KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menghadiri Grand Final Pemilihan Duta Wisata Gukyuk Cilik Sidoarjo Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mempromosikan potensi wisata serta budaya Kabupaten Sidoarjo.Dalam sambutannya, Wabup Mimik Idayana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Pemilihan Duta Wisata Gukyuk Cilik bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana pembentukan karakter generasi muda agar memiliki rasa percaya diri, kreativitas, wawasan budaya, serta kepedulian terhadap pembangunan daerah.“Pemilihan Gukyuk Cilik bukan hanya tentang penampilan dan perlombaan. Kegiatan ini merupakan wadah untuk membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, percaya diri, berwawasan budaya, serta memiliki kecintaan terhadap pariwisata daerahnya,” ujar Mimik.Ia mengatakan Kabupaten Sidoarjo memiliki berbagai potensi unggulan yang patut dibanggakan. Mulai dari wisata alam, sentra kerajinan tas dan sepatu, kuliner khas seperti lontong kupang, petis dan kerupuk udang, hingga berbagai tradisi budaya yang harus terus dilestarikan.“Siapa lagi yang akan memperkenalkan kekayaan tersebut jika bukan kalian, generasi muda penerus bangsa. Saya berharap seluruh finalis Gukyuk Cilik mampu menjadi duta wisata yang mengenalkan potensi pariwisata, budaya, dan kearifan lokal Sidoarjo kepada masyarakat luas,” katanya.Kepada para finalis yang nantinya terpilih sebagai Gukyuk Cilik Sidoarjo Tahun 2026, ia meminta agar mampu menjalankan amanah dengan baik serta aktif mempromosikan berbagai ikon dan destinasi wisata Kabupaten Sidoarjo.“Setelah terpilih nanti jangan hanya menyandang gelar. Harus ada aksi nyata. Jadilah teladan bagi teman-teman sebaya dan ikut mempromosikan potensi Kabupaten Sidoarjo agar semakin dikenal dan membanggakan,” pesannya.Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Ruli Rochmawati, menyampaikan bahwa kegiatan Pemilihan Duta Wisata Gukyuk Cilik Sidoarjo Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.Ruli menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kepariwisataan, keterampilan komunikasi, karakter positif, serta menyiapkan duta wisata cilik yang mampu menjadi agen promosi daerah yang kreatif dan inspiratif.“Tujuan kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Kabupaten Sidoarjo, membentuk generasi muda yang memiliki wawasan kepariwisataan, keterampilan komunikasi, karakter positif, serta menyiapkan duta wisata cilik yang mampu menjadi agen promosi daerah yang kreatif dan inspiratif,” jelasnya.Proses pemilihan diawali dengan pendaftaran dan seleksi administrasi yang diikuti putra-putri terbaik Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya para peserta mengikuti berbagai tahapan seleksi dan pembekalan meliputi wawasan kepariwisataan, pengetahuan budaya daerah, kemampuan komunikasi, bakat, kepribadian, hingga pemahaman mengenai potensi wisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Sidoarjo.Dari seluruh peserta yang mengikuti rangkaian seleksi, terpilih 20 finalis terbaik yang tampil pada grand final. Mereka merupakan siswa-siswi sekolah dasar atau sederajat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki minat dan pengetahuan dasar mengenai pariwisata, budaya serta potensi daerah.Pada malam puncak grand final, dewan juri menetapkan Gukyuk Cilik Sidoarjo 2026 diraih oleh Guk cilik Joyshen dari SD Kristen Petra 12 Sidoarjo dan Yuk Cilik Sidoarjo 2026 diraih oleh Chika dari SDN Pucang 2 Sidoarjo. Keduanya diharapkan mampu menjadi wajah pariwisata cilik Kabupaten Sidoarjo sekaligus berperan aktif dalam memperkenalkan berbagai destinasi wisata, budaya, dan potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas.Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir generasi muda yang berkarakter, kreatif, berwawasan budaya, sekaligus menjadi agen promosi wisata yang mampu memperkenalkan berbagai destinasi dan potensi unggulan Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat luas.(Son)
SelengkapnyaJakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperluas digitalisasi pembayaran parkir secara bertahap. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo Budi Basuki mengatakan saat ini sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS baru diterapkan di kawasan Alun-alun Sidoarjo. Namun ke depan, skema tersebut akan diperluas ke sejumlah titik strategis lainnya. "Sementara ini baru di sekitar alun-alun yang pakai QRIS, tapi secara bertahap nanti kami juga akan menggunakan QRIS," kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (20/4/2026). Lebih lanjut, Budi mengungkapkan tahun ini Dishub berencana memprioritaskan penerapan digitalisasi di lokasi tempat khusus parkir (TKP) seperti GOR Delta. "Tahun ini kami (digitalisasi) di TKP dulu ya, tempat khusus parkir. Di Alun-alun sudah, mungkin nanti di GOR, di pasar gitu yang lebih mudah," katanya. Budi menjelaskan secara regulasi, pengelolaan parkir di Sidoarjo telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2019. Selain itu, aturan terkait pembagian imbal jasa untuk para jukir juga baru saja rampung. "Perbup yang mengatur imbal jasa 40% (untuk jukir) juga selesai ditandatangani Pak Bupati," jelasnya. Meski demikian, Budi mengakui penerapan digitalisasi parkir masih