Sidoarjo, Wartakotadelta.com– Di sudut sederhana Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, senyum lega terlihat dari wajah Suwarni saat mendengar kabar anaknya dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2026. Bagi ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan makanan kecil di warung sederhana itu, bantuan pendidikan tersebut bukan sekadar bantuan biaya sekolah, melainkan harapan baru untuk masa depan anaknya. Di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir membawa angin segar bagi ribuan keluarga. Tahun 2026 ini, Pemkab Sidoarjo menyiapkan sebanyak 4.000 beasiswa pendidikan bagi siswa dan mahasiswa berprestasi maupun keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi generasi muda Sidoarjo agar tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa harus terbebani persoalan biaya. Bagi Suwarni, bantuan itu terasa sangat berarti. Ia mengaku selama ini hanya mengandalkan penghasilan dari warung makanan kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anaknya, Risky Wahyu Pradana, siswa kelas 6 SDN Penambangan. Meski hidup sebagai seorang janda, Suwarni selalu berusaha menanamkan semangat belajar kepada anaknya. Ia berharap pendidikan bisa menjadi jalan bagi Risky untuk mengubah masa depan keluarga mereka. “Saya sangat bersyukur dan senang sekali anak saya mendapatkan bantuan beasiswa ini. Semoga bisa membantu pendidikan anak saya sampai nanti melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya,” ujar Suwarni, Selasa (19/5/2026). Dengan mata berkaca-kaca, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Desa Penambangan yang telah membantu mengakomodasi warganya agar bisa mendapatkan bantuan pendidikan tersebut. “Terima kasih Pak Bupati dan Pak Kepala Desa karena sudah membantu anak saya mendapatkan beasiswa,” tuturnya. Di balik bantuan itu, tersimpan mimpi besar seorang anak desa bernama Risky Wahyu Pradana. Bocah yang gemar bermain sepak bola itu mengaku kini semakin semangat belajar setelah mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemkab Sidoarjo. Dengan polos dan penuh keyakinan, Risky mengatakan dirinya bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI saat dewasa nanti. Baginya, pendidikan menjadi langkah awal untuk bisa menggapai impian tersebut. “Nanti kalau sudah besar saya ingin jadi tentara,” ucap Risky sambil tersenyum malu. Bantuan beasiswa yang diterimanya membuat Risky merasa lebih percaya diri untuk terus sekolah dan mengejar cita-cita. Ia juga mengaku senang karena dapat membantu meringankan beban orang tuanya. “Terima kasih Pak Bupati dan Pak Kepala Desa sudah membantu keluarga saya,” katanya. Kisah keluarga Suwarni menjadi satu dari ribuan cerita harapan yang lahir melalui program Beasiswa Pemkab Sidoarjo tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memang menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Seleksi penerima beasiswa telah dilakukan setelah proses pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 28 Februari 2026 lalu. Nama-nama penerima diumumkan melalui laman resmi Pemkab Sidoarjo berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/251/438.1.1.3/2026. Tahun ini, total 4.000 penerima manfaat mendapatkan bantuan pendidikan dengan rincian 1.500 siswa yatim jenjang SD hingga SMP sederajat, 1.000 siswa SMA dan mahasiswa yatim kurang mampu, 1.000 mahasiswa kategori prestasi akademik dan nonakademik, serta 500 mahasiswa bidang keagamaan. Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak di Kabupaten Sidoarjo memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Menurutnya, beasiswa tidak hanya dimaknai sebagai bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan. “Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional kemarin, saya telah menandatangani SK penerima Beasiswa Pemkab Sidoarjo tahun 2026. Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung mimpi anak-anak hebat di Sidoarjo,” ujarnya. Ia berharap seluruh penerima beasiswa dapat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sungguh-sungguh serta terus meningkatkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. “Semoga bantuan ini menjadi penyemangat belajar dan membawa keberkahan bagi masa depan mereka. Terus berprestasi dan ikut membangun Sidoarjo yang lebih maju,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Desa Penambangan, Helmy Firmansyah, menilai program beasiswa tersebut sangat membantu masyarakat, terutama keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak-anak mereka. Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan di tengah masyarakat. Karena itu, program seperti ini dinilai sangat menyentuh kebutuhan warga secara langsung. “Kami sangat mengapresiasi program beasiswa dari Pemkab Sidoarjo ini karena benar-benar membantu masyarakat. Program ini bisa mengawal pendidikan anak-anak agar tetap terus sekolah dan melanjutkan pendidikan mereka,” ujarnya. Helmy juga berharap program beasiswa tersebut dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak anak-anak di Kabupaten Sidoarjo yang dapat menggapai cita-citanya tanpa harus terkendala biaya pendidikan. Bagi keluarga seperti Suwarni dan Risky, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya, ada harapan besar yang perlahan tumbuh. Harapan seorang ibu agar anaknya tetap sekolah. Harapan seorang anak desa untuk mengenakan seragam TNI suatu hari nanti. Dan harapan bahwa pendidikan masih menjadi jalan paling penting untuk mengubah masa depan.(ADV)
