Kominfo, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Alun-alun Sidoarjo, Senin (1/6/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi sebagai inspektur upacara.Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Sidoarjo, anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, TNI/Polri, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta para peserta upacara dari berbagai unsur.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo H. Subandi membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam sambutannya disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, namun menjadi momentum untuk menjaga agar nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam jiwa setiap masyarakat Indonesia.Tema Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yakni “Pancasila Mempersatukan Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, namun juga menjadi dasar dalam mewujudkan perdamaian dunia.“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan. Indonesia tetap berdiri kokoh dalam keberagaman suku, budaya, dan agama dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar H. Subandi saat membacakan sambutan.Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia. Nilai musyawarah, gotong royong, dan kemanusiaan dinilai menjadi kekuatan Indonesia dalam menjaga persatuan serta berkontribusi terhadap perdamaian dunia.Selain itu, generasi muda juga diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau hafalan semata, namun benar-benar diterapkan dalam setiap kebijakan maupun perilaku sosial masyarakat.“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak persatuan bangsa. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi toleransi, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan,” lanjutnya.Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan. Melalui peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap semangat Pancasila terus tertanam dalam kehidupan masyarakat sebagai dasar memperkuat persatuan dan membangun Indonesia yang damai dan berkeadilan. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sudah cukup lama Sujiono, Soleh serta Dayat dan Rukiani tinggal di Rumah Tidak Layak Huni/RTLH. Keempatnya merupakan warga Desa Pabean Kecamatan Sedati. Sujiono dan Soleh tinggal di Dusun Alas Tipis, sedangkan Dayat dan Rukiani tinggal di Dusun Payan. Dua Dusun itu masuk Desa Pabean. Kondisi rumah keempat warga kurang mampu itu cukup memprihatinkan. Terlebih rumah Soleh, Dayat dan rumah Rukiani yang rusak cukup parah. Pagi tadi, Bupati Sidoarjo H. Subandi Inspeksi Mendadak/Sidak ke rumah empat warga Desa Pabean tersebut, Minggu, (31/5). Satu persatu RTLH itu ditinjaunya bersama Baznas Sidoarjo dan Dinas Sosial Sidoarjo. Hasilnya ia dapati keempat rumah tersebut betul-betul butuh perbaikan segera. Mulai dari perbaikan atapnya, lantainya serta dindingnya dan kamar mandinya.“Kodisi rumahnya tadi kita lihat kamar mandinya tidak layak, biar nanti kita benahi, kalau hujan rumah ini banjir karena atapnya bocor, nanti juga ada peninggian dan lantai akan kita keramik, serta ventilasinya juga tidak ada, nanti rumah ini kita hadapkan ke Selatan,” ucap bupati usai Sidak ke rumah Soleh.Bupati Sidoarjo H. Subandi berharap pemilik rumah dapat merawat rumahnya setelah perbaikan dilakukan. Penghuni rumah harus dapat menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat. Sekira terdapat barang-barang yang tidak terpakai hendaknya dibuang. Tidak ditimbun didalam rumah yang akan mengotori rumah itu sendiri.“Nanti kalau sudah dibangun, ini harus dibersihkan, kamar-kamar tidak boleh ditaruh barang-barang yang kotor,” pesan bupati kepada Soleh.Bupati Sidoarjo H. Subandi berharap perbaikan keempat RTLH tersebut dapat segera dilakukan. Ia meminta perbaikan dapat dilakukan di bulan Juni ini. Salah satunya perbaikan rumah milik Dayat yang dindingnya mengalami beberapa keretakan. Ia khawatir jika rumah RTLH seperti ini tidak segera diperbaiki. Pasalnya dapat mengancam pemilik rumah.