji Sidoarjo mulai dari keberangkatan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo sampai pelaksanaan ibadah di tanah suci hingga kepulangannya nanti, senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” doanya.Dikatakannya ibadah haji adalah panggilan suci. Menurutnya ibadah haji adalah sebuah perjalanan spiritual yang menjadi dambaan setiap muslim. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan. “Untuk itu, bersyukurlah Bapak Ibu dengan sepenuh hati atas kurnia Allah yang diberikan,” ucapnya.Bupati Sidoarjo H. Subandi juga berpesan agar jamaah haji Sidoarjo menjaga kesehatannya. Ia mengingatkan untuk membawa obat-obatnya yang rutin dikonsumsi. Selain itu ia berpesan untuk mempersiapkan kondisi fisiknya. Pasalnya saat ini suhu di Madinah sudah 42 derajat.“Apalagi Bapak Ibu yang belum pernah haji, tentunya fisik betul-betul disiapkan, fisik harus fit betul dan jangan lupa obat-obatan,” pesannya.Dalam kesempatan itu ia juga berpesan kepada para pendamping haji agar menjalankan tugasnya dengan baik. Pendampingan kepada jamaah haji harus dilakukan semaksimal mungkin. Rombongan jangan sampai ada yang terpisah. Para pendamping haji juga harus siap memberikan pelayanan kepada jemaah haji yang sakit dan membutuhkan obat-obatan.“Saya minta bantuan kepada panjenengan untuk mengantarkan, barangkali ada saudara kita, orang tua kita yang sakit, betul-betul panjenengan siap siaga atas nama pemerintah daerah,” pesannya.Bupati juga berpesan untuk menjaga nama baik bangsa. Khususnya Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya jamaah haji Indonesia sudah dikenal berperilaku sopan. Oleh karenanya anggapan itu harus terus dijaga.“Tolong dijaga terutama terkait perilakunya. Orang Indonesia biasanya perilakunya sopan santun. Ini harus dibawa di sana, nama Sidoarjo harus betul-betul bisa dijaga, terutama sopan santun yang selama ini terbangun,” pungkasnya.Sementara itu Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, menyampaikan bahwa tahun ini jamaah haji Kabupaten Sidoarjo tergabung dalam 11 Kloter. Total keseluruhan Jemaah haji Kabupaten Sidoarjo mencapai 2.700 orang jamaah. Rinciannya laki-laki 1.221 orang dan perempuan 1.479 orang. Dari 11 Kloter tersebut Kloter 20, 53, 54, 55, dan 56 sudah diberangkatkan mulai kemarin. Lima Kloter tersebut masuk dalam jamaah haji gelombang pertama. Sedangkan keberangkatan Kloter 57, 58 dan Kloter 59 kali ini masuk dalam jamaah haji gelombang kedua.“Kloter 57 pagi ini masuk pada fase Gelombang 2 yang insyaallah akan mendarat di Makkah,” ujarnya saat pemberangkatan jamaah haji Kloter 57.Eliana juga mengatakan jamaah haji Sidoarjo sudah melakukan berbagai persiapan untuk dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Seluruh jemaah telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik haji, baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama maupun KBIH. Jemaah juga sudah mendapatkan pendampingan kesehatan dan vaksinasi lengkap mulai dari vaksin Meningitis, Polio, dan COVID. "Harapan kita semua, jemaah memiliki kesiapan maksimal secara fisik, mental, maupun spiritual," ucapnya. Ia juga menyampaikan animo masyarakat Sidoarjo untuk mendaftar ibadah haji sangat tinggi. Rata-rata pendaftaran mencapai 35 sampai 40 jemaah haji reguler per hari. Waiting List atau daftar tunggu jamaah haji Sidoarjo tahun ini sudah mencapai 85.196 jemaah. Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik daftar tunggu tertinggi di Jawa Timur, bahkan secara nasional."Per tanggal 5 Mei 2026, jumlah daftar tunggu Kabupaten Sidoarjo mencapai 85.196 jemaah, untuk masa tunggu sama dengan jamaah nasional 29 tahun," ucapnya. Melihat kondisi tersebut ia berharap kedepan Kabupaten Sidoarjo dapat menjadi prototipe miniatur pelayanan haji yang baik secara nasional. Ia juga berharap kedepan instansinya dapat memiliki Hajj Command Center sebagai pusat kendali haji. “Mudah-mudahan juga ada rizki kedepannya dapat diwujudkan semacam Hajj Command Center untuk Kabupaten Sidoarjo,” harapnya. (Git/Mar/Yu/Mas)