SelengkapnyaSidoarjo, BhirawaKeluarga besar Nadila Mustika Amalia, mahasiswi Sidoarjo penerima program bantuan beasiswa mahasiswa kurang mampu, yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo tahun 2026 ini, benar -banar mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sidoarjo. Karena Nadila merupakan harapan dan masa depan keluarga, yang saat ini tinggal di rumah yang sangat sederhana, yang ada di RT 05 RW 02 Desa Siwalan panji Kecamatan Buduran itu. Ditemui di rumahnya yang sederhana, Nadila (22) yang saat ini sedang mengerjakan tugas akhir di UPN Surabaya itu, merupakan putri pertama dari pasangan Sulistyarini (47) dan Adi Prayoga (48), yang kesehariannya bekerja sebagai PKL di kawasan SMP PGRI 1 Buduran di Desa Siwalan panji, Buduran. "Alhamdulillah bantuan beasiswa dari Pemkab Sidoarjo ini sangat membantu pak, tidak hanya untuk membayar UKT saya, tetapi bagi saya yang semester akhir ini banyak kebutuhan lain. Seperti untuk kebutuhan skripsi dan KKN maupun biaya untuk wisuda, semoga bantuan ini bermanfaat bagi saya," kata Nadila, Kamis (14/5) akhir pekan lalu, saat ditemui di rumahnya yang sangat sederhana. Nadilah yang merupakan lulusan dari SMKN 2 Buduran ini, mengatakan saat ini keluarganya masih tinggal serumah dengan kakek dan neneknya di Desa Siwalan panji, Buduran. Dari dua saudaranya, hanya dirinya yang sedang kuliah. Adeknya yang pertama, saat ini bekerja dan adek keduanya masih duduk di bangku SMP. "Keluarga saya berharap kuliah saya segera cepat selesai, sehingga bisa membantu keluarga," kata mahasiswi yang mengambil jurusan administrasi negara di UPN Surabaya itu. Nadilah mengatakan setelah dirinya mengajukan permohonan bantuan beasiswa kurang mampu , ada petugas yang datang untuk survey ke rumahnya yang sangat sederhana itu. Dirinya ditemani nenek dan kakek, karena ayah dan ibunya sedang berjualan di sekitar SMP PGRI 1 Buduran. Dirinya mengetahui permohonan yang diajukan lolos seleksi, dari media sosial Pemkab Sidoarjo. bantuan beasiswa yang ia terima, nanti ia harapkan agar kuliahnya bisa berjalan dengan lancar. Mahasiswi kelahiran Sidoarjo, 15 Maret 2024 ini mengatakan dirinya mengetahui program beasiswa mahasiswa kurang mampu dari Pemkab Sidoarjo tersebut , dari IG milik Pemkab Sidoarjo, juga ada dari teman-teman yang memberitahu. Setelah mendaftar , ada temannya yang juga dapat beasiswa juga ada yang tidak lolos seleksi. Saat mendaftar dalam program ini, dirinya merasa tidak kesulitan. Meski pendaftaran dilakukan secara online. Semua proses pendaftaran berjalan lancar. "Satu rumah mendoakan saya pak agar berhasil, saya bersyukur bisa lolos. Semoga kuliah saya lancar," kata mahasiswi yang memakai hijab itu. Ibu dari Nadila, Sulistyarini ( 47), juga ikut mengucapkan terimakasih atas bantuan beasiswa dari Pemkab Sidoarjo tersebut. "Alhamdulillah saya senang, semoga kuliah anak saya bisa lancar dan cepat selesai," kata Sulistyarini, yang setiap hari bersama suami berjualan es jus, di kawasan SMP PGRI 1 Buduran itu. Kakek dan nenek Nadila, yang tahu cucunya akan mendapatkan bantuan program beasiswa mahasiswa tidak mampu itu, mata mereka sampai berkaca-kaca. Karena bercampur campur perasaannya. Antara gembira dan terharu. "Saya juga mendoakan, agar kuliah cucu saya cepat selesai dan mendapatkan kerja yang tepat," kata nenek Nadila, yang berusia 65 tahun itu terlihat meneteskan air mata. Demikian juga dengan Suparno (72), kakeknya. Kepala Dinas Komunikasi dan informasi Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, menyampaikan program bantuan beasiswa tahun 2026 ini, merupakan program unggulan dari Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, terhadap dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Tujuannya, agar para generasi muda di Sidoarjo bisa berprestasi, dan termotivasi untuk terus belajar serta mengembangkan potensi diri. Program unggulan ini, disampaikan Eri, disalurkan lewat beberapa kategori. Diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo sebanyak 1.500 quota berupa bantuan pendidikan anak yatim SD dan SMP. Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.000 quota berupa bantuan pendidikan untuk anak yatim SMA dan mahasiswa kurang mampu. Disporapar Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.000 quota untuk mahasiswa berprestasi akademis dan non akademis serta di Bagian Kesejahteraan rakyat Setda Sidoarjo berupa bantuan prestasi keagamaan sebanyak 500 quota. "Program ini pendaftarannya telah dibuka sejak 1 Pebruari 2026 sampai 28 Pebruari 2026, penerima beasiswa telah ditanda tangani oleh Bupati, saat peringatan hari pendidikan nasional 2026," ujar Eri. Selanjutnya, para penerima bantuan beasiswa, dapat melakukan pengecekan nama penerima secara mandiri, lewat laman website resmi, beasiswa.sidoarjokab .go.id. (adv.kus)
SelengkapnyaSidoarjo, cakrawala.co – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, terus menggenjot capaian Cakupan Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di seluruh Puskesmas. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 447.882 atau setara 20,09% warga telah memanfaatkan layanan ini.Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan CKG. Hingga minggu pertama Mei 2026, angka capaian CKG di Kabupaten Sidoarjo dilaporkan telah berjalan sesuai jalur (on the track) yang ditargetkan.Berdasarkan data terbaru, realisasi CKG di Kabupaten Sidoarjo telah menyentuh angka 20,09 persen atau secara absolut telah menjangkau 447.882 orang.Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Laksime Yuantina, M.Kes, menyatakan optimisme yang tinggi terhadap tren kenaikan ini. Pihaknya membidik target kabupaten sebesar 52 persen (1.170.594 orang), yang mana angka ini berada di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 46 persen (1.025.737 orang)."Melihat tren kenaikan capaian tiap minggunya yang stabil di angka 1,5 hingga 2 persen, kami sangat optimis pada minggu keempat Mei nanti capaian kita akan melampaui target bulanan sebesar 23,4 persen," ujar Laksime Yuantina saat memberikan keterangan resmi 18 Mei 2026.Rincian capaian berdasarkan siklus hidup, jika dibedah berdasarkan kelompok usia atau siklus hidup, terdapat beberapa sektor yang menunjukkan performa impresif, sementara beberapa sektor lainnya terus dipacu:Bayi Baru Lahir (BBL): Menjadi penyumbang capaian tertinggi dengan realisasi mencapai 53,12 persen dari target 75 persen. Balita mengikuti di posisi berikutnya dengan capaian 36,52 persen dari target 60 persen.Untuk lansia saat ini berada di angka 23,33 persen dari target 60 persen, anak usia sekolah, masih berada di angka 19,95 persen dari target 50 persen. Usia Dewasa: Berada di angka 16,42 persen dari target 50 persen.Strategi akselerasi di tahun ajaran baru dan kolaborasi puluhan Klinik. Menanggapi masih rendahnya angka pada kelompok anak sekolah dan usia dewasa, Laksime menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus.Untuk kelompok Anak Usia Sekolah, Dinkes Sidoarjo sengaja menahan akselerasi karena momentumnya disesuaikan dengan kalender pendidikan."Untuk anak sekolah memang belum terlalu banyak karena pelaksanaan serentak baru akan kita lakukan pada Juli mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru," jelasnya.Sementara itu, untuk mendongkrak capaian kelompok usia dewasa dan lansia yang masih menantang, Dinkes Sidoarjo meluncurkan strategi kolaborasi masif dengan fasilitas kesehatan swasta."Usia dewasa dan lansia akan terus kita upayakan naik seiring dengan kolaborasi CKG yang kita lakukan bersama klinik-klinik di wilayah kerja Puskesmas. Hingga saat ini, sudah ada 76 klinik yang aktif melakukan CKG dengan sasaran dewasa dan lansia. Kita bergerak bersama untuk Sidoarjo yang lebih sehat," pungkas Laksime.Bupati Sidoarjo, H. Subandi, sangat mendukung dan menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai inisiatif layanan preventif dan promotif bagi warga Sidoarjo.Beliau mewajibkan seluruh elemen pemerintah daerah hingga lembaga pendidikan untuk turut menyukseskan program ini. Berikut adalah poin-poin arahan dan implementasi kebijakan Bupati Subandi terkait CKG di Sidoarjo: Kebijakan dan Surat Edaran (SE) BupatiBupati Subandi telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/6374/438.5.2/2025 yang menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga instansi pendidikan dan keagamaan untuk mendorong keberhasilan pelaksanaan cek kesehatan gratis di wilayah Sidoarjo. Sasaran Utama ProgramLayanan CKG ini menyasar berbagai kelompok masyarakat guna deteksi dini penyakit, yang meliputi:Anak Sekolah: Menyasar ratusan ribu siswa (dari tingkat SD hingga SMA) sejalan dengan program nasional. Masyarakat Umum: Diberikan secara khusus sebagai "kado ulang tahun" gratis bagi warga yang berulang tahun di bulan-bulan tertentu, ibu hamil, balita, dan masyarakat umum di puskesmas maupun saat kegiatan Car Free Day. Jenis Layanan yang DiberikanLayanan ini dapat diakses secara gratis di seluruh Puskesmas di Sidoarjo. Skrining dasar yang dilakukan meliputi:Pemeriksaan tekanan darah dan antropometriCek gula darah dan risiko jantungFungsi ginjal, deteksi dini kanker serviks, Tuberkulosis (TBC), dan kesehatan jiwa. Instruksi Layanan LanjutanDalam berbagai kesempatan inspeksi (termasuk kampanye Sidoarjo bebas TBC), Bupati Subandi menekankan bahwa gerakan CKG ini harus berkelanjutan dan proaktif, sehingga seluruh puskesmas diinstruksikan selalu siap menyediakan fasilitas dan tenaga medis yang optimal untuk menjangkau masyarakat secara luas. Sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Jawa Timur dengan jumlah penduduk yang kini menembus angka dua juta jiwa, Sidoarjo dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana memastikan gerak roda ekonomi yang masif berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup manusianya.Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sidoarjo menempatkan sektor kesehatan bukan sekadar sebagai program pendukung, melainkan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Di bawah komitmen kepemimpinan daerah, arah kebijakan tahun 2026 secara tegas mengintegrasikan keunggulan SDM dengan pemerataan akses layanan medis yang inklusif.Setelah fasilitas Kesehatan dibangunkan, dukungan Pemkab Sidoarjo terhadap Kesehatan masyarakatnya. Dibuktikan melalui program Universal Health Coverage (UHC) layanan berobat gratis cukup dengan KTP.Cakupan UHC di Kabupaten Sidoarjo sudah tembus di angka 99,7 persen. Artinya sudah hampir sempurna program yang diluncurkan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan jaminan layanan kesehatan tersebut.Dengan capaian kepesertaan yang nyaris menyentuh angka 100 persen itu, Kabupaten Sidoarjo masih mampu mempertahankan status UHC Prioritas.Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Program JKN di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, capaian UHC Prioritas tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama lintas sektor.“UHC ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo agar semuanya mendapatkan jaminan kesehatan. Kami berkomitmen menjaga capaian ini dan harus dibarengi kualitas layanan yang baik agar masyarakat semakin puas,” katanya.Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi mempertahankan bahkan meningkatkan capaian UHC hingga 100 persen. Dengan begitu, seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat memperoleh perlindungan kesehatan secara menyeluruh.Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, standar minimal UHC Prioritas yakni cakupan kepesertaan sebesar 98 persen dengan tingkat peserta aktif minimal 80 persen. Saat ini, Kabupaten Sidoarjo telah melampaui target tersebut.“Cakupan UHC Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai sekitar dua juta jiwa atau sekira 99,77 persen. Sedangkan tingkat keaktifan peserta mencapai 1,7 juta jiwa atau sekitar 81,93 persen. Angka ini sudah masuk kategori UHC Prioritas,” katanya.Capaian tersebut, disebutnya, tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta berbagai pihak yang terus berkolaborasi menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bahkan, pihaknya menargetkan cakupan dan tingkat keaktifan peserta dapat mencapai 100 persen.Dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta, BPJS Kesehatan Sidoarjo juga menjalankan Program Sinergi Rekrutmen Reaktivasi Peserta JKN Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (Srikandi). Program tersebut dinilai efektif membantu peserta nonaktif agar kembali mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan.