Berita

9 May 2026

Wabup Mimik Dorong Generasi Muda Aktif Sampaikan Aspirasi Lewat Forum Ruang Kebersamaan

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menghadiri kegiatan Ruang Kebersamaan yang digelar di Pendopo Balai Desa Kebaron Kecamatan Tulangan, Sabtu (9/5/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog antara masyarakat, generasi muda dan pemerintah daerah.Dalam sambutannya, Wabup Hj. Mimik Idayana mengapresiasi antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak muda dan ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat seperti itu perlu terus dijaga dan dilanjutkan secara berkesinambungan.“Saya sangat senang melihat semangat anak-anak muda dan ibu-ibu yang hadir malam ini. Kegiatan seperti ini jangan hanya berlangsung hari ini saja, tetapi harus terus berlanjut ke depannya,” ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Wabup Mimik juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, mulai dari Camat Tulangan beserta jajaran Forkopimka, Plt. Kepala Desa Kebaron, panitia pelaksana, hingga organisasi kepemudaan seperti KNPI dan Karang Taruna Kecamatan Tulangan.Menurutnya, forum kebersamaan seperti ini sangat penting sebagai ruang komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan berbagai aspirasi, masukan maupun persoalan yang dihadapi secara langsung kepada pemerintah daerah.“Forum seperti ini sangat penting karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhannya kepada pemerintah. Kalau masyarakat tidak bisa menyampaikan aspirasinya, maka pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.Hj. Mimik Idayana juga menyoroti perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang kini semakin memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan maupun aduan pelayanan publik. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan di tingkat desa harus tetap berjalan optimal sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.“Sekarang masyarakat memiliki banyak cara untuk menyampaikan keluhan, termasuk melalui media sosial. Ini menjadi evaluasi bersama agar pelayanan pemerintah desa dapat berjalan lebih baik sesuai kapasitas dan tanggung jawabnya,” tambahnya.Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan generasi muda dan masyarakat sebagai upaya memperkuat komunikasi, partisipasi publik, serta meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan di Kabupaten Sidoarjo. (Son)

Selengkapnya
9 May 2026

Bupati Mohon Doa Para Ulama Untuk Membangun Kabupaten Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Seribu jamaah Jatman dan JQH NU se Kabupaten Sidoarjo memadati pendopo Delta Wibawa, Sabtu malam, (9/5). Mereka berkumpul untuk mengikuti pengajian malam Ahad Pahing dalam rangka doa bersama dan Lailatul Qiraah. Para kyai hadir dalam kegiatan tersebut. Selain kyai Abdul Aziz Munif, juga hadir Kyai Abdi Manaf Soleh serta K.H. Lukman Hakim yang hadir sebagai penceramah. Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan pesan bupati yang dititipkan kepada dirinya. Pesannya meminta dukungan dan doa dari para ulama. Disampaikannya bahwa membangun Kabupaten Sidoarjo tidak dapat dilakukan bupati dan wakil bupati seorang diri. Butuh dukungan semua pihak untuk menjadikan Kabupaten Sidoarjo lebih baik lagi. Salah satunya dukungan dan doa para kyai. "Bapak bupati dan ibu wakil bupati memohon doa dan dukungan agar pemerintah Kabupaten Sidoarjo senantiasa diberi kekuatan,  keistiqomahan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah demi mashalatan masyarakat," ucap nya. Fenny menyampaikan bahwa sinergi ulama dan umara harus terus terjaga. Menurutnya sinergi tersebut menjadi kekuatan besar dalam pembangunan. Ia yakin Sidoarjo yang lebih baik akan terwujud jika semuanya dapat berjalan beriringan dan bersatu.  "Ulama dan umara adalah kekuatan yang dasyat kalau sama-sama mendukung," ujarnya. Secara pribadi Fenny juga memohon kepada para jamaah pengajian untuk ikut mendoakan para pemimpin Sidoarjo. Ia berharap doa kesehatan dan keselamatan bagi para pemimpin Sidoarjo untuk dapat menjalankan roda pemerintahan yang lebih baik."Mudah-mudahan pemimpin-pemimpin kita semua sehat, bahagia, selamat dunia akhirat, itu doa kita semuanya," ucapnya. Git

Selengkapnya
8 May 2026

Bupati Subandi Serahkan Bantuan ke Keluarga Korban Kecelakaan dan Keluarga Kades Buncitan