Selengkapnya
5 May 2026

Ketua YJI Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi, Mengajak untuk Menggalakkan Senam Jantung Sehat

KOMINFO, Sidoarjo - Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Senam Jantung Sehat ke-V (SJS V) bagi instruktur senam jantung sehat se-Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 5/5/2026, bertempat di ruang Delta Graha Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo.Acara ini dihadiri oleh 140 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, dan dibuka secara langsung oleh Ketua YJI Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi."Kesehatan jantung merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas hidup, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba instan. Kurangnya aktivitas fisik seringkali menjadi pemicu berbagai penyakit, khususnya penyakit jantung. Oleh karena itu, melalui pelatihan senam jantung ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan aktif."katanyaSriatun juga menambahkan bahwa banyaknya makanan cepat saji dan mengandung pengawet yang beredar di supermarket berpotensi merusak tubuh jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik seperti senam. Selain itu, keterbatasan gerak anak-anak zaman sekarang yang disibukkan dengan gawai mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik, yang dapat memicu obesitas dan berujung pada penyakit jantung.Oleh karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui senam jantung.Senam jantung sehat bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga merupakan upaya preventif yang sederhana dan dapat dilakukan oleh semua kalangan usia. Dengan rutin melaksanakan senam ini, kebugaran tubuh dapat terjaga, fungsi jantung diperkuat, serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan dapat meningkat."Pelatihan ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat dan bugar, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengaturan pola makan serta mempersiapkan generasi mendatang agar terhindar dari penyakit jantung bawaan sejak dalam kandungan,"ucapnyaIa berharap agar para peserta pelatihan senam jantung dapat menyosialisasikan dan menggalakkan senam jantung kepada masyarakat, dimulai dari tingkat RT hingga desa, sebagai upaya pencegahan penyakit jantung."Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing, mendorong keluarga dan masyarakat sekitar untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat melalui aktivitas fisik yang teratur,"pintanyaSelain mempersiapkan instruktur senam jantung, pelatihan ini juga akan menyeleksi beberapa peserta untuk diikutsertakan dalam kejuaraan Porprov yang akan datang.yu