menghadapi tantangan, terutama dalam mengubah kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih pembayaran tunai. "Masyarakat kita itu penginnya yang simpel. Penggunaan digitalisasi itu butuh waktu dan perlu habit. Antara orang kecepatan membayar tunai dengan digital itu kan lebih cepat tunai," paparnya. Namun, Dishub menegaskan tidak akan menyerah dalam mendorong transformasi tersebut. Budi menyampaikan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat terbiasa dengan sistem pembayaran digital. "Tapi kami tidak putus asa ya, kami terus akan mendorong untuk dilakukan digitalisasi. Merubah perilaku, membiasakan habit yang digitalisasi itu kan tidak mudah," tegasnya. Selain itu, Budi mengimbau agar pengguna jasa dapat meminta karcis parkir resmi kepada jukir. "Kami berharap pengguna jasa juga tertib untuk meminta karcis parkir," katanya. Ia pun menegaskan juru parkir resmi wajib mengenakan atribut lengkap serta memberikan karcis kepada pengguna jasa sesuai standar operasional prosedur (SOP). "Jukir resmi harus menggunakan rompi, memberikan karcis resmi dari Dishub, dan menarik retribusi sesuai ketentuan," pungkasnya. Sebagai informasi, tarif parkir di tepi jalan umum (TJU) ditetapkan sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 4.000 untuk roda empat. Sementara untuk tempat khusus parkir (TKP), tarifnya Rp 3.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat. (ADV) (anl/ega) Baca artikel detiknews, "Optimalkan PAD, Pemkab Sidoarjo Genjot Digitalisasi Pembayaran Parkir" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8452512/optimalkan-pad-pemkab-sidoarjo-genjot-digitalisasi-pembayaran-parkir.
SelengkapnyaJakarta - Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak seluruh masyarakat menjaga pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tetap kondusif. Ia menegaskan pentingnya sikap legowo menerima hasil sebagai bagian dari proses demokrasi di tingkat desa. "Jadi saya mengajak seluruh masyarakat yang ada di seluruh Kabupaten Sidoarjo, ini adalah demokrasi. Siapa saja pilihannya masyarakat, ya itulah nanti yang jadi kepala desa. Yang penting satu, tugasnya pimpinan adalah melayani masyarakat," ujar Subandi dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026). Ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kelancaran pelaksanaan pilkades, termasuk bagi para pendukung paslon. "Jaga demokrasi, jaga komitmen menjaga kekompakan, siapa saja paslonnya ya. Nanti nggak boleh antara pendukung dan pendukung ada pertengkaran, akhirnya tidak demokratis," ungkapnya. Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo turut melakukan pengawasan pelaksanaan pilkades serentak secara intensif. Langkah ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman sekaligus meminimalkan potensi konflik di lapangan. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa Dinas PMD Sidoarjo, Hernita Hadi Lestari mengatakan koordinasi pilkades dilakukan secara masif sejak awal tahapan. Salah satunya melalui grup komunikasi yang melibatkan panitia pilkades di 80 desa. "Koordinasi masif kami lakukan dengan adanya grup ketua panitia pilkades 80 desa dan tim DPMD sehingga setiap tahapan kita dampingi agar tertib dan berjalan sesuai ketentuan," ujarnya. Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi ruang berbagi antar panitia jika muncul persoalan di lapangan. "Juga jika ada permasalahan di masing-masing desa bisa saling sharing antar panitia. Panitia kabupaten juga melaksanakan monev turun ke beberapa desa (sampling) yang memiliki case-case tertentu," imbuhnya. Dalam waktu dekat, seluruh calon kepada desa (cakades) yang telah ditetapkan akan dikumpulkan untuk mengikuti pembekalan. Upaya ini untuk memperkuat komitmen bersama menjaga situasi tetap aman selama pilkades berlangsung. "Rencana dalam waktu dekat akan kami undang semua calon kades yang telah ditetapkan untuk diberikan pembekalan," katanya. Terkait aturan teknis, Hernita menyebut tata tertib pelaksanaan hingga kampanye menjadi kewenangan panitia pilkades di masing-masing desa sesuai kondisi wilayah. "Tatib pelaksanaan pilkades maupun tatib kampanye merupakan kewenangan panitia pilkades yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah," jelasnya. Untuk mengantisipasi potensi sengketa, Pemkab Sidoarjo juga telah menyiapkan mekanisme penyelesaian. Bahkan, Subandi juga telah membentuk tim khusus penanganan perselisihan hasil pilkades. "Bapak bupati telah membentuk tim penyelesaian perselisihan hasil pilkades," tegasnya. Dalam penyelesaiannya, pendekatan musyawarah mufakat tetap diutamakan dengan mempertimbangkan hasil verifikasi di lapangan. "Kami utamakan dengan musyawarah mufakat dengan mempertimbangkan hasil verifikasi faktual di lapangan," lanjutnya. Selain itu, DPMD juga telah memetakan tingkat kerawanan desa, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi. Pemetaan ini menjadi dasar strategi pengawasan agar pilkades berjalan aman dan lancar. "Ada pemetaan untuk desa dengan kerawanan rendah, sedang, dan tinggi," pungkasnya. (prf/ega) Baca artikel detiknews, "Bupati Sidoarjo Ajak Warga Jaga Pilkades Serentak Berjalan Kondusif" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8460829/bupati-sidoarjo-ajak-warga-jaga-pilkades-serentak-berjalan-kondusif.