“Ini menjadi kekhawatiran, tembok-tembok putus semua, saya masuk kebelakang atap seng nya juga keropos semua, kamar mandi juga begitu kondisinya, nanti kita benahi, lantainya juga kita tinggikan,” ucap bupati di rumah Dayat.Perbaikan yang sama juga diminta Bupati Sidoarjo H. Subandi pada rumah Rukiani. Perbaikan lantai serta kamar mandinya dapat segera dilakukan. Selain itu pembuatan ventilasi udara juga dapat dikerjakan dalam renovasi rumah Rukiani nanti. “Saya minta kepada Baznas, rumah ini dikasih ventilasi agar bu Rukiani tidak terganggu kesehatannya karena bu Rukiani sakit stroke, juga kamar mandinya kita benahi, juga nanti tak kasih hadiah kursi roda, tapi syaratnya anaknya harus mengajak ibu Rukiani ini jalan-jalan dengan kursi roda,” ucap bupati yang disambut syukur oleh Rukiani dan anaknya Towilah. Sementara itu Towilah mengaku bersyukur rumahnya menjadi salah satu penerima manfaat program renovasi rumah dari Baznas Sidoarjo. Keputusan bupati untuk memperbaiki rumahnya menjadi rezeki yang tak pernah dibayangkannya. Pasalnya keinginan untuk memperbaiki rumah itu sudah ada sejak lama. Namun keinginan itu tidak dapat diwujudkan karena perekonomian keluarganya. Padahal sudah cukup lama rumah yang ditempati ibunya beserta cucu-cucunya itu dalam kondisi rusak. “Alhamdulillah, rezeki,” ucapnya. Git/mas
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tengah berupaya menyediakan ruang yang positif bagi pecinta otomotif, khususnya penggemar motor 2-tak dan balap motor. Salah satunya melalui penyelenggaraan “Jayandaru All 2 Stroke Sidoarjo Vol. I”yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo pada Minggu (31/5/2026). Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi komunitas otomotif untuk menyalurkan hobi dan kreativitasnya secara aman serta menghindari balap liar di jalan raya.Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan bahwa motor 2-tak masih memiliki banyak penggemar lintas generasi, mulai dari kalangan muda hingga usia dewasa. Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa komunitas motor 2-tak masih sangat besar dan aktif.“Melalui event ini, merupakan wisata serta hiburan pecinta motor 2-tak. Kendaraan ini banyak pecintanya dan tidak melihat usia, dari muda hingga tua. Antusias peserta luar biasa bahkan tidak hanya masyarakat Sidoarjo saja yang berpartisipasi namun juga seluruh Indonesia,” ujarnya. Sebanyak 110 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah, di antaranya Banjarmasin, Ambon, Jawa Tengah, dan sejumlah wilayah lainnya. Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik, termasuk satu unit sepeda motor Ninja sebagai hadiah utama.Melihat tingginya animo masyarakat, Subandi memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar. Bahkan, Pemkab Sidoarjo berencana menjadikannya agenda rutin yang dapat dinikmati masyarakat Sidoarjo maupun pecinta motor 2-tak dari seluruh Indonesia.“Tentu akan ada kegiatan kembali, baik tahun 2027 maupun akhir tahun nanti. Kami siapkan hadiah-hadiah menarik agar animo pecinta motor 2-tak ini terus meningkat dan bisa dinikmati masyarakat Sidoarjo khususnya serta seluruh Indonesia,” katanya.Subandi yang juga mengaku sebagai penggemar motor 2-tak berharap komunitas otomotif dapat menyalurkan hobinya secara positif dan tetap mengutamakan keselamatan berkendara.“Saya juga pecinta motor 2-tak. Harapan saya jangan digunakan untuk kebut-kebutan di jalan. Nikmati sensasi motor 2-tak dengan tertib dan aman, bukan untuk balapan liar,” tegasnya.Menurutnya, penyelenggaraan event otomotif seperti ini tidak hanya menjadi sarana silaturahmi komunitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas bengkel, penjualan suku cadang, hingga pelaku UMKM pendukung otomotif ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas komunitas motor 2-tak.