Selengkapnya
5 May 2026

1.239 CJH Berangkat Hari Ini, Wabup Mimik : Jaga Kesehatan dan Doakan Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Sebanyak 1.239 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sidoarjo telah diberangkatkan dalam dua tahap keberangkatan, Selasa (5/5/2026). Sebanyak 749 jemaah dari kloter 53 dan 54 telah lebih dahulu diberangkatkan pada pagi hari, disusul 490 jemaah dari kloter 55 dan 56 yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana di Pendopo Delta Wibawa. Dalam prosesi pelepasan, Mimik memimpin seruan talbiyah "Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni`mata laka wal mulk, laa syariika lak" yang diikuti para jemaah sebelum bertolak menuju Madinah.Ia menyampaikan bahwa para jemaah akan langsung menuju Madinah setibanya di Tanah Suci, sehingga harus dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah serta sholawat Nabi, mengingat Madinah merupakan lokasi penting, termasuk terdapat makam Rasulullah SAW."Tolong saya titip kepada panjenengan (anda) semua, dijaga kesehatannya, nantinya fokus ibadah. Pertama mendarat di Madinah, di sana adalah makam Rasulullah," ujarnya.Mimik menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Oleh karena itu, kesempatan tersebut harus disyukuri lahir dan batin."Ibadah haji ini panggilan istimewa. Banyak yang menunggu, bahkan orang mampu sekalipun kalau belum dipanggil belum tentu berangkat," katanya.Ia juga menjelaskan bahwa para jemaah akan memiliki waktu sekitar 25 hari di Madinah sebelum memasuki puncak ibadah haji yang berlangsung kurang lebih 10 hari dengan skema haji tamattu. Ia berpesan agar para jemaah memperbanyak doa, menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas pendamping."Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan ikuti petugas pendamping," pesannya.Mimik juga menitipkan pesan kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Sidoarjo selama berada di Tanah Suci."Kami titip doa untuk Sidoarjo, semoga daerah kita semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan selalu dalam lindungan Allah SWT," ucapnya.Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan panitia yang telah mempersiapkan keberangkatan jemaah. Ia berharap seluruh proses ibadah berjalan lancar dan para jemaah kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, menyampaikan bahwa pada musim haji tahun 1447 Hijriah, jumlah jemaah haji asal Sidoarjo mencapai 2.700 orang, terdiri dari 1.221 laki-laki dan 1.479 perempuan.Ia merinci, pada kloter 55 yang diberangkatkan, jemaah tertua berusia 85 tahun dan termuda 18 tahun. Sedangkan kloter 56 merupakan gabungan jemaah Sidoarjo dan Surabaya dengan usia tertua 85 tahun dan termuda 26 tahun.Eliana menambahkan, seluruh jemaah telah mengikuti rangkaian manasik haji serta mendapatkan pendampingan kesehatan, termasuk vaksinasi meningitis, polio, dan Covid-19. Ia memastikan para jemaah dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan spiritual."Kami berharap seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi petugas, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat serta menjadi haji yang mabrur," pungkasnya. (Dew)

Selengkapnya
4 May 2026

Pemkab Sidoarjo Berlakukan Pembebasan Denda Pajak Daerah Mulai 4 Mei 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo resmi memberlakukan program pembebasan denda pajak daerah mulai 4 Mei hingga 29 Oktober 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta meringankan beban masyarakat.Program ini mencakup pembebasan denda untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga masa pajak tahun 2025. Selain itu, pembebasan juga berlaku untuk Pajak Daerah Lain seperti PBJT (Makanan dan/atau Minuman, Tenaga Listrik, Jasa Perhotelan, Jasa Parkir, dan Jasa Kesenian dan Hiburan); Pajak Reklame; dan Pajak Air Tanah hingga masa pajak tahun 2025 serta periode Januari hingga Maret 2026.Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat sekaligus upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).“Program ini kami hadirkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat melunasi kewajiban pajaknya tanpa terbebani denda. Kami berharap masyarakat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya,” ujarnya.Subandi juga menegaskan bahwa pajak daerah memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. “Pajak adalah kontribusi kita bersama untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program kesejahteraan lainnya. Kepatuhan wajib pajak sangat penting untuk mendukung pembangunan Sidoarjo yang berkelanjutan,” tuturnya.Untuk memudahkan pembayaran, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang tersedia, mulai dari perbankan, gerai ritel modern, hingga platform digital seperti QRIS dan virtual account.Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi pajak daerah Sidoarjo, tautan digital: bit.ly/BPPDKabSidoarjo maupun pemindaian QR code yang telah disediakan oleh BPPD Kabupaten Sidoarjo.Dengan adanya program ini, diharapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak semakin meningkat dan masyarakat diimbau segera memanfaatkan periode pembebasan denda tersebut sebelum batas waktu yang telah ditentukan. (Mar)