“Program Srikandi ini dapat dikolaborasikan dengan Program Donasi JKN yang saat ini sedang kami canangkan. Donasi bisa dilakukan perorangan, badan usaha maupun badan hukum untuk membantu peserta PBPU dan BP yang memiliki tunggakan iuran,” jelas Munaqib.Selain itu, terdapat pula Program Petakan, Sisir Advokasi dan Registrasi (Pesiar) yang menyasar masyarakat belum terdaftar sebagai peserta JKN. Program tersebut dijalankan melalui agen PESIAR yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Sidoarjo.“Agen PESIAR memiliki peran penting dalam meningkatkan cakupan UHC dan tingkat keaktifan peserta,” imbuhnya. (ADV)
SelengkapnyaKETIK, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan kemudahan bagi warganya. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo, fasilitas internet gratis kini mampu menjangkau berbagai lini kehidupan masyarakat. Baik di wilayah pusat kota maupun pelosok desa terpencil yang sebelumnya merupakan wilayah blank spot. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa perluasan akses internet ini merupakan langkah konkret dalam percepatan tata kelola pemerintahan digital. Konektivitas yang merata merupakan kunci penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan ekonomi kerakyatan. "Kami ingin seluruh warga Sidoarjo, tanpa terkecuali, merasakan manfaat teknologi. Dengan internet gratis yang merata, akses informasi, pendidikan, dan layanan publik menjadi lebih cepat dan efisien. Ini adalah fondasi utama kita menuju Sidoarjo sebagai Smart City yang tangguh,” ujar Bupati Subandi. Berikan Dampak Positif bagi Pendidikan dan Layanan Publik Keberadaan internet gratis kini dirasakan langsung manfaatnya oleh para pelajar di wilayah pinggiran. Diskominfo Sidoarjo telah sukses membangun tower mandiri untuk memancarkan sinyal ke dusun terpencil, seperti Kalikajang di Pucukan (Desa Sawohan) dan Desa Tanjungsari (Jabon). Fasilitas tersebut sangat menunjang proses belajar mengajar di SD Sawohan 2, SMP 1 Atap Pucukan, hingga SDN Gebang 2. Murid-murid sekolah maupun guru sangat terbantu dengan internet gratis dari Diskominfo Sidoarjo itu. Tidak hanya pendidikan, fasilitas kesehatan juga tak luput dari perhatian. Pasien dan keluarga di Puskesmas, Pustu, hingga RSUD R. Notopuro dan RSUD Sidoarjo Barat kini bisa mengakses informasi secara cuma-cuma melalui jaringan ini. Buktikan Peran Strategis Diskominfo Sidoarjo dalam Digitalisasi Diskominfo Sidoarjo memegang peran krusial sebagai integrator seluruh jaringan pemerintahan. Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo menjelaskan, Diskominfo Sidoarjo kini mengelola seluruh jaringan secara terpusat untuk memastikan stabilitas layanan digital di lebih dari 100 aplikasi milik organisasi perangkat daerah (OPD). "Sekarang seluruh keperluan jaringan di OPD telah diakomodir oleh Diskominfo Sidoarjo. Jika dulu masing-masing OPD mengelola sendiri dengan kapasitas yang tidak merata, sekarang semua terstandardisasi. Ini penting agar kualitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga dan optimal," terang Eri Sudewo. Kabid Infrastruktur & Keamanan TIK Diskominfo Sidoarjo, Khoiril Erwindra ST menambahkan, program Zero Blank Spot menjadi prioritas utama untuk melayani masyarakat dalam memperoleh kemudahan akses internet. ”Kami bekerja keras agar wilayah pinggiran bisa menikmati fasilitas yang sama dengan perkotaan. Semua gratis untuk masyarakat,” ungkapnya. Dorong Ekonomi Digital dan Kreativitas Anak Muda Dampak ekonomi juga terasa di pusat-pusat perbelanjaan dan kuliner. Misalnya, pelaku UMKM di Pujasera Jalan Gajah Mada kini didorong untuk melakukan transaksi digital. Manfaat internet gratis itu benar-benar dirasakan oleh pedagang maupun pembeli. Firman, warga Sepande, Candi, mengaku suka berlama-lama duduk di Pujasera Gajah Mada. Selain bisa menikmati menu yang bervariasi, lanjut Firman, dirinya juga menggunakan akses internet gratis. ”Kadang ada telepon mendadak dari kantor. Perlu update pekerjaan. Saya berhenti. Mampir ke Pujasera Gajah Mada untuk buka laptop sebentar,” ujar Firman pada Senin malam (11 Mei 2026). Internet gratis dari Pemkab Sidoarjo itu juga sangat membantu para pedagang. Mudah bagi pembeli yang mau bayar dengan QRis. Soalnya harus keluar dulu kalau cari ATM. ”Anak-anak muda sekarang lebih senang bayar pakai HP,” kata pedagang tahu campur di Pujasera Gajah Mada. Pedagang Pasar Porong pun telah menikmati fasilitas internet gratis itu. Sebagian pedagang memanfaatkannya untuk berjualan secara daring (online). Supaya tidak kalah dengan pedagang yang menawarkan dagangan dari rumah secara daring. ”Kami latih juga mereka bagaimana menawarkan dagangan secara online,” kata perwakilan pengelola Pasar Porong kepada Bupati Subandi dalam pertemuan di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa (7 Mei 2026) lalu. Fasilitas internet untuk pedagang pasar ini akan diperluas hingga ke pasar-pasar lain. Di antaranya, Pasar Krian dan Pasar Wadungasri. Titik wifi menempati area-area yang menjadi pusat keramaian. Lokasi itu ditentukan setelah ada survei dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo. Kepala Diskominfo Sidoarjo Eri Sudewo membenarkan bahwa akses internet gratis akan mendorong peningkatan transaksi digital. Baik di pusat perbelanjaan, sentra kuliner, pasar tradisional, dan sebagainya. ”Kami tidak hanya memberikan fasilitas internet, tetapi juga siap melatih para pedagang,” tambahnya. ”Anak-anak muda melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di desa-desa juga bisa kami bekali keterampilan branding potensi desa, penggunaan e-commerce, hingga pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI),” tegas