SelengkapnyaSidoarjo - Pemkab Sidoarjo terus memfokuskan penanganan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Selain melakukan perawatan dan betonisasi, kendaraan bertonase lebih juga menjadi sorotan sebab turut memicu kerusakan jalan. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan seluruh anggaran perawatan jalan tahun ini telah berjalan. Selanjutnya, Pemkab akan fokus pada program betonisasi. "Kalau progres mengenai jalan hari ini, anggaran kita untuk perawatan jalan semua sudah selesai. Tinggal kita betonisasi," kata Subandi, Jumat (15/4/2026). Pemkab juga berkolaborasi dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengoptimalkan pemeliharaan infrastruktur jalan. "Kemarin ada CSR Rp 600 juta dari Delta Artha. Ini kita gunakan," tuturnya. Subandi menambahkan proyek fisik infrastruktur jalan dengan kolaborasi CSR tersebut rencananya mulai diluncurkan pada akhir Juni 2026. Ia ingin proses pengerjaan proyek dilakukan lebih terbuka dan memberi ruang bagi kontraktor yang ada di Sidoarjo. "Minimal kontraktor ini bisa kerja semua. Yang kedua, sudah tidak ada lagi yang bermain bendera-bendera, pinjam bendera dan apa. Kita datangkan semuanya CV-nya, kita akan melihat. Setelah itu akan kita koreksi CV-CV ini yang kita kasih kerjaan bagus atau tidak," tutur Subandi. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Makhmud menjelaskan kerusakan jalan tidak hanya dipicu faktor cuaca, tetapi juga kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jalan. "Memang tonase yang lewat di Sidoarjo juga sudah melebihi semua," kata Makhmud. Karena itu, Pemkab juga mengajukan perubahan kelas jalan ke pemerintah provinsi dan pusat. Seperti di ruas Lingkar Timur hingga Sukodono-Gedangan. "Kelas jalan ini sudah kita ajukan saat ini di Gubernur. Baru nanti penertibannya bagaimana nanti, setelah SK turun," ungkapnya. Selain itu, faktor usia aspal juga turut mempengaruhi kondisi jalan di Sidoarjo. Pemkab berharap overlay jalan bisa dilakukan bertahap mulai 2027 mendatang. Saat ini, perbaikan jalan dilakukan setiap hari melalui lima satgas. Total ada 92 ruas jalan yang ditangani. "Kalau yang kontraktual itu sudah 42. Yang satgas itu kurang lebih 50 ruas. Total 92 ruas yang kita kerjakan. Ruas kita totalnya banyak ya. Itu belum kecamatan yang ada PIWK," pungkas Makhmud.(akn/ega) Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo Fokus Betonisasi Jalan, Kendaraan Over Tonase Jadi Sorotan" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8490165/pemkab-sidoarjo-fokus-betonisasi-jalan-kendaraan-over-tonase-jadi-sorotan.