Selengkapnya
4 May 2026

Pemkab Sidoarjo Kolaborasi dengan BNPB Optimalkan Penanganan Banjir Tahunan

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengoptimalkan penanganan banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah, terutama Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi.Langkah tersebut ditempuh melalui audiensi Bupati Sidoarjo Subandi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (4/5/2026).Dalam audiensi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi memaparkan kondisi geografis Sidoarjo sebagai daerah delta, yakni wilayah dataran rendah yang berada di pertemuan aliran sungai dan laut sehingga cenderung mudah tergenang air, termasuk di wilayah Tanggulangin dan Candi.Kondisi tersebut membuat penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Terlebih, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dukungan BNPB sebagai lembaga pemerintah pusat menjadi sangat penting.Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo sebenarnya telah melakukan berbagai langkah penanganan banjir, seperti rutin melakukan normalisasi sungai untuk mengurangi sedimentasi serta mengoptimalkan kinerja rumah pompa di sejumlah titik rawan.Namun, upaya tersebut dinilai masih perlu diperkuat agar penanganan banjir bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.“Karena di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, ini agenda banjir itu tahunan. Maka solusi ini harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah,” tegasnya.Ia menambahkan, keterbatasan anggaran akibat efisiensi membuat pemerintah daerah perlu menggandeng BNPB agar penanganan bisa lebih cepat dan optimal.“Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus mencari dukungan dari BNPB agar persoalan banjir ini bisa segera tertangani,” ucapnya.Subandi juga menjelaskan, dalam audiensi tersebut pihaknya menyampaikan langsung berbagai persoalan teknis yang terjadi di lapangan kepada BNPB.“Pak Kalaksa tadi juga memaparkan persoalan-persoalan yang ada di lapangan serta diminta melakukan mapping secara menyeluruh oleh BNPB agar penanganannya lebih terarah,” ujarnya.Dalam audiensi tersebut, Subandi didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo Sabino Mariano dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Mochammad Mahmud. Keduanya turut memaparkan kondisi lapangan, termasuk titik-titik rawan banjir serta kebutuhan teknis penanganannya.Subandi mengungkapkan, audiensi tersebut mendapat respons positif dari BNPB. Sejumlah langkah konkret, termasuk dukungan bantuan, mulai dibahas untuk mempercepat penanganan banjir di Sidoarjo.“Alhamdulillah kami diterima dengan baik dan dicarikan solusi. Tadi juga disampaikan ada bantuan-bantuan yang akan diberikan, termasuk untuk penanganan di wilayah Tanggulangin,” katanya.Ia juga menyebut, Kalaksa BPBD Sidoarjo untuk sementara diminta tetap berada di Jakarta guna mendalami teknis penanganan banjir dari BNPB.“Pak Kalaksa sementara diminta tinggal untuk mendalami teknis dari BNPB. Harapannya nanti bisa membawa ‘oleh-oleh’ berupa solusi konkret yang bisa langsung diterapkan untuk masyarakat Sidoarjo,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo Sabino Mariano menambahkan bahwa saat audiensi, pihaknya secara langsung memaparkan kondisi teknis di lapangan di hadapan BNPB, mulai dari penyebab banjir hingga kebutuhan penanganan.“Kami diminta menyampaikan secara detail persoalan yang ada, mulai dari kapasitas saluran yang tidak mencukupi, kondisi pompa yang perlu ditingkatkan, hingga wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir seperti Desa Kedungbanteng dan Desa Kedungpeluk,” kata Sabino.Ia menyebut, pemaparan tersebut menjadi dasar bagi BNPB dalam merumuskan langkah dukungan yang akan diberikan kepada Pemkab Sidoarjo.“Kami berharap hasil audiensi ini bisa segera ditindaklanjuti, sehingga penanganan banjir bisa lebih terarah dan efektif,” ujarnya.Lebih lanjut, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Mochammad Mahmud, menambahkan bahwa strategi penanganan banjir akan difokuskan pada peningkatan kapasitas infrastruktur pengendali air, khususnya pompa dan saluran.“Langkah teknis yang disiapkan meliputi normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa, serta perbaikan saluran agar aliran air lebih lancar,” ujarnya.Mahmud menjelaskan, dalam audiensi tersebut Pemkab Sidoarjo juga mengajukan kebutuhan anggaran penanganan banjir sebesar Rp209,5 miliar kepada BNPB untuk mendukung berbagai program prioritas.Rinciannya meliputi normalisasi Sungai Bagebug sebesar Rp15 miliar, perbaikan pompa Kedungcangkring Rp35 miliar, penambahan pompa di Penatarsewu dan Kedungbanteng Rp15 miliar, peningkatan 37 unit pompa serta pengadaan pompa portable berkapasitas 250 liter per detik senilai Rp134 miliar.Selain itu, peningkatan saluran Gedangrowo sebesar Rp5,5 miliar serta pengadaan sarana dan prasarana kendaraan untuk penanggulangan bencana sebesar Rp5 miliar.Subandi berharap kolaborasi antara BNPB, Pemerintah Provinsi, dan daerah dapat mempercepat penanganan banjir di Sidoarjo sehingga persoalan yang terjadi setiap tahun dapat segera teratasi.“Minimal, persoalan banjir yang setiap tahun terjadi di Sidoarjo bisa diselesaikan melalui kolaborasi antara BNPB, Pemerintah Provinsi, dan daerah, sehingga dapat mewujudkan tata kota yang lebih baik, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Subandi.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah menerima audiensinya serta memberikan respons cepat terhadap penanganan persoalan banjir di Kabupaten Sidoarjo.“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Bapak Jenderal Suharyanto, yang telah memberikan respons dan dukungan cepat dalam upaya penyelesaian banjir di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.