“Adanya event ini minimal usaha bengkel bisa berjalan, termasuk penjualan berbagai kebutuhan dan perlengkapan motor 2-tak. Jika kegiatan seperti ini bisa digelar setahun dua kali, tentu akan ikut menggerakkan UMKM dan sektor usaha otomotif di Sidoarjo,” ujarnya.Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga otomotif yang aman dan terarah, Pemkab Sidoarjo juga tengah menyiapkan pembangunan sirkuit balap seluas sekitar 20 hektare yang ditargetkan dapat dimanfaatkan pada tahun 2027.Keberadaan sirkuit tersebut diharapkan menjadi fasilitas bagi para pecinta balap untuk menyalurkan hobi dan bakatnya secara profesional sehingga dapat mengurangi praktik balap liar di jalan raya.“Nantinya pada tahun 2027 akan ada track atau sirkuit dengan luas sekitar 20 hektare yang dapat memanjakan pecinta balap. Dengan adanya fasilitas tersebut, anak-anak muda yang memiliki hobi balap bisa difasilitasi dengan baik sehingga tidak lagi balapan di jalan umum,” tutupnya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengapresiasi peluncuran lagu “Sidoarjo Bersih” yang dipersembahkan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Cabang Sidoarjo sebagai upaya memperkuat budaya hidup bersih dan menjaga kenyamanan kawasan Car Free Day (CFD).Lagu yang diciptakan oleh drg. Winaryo, Sp. Periodonsia tersebut diluncurkan sebagai media edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan. Proses penciptaannya pun terbilang cepat, tidak sampai dua hari, dan langsung dapat dibawakan oleh tim paduan suara yang telah menghafalkannya dalam waktu singkat.Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi kepada IKA Unair Sidoarjo atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan mudah diterima.“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mengapresiasi Ikatan Alumni Universitas Airlangga yang telah memberikan hadiah istimewa untuk Sidoarjo berupa lagu yang penuh semangat dan pesan positif,” ujarnya saat peluncuran lagu tersebut di Paseban Timur Alun-alun Sidoarjo pada Minggu (31/5/2026).Menurut Mimik, keberadaan Car Free Day tidak hanya ditujukan sebagai ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga harus menjadi kawasan yang bersih dan nyaman bagi seluruh pengunjung.“Car Free Day tidak hanya ramai, tetapi juga harus bersih dan nyaman. Lewat lagu ini dapat menjadi media sederhana untuk menyampaikan pesan hingga ke hati pendengarnya. Maknanya sangat luar biasa,” katanya.Ia mengatakan, lagu “Sidoarjo Bersih” menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pesan yang disampaikan melalui musik dinilai lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat.“Setelah mendengarkan lagu ini, kita diingatkan untuk terus menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya. Menjaga Sidoarjo tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga masyarakat, komunitas, dan akademisi yang bergerak bersama,” tuturnya.Mimik menambahkan, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting dalam membangun budaya bersih yang berkelanjutan.“Ketika musiknya terdengar, masyarakat langsung ingat bahwa Car Free Day bukan hanya untuk kesehatan badan, tetapi juga kesehatan lingkungan. Mari jadikan budaya bersih sebagai kebiasaan, bukan karena ada petugas yang melihat, tetapi karena kesadaran bersama,” ujarnya.Sementara itu, Ketua IKA Unair Cabang Sidoarjo, dr. Berlian Aniek Herlina, mengatakan bahwa lagu dipilih sebagai media kampanye karena memiliki kekuatan untuk menanamkan pesan secara cepat dan mudah diingat masyarakat.Menurutnya, pesan utama dalam lagu tersebut adalah mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai gaya hidup sehari-hari, bukan sebagai beban. “Melalui lagu “Sidoarjo Bersih”, saya berharap semangat menjaga kebersihan dapat terus dikumandangkan sehingga ruang publik, khususnya kawasan CFD dan Alun-Alun Sidoarjo, semakin bersih, sehat, indah, dan