SelengkapnyaSidoarjo - Pemkab Sidoarjo menggencarkan sejumlah strategi untuk optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pasar. Upaya itu mulai dari digitalisasi retribusi, pemetaan kios kosong, hingga revitalisasi pasar. Bupati Sidoarjo, Subandi mengatakan pihaknya akan menerapkan sistem digitalisasi di 19 pasar yang dikelola pemerintah daerah. Salah satunya melalui pembayaran retribusi secara daring dengan QRIS melalui aplikasi My Retribusi. "Kita punya 19 pasar, kita ingin mengoptimalkan semuanya pakai digitalisasi. Ya termasuk bayar retribusi pakai QRIS, dan lain-lain," kata Subandi, Selasa (19/5/2026). Ia menyebut digitalisasi tersebut ditarget untuk segera berjalan. Bahkan, untuk pertama kalinya seluruh kepala pasar, kepala bidang pasar, hingga dinas terkait dikumpulkan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo belum lama ini guna membahas optimalisasi pasar. Subandi menegaskan peningkatan pasar tidak hanya berorientasi pada besaran pendapatan retribusi, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar. "Nanti akan kita cek semuanya. Yang penting tujuan kita retribusi ini ada kenaikan untuk kesejahteraan masyarakat Sidoarjo, bukan untuk kepentingan yang lain," tuturnya. Lebih lanjut, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Happy Setyaningtyas Astrawati mengatakan target PAD dari 19 pasar di Sidoarjo pada 2026 yakni sekitar Rp 16,7 miliar. Menurut Happy dari hasil peninjauan di lapangan, saat ini banyak kios dan los pasar yang sepi, terutama sektor konveksi. Kondisi tersebut dipengaruhi perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih belanja online maupun pasar modern. "Kondisi pasar saat ini memang sebagian kios, los itu banyak yang sepi terutama untuk konveksi. Orang sekarang lebih cenderung pembelian online atau ke pasar modern yang lebih nyaman," katanya. Untuk mengatasi persoalan itu, Disperindag mulai melakukan pemetaan di seluruh pasar. Pendataan dilakukan terhadap jumlah kios, los, toko hingga pelataran yang kosong maupun tidak aktif. Pemkab juga mengirim surat kepada pemilik kios atau los yang tidak digunakan untuk memastikan keberlanjutan sewa tempat tersebut. Jika tidak digunakan lagi, kios akan ditawarkan kepada pedagang lain. Selain itu, Disperindag bekerja sama dengan Kominfo menyiapkan dashboard digital My Retribusi yang bisa diakses untuk memantau pendapatan pasar secara real time. "Harapannya nanti real time, Pak Bupati bisa langsung mengecek berapa retribusi yang diperoleh pasar," jelas Happy. Tak hanya itu, Pemkab Sidoarjo juga memetakan kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana pasar, termasuk revitalisasi pasar. Perbaikan dilakukan bertahap sesuai kemampuan APBD. Salah satu pasar yang akan dibangkitkan kembali ialah Pasar Kedungrejo di Waru yang selama ini tidak berfungsi. Disperindag bakal menggandeng pedagang sayur dan buah dari Porong untuk membuka lapak di pasar tersebut. "Harapannya nanti pembeli dari Surabaya yang sering belanja sayur dan buah di Sidoarjo tidak perlu jauh-jauh ke Porong, tetapi cukup ke Kedungrejo karena penjualnya sama," imbuhnya. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga menggencarkan pelatihan digital marketing bagi pedagang agar mampu memasarkan dagangannya secara online. Happy memastikan upaya meramaikan pasar dilakukan bersama pengelola dan himpunan pedagang pasar agar pasar tradisional tetap diminati masyarakat. "Intinya kita enggak bisa lakukan sendiri. Kita harus bareng-bareng dengan pengelola pasar dan himpunan pedagang pasar supaya masyarakat mau belanja di pasar, meramaikan pasar," tandasnya. (akd/ega) Baca artikel detiknews, "Strategi Pemkab Sidoarjo Dongkrak PAD dari Sektor Pasar" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8495508/strategi-pemkab-sidoarjo-dongkrak-pad-dari-sektor-pasar.
SelengkapnyaSidoarjo - Pemkab Sidoarjo terus menunjukkan kepeduliannya terhadap warga kurang mampu dan penyandang disabilitas melalui program bantuan kursi roda. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir langsung membantu masyarakat yang membutuhkan. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bantuan kursi roda akan terus disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Pemkab juga aktif turun langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran. "Inisiatif yang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak serta individu yang memerlukan bantuan kursi roda," kata Subandi, Selasa (19/5/2026). Ia menegaskan program tersebut tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat. "Program kursi roda ini bagi warga yang membutuhkan akan terus kita bantu. Kita keliling, ketika ada warga membutuhkan, tentu kita harus turun. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban beliau dan keluarganya," tambahnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo R. Mharta Wara Kusuma menyebut jumlah penyandang disabilitas yang tercatat di Kabupaten Sidoarjo mencapai 29.245 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14.330 orang telah menerima alat bantu, sedangkan 14.915 lainnya masih membutuhkan bantuan serupa. "Kita fokuskan untuk pemberian bantuan itu untuk warga masyarakat kemiskinan ekstrem di Desil 1. Jumlahnya total ada 8.807," ujarnya. Mharta menjelaskan, alat bantu yang paling banyak disalurkan berupa kursi roda. Selain itu, Dinsos juga menyalurkan bantuan bagi penyandang tuna netra dan alat bantu dengar untuk tuna rungu. "Jumlah disabilitas yang terbanyak menerima alat bantu adalah kursi roda. Ada juga untuk tuna netra, kemudian alat bantu dengar untuk tuna rungu. Ini jadi prioritas Dinas Sosial agar sedikit banyak bisa meng-cover kebutuhan masyarakat," jelasnya. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinsos melibatkan berbagai pilar sosial mulai dari SLRT, tenaga relawan hingga TKSK di tingkat kecamatan untuk melakukan pendataan langsung di lapangan. "Nanti mereka mendata di lapangan, kemudian mengusulkan dan akhirnya dieksekusi oleh Pemkab Sidoarjo dengan pemberian alat bantu tersebut," katanya. Menurut Mharta, program bantuan sosial ini menjadi bagian dari semangat Pemkab Sidoarjo untuk terus hadir membantu masyarakat rentan, khususnya warga miskin ekstrem. "Pak Bupati sudah luar biasa, termasuk Pemkab Sidoarjo yang senantiasa peduli karena masih banyak masyarakat miskin ekstrem. Ini menjadi tantangan pemerintah untuk terus door to door membantu masyarakat," pungkasnya. (akd/ega) Baca artikel detiknews, "Spirit Pemkab Sidoarjo Hadir untuk Warga Lewat Bantuan Kursi Roda" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8495499/spirit-pemkab-sidoarjo-hadir-untuk-warga-lewat-bantuan-kursi-roda.