Selengkapnya
4 May 2026

Wakil Bupati Sidoarjo Kunjungi Kampung Lali Gadget Wonoayu, Dorong Edukasi Anak Tanpa Gadget

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., mengunjungi wahana Outdoor Learning (ODL) di Kampung Lali Gadget Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas positif tanpa ketergantungan pada gadget.Dalam kunjungan tersebut, turut didampingi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Camat Wonoayu, serta Forkopimka Wonoayu.Dalam kesempatan tersebut, Mimik Idayana menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Kampung Lali Gadget yang dinilai mampu menjadi solusi atas maraknya ketergantungan anak terhadap perangkat digital.“Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah diperjuangkan anak muda dengan keberadaan Kampung Lali Gadget ini sebagai ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berinteraksi dengan alam dan bersosialisasi dengan teman tanpa gadget. Ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan karakter anak,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong program-program serupa agar dapat berkembang di wilayah lain.“Harapannya, konsep seperti ini bisa direplikasi di kecamatan dan desa-desa lain di Sidoarjo sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan manfaat positif dan terus dikembangkan, salah satunya pada sarana dan prasarana dengan memaksimalkan lahan yang ada agar dapat menampung banyak anak-anak untuk kegiatan belajar di luar kelas atau outing class cukup di Sidoarjo saja tanpa harus keluar kota serta terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih menilai keberadaan Kampung Lali Gadget sejalan dengan program pendidikan yang menekankan penguatan karakter dan pengembangan kreativitas anak.“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo sangat mendukung program pemerintah yaitu destinasi kegiatan Outdoor Learning (ODL) di Sidoarjo saja salah satunya di Kampung Lali Gadget ini yang sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan saat ini, khususnya dalam membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak. Ini bisa menjadi model pembelajaran kontekstual di luar kelas khususnya untuk jenjang PAUD/TK dan SD. Pembelajaran tidak hanya di luar sekolah, tetapi juga dapat dilakukan di lingkungan sekolah dengan memaksimalkan sarana yang ada,” ungkapnya.Di sisi lain, Achmad Irfandi pendiri Kampung Lali Gadget menjelaskan bahwa Kampung Lali Gadget hadir sebagai respons atas kekhawatiran terhadap penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak.“Kami ingin mengembalikan dunia anak ke dunia bermain yang sesungguhnya di mana di Kampung Lali Gadget ada berbagai macam permainan tradisional yang sarat dengan kearifan lokal seperti dakon, egrang, gobak sodor, dan bakiak panjang. Di sini mereka belajar nilai kebersamaan, kreativitas, dan juga kearifan lokal melalui berbagai kegiatan,” jelasnya.Salah satu siswa merasa senang dengan berbagai kegiatan yang ada di Kampung Lali Gadget, “Aku senang sekali bisa main bakiak panjang di sini,” ujar Anindiya (5) siswa TK Dharma Wanita Persatuan Wedoro Waru.Melalui pengembangan wahana ODL berbasis permainan tradisional ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu membangun karakter, kesehatan fisik, serta keterampilan sosial di era digital. (Mar)