nyaman,”pesannya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, berdiri sebuah masjid yang menghadirkan suasana berbeda. Di saat banyak masjid modern mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah, Masjid Jami` Kauman Taman justru menampilkan karakter kuat arsitektur Islam Jawa melalui dominasi kayu, ukiran tradisional, dan konstruksi ruang yang mengingatkan pada masjid-masjid kuno Nusantara.Begitu memasuki ruang utama, perhatian jamaah langsung tertuju pada struktur kayu besar yang menjulang di tengah bangunan. Tiang-tiang utama dengan balok bertingkat membentuk komposisi ruang yang menyerupai konsep saka guru, elemen arsitektur yang menjadi ciri khas masjid tradisional Jawa sejak masa awal penyebaran Islam.Di bagian mihrab, ukiran kaligrafi Arab memenuhi hampir seluruh bidang dinding. Lafaz-lafaz Al-Qur`an berpadu dengan motif sulur khas Nusantara yang dipahat dengan detail tinggi, menghadirkan suasana sakral sekaligus artistik.Keberadaan elemen-elemen tersebut menunjukkan bahwa Masjid Jami` Kauman Taman bukan sekadar ruang ibadah, melainkan representasi dari perjalanan panjang dakwah Islam yang tumbuh melalui pendekatan budaya.Jejak Kauman dan Tradisi DakwahDalam tradisi masyarakat Jawa, istilah Kauman memiliki makna historis yang penting. Kauman merupakan kawasan yang tumbuh di sekitar masjid dan menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat. Di tempat inilah para ulama, penghulu, santri, dan tokoh agama menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, serta pembinaan sosial kemasyarakatan.Keberadaan Masjid Jami` Kauman Taman tidak dapat dilepaskan dari tradisi tersebut. Masjid menjadi pusat spiritual sekaligus ruang pertemuan masyarakat yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kehidupan sehari-hari.Dalam berbagai tulisannya mengenai sejarah Wali Songo dan Islam Nusantara, sejarawan Agus Sunyoto menjelaskan bahwa keberhasilan dakwah Islam di Jawa tidak terjadi melalui penghapusan budaya lokal, melainkan melalui proses akulturasi yang damai dan bertahap.Menurut Agus Sunyoto, para ulama Nusantara menjadikan budaya sebagai media dakwah sehingga masyarakat menerima Islam tanpa merasa tercerabut dari identitas sosial dan budayanya. Pendekatan tersebut melahirkan berbagai bentuk ekspresi Islam yang khas, termasuk arsitektur masjid tradisional Jawa.Pandangan itu tercermin kuat pada Masjid Jami` Kauman Taman. Dominasi kayu, ukiran tradisional, serta tata ruang yang mengadopsi unsur arsitektur Nusantara menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dapat hadir melalui bahasa budaya yang akrab bagi masyarakat setempat.Dakwah yang Hadir Melalui ArsitekturBagi sebagian orang, dakwah identik dengan ceramah atau pengajian. Namun pada bangunan seperti Masjid Jami` Kauman Taman, dakwah juga hadir melalui bentuk fisik bangunan.Kaligrafi yang menghiasi dinding tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, melainkan media pengingat bagi jamaah terhadap ayat-ayat Al-Qur`an dan nilai-nilai keislaman. Begitu pula struktur saka guru yang menjulang ke atas, yang dalam filosofi Jawa dimaknai sebagai simbol hubungan manusia dengan Sang Pencipta.Sejarawan Islam Nusantara Prof. Dr. Ahmad Baso dalam sejumlah kajiannya menjelaskan bahwa masjid-masjid tradisional Jawa merupakan bentuk nyata dialog antara ajaran Islam dan kebudayaan lokal. Bangunan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pendidikan budaya yang memperkenalkan nilai-nilai Islam melalui simbol, seni, dan arsitektur.Melalui perspektif tersebut, Masjid Jami` Kauman Taman dapat dipahami sebagai bagian dari kesinambungan tradisi dakwah Islam Nusantara yang menghargai budaya sebagai sarana penyebaran nilai-nilai keagamaan.Masjid Sebagai Pusat PeradabanSejak masa awal perkembangan Islam di Nusantara, masjid selalu memiliki fungsi yang lebih luas dibandingkan sekadar tempat