Eri Sudewo lagi. Fasilitas internet gratis ini juga menjadi magnet di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pengunjung Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo seluas 2,5 hektare kini bebas berselancar di jagat maya untuk kegiatan kreatif, mulai dari browsing, surfing, hingga transaksi digital saat Car Free Day (CFD). Rama, seorang pelajar SMP, mengaku hampir setiap hari bisa menikmati fasilitas internet gratis di Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo. Setiap pulang sekolah, dia menunggu jemputan di bagian timur Alun-Alun. Kemudian boncengan motor menuju Jetis, Sukodono. ”Nunggu bareng kakak pulang kerja,” ungkap pelajar kelas VIII tersebut. Dia pulang sekolah sekitar pukul 14.30. Lalu, naik angkutan kota menuju Alun-Alun Sidoarjo. Sekitar 30 menit sampai 1 jam, Rama akan duduk-duduk di taman. Sambil menunggu sang kakak datang menjemput, murid salah satu SMP negeri itu menikmati fasilitas internet gratis di alun-alun. Ada banyak wifi yang bisa dia akses di situ. Di antaranya, wifi Alun-Alun Sidoarjo dan Pemkab Sidoarjo. Tidak ada password maupun batasan akses. Bebas. Sepuasnya. Sering dia chattingan dengan teman-teman yang sudah lebih dulu sampai di rumah. ”Enak nggak bosen. Nggak terasa juga meskipun 1 jam,” tambah Rama. Dengan sinergi antara kebijakan Bupati H. Subandi dan kesiapan infrastruktur dari Diskominfo Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo kini semakin mantap melangkah sebagai daerah dengan tata kelola pemerintah digital yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (adv)
Selengkapnya
Sidoarjo, Wartakotadelta.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat pelayanan publik berbasis respons cepat melalui layanan sambungan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam penuh. Layanan terpadu tersebut menjadi pusat pengaduan masyarakat untuk berbagai kondisi gawat darurat, mulai dari kecelakaan lalu lintas, kebakaran, hingga keadaan medis mendesak.Operasional layanan 112 dipusatkan di ruang call center milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo yang berada di Jalan Diponegoro Nomor 139, Sidoarjo. Di ruangan tersebut, petugas call center bekerja tanpa henti secara bergantian dalam tiga shift guna memastikan setiap laporan masyarakat dapat diterima dan ditindaklanjuti kapan pun dibutuhkan.Tidak hanya menerima sambungan telepon, petugas juga melakukan pemantauan secara realtime melalui jaringan kamera CCTV yang tersebar di sejumlah titik strategis dan kawasan vital di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat deteksi serta penanganan situasi darurat di lapangan.Salah satu calltaker layanan 112 Sidoarjo, Trialailul, mengatakan bahwa layanan tersebut memang difokuskan untuk penanganan kondisi emergensi yang membutuhkan respons cepat dari pemerintah maupun instansi terkait.“Untuk layanan 112 ini berfokus ke gawat darurat, seperti adanya kecelakaan, darurat medis ataupun kebakaran. Dari laporan emergensi itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu oleh petugas call center sebelum diteruskan kepada instansi yang berwenang. Proses itu dilakukan agar penanganan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.Ia mencontohkan, ketika terdapat laporan kebakaran yang masuk ke layanan 112, petugas call center segera menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas pemadam kebakaran terdekat agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.“Sehingga untuk satu tindakan langsung sampai ke tujuan dan segera ditindaklanjuti sesuai lokasi laporan,” katanya.Selain kebakaran, laporan darurat medis juga menjadi salah satu jenis pengaduan yang paling sering diterima. Dalam kondisi tersebut, petugas akan langsung berkoordinasi dengan ambulans PMI maupun Public Safety Center (PSC) untuk memberikan pertolongan kepada warga.“Kalau memang urgen, langsung kami hubungi pihak yang bertugas. Kalau kebakaran ke BPBD dan damkar, sedangkan untuk darurat medis kami koordinasi dengan ambulans PMI maupun PSC,” ungkapnya.Meski demikian, dalam pelaksanaannya layanan 112 masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan. Salah satu hambatan yang cukup sering terjadi adalah ketidaksesuaian lokasi yang dikirim oleh pelapor saat meminta bantuan.Menurut Trialailul, kesalahan share lokasi dapat menghambat proses pencarian titik kejadian oleh petugas sehingga penanganan membutuhkan waktu lebih lama.“Biasanya miss komunikasi di share lokasi. Ada beberapa share lokasi yang tidak sesuai, sehingga menghambat petugas menuju lokasi,” jelasnya.Karena itu, masyarakat diimbau untuk memberikan informasi yang lengkap dan akurat ketika menghubungi layanan 112, terutama terkait alamat, titik lokasi, maupun kondisi kejadian yang sedang berlangsung.Meski menghadapi berbagai kendala teknis, pihaknya memastikan seluruh laporan masyarakat tetap menjadi prioritas utama untuk segera ditindaklanjuti. Bahkan, sebagian besar laporan yang diterima berhasil disalurkan kepada instansi yang tepat dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan masyarakat.“99 persen tersalurkan dan sasarannya tepat,” ujarnya.Dalam sehari, layanan 112 Sidoarjo menerima puluhan laporan dari masyarakat. Tidak seluruhnya bersifat darurat, karena sebagian laporan juga berkaitan dengan pelayanan umum seperti lampu penerangan jalan umum (PJU) padam, kerusakan jalan, hingga persoalan lingkungan.“Rata-rata dalam 24 jam ada sekitar 30 laporan, baik emergency maupun non-emergency seperti PJU padam ataupun perbaikan jalan,” tandasnya.Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa layanan 112 tidak sekadar menjadi pusat panggilan darurat, tetapi juga harus menjadi pusat koordinasi terpadu antarinstansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat harus terkoneksi dalam satu sistem agar respons terhadap laporan warga dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.