SelengkapnyaSidoarjo - Di Kabupaten Sidoarjo, ada banyak pilihan wisata menarik yang bisa jadi destinasi bersama keluarga. Mulai dari wisata pemancingan, wisata bahari, hingga wisata heritage dan edukasi. Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan Sidoarjo memiliki potensi wisata yang beragam dan terus dikembangkan agar semakin menarik dikunjungi masyarakat. "Sidoarjo punya banyak wisata yang bisa dinikmati bersama keluarga. Salah satunya wisata pemancingan yang cukup banyak tersebar di beberapa wilayah. Pengunjung bisa memancing sambil menikmati suasana santai bersama keluarga," ujar Subandi, Rabu (20/5/2026). Selain wisata, Sidoarjo juga dikenal dengan potensi perikanannya yang besar. Berbagai kuliner khas berbahan ikan dan hasil tambak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. "Sehingga banyak kuliner khas yang berbahan dasar ikan dan hasil tambak. Mulai dari bandeng, udang, hingga berbagai olahan seafood segar yang memiliki cita rasa khas," imbuh Subandi. Lebih lanjut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo Yudhi Iriyanto menyebut sejumlah destinasi favorit wisatawan saat ini di antaranya Candi Pari, kawasan pesisir Tlocor hingga Pulau Lusi. "Nah salah satunya memang saat ini yang cukup menarik itu di Candi Pari. Kemudian kalau wisata pesisir biasanya teman-teman ke Tlocor, ke Pulau Lusi, itu intensitas kunjungannya juga lumayan," kata Yudhi. Untuk wisata edukasi, Museum Mpu Tantular masih menjadi tujuan favorit pelajar. Selain itu ada pula wisata heritage seperti Candi Dermo, Candi Sumur, hingga Candi Tawangalun. Pemkab Sidoarjo juga terus menggencarkan promosi wisata lewat media sosial serta sejumlah program unggulan. Seperti ada program Outdoor Learning yang mengajak pelajar berwisata sambil belajar ke berbagai destinasi di Sidoarjo. "Kalau ke selatan biasanya ke Candi Pari terus ke Tlocor. Kalau ke utara biasanya ke Museum Mpu Tantular, Rumah Pintar Juanda sampai Museum Marinir. Itu juga banyak dikunjungi," jelasnya. Tak hanya itu, ada pula program Government Tourism yang mengajak pelajar mengenal kantor pemerintahan di lingkup Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan untuk sektor industri, Disporapar juga mengembangkan Industrial Tourism dengan menggandeng sejumlah perusahaan. Upaya tersebut berdampak positif terhadap jumlah kunjungan wisata. Pada 2025 lalu, target kunjungan wisata Sidoarjo yang ditarget sekitar 980 ribu wisatawan berhasil terlampaui menjadi lebih dari 1 juta kunjungan. "Alhamdulillah tahun 2025 target kami terlampaui jadi 1.011.000 kunjungan. Tahun 2026 ini kami targetkan bisa mencapai 1,2 juta kunjungan," ujar Yudhi. Tahun ini, Pemkab Sidoarjo juga fokus mengangkat potensi wisata bahari di kawasan pesisir, seperti di Sedati Timur. Salah satu yang kembali dikenalkan yakni Wisata Bahari Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi. Di kawasan itu, wisatawan bisa menikmati suasana pesisir hingga melihat ubur-ubur laut yang unik. "Kalau agak masuk ke tengah itu bisa lihat ubur-ubur laut. Bentuknya unik dan tidak gatal. Ini menjadi PR kami untuk terus kami up terkait wisata bahari," katanya. "Curah Asmoro ini di Desa Tambak Cemandi. Dari pihak pemerintah desa sudah mendirikan pos pemberangkatan (untuk naik perahu). Ada kafe dan sebagainya. Kalau misalnya mau ke arah pesisir mereka antar melalui Bumdes di Desa Tambak Cemandi," tambah Yudhi. Selain Curah Asmoro, wisata bahari lain yang juga dikembangkan yakni Dewi Sekardadu Kepetingan. Pemkab kini berkolaborasi dengan Pokdarwis dan desa setempat untuk mendukung fasilitas transportasi wisatawan menuju kawasan pesisir. Di kawasan pesisir juga ada berbagai kuliner khas yang bisa dinikmati, salah satunya bandeng cabut duri. "Di Sedati timur juga ada yang namanya Kampung Cabut Duri Ikan Bandeng," tutur Yudhi. Menariknya lagi, wisata heritage di