salat. Masjid menjadi pusat pendidikan, musyawarah, kegiatan sosial, hingga pembinaan generasi muda.Fungsi itu masih hidup di Masjid Jami` Kauman Taman. Berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan Al-Qur`an, kajian Islam, serta aktivitas sosial masyarakat berlangsung di lingkungan masjid dan memperkuat perannya sebagai pusat kehidupan warga.Dalam konteks tersebut, keberadaan Masjid Jami` Kauman Taman menjadi penting bukan hanya bagi jamaah yang beribadah di dalamnya, tetapi juga bagi upaya pelestarian identitas budaya Islam Jawa yang semakin jarang ditemukan di tengah arus modernisasi.Menjaga Warisan Islam NusantaraArsitektur Masjid Jami` Kauman Taman memperlihatkan bahwa modernitas tidak harus menghilangkan akar budaya. Sebaliknya, warisan lokal dapat menjadi fondasi yang memperkaya ekspresi keislaman masyarakat.Sebagaimana dijelaskan Agus Sunyoto dalam berbagai karyanya, Islam Nusantara tumbuh melalui pendekatan yang santun, adaptif, dan menghargai kebudayaan masyarakat. Jejak pendekatan tersebut masih dapat dibaca melalui bangunan-bangunan masjid tradisional yang tersebar di berbagai daerah, termasuk di Taman, Sidoarjo.Di balik tiang-tiang kayu yang kokoh, ukiran kaligrafi yang rumit, dan ruang ibadah yang teduh, Masjid Jami` Kauman Taman menyimpan pesan penting: bahwa dakwah tidak selalu disampaikan melalui kata-kata. Kadang ia hadir melalui bentuk bangunan, seni ukir, dan warisan budaya yang terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.Masjid ini bukan hanya tempat salat. Ia adalah penanda sejarah, ruang pendidikan, sekaligus saksi bagaimana Islam berkembang di tanah Jawa melalui jalan kebudayaan yang damai dan membumi. (Ir/Kominfo)
Selengkapnya
JATIM.SUARAMERDEKA.COM - Rencana pembangunan flyover di Simpang Empat Gedangan, Sidoarjo mulai memasuki tahap pembebasan lahan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pemerintah kecamatan dan desa kini mempercepat proses administrasi dengan skema “ganti untung” bagi warga terdampak. Camat Gedangan, Asmara Hadi, menegaskan pemerintah tidak hanya menghitung nilai tanah dan bangunan, tetapi juga memperhatikan dampak ekonomi warga, termasuk biaya relokasi usaha. “Bukan lagi ganti rugi, tetapi keuntungan dengan harga yang pantas. Warga yang memiliki usaha juga diperhitungkan biaya relokasi dan kebutuhan mencari tempat baru,” ujarnya, Jumat 22 Mei 2026. Menurutnya, mayoritas warga mendukung proyek flyover tersebut. Saat sosialisasi berlangsung, masyarakat lebih banyak menanyakan tahapan administrasi dan proses appraisal dibanding menyampaikan penolakan. Pemerintah Kecamatan Gedangan juga menyiapkan layanan administrasi terpadu untuk membantu kelengkapan dokumen warga terdampak, mulai surat ahli waris hingga legalitas kepemilikan tanah. Flyover Gedangan ditargetkan mulai dibangun pada 2027 setelah proses pembebasan lahan rampung sebelum akhir 2026. Jalur flyover direncanakan membentang dari sisi selatan Monumen Gedangan hingga mendekati akses kawasan Puri Surya. “Kalau lalu lintas lancar, dampaknya besar. Waktu tempuh lebih efisien, konsumsi BBM berkurang, kecelakaan menurun, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” tambah Asmara. Di sisi lain, Kepala Desa Gedangan, Saiful Asis, menyebut warga sudah lama menantikan proyek tersebut. “Warga sangat antusias karena flyover ini memang sudah lama dinunggu,” ucap Saiful. Dukungan serupa disampaikan warga Gedangan yang berharap proyek segera terealisasi untuk mengurai kemacetan harian di kawasan simpang empat. Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan proyek flyover menjadi prioritas pembangunan daerah dan telah mendapat dukungan pemerintah pusat. “Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan. Semua diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa makelar,” tegasnya. Dukungan terhadap proyek flyover juga datang dari masyarakat. Faisol (48), warga Gedangan, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak 2018, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. “Dulu sempat disurvei tim dari ITB dan direncanakan mulai 2019, tapi tertunda karena pandemi,” katanya. Menurutnya, warga kini berharap proyek tersebut benar-benar terealisasi agar kemacetan harian di simpang Gedangan bisa segera terurai. “Warga mendukung penuh. Kami sudah jenuh macet setiap hari di perempatan Gedangan,” ujarnya. Hal senada disampaikan Gafur (50), warga lainnya, yang menilai pembangunan flyover akan memberi dampak besar terhadap kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. “Kalau jalan lancar tentu ekonomi juga ikut bergerak lebih baik. Yang penting proses ganti untung berjalan adil dan transparan,” pungkasnya.*** Sumber :https://jatim.suaramerdeka.com/jatim/108817160641/kemacetan-simpang-gedangan-sidoarjo-siap-diurai-proyek-flyover-masuk-tahap-realisasi
Selengkapnya
Jakarta - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya melakukan pengelolaan sampah melalui inovasi berbasis masyarakat lewat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Skema ini dinilai mampu membuat pengelolaan sampah lebih efektif sekaligus melibatkan warga secara langsung. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Arif Mulyono mengatakan pendekatan ini menjadi salah satu strategi utama untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). "Kami memiliki 209 TPS3R dan sekitar 200 bank sampah di desa-desa. Fokus kami memberdayakan masyarakat melalui TPS3R," kata Arif dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026). Dia menjelaskan, TPS3R dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ditunjuk oleh pemerintah desa setempat. Melalui skema ini masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga terlibat langsung dalam pengelolaan sampah di lingkungannya. Dalam operasionalnya, satu TPS3R rata-rata melibatkan sekitar delapan tenaga kerja dari warga sekitar. Pakara pekerja terdiri dari direktur, staf keuangan, hingga petugas pengangkut dan pemilah sampah. "Tugas TPS3R mulai dari menarik retribusi Rp 20 ribu sampai Rp 35 ribu per KK, pengangkutan sampah, pemilahan, hingga menjual hasil pilahan," jelasnya. Dari sekitar 1.000 kepala keluarga, volume sampah yang masuk ke TPS3R bisa mencapai 1.500 kilogram per hari yang kemudian dipilah menjadi organik dan non-organik. Sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah non-organik yang memiliki nilai ekonomis dijual kembali oleh pengelola. Secara keseluruhan, produksi sampah di Sidoarjo mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Namun, hanya sekitar 500-600 ton yang diangkut ke TPA. Sementara itu, residu sekitar 40-50 persen dari hasil pemilihan di TPS3R dikirim ke TPA Griyomulyo di Kecamatan Jabon. "Keberadaan TPS3R menjaga umur TPA kami agar tidak cepat penuh," pungkasnya. (ADV) Sumber : https://news.detik.com/berita/d-8448692/pemkab-sidoarjo-libatkan-warga-kelola-sampah-lewat-inovasi-tps3r
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Tujuh ekor sapi menjadi hewan kurban Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Beratnya ada yang mencapai 1 ton lebih. Bukan hanya satu, tapi tiga ekor sapi yang beratnya 1 ton lebih. Sedangkan berat empat sapi kurban lainnya berkisar antara 800 sampai 900 kg. Sapi-sapi kurban itu disembelih di rumahnya sendiri usai sholat Idul Adha, Rabu, (27/5). Proses penyembelihannya diawasi langsung oleh Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo. Petugas pemeriksa ternak kurban dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo diterjunkan hingga selesai penyembelihannya. Drh.Arif yang datang mengatakan kondisi seluruh sapi sangat baik. Hal tersebut dilihatnya langsung dari pengecekan awal sebelum disembelih. Begitu pula usai disembelih. Daging maupun organ dalamnya terlihat sehat. Tidak ada sapi yang mengalami