“Layanan 112 ini harus benar-benar berjalan maksimal dan seluruh unsur pendukungnya lengkap. OPD terkait seperti DLHK, Damkar, dan PU semuanya harus terkoneksi dalam sistem itu,” ujar Subandi kepada wartawan, dikutip Wartakotadelta.com, Senin (18/5/2026).Ia menilai, keberadaan perwakilan OPD dalam satu pusat layanan sangat penting untuk memangkas proses koordinasi birokrasi yang selama ini kerap memperlambat penanganan di lapangan.Dengan sistem yang terintegrasi, setiap instansi dapat langsung memantau laporan masyarakat sekaligus mengambil langkah penanganan sesuai bidang masing-masing tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.“Kalau belum terakomodasi dengan baik, tentu ketepatan pelayanan akan sulit tercapai,” imbuhnya.Lebih jauh, Pemkab Sidoarjo juga mulai mengembangkan layanan 112 sebagai bagian dari transformasi menuju sistem pemerintahan digital atau smart city. Ke depan, layanan tersebut tidak hanya difungsikan untuk kondisi darurat, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pelayanan publik terpadu yang mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan administrasi masyarakat.Pengembangan sistem saat ini tengah dimatangkan melalui koordinasi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo. Integrasi layanan antar-OPD diharapkan mampu menciptakan pelayanan publik yang lebih cepat, efisien, transparan, serta mudah diakses masyarakat hanya melalui satu pintu layanan.“Tujuannya agar percepatan pelayanan bisa berjalan. Jadi cukup terpusat di satu sistem, sementara masing-masing OPD tinggal melakukan pemantauan dan tindak lanjut,” pungkasnya.Dengan keberadaan layanan 112 yang aktif selama 24 jam, Pemkab Sidoarjo berharap masyarakat dapat lebih mudah memperoleh bantuan layanan gratis saat menghadapi situasi darurat maupun ketika membutuhkan pelayanan cepat dari pemerintah daerah.(ADV)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo mulai melakukan sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan flyover Gedangan pada Senin malam (18/5/2026). Kegiatan yang digelar di Kantor Kecamatan Gedangan itu dihadiri ratusan warga pemilik lahan yang terdampak proyek.Dalam agenda tersebut, Pemkab Sidoarjo menargetkan pembebasan lahan selesai pada akhir 2026. Pembangunan flyover direncanakan dimulai pada 2027.Hadir langsung dalam pertemuan itu Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn. didampingi para asisten, Kepala Dinas PUBMSDA, Kepala Dinas Perkim CKTR, camat, serta para kepala desa. Turut hadir pula perwakilan BPN, Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, serta instansi terkait lainnya.Subandi menegaskan bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan flyover Gedangan yang menelan anggaran sebesar Rp 400 miliar merupakan program prioritas yang memerlukan keseriusan demi kepentingan masyarakat luas serta bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo. Program ini juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Ada dukungan dari menteri hingga presiden.Ia memastikan masyarakat tidak dirugikan dalam pembebasan lahan. Semua aset, baik tanah, bangunan, maupun tanaman, akan diganti sesuai nilai appraisal tertinggi.“Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan, justru diuntungkan. Semua akan diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa makelar. Pemkab juga tidak bisa memengaruhi, dan nilai tertinggi yang akan digunakan. Kalau Bapak/Ibu membantu, kami juga akan membantu panjenengan semua,” tegasnya.Selama sosialisasi, tidak ada penolakan dari warga terhadap rencana pembangunan flyover Gedangan. Sebaliknya, masyarakat terlihat antusias dan aktif mengajukan pertanyaan.Berbagai hal yang ditanyakan antara lain terkait kelengkapan dokumen tanah, mekanisme pembebasan lahan, penyelesaian hak waris, hingga ketentuan pajak dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, M. Makhmud, memaparkan secara rinci tahapan pengadaan tanah. Ia menyebutkan bahwa proses tersebut meliputi perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan.Tahapan pelaksanaan sendiri mencakup pengukuran lahan, inventarisasi data fisik dan yuridis, penilaian oleh tim appraisal independen, hingga pemberian ganti kerugian kepada pihak yang berhak.Pembangunan flyover Gedangan ditujukan untuk mengatasi kemacetan di perempatan Gedangan yang telah berlangsung lama. Selain itu, proyek ini diharapkan memberi dampak positif secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat seperti aktivitas warga yang membuka usaha di sisi barat Jalan Raya Gedangan tetap bisa berjalan.Makhmud juga menjelaskan bahwa berdasarkan kajian teknis Detail Engineering Design (DED), trase proyek digeser ke sisi timur. Hal itu mempertimbangkan efisiensi, kondisi tanah, serta dampak terhadap masyarakat."Ada penghematan waktu, efisiensi anggaran, dan pergeseran trase ke sisi timur merupakan pertimbangan teknis DED flyover Gedangan dan hasil geometrik BBPJN menunjukkan sisi timur memiliki daya dukung tanah dan kondisi topografi yang lebih ideal untuk struktur bawah jembatan serta bidang yang terdampak lebih sedikit dengan luas pembebasan lahan yang terdampak adalah 45.822 meter persegi dan 89 KK serta lebih banyak lahan yang berstatus milik negara seperti Polsek, Puskesmas, PDAM, dan lahan milik PT KAI," tambah Makhmud.Dalam kesempatan tersebut, Subandi menjelaskan bahwa pemilik lahan tidak akan dibebani pajak maupun BPHTB dalam proses pembebasan.Subandi mengimbau masyarakat segera menyiapkan dokumen kepemilikan lahan, mulai dari alas hak, data bangunan, hingga tanaman yang berada di atas tanah tersebut dan diminta aktif berkoordinasi dengan kepala desa dan camat agar proses administrasi berjalan lancar dan tidak menghambat tahapan pembebasan lahan.Dengan dukungan masyarakat dan sinergi lintas instansi, proyek flyover Gedangan diharapkan dapat segera terealisasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengunjungi MI Darussalam Sugihwaras Kecamatan