kawasan Pabrik Gula Candi juga mulai ramai diminati. Pemkab Sidoarjo bersama komunitas Tilik Mburi menghadirkan wisata keliling pabrik gula yang disambut antusias masyarakat. "Alhamdulillah dari pihak PG itu membuka ruang untuk kolaborasi dengan teman-teman Tilik Mburi, wisata keliling pabrik gula. Itu antusiasnya luar biasa. Rencananya dari Konjen Jerman, Belanda, dan Inggris yang ada di Surabaya mau kesana di bulan Juni," pungkas Yudhi. Dengan ragam pilihan wisata mulai dari alam, bahari, sejarah hingga kuliner, Sidoarjo menawarkan pengalaman liburan lengkap dan menarik dikunjungi. (akn/ega) Baca artikel detiknews, "Dari Pesisir hingga Pabrik Gula Candi, Wisata Sidoarjo Makin Semarak" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8498734/dari-pesisir-hingga-pabrik-gula-candi-wisata-sidoarjo-makin-semarak.
SelengkapnyaSidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kegawatdaruratan medis bagi masyarakat melalui Public Safety Center (PSC) 119. Layanan di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo itu beroperasi selama 24 jam penuh dan dapat diakses masyarakat secara gratis untuk penanganan darurat. Bupati Sidoarjo Subandi memberikan dukungan penuh terhadap penguatan layanan PSC 119 sebagai garda terdepan penanganan kegawatdaruratan. Kecepatan respons dan kemudahan akses layanan kesehatan darurat menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo pun terus mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat semakin mengenal fungsi PSC 119 dan memahami penanganan awal saat menghadapi situasi darurat. Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr. Danang Abdul Ghani mengatakan edukasi dilakukan menyasar berbagai lapisan masyarakat. "PSC 119 melakukan sosialisasi ke kader-kader kesehatan, masyarakat umum, juga anak sekolah dalam penanganan kegawatdaruratan bagi anak sekolah, penyebaran leaflet, dan memasang stiker pada ambulans PSC 119 dan ambulans jejaring," kata Danang, Rabu (27/5/2026). Data Dinkes Sidoarjo menunjukkan kasus kecelakaan lalu lintas menjadi layanan yang paling banyak ditangani PSC 119. Sepanjang Januari hingga Mei, tercatat ada 542 kasus atau sekitar 47 persen dari total layanan. Sementara di posisi kedua terdapat kasus penurunan kesadaran sebanyak 225 kasus atau sekitar 19 persen. Dua kategori tersebut mendominasi layanan PSC 119. Kondisi ini menegaskan peran PSC 119 sebagai garda terdepan dalam penanganan trauma di jalan raya maupun kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan cepat. Mayoritas panggilan yang masuk juga berasal dari kategori darurat. Tercatat sebanyak 247 panggilan atau sekitar 56,3 persen merupakan emergency call. Sementara panggilan non-kategori mencapai 141 panggilan atau sekitar 32,1 persen. Panggilan ini umumnya berupa salah sambung, panggilan yang terputus sebelum teridentifikasi, hingga permintaan informasi umum di luar layanan medis. Adapun panggilan non-emergency tercatat 51 panggilan atau 11,6 persen. "Hal itu seperti permintaan ambulans jenazah, informasi ketersediaan kamar RS tanpa kondisi kritis, atau layanan rujukan biasa). Ini adalah hal yang baik karena menunjukkan jalur darurat tidak terlalu terbebani oleh kasus-kasus non-kritis," jelas dr. Danang. Dengan dukungan Pemkab Sidoarjo dan penguatan sosialisasi yang terus dilakukan, PSC 119 diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi layanan cepat tanggap yang dapat diandalkan kapan pun dibutuhkan. Dinkes Sidoarjo pun mengimbau agar masyarakat tak ragu memanfaatkan layanan ini jika berada dalam kondisi darurat. "Public Safety Center (PSC) 119 gratis, tidak dipungut biaya," pungkasnya. (ega/ega) Baca artikel detiknews, "Public Safety Center 119 Sidoarjo Siaga 24 Jam Layani Warga Gratis" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8507674/public-safety-center-119-sidoarjo-siaga-24-jam-layani-warga-gratis.
SelengkapnyaSidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat. Salah satu upaya itu dilakukan melalui RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo yang kini menggencarkan layanan medical check up (MCU) dengan beragam pilihan paket untuk masyarakat. Penguatan layanan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati Subandi untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan merata bagi seluruh masyarakat. Saat ini layanan medical check up RSUD Notopuro dipusatkan di Gedung Diagnostik Terpadu lantai 4. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan kesehatan, baik untuk kebutuhan deteksi dini maupun pemeriksaan rutin. Wakil Direktur Pelayanan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati mengatakan medical check up saat ini menjadi salah satu layanan yang terus didorong rumah sakit. "Saat ini kami sedang menggencarkan layanan medical check up. Layanan di Gedung Diagnostik Terpadu lantai 4. Kami ada paket-paket layanan MCU dengan harga yang bersaing," kata dr Prima, Rabu (27/5/2026). Medical check up menjadi langkah penting bagi masyarakat untuk memantau kondisi kesehatan sejak dini. Dengan pemeriksaan berkala, sejumlah potensi gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa dilakukan lebih tepat. Selain memperkuat layanan di rumah sakit, RSUD Notopuro tahun ini juga menyiapkan inovasi baru melalui kehadiran MCU Mobile. Layanan tersebut nantinya menggunakan mobil medical check up yang dirancang untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan ke masyarakat. "Tahun ini kami juga akan menghadirkan MCU Mobile dengan adanya mobil MCU sehingga lebih mendekatkan layanan MCU ke pengguna," ungkapnya. Kehadiran MCU Mobile diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan. Dengan layanan bergerak itu, pemeriksaan kesehatan nantinya dapat dilakukan lebih dekat di tengah masyarakat sesuai kebutuhan. (ega/ega) Baca artikel detiknews, "RSUD Notopuro Sidoarjo Perkuat Layanan Medical Check Up" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8507679/rsud-notopuro-sidoarjo-perkuat-layanan-medical-check-up.
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Langit malam bagi masyarakat modern mungkin hanya hamparan bintang yang dinikmati sesaat. Namun bagi masyarakat Nusantara masa lampau, langit adalah peta, kalender, sekaligus sumber pengetahuan. Melalui pengamatan yang diwariskan turun-temurun, mereka membaca musim, menentukan waktu bercocok tanam, hingga mengatur aktivitas sosial dan ritual keagamaan. Pengetahuan itulah yang diangkat dalam Seminar Hasil Kajian Koleksi Etnografika bertajuk “TATAL: Membaca Astronomi Lokal melalui Teknologi Tradisional” yang diselenggarakan UPT Museum Negeri Mpu Tantular, Kamis (4/6/2026).Seminar yang berlangsung di Museum Negeri Mpu Tantular, Buduran, Sidoarjo, menghadirkan dua peneliti, Dr. Lucy Dyah Hendrawati, S.Sos., M.Kes. dari Universitas Airlangga dan Laras Aridhini, S.Ant., M.A., periset antropologi dan pengetahuan kebudayaan. Keduanya memaparkan hasil kajian mengenai Tatal, sebuah artefak tradisional yang menyimpan pengetahuan astronomi lokal masyarakat Nusantara.Bagi sebagian orang, Tatal mungkin tampak sebagai benda sederhana. Namun di balik bentuk fisiknya tersimpan kecerdasan budaya yang berkembang dari pengalaman panjang masyarakat dalam memahami alam.Menurut Dr. Lucy Dyah Hendrawati, masyarakat tradisional memiliki kemampuan observasi yang luar biasa terhadap fenomena alam yang terjadi di sekeliling mereka.“Pengetahuan astronomi lokal lahir dari hubungan yang sangat dekat antara manusia dan lingkungannya. Masyarakat membaca perubahan alam secara terus-menerus dan mengubahnya menjadi sistem pengetahuan yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.”Kemampuan membaca pergerakan benda-benda langit tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai perangkat tradisional yang berfungsi sebagai alat bantu penentuan waktu maupun penanda musim.Laras Aridhini menjelaskan bahwa artefak seperti Tatal menunjukkan bagaimana teknologi tradisional berkembang dari kebutuhan praktis masyarakat.