sakit. Seluruhnya dalam kondisi sehat. "Kami sudah melakukan pemeriksaan dirumah ibu wakil bupati, sapi-sapi nya dalam keadaan baik, besar, sebelum disembelih dalam keadaan baik, setelah disembelih kami cek dagingnya, jeroan nya juga dalam keadaan baik dan layak dikonsumsi," ucap Drh. ArifWabup Hj Mimik Idayana mengatakan Hari Raya Idul Adha menjadi momentum untuk berbagi kepada sesama. Idul Adha tahun ini ia membagikan 4 ribu bagian daging kurban kepada masyarakat disekitar rumahnya. Ribuan daging kurban itu dikemas dalam besek bambu. Besek-besek tersebut dibelinya dari UMKM di Sidoarjo. "Kenapa kami memilih besek, karena kami ingin memberdayakan UMKM yang ada dan mengurangi limbah sampah plastik karena besek ramah lingkungan," ucapnya. Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan didistribusi daging kurban dilakukan merata di empat desa di Kecamatan Candi. Antara lain Desa Kedungkendo, Sugihwaras, Gelam dan Desa Candi. Pembagian dilakukan dengan penukaran kupon yang telah di bagikan tim khususnya. Ia pun bersyukur kegiatan yang rutin dilakukannya dapat berjalan dengan tertib dan lancar. "Kami sekeluarga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ibadah kurban kali ini yang kami harapkan dapat membawa berkah serta kebahagiaan bagi warga yang menerimanya," ujarnya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Suasana khidmat dan penuh berkah menyelimuti pelaksanaan hari raya Idul Adha di Kabupaten Sidoarjo. Setelah melaksanakan salat jemaah di Masjid Agung Sidoarjo, Bupati Sidoarjo H.Subandi,S.H.M,Kn.beserta forkopimda dan OPD melanjutkan rangkaian kegiatan dengan prosesi penyerahan hewan kurban kepada ketua takmir Masjid Agung Sidoarjo.Selasa (27/5/2026).Bupati Subandi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran ibadah tahun ini. Pada Idul Adha kali ini, Pemkab Sidoarjo menyerahkan satu sapi kurban dengan bobot mencapai 800 kilogram."Hari ini kita melaksanakan ibadah kurban, salah satunya sapi kurban di Masjid Agung yang beratnya mencapai 800 kilogram. Mudah-mudahan dengan kurban hari ini bisa membawa manfaat, terutama bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.Subandi mengonfirmasi bahwa secara keseluruhan terdapat total 10 hewan kurban yang dihimpun dan disembelih di lingkungan Masjid Agung Sidoarjo untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang berhak. Sedangkan Bantuan Sapi dari Presiden Prabowo Subianto berbobot 1,2 ton Dialihkan ke Daerah Terpencil.Bupati Sidoarjo juga menjelaskan adanya strategi khusus dalam penyalurannya. Bantuan sapi dari Presiden sengaja dialihkan dan diberikan kepada masyarakat di daerah pinggiran Kecamatan Jabon).Langkah ini diambil agar distribusi daging kurban lebih merata dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, mengingat pasokan hewan kurban di wilayah perkotaan sudah dinilai sangat mencukupi."Kemarin kita mendapat bantuan (sapi) Presiden, kita berikan kepada daerah pinggiran, daerah Jabon. Karena saya ingin bantuan ini bisa disalurkan di tempat-tempat yang membutuhkan. Tentu dengan bantuan Pak Presiden ini sangat membantu warga kita yang membutuhkan daging kurban di daerah terpencil," jelasnya.Sebagai penutup, Subandi menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh warga Sidoarjo untuk terus menjaga persatuan. Hubungan yang harmonis antara masyarakat dinilai menjadi kunci utama kelancaran roda pemerintahan dan pembangunan daerah."Atas nama pimpinan daerah Kabupaten Sidoarjo, tentu (pesannya) terus menjaga kondusifitas yang ada di Sidoarjo, terus bersilaturahmi. Insyaallah kalau masyarakat kita ini guyub, kompak, tentunya pemerintah pun akan mudah menjalankan amanah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus kompak, rukun, dan damai," pungkasnya. (Son/Mas)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, Satpol PP Sidoarjo, Bank Jatim Sidoarjo serta jajaran Forkopimda menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jatim berupa 30 unit kursi taman untuk Alun-Alun Sidoarjo. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Paseban Alun-Alun Sidoarjo, Selasa (26/5/2026).Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan apresiasinya kepada Bank Jatim atas kepedulian terhadap pembangunan dan penataan fasilitas publik di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, bantuan CSR tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung tata kelola kawasan publik agar semakin nyaman dan representatif bagi masyarakat.“Terima kasih kepada Bank Jatim yang telah peduli kepada daerah melalui program CSR. Kehadiran bantuan ini tentu sangat membantu dalam memperbaiki tata kelola daerah, termasuk mempercantik Alun-Alun Sidoarjo yang saat ini sudah terlihat lebih hijau dan nyaman,” ujar Bupati H.Subandi.Ia mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat terhadap keberadaan Alun-Alun Sidoarjo harus diimbangi dengan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan fasilitas umum yang telah tersedia. Bupati Subandi juga meminta masyarakat mematuhi seluruh rambu dan aturan yang ada demi menjaga ketertiban serta kenyamanan bersama.“Fasilitas yang sudah dibangun dan dipercantik ini harus kita jaga bersama. Kebersihan, ketertiban, serta fasilitas umum yang ada harus dirawat agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” katanya.Selain itu, Bupati H.Subandi juga menegaskan bahwa seluruh bantuan hibah maupun CSR dari perusahaan harus tercatat dengan baik dan dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.“Kita ingin seluruh bantuan berjalan transparan dan akuntabel. Jangan sampai niat baik justru menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono mengatakan bahwa bantuan 30 unit kursi taman dari Bank Jatim saat ini telah terpasang dengan baik di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan siap dimanfaatkan masyarakat.“Alhamdulillah seluruh kursi taman sudah terpasang dengan baik dan nantinya akan terus kami lakukan pemeliharaan bersama tim agar tetap nyaman digunakan masyarakat,” ujarnya.Arif menjelaskan, Alun-Alun Sidoarjo kini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat. Pada hari biasa jumlah pengunjung mencapai sekitar 350 orang per hari. Sementara saat akhir pekan jumlah pengunjung meningkat signifikan.“Kalau hari Sabtu jumlah pengunjung bisa mencapai sekitar 3.000 orang dan hari Minggu bisa lebih dari 10.000 pengunjung. Ini menunjukkan bahwa Alun-Alun Sidoarjo menjadi ruang rekreasi masyarakat yang sangat diminati,” jelasnya.Dengan adanya tambahan fasilitas kursi taman tersebut, diharapkan kenyamanan pengunjung Alun-Alun Sidoarjo semakin meningkat. Bupati Sidoarjo H. Subandi juga berharap kepedulian serupa dapat terus dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya melalui program CSR demi mendukung pembangunan dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Sidoarjo. (Son)
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
31.05.2026 - 1.06.2026
1.06.2026 - 3.06.2026
1.06.2026 - 4.06.2026
25.05.2026 - 18.06.2026
25.05.2026 - 26.05.2026
15.05.2026 - 30.06.2026
19.05.2026 - 25.05.2026
20.05.2026 - 3.06.2026
19.05.2026 - 20.05.2026
13.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 22.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 18.05.2026
19.05.2026 - 23.05.2026
11.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
10.05.2026 - 13.05.2026
6.05.2026 - 8.05.2026
4.05.2026 - 29.10.2026
5.05.2026 - 11.05.2026
6.05.2026 - 18.05.2026
4.05.2026 - 4.05.2026
4.05.2026 - 7.05.2026
4.05.2026 - 11.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
29.04.2026 - 3.06.2026
28.04.2026 - 21.05.2026
22.05.2026 - 23.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
24.04.2026 - 25.04.2026
27.04.2026 - 3.05.2026
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1829108