Candi, Senin (18/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Hj. Mimik Idayana bertemu langsung dengan Muhammad Marfen, siswa kelas V-D MI Darussalam Sugihwaras yang menjadi perhatian setelah suratnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto dibaca langsung oleh Presiden.Surat yang ditulis Marfen berisi ucapan terima kasih dan apresiasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini ia rasakan langsung di sekolahnya. Surat tersebut diterima Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). Dalam agenda tersebut, Presiden juga meresmikan Museum Ibu Marsinah sebagai bentuk penghormatan kepada aktivis buruh sekaligus Pahlawan Nasional, Marsinah.Kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberanian dan kepedulian seorang anak dalam menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden RI. Selain itu, kisah Marfen juga dinilai menjadi inspirasi bagi anak-anak lain untuk berani menyampaikan pendapat secara santun dan positif.Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan bahwa keberanian Muhammad Marfen patut diapresiasi karena mampu menunjukkan sikap percaya diri sekaligus kepedulian terhadap program pemerintah.“Ini menjadi contoh yang sangat baik bagi anak-anak lainnya. Marfen berani menyampaikan rasa terima kasih dan aspirasinya secara langsung kepada Presiden melalui surat. Tentu kami bangga karena dari Kabupaten Sidoarjo ada anak yang memiliki keberanian, kepedulian dan semangat seperti ini,” ujar Hj. Mimik Idayana.Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak sekaligus mendukung kualitas pendidikan.“Program MBG ini sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak. Namun evaluasi juga tetap diperlukan agar menu yang diberikan sesuai dengan selera dan kebutuhan anak-anak sehingga makanan tidak terbuang sia-sia,” katanya.Hj. Mimik Idayana menambahkan, Pemkab Sidoarjo juga mendorong adanya ruang aspirasi bagi para siswa melalui konsep “surat cinta” sebagai sarana menyampaikan masukan terkait menu makanan di sekolah.“Nanti kalau ada menu yang kurang disukai, anak-anak bisa menyampaikan lewat surat cinta. Dari situ bisa menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik dan anak-anak tetap semangat makan makanan bergizi,” tambahnya.Sementara itu, Muhammad Marfen mengaku senang dan tidak menyangka surat yang ditulisnya dapat diterima hingga dibaca langsung oleh sosok yang ia idolakan yaitu Presiden RI.“Saya senang sekali karena surat saya bisa dibaca Bapak Presiden. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena sekarang di sekolah sudah ada makan bergizi gratis,” ungkap Marfen.Di akhir suratnya, Marfen juga menyampaikan harapan sederhana untuk dapat bertemu langsung dengan Presiden dan mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Negara.“Saya ingin bertemu dengan Bapak Presiden dengan ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara, karena cuma bisa melihat di TV,” tulisnya.Sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kepada Muhammad Marfen, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyatakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap memberikan pendampingan serta fasilitas apabila nantinya Marfen mendapatkan balasan atau undangan dari Presiden RI untuk menghadiri Upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara. Pemkab Sidoarjo juga siap mendukung penuh keberangkatan Marfen agar dapat mewujudkan cita-citanya bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Gedung Juang 45 Pancasila yang berada di Jalan A. Yani Sidoarjo mendapatkan perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Pagi tadi ia melihat langsung kondisi gedung yang diresmikan tanggal 18 desember 1984 oleh Pangdam VIII Brawijaya Mayjen TNI Soelarso itu, Senin, (18/5). Ia prihatin setelah berkeliling melihat kondisi gedung tersebut. Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan gedung Juang 45 Pancasila kondisinya memang kurang layak. Sudah sekian lama tidak tersentuh renovasi. Padahal gedung tersebut masih ditempati Kantor Sekretariat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sidoarjo serta kantor Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sidoarjo dan Primkoppabri. Apalagi di gedung Juang 45 Pancasila juga terdapat museum perjuangan. Kondisi museumnya sendiri juga cukup memprihatinkan.“Saya melihat sendiri kondisinya memang kurang layak. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus memperbarui dan harus menjaga, karena juga ada museum, museum itu harus kita pelihara, jangan sampai hilang atau tidak terawat. Saya mohon nanti bagian aset atau OPD yang terkait untuk lebih memperhatikan lagi, terutama gedungnya,” ucapnya.Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan akan segera mencarikan solusi agar bangunan bersejarah itu kembali terawat. Ia juga pastikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan menindaklanjutinya agar renovasi segera dapat dilakukan. Untuk itu ia akan segera mengkoordinasikannya dengan OPD terkait untuk membahas renovasi gedung tersebut. “Insyaallah nanti Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan segera menindaklanjuti, gimana caranya agar segera direnovasi,” ujarnya.Wabup Hj. Mimik Idayana mengatakan museum yang ada di gedung Juang 45 Pancasila dapat menjadi sarana edukasi kepada generasi muda. Pasalnya di museum tersebut terdapat peninggalan bersejarah para pahlawan kemerdekaan. Ia juga mendengar sendiri dari pengelola gedung bahwa museum tersebut kerap juga dikunjungi siswa sekolah. Oleh karenanya keberadaan museum tersebut harus dapat dirawat. Apalagi gedung Juang 45 Pancasila sangat strategis berada di tengah-tengah kota. “Ini kan ada di tengah-tengah kota. Jadi harus kita pertahankan, kita kembalikan ke aslinya seperti apa, tinggal kita renovasi supaya tetap indah dan terawat. Tadi itu saya menemukan koin, terus bendera masih ada, senjata-senjata masih dari kayu itu juga harus kita rawat, kita pertahankan, jangan sampai hilang atau rusak," ujarnya. Git