Selengkapnya
2 May 2026

Bupati Sidoarjo Sidak Jembatan Tarik yang Kondisinya Memprihatinkan

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan penghubung lintas kabupaten yang berada di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). Di sana, bupati melihat langsung kondisi jembatan yang sudah tidak layak digunakan. Bahkan kondisinya dikhawatirkan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.Kondisi fisik jembatan yang telah berusia tua menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko kecelakaan. Selain itu, posisi jembatan yang lebih rendah dari badan jalan, lebar yang terbatas, serta minimnya fasilitas pengaman turut memperparah situasi. Bahkan, pagar pembatas yang seharusnya melindungi pengguna jalan kini hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan cukup parah.Sebagai langkah darurat, warga sekitar sempat memasang tali rafia di bagian jembatan yang rusak sebagai penanda bagi pengendara. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan serta meningkatkan kewaspadaan bagi pengendara.“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.Menanggapi hal itu, usai sidak RTLH dan menyerahkan bantuan kursi roda, Bupati Subandi langsung meninjau kondisi jembatan penghubung Desa Tarik dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto. “Harusnya ini tahun kemarin jembatan ini bangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” kata Bupati Subandi.Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting karena menjadi akses penghubung antar kabupaten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan proyek pembangunan akan kembali dijadwalkan.“Sebab ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun tahun 2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” lanjutnya.Subandi juga menyebutkan bahwa proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027. “Nanti sekitar bulan 3 bulan 4 sudah ada pembangunan di sini ya,” katanya.Selain rencana pembangunan, ia turut menyoroti kondisi fisik jembatan yang saat ini dinilai sudah cukup memprihatinkan. Menurutnya, usia jembatan yang sudah lama serta minimnya fasilitas pengaman menjadi perhatian serius. Tak hanya itu, Subandi juga menekankan pentingnya normalisasi di sekitar area jembatan untuk mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut. “Terus yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antar wilayah Sidoarjo dan Mojokerto dapat semakin aman dan lancar. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (Mar)

Selengkapnya
2 May 2026

Bupati Subandi Sidak RTLH Serta Salurkan Bantuan Kursi Roda Bagi Warga Tarik

KOMINFO, Sidoarjo - Setelah melaksanakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah di Alun-alun Sidoarjo, Bupati Subandi melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta menyerahkan bantuan kursi roda kepada lansia dan penderita sakit, didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan Camat Tarik pada hari Sabtu, 2/5/2026.Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap akhir pekan ini juga disertai dengan penyerahan bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga yang membutuhkan."Inisiatif yang sedang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang beruntung, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak, serta individu yang memerlukan bantuan alat bantu mobilitas seperti kursi roda, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pihak-pihak yang membutuhkan."katanyaSubandi mengimbau Dinas Kesehatan, melalui puskesmas, untuk melakukan kunjungan kepada warga yang menderita sakit, baik lansia maupun anak-anak, seperti Ananda Aiswa Maula Sholima (8) yang mengalami kelumpuhan, Ananda Muhammad Abinara Alfarizqi (2,5) yang menderita Hidrosefalus sejak lahir, serta Ibu Waginten (70) yang merupakan seorang lansia."Melalui kunjungan dan pendampingan, kondisi kesehatan akan senantiasa terpantau dan pengobatan dapat diterima secara rutin,"katanyaDemikian pula, saat melakukan inspeksi mendadak pada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), selain bertujuan untuk meninjau langsung kondisi hunian warga yang tidak memenuhi standar kelayakan, Bupati juga mengharapkan agar bantuan ini tepat sasaran. Contohnya adalah kondisi rumah Bapak Abdul Kholik (64) yang tinggal bersama empat anaknya dengan dinding anyaman bambu yang telah lapuk, serta Bapak Suwondo (56) yang hidup sendiri sebagai petani, keduanya sangat layak menerima bantuan perbaikan rumah."Pembangunan rumah ini akan dilaksanakan dari awal dan akan melalui proses penataan ulang, dengan dukungan utama dari Baznas. Kami juga mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui swadaya agar proses perbaikan dapat berjalan sinergis dan selesai tepat waktu,"pungkasnya.(yu/mar)