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada keluarga korban kecelakaan di jalan Lingkar Timur, dan kepada kelurga almarhum Kades Buncitan, Jumat (8/5/2026).Bantuan untuk keluarga almarhum Jumali, seorang pekerja di Save N Lock Estate Management, yang meninggal dunia akibat kecelakaan diserahkan langsung ke keluarga di di Perum Taman Candi Loka Candi Sidoarjo.Bupati bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo dan Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo menyerahkan santunan kepada Sri Utami, istri almarhum Jumali.Santunan itu senilai Rp 314.599.858. Terdiri dari santunan kecelakaan kerja Rp249.193.968, santunan berkala sebesar Rp12.000.000, biaya pemakaman Rp10.000.000, dan saldo Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp43.405.890.Bupati berharap santunan yang diberkan ini dapat meringankan. Setidaknya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, serta biaya sekolah putra-putrinya yang ditinggalkan."Namanya musibah kita tidak ada yang tahu, namun dengan kejadian kecelakaan ini tentunya akan membuat kita lebih mawas diri dan hati-hati. Pemerintah juga akan melakukan koreksi serta perbaikan," kata Subandi.Pada hari yang sama, Bupati juga menyerahkan santunan untuk keluarga almarhum Kades Buncitan. Bantuan yang diberikan berupa santunan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 47.341.987 yang terdiri dari Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun. Penyerahan dilakukan dirumah duka almarhum Mujiyono di Swan Regency Graha Sedati Mas. Selain itu, seluarga almarhum Mujiyono nantinya juga akan menerima Jaminan Pensiun berkala dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 411.400 setiap bulan.Bupati Subandi berharap santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga almarhum. Santunan seperti ini merupakan bentuk support atau dukungan pemerintah kepada masyarakat. Ia juga meminta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dalam menghadapi cobaan seperti ini. “Alhamdulillah hari ini kita bisa bertakziah kekediaman keluarga almarhum Kades Mujiyono, semoga almarhum diterima di sisi Allah,” kata Subandi usai berkunjung ke kediaman almarhum Kades Buncitan.Menurut Subandi, seluruh perangkat desa di Kabupaten Sidoarjo telah terlindungi jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Mulai dari kepala desa sampai ketua RT telah masuk kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab Sidoarjo telah menanggung seluruh iuran kepersertaannya.“Kita sebagai pemerintah daerah memberikan bantuan ini karena sudah kita masukkan program pemerintah. Jadi, seluruh kepala desa, aparat desa ini sudah masuk ke BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.Pemkab Sidoarjo juga mencover Kader Posyandu dengan BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan sosial tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. Tidak terkecuali bagi petani dan nelayan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Mereka juga telah terlindungi program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Git/yu/mas

Selengkapnya
8 May 2026

Strategi Tingkatkan PAD Sidoarjo Jadi Rujukan Daerah Lain

KOMINFO, Sidoarjo – Strategi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Sidoarjo menjadi rujukan daerah lain. Di antaranya adalah Kabupaten Karangasem, Bali yang berkunjung ke Sidoarjo untuk mempelajari strategi Peniab Sidoarjo dalam meningkatkan PAD di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. Bupati Sidoarjo, Subandi menerima langsung kunjungan kerja Bupati Karangasem, Bali, I Gusti Putu Parwata di Pendopo Delta Wibawa pada Jumat (8/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati Subandi juga didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo, Ainur Rahman dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo. Dalam pertemuan itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo dinilai memiliki banyak kemajuan, khususnya dalam kemandirian fiskal diantaranya pengelolaan pendapatan daerah dan pemanfaatan teknologi pemerintahan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi daerah saat ini salah satunya berkaitan dengan regulasi pendapatan daerah dan kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD).“Sidoarjo ini banyak kemajuannya. Kami ingin belajar langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam meningkatkan pendapatan daerah di tengah adanya pengurangan TKD. Ditambah ketentuan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD, sedangkan di Karangasem masih mencapai 46 persen, sehingga kami perlu mencari strategi dan inovasi,” ujarnya.Ia juga melihat adanya peluang kolaborasi antar daerah, termasuk pengembangan potensi pariwisata. Menurutnya, sinergi tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perekonomian daerah.Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menjelaskan bahwa upaya peningkatan PAD di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya mengandalkan kawasan industri yang ada, namun juga didukung penguatan sistem digital dan pengawasan berbasis teknologi.“Untuk meningkatkan PAD selain dari berbagai kawasan industri yang ada di Sidoarjo, kami juga memiliki dashboard untuk mengetahui perkembangan pendapatan setiap triwulan. Dengan sistem non tunai, semua transaksi dapat dipantau sehingga tidak ada celah retribusi yang melanggar,” katanya.Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo juga terus memperkuat kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melakukan efisiensi anggaran. Menurutnya, teknologi menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung optimalisasi pendapatan daerah. Saat ini Pemkab Sidoarjo tengah mengembangkan sistem data warehouse yang terintegrasi dengan seluruh OPD.“Teknologi kami mendukung pemerintah daerah untuk optimal menggali potensi pendapatan yang ada di Sidoarjo. Dashboard monitoring dan data warehouse akan mengintegrasikan data aktif dari seluruh OPD. Setelah data terkumpul dapat dibandingkan dan dipantau setiap saat,” jelasnya.Ia mengatakan, data warehouse tersebut juga akan mendukung monitoring proyek strategis daerah, tata kelola pemerintahan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelayanan publik. Seluruh data nantinya ditampilkan melalui dashboard sebagai data pembanding dan bahan evaluasi kebijakan.“Upaya ini dilakukan untuk efektivitas dan transparansi tata kelola pemerintahan, sehingga perkembangan pendapatan, pengeluaran, pelayanan publik hingga proyek strategis daerah dapat terus terpantau secara real time,” tambahnya.Subandi berharap, melalui penguatan sistem digital, koordinasi lintas OPD, serta sinergi dengan DPRD maupun perluasan mitra, peningkatan PAD Kabupaten Sidoarjo dapat terus dioptimalkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat. (Dew)