“Benda-benda etnografika tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga menjadi media penyimpan pengetahuan. Melalui koleksi seperti Tatal, kita dapat memahami bagaimana masyarakat lokal membangun cara pandang terhadap ruang, waktu, dan alam semesta.”Warisan Pengetahuan yang Tersimpan dalam ArtefakDi tengah berkembangnya teknologi modern, pengetahuan tradisional sering kali terlupakan. Padahal, berbagai koleksi museum menyimpan jejak intelektual masyarakat masa lalu yang tidak kalah penting dibandingkan teknologi masa kini.Agustin Tri Ariyani dari Museum Negeri Mpu Tantular, menilai bahwa kajian terhadap koleksi museum merupakan upaya untuk mengungkap kembali lapisan makna yang tersimpan di balik sebuah artefak.“Artefak tradisional seperti Tatal tidak hanya merekam teknologi masyarakat masa lalu, tetapi juga cara berpikir, cara membaca alam, dan sistem pengetahuan yang berkembang di lingkungannya. Karena itu, kajian terhadap koleksi museum menjadi penting untuk membuka kembali makna yang tersimpan di balik benda budaya.”Menurut Ariyani, museum pada masa kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan penelitian dan menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat.“Warisan budaya tidak hanya hadir dalam bentuk bangunan atau benda kuno, tetapi juga dalam sistem pengetahuan yang diwariskan antargenerasi. Koleksi museum menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana masyarakat Nusantara membangun pengetahuan tentang alam, ruang, waktu, dan kehidupan.”Astronomi Lokal dan Kearifan NusantaraJauh sebelum hadirnya teleskop modern, masyarakat Nusantara telah mengembangkan berbagai metode untuk memahami fenomena langit. Pengetahuan mengenai peredaran matahari, bulan, dan gugusan bintang menjadi dasar dalam menentukan musim tanam, waktu melaut, hingga pelaksanaan berbagai tradisi adat.Dalam perspektif antropologi, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan tidak selalu lahir dari institusi formal, melainkan juga tumbuh dari pengalaman hidup masyarakat yang berlangsung selama berabad-abad.Tatal menjadi bukti bahwa masyarakat masa lalu mampu menciptakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan zamannya. Melalui pengamatan yang berulang dan diwariskan lintas generasi, lahirlah berbagai sistem pengetahuan yang membantu manusia beradaptasi dengan lingkungannya.Museum sebagai Jembatan Masa Lalu dan Masa DepanSeminar hasil kajian koleksi etnografika ini menjadi bagian dari komitmen Museum Mpu Tantular dalam mengembangkan fungsi edukasi dan penelitian. Melalui kajian ilmiah, museum berupaya menghadirkan informasi yang lebih mendalam mengenai koleksi yang dimilikinya sehingga tidak hanya dipandang sebagai benda pajangan, tetapi juga sumber ilmu pengetahuan.Tatal menjadi contoh bagaimana sebuah artefak sederhana dapat membuka pemahaman tentang kecanggihan masyarakat Nusantara dalam membaca fenomena alam. Pengetahuan tersebut lahir bukan dari laboratorium modern, melainkan dari pengalaman panjang, pengamatan yang cermat, dan kearifan yang diwariskan lintas generasi.Di tengah kemajuan teknologi digital, kajian seperti ini menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang tumbuh dari kebudayaannya sendiri. Langit yang sama yang kita lihat hari ini pernah menjadi ruang belajar bagi leluhur Nusantara untuk memahami dunia.Melalui Tatal, Museum Mpu Tantular mengajak masyarakat kembali menengok warisan intelektual masa lalu, sekaligus menyadari bahwa kemajuan peradaban tidak hanya dibangun oleh teknologi modern, tetapi juga oleh pengetahuan lokal yang telah hidup dan berkembang selama berabad-abad. (Irwan Susanto)
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
31.05.2026 - 14.06.2026
16.05.2026 - 19.06.2026
9.06.2026 - 12.06.2026
8.06.2026 - 12.06.2026
8.06.2026 - 15.06.2026
2.06.2026 - 8.06.2026
8.06.2026 - 11.06.2026
7.06.2026 - 30.06.2026
4.06.2026 - 14.06.2026
4.06.2026 - 18.06.2026
4.06.2026 - 31.03.2027
31.05.2026 - 1.06.2026
1.06.2026 - 3.06.2026
1.06.2026 - 4.06.2026
25.05.2026 - 18.06.2026
25.05.2026 - 26.05.2026
15.05.2026 - 30.06.2026
19.05.2026 - 25.05.2026
20.05.2026 - 3.06.2026
19.05.2026 - 20.05.2026
13.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 22.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 18.05.2026
19.05.2026 - 23.05.2026
11.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
10.05.2026 - 13.05.2026
6.05.2026 - 8.05.2026
4.05.2026 - 29.10.2026
5.05.2026 - 11.05.2026
6.05.2026 - 18.05.2026
4.05.2026 - 4.05.2026
4.05.2026 - 7.05.2026
4.05.2026 - 11.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
29.04.2026 - 3.06.2026
28.04.2026 - 21.05.2026
22.05.2026 - 23.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
24.04.2026 - 25.04.2026
27.04.2026 - 3.05.2026
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1855283