Selengkapnya
2 May 2026

Pemkab Sidoarjo Gelar Upacara Hari Otonomi Daerah XXX dan Hari Pendidikan Nasional 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX dan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Alun-Alun Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026).Tema peringatan Hari Otonomi Daerah XXX kali ini adalah “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Sementara itu, tema Hari Pendidikan Nasional 2026 adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) adalah Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Adapun pengatur upacara adalah Dr. Tirto Adi, M.Pd., dan kegiatan tersebut dihadiri berbagai pasukan upacara, antara lain 1 unit Korsik Pemkab Sidoarjo, 1 pleton Pasukan Pamong Praja, 1 pleton Dinas Perhubungan Sidoarjo, 1 pleton Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, 1 pleton Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sidoarjo, 1 pleton Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo, 1 pleton kepala desa/kakel, 1 pleton Linmas, 1 pleton PGRI, 1 pleton purna Paskibraka, serta 7 pleton mahasiswa/pelajar.Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.“Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun daerah dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.Menurutnya, peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung semangat penguatan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik. Pemkab Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.“Alhamdulillah, kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan dukungan masyarakat telah membuahkan hasil yang membanggakan. Kabupaten Sidoarjo meraih penghargaan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah dengan kategori tertinggi, peringkat kedua dari 415 kabupaten di Indonesia,” ungkapnya.Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. “Namun demikian, tantangan ke depan tidaklah ringan. Kita dihadapkan pada tuntutan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan berbasis digital. Oleh karena itu, transformasi birokrasi harus terus didorong agar menjadi adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil,” tegasnya.Pada momentum Hardiknas, ia juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan, mulai dari kesenjangan kualitas, adaptasi teknologi digital, hingga penguatan karakter dan kesejahteraan tenaga pendidik.“Pendidikan tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga harus melahirkan manusia yang berkarakter, beretika, dan memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.Ia menambahkan, Pemkab Sidoarjo terus mendorong penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, serta pemerataan akses pendidikan.“Otonomi daerah tanpa kualitas sumber daya manusia tidak akan menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan. Mari kita bangun Sidoarjo yang maju, berdaya saing, dan bermartabat,” ucapnya.Pada akhir upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi kepada guru dan siswa berprestasi tingkat nasional dan internasional, di antaranya penghargaan Adiwiyata Mandiri, guru berdedikasi pada SMP PGRI tingkat nasional, medali emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP/MTs sederajat tingkat nasional, medali emas Tournament of Champions di Yale University, Amerika Serikat, serta First Place Junior Category Math Action of Earth Award di Filipina tahun 2026. (Mar)

Selengkapnya
1 May 2026

Geliat Ekonomi Lewat Balap Merpati, Sidoarjo Bakal Gelar Even Berskala Nasional ‎