Selengkapnya
Kominfo, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. melakukan inspeksi mendadak (sidak) rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus menyalurkan bantuan kursi roda kepada warga di Desa Candinegoro, Sawocangkring, dan Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, didampingi Kepala Dinas Sosial, Baznas, Camat Wonoayu, serta Forkopimka, pada Minggu (17/5/2026).Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap akhir pekan ini juga disertai dengan penyaluran bantuan sosial berupa kebutuhan pokok kepada warga yang membutuhkan.Subandi menegaskan, kegiatan itu merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberikan perhatian kepada masyarakat kurang mampu, khususnya yang tinggal di hunian tidak layak maupun yang membutuhkan alat bantu mobilitas.“Inisiatif yang sedang kita jalankan saat ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, termasuk mereka yang menempati hunian tidak layak serta individu yang memerlukan bantuan kursi roda,” ujarnya.Sidak RTLH dilakukan di kediaman Sukirman (46) di Dusun Dermo, Desa Candinegoro, yang dihuni bersama istri dan seorang anaknya. Ia bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan apa saja karena tidak memiliki keahlian tertentu.“Ini tadi kita cek, terutama atapnya ini masih pring atau bambu. Kalau hujan pasti bocor, juga kamar mandinya dan dapurnya. Nanti akan kita instruksikan Baznas untuk segera ada perbaikan atap, kamar mandi, serta pemasangan keramik supaya rumah ini benar-benar layak huni dan nyaman ditempati,” tutur Subandi.Selain melakukan sidak RTLH, pada hari yang sama Subandi juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada Mukayanah (60) yang hidup sebatang kara dan mengalami keterbelakangan mental, serta Rawit (60) yang menderita sakit diabetes di Desa Sawocangkring, kepada Dewi Yucha (75) yang mengalami cacat permanen pada kaki dan Sugeng (71) yang menderita sakit komplikasi jantung di Desa Wonokasian.“Program kursi roda ini bagi warga yang membutuhkan akan terus kita bantu. Kita keliling, ketika ada warga membutuhkan, tentu kita harus turun. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban beliau dan keluarganya. Mugi-mugi diparingi sehat,” pungkasnya.Melalui penyaluran bantuan yang meliputi perbaikan hunian dan alat bantu mobilitas, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh. (Git/Mar/Yu/Mas)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Sekilas tidak ada yang berbeda dengan pelaksanaan ruwat Desa Pagerngumbuk Kecamatan Wonoayu. Tradisi wujud syukur itu hampir sama dengan desa lainnya. Terdapat pengajian, ziarah kemakam leluhur desa serta pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Namun ada yang agak sedikit berbeda pada pelaksanaan tasyakuran ruwat Desa Pagerngumbuk.Bedanya bukan dari cara berdoa, namun cara pensajian makanan saat tasyakuran. Selain puluhan nasi kuning, juga tersaji belasan tumpeng raksasa yang berisi hasil pertanian. Namun yang sangat berbeda cara pensajian makanan pada puluhan amben atau tempat tidur dari bambu. Sekilas mirip keranda jenasah. Makanan ditata memanjang dan ditutup jarik atau kain batik. Setelah itu puluhan amben berisi makanan itu digotong warga ke balai Desa Pagerngumbuk, Minggu pagi, (17/5). Di balai Desa Pagerngumbuk itu puluhan amben yang berdatangan dijejer disamping kanan kiri pendopo balai desa. Seluruh warga desa juga sudah berkumpul menantikan tasyakuran dilangsungkan. Dalam kesempatan itu Bupati Sidoarjo H. Subandi hadir langsung ditengah-tengah masyarakat. Pihak Desa Pagerngumbuk sendiri memiliki cara unik saat menyambut kedatangan bupati. Tokoh Hanoman dan petani didaulat untuk mengantarkannya ke balai desa. Bupati Sidoarjo H. Subandi mengapresiasi pelaksanaan ruwat desa seperti ini. Menurutnya tradisi yang menjadi salah satu bentuk kearifan lokal tersebut memiliki tujuan mulia. Tujuannya adalah untuk mengucapkan rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil bumi yang telah diberikan. Selain itu ruwat desa digunakan untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemakmuran desa dan masyarakatnya. “Tujuane nopo kok desa dislameti, desa diruwati?, biar desane pak lurah dalam penyelenggaraan pemerintahan diparingi gampang dan gangsar, mugi-mugi diparingi slamet sedoyo,” ucapnya. Bupati Sidoarjo H. Subandi juga menyampaikan ruwat desa seperti ini dapat juga dipakai sebagai sarana mempererat warga. Warga datang dengan yang ikhlas membawa hasil bumi yang diperolehnya digunakan untuk tasyakuran bersama. Niat seperti ini menurutnya akan membawa berkah bagi semua warga. Warga Desa Pagerngumbuk akan dijauhkan dari musibah dan para petani akan diberikan keberkahan hasil pertaniannya.“Mudah-mudahan niat kita bersyukur kepada Allah diterima, mugi-mugi warga Desa Pagerngumbuk keluargane paringi sehat. Rumah tanggane dijadikan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Anak turunne mugi-mugi jadikan anak yang saleh dan salehah, Aamiin. Sing tidak kalah penting, mugi-mugi sedaya tanduranipun panjenengan diparingi tanduran sing sehat, tandurane sing subur, produksine meningkat,” doanya. Git/mas
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
13.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 22.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 18.05.2026
19.05.2026 - 23.05.2026
11.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
10.05.2026 - 13.05.2026
6.05.2026 - 8.05.2026
4.05.2026 - 29.10.2026
5.05.2026 - 11.05.2026
6.05.2026 - 18.05.2026
4.05.2026 - 4.05.2026
4.05.2026 - 7.05.2026
4.05.2026 - 11.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
29.04.2026 - 3.06.2026
28.04.2026 - 21.05.2026
22.05.2026 - 23.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
24.04.2026 - 25.04.2026
27.04.2026 - 3.05.2026
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 1767648