KOMINFO, ‎​Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung berbagai komunitas yang ada di Sidoarjo. Termasuk komunitas pehobi burung, khususnya balap merpati. Aktivitas atau kegiatan -kegiatan yang digelar komunitas, khususnya balap merpati, sejauh ini juga menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah Sidoarjo. Seperti dalam lomba balap merpati Selekda & Liga jatim Bersatu (LJB) yang digelar di Area wilayah PPLS Dusun Pologunting Desa Gempolsari Tanggulangin. Jumat (1/5/2026). Banyak sektor ekonomi tergerak dalam even tersebut. ‎‎​Bupati Subandi mengapresiasi animo masyarakat yang begitu besar terhadap kegiatan ini. Menurutnya, hobi balap merpati bukan sekadar hiburan, melainkan ekosistem ekonomi yang melibatkan peternak hingga pelaku UMKM di Sidoarjo.‎‎​Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Bupati berencana menggelar lomba atau even besar berskala nasional. Diharapkan agenda balap merpati berskala nasional itu bisa terealisasi pada tahun 2026 ini. ‎‎​"Agenda ini penting, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. Kita akan siapkan kegiatan yang berskala nasional," ujar Bupati di sela membuka acara tersebut. ‎‎​Bupati menekankan bahwa untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat positif dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, dan demi kemajuan UMKM dan kesejahteraan peternak lokal, support dari Pemkab Sidoarjo sangat penting. ‎‎​"Tujuannya agar peternak merpati di Sidoarjo bisa tumbuh dan hobi ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Jika ekonomi bergerak, UMKM jalan, maka nama Sidoarjo juga akan terangkat di kancah nasional," tambahnya.‎‎​Selain memberikan dukungan penuh, Bupati juga menitipkan pesan penting terkait ketertiban dan keamanan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mempersulit izin kegiatan hobi selama masyarakat bisa menjaga kondusivitas. ​Namun, ia memberikan catatan keras agar momentum lomba tersebut tidak disalahgunakan untuk praktik perjudian yang dapat memicu konflik.‎‎​"Pesan saya, jangan ada judi. Kita permudah semua perizinannya. Saya sebagai Bupati ingin masyarakat Sidoarjo guyub, rukun, dan saling menjaga.  Sekali lagi, tidak boleh ada perjudian," tegasnya.‎‎​Ketua Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) Penglok Sidoarjo, H.Sutoyo Handiman,mengungkapkan apresiasinya atas dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Apalgi pihak pemerintah daerah juga berencana mengalokasikan anggaran untuk menggelar even besar, mendukung operasional dan pemberian subsidi hadiah pada perlombaan-perlombaan mendatang.‎‎​"Kami sangat berterima kasih karena Bapak Bupati Sidoarjo telah memplotkan tanah PPLS ini untuk menjadi sentra wisata dan budaya. Ini adalah bentuk dukungan luar biasa bagi komunitas merpati balap dan UMKM sekitar," ujarnya.‎‎​Ia juga menjelaskan bahwa ​Antusiasme peserta pada gelaran kali ini tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data panitia hingga Kamis lalu, tercatat sebanyak 1.500 peserta telah mendaftar.‎‎" ​Menariknya, peserta tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur seperti Sumenep dan sekitarnya, tetapi juga merambah hingga ke luar Pulau Jawa mulai Seluruh Jawa Timur (termasuk Madura/Sumenep),bahkan dari Medan, Sumatera Utara.Terangnya.‎‎​Kegiatan yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari Selekda (Seleksi Daerah) plus LGP (Liga Jatim Bersatu).​Tujuannya untuk Mencari juara (champion) 1 sampai 6 untuk mewakili daerah berlaga di tingkat Nasional. sedangkan ​Frekuensi LGP sendiri rutin digulirkan setiap satu bulan sekali secara bergantian.‎‎​Dengan adanya fasilitas lahan permanen dan dukungan anggaran, diharapkan komunitas merpati balap di Jawa Timur semakin kompak dan mampu melahirkan atlet-atlet merpati yang berprestasi di kancah nasional.(Yu/mas).

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1686180