Selengkapnya
6 May 2026

Bupati Subandi Berangkatkan Tiga Kloter Jamaah Haji dari Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi memberangkatkan tiga kloter calon jemaah haji dari Kabupaten Sidoarjo, Rabu (6/5). Yakni kloter 57, 58 dan Kloter 59.  Mereka masuk dalam jamaah haji gelombang kedua yang langsung menuju Makkah. Total jumlah jemaah haji yang berangkat kali ini mencapai 1.133 orang jamaah. Seluruh jamaah haji tiga Kloter tersebut dilepas bergantian di Pendopo Delta Wibawa. Kloter 57 berjumlah 379 jamaah, kloter 58 yang berjumlah 380 orang, dan K loter 59 berjumlah 374 jamaah. Dalam proses pemberangkatan, Subandi menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah haji. Ia berdoa agar seluruh jemaah haji Sidoarjo dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar. “Semoga seluruh rangkaian perjalanan calon jemaah haji Sidoarjo mulai dari keberangkatan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo sampai pelaksanaan ibadah di tanah suci hingga kepulangannya nanti, senantiasa dalam lindungan Allah SWT,” doanya.Dikatakannya ibadah haji adalah panggilan suci. Menurutnya ibadah haji adalah sebuah perjalanan spiritual yang menjadi dambaan setiap muslim. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan. “Untuk itu, bersyukurlah Bapak Ibu dengan sepenuh hati atas kurnia Allah yang diberikan,” ucapnya.Bupati Sidoarjo H. Subandi juga berpesan agar jamaah haji Sidoarjo menjaga kesehatannya. Ia mengingatkan untuk membawa obat-obatnya yang rutin dikonsumsi. Selain itu ia berpesan untuk mempersiapkan kondisi fisiknya. Pasalnya saat ini suhu di Madinah sudah 42 derajat.“Apalagi Bapak Ibu yang belum pernah haji, tentunya fisik betul-betul disiapkan, fisik harus fit betul dan jangan lupa obat-obatan,” pesannya.Dalam kesempatan itu ia juga berpesan kepada para pendamping haji agar menjalankan tugasnya dengan baik. Pendampingan kepada jamaah haji harus dilakukan semaksimal mungkin. Rombongan jangan sampai ada yang terpisah. Para pendamping haji juga harus siap memberikan pelayanan kepada jemaah haji yang sakit dan membutuhkan obat-obatan.“Saya minta bantuan kepada panjenengan untuk mengantarkan, barangkali ada saudara kita, orang tua kita yang sakit, betul-betul panjenengan siap siaga atas nama pemerintah daerah,” pesannya.Bupati juga berpesan untuk menjaga nama baik bangsa. Khususnya Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya jamaah haji Indonesia sudah dikenal berperilaku sopan. Oleh karenanya anggapan itu harus terus dijaga.“Tolong dijaga terutama terkait perilakunya. Orang Indonesia biasanya perilakunya sopan santun. Ini harus dibawa di sana, nama Sidoarjo harus betul-betul bisa dijaga, terutama sopan santun yang selama ini terbangun,” pungkasnya.Sementara itu Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, menyampaikan bahwa tahun ini jamaah haji Kabupaten Sidoarjo tergabung dalam 11 Kloter. Total keseluruhan Jemaah haji Kabupaten Sidoarjo mencapai 2.700 orang jamaah. Rinciannya laki-laki 1.221 orang dan perempuan 1.479 orang. Dari 11 Kloter tersebut Kloter 20, 53, 54, 55, dan 56 sudah diberangkatkan mulai kemarin. Lima Kloter tersebut masuk dalam jamaah haji gelombang pertama. Sedangkan keberangkatan Kloter 57, 58 dan Kloter 59 kali ini masuk dalam jamaah haji gelombang kedua.“Kloter 57 pagi ini masuk pada fase Gelombang 2 yang insyaallah akan mendarat di Makkah,” ujarnya saat pemberangkatan jamaah haji Kloter 57.Eliana juga mengatakan jamaah haji Sidoarjo sudah melakukan berbagai persiapan untuk dapat melaksanakan ibadah haji tahun ini. Seluruh jemaah telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik haji, baik yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama maupun KBIH. Jemaah juga sudah mendapatkan pendampingan kesehatan dan vaksinasi lengkap mulai dari vaksin Meningitis, Polio, dan COVID. "Harapan kita semua, jemaah memiliki kesiapan maksimal secara fisik, mental, maupun spiritual," ucapnya. Ia juga menyampaikan animo masyarakat Sidoarjo untuk mendaftar ibadah haji sangat tinggi. Rata-rata pendaftaran mencapai 35 sampai 40 jemaah haji reguler per hari. Waiting List atau daftar tunggu jamaah haji Sidoarjo tahun ini sudah mencapai 85.196 jemaah. Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Sidoarjo sebagai pemilik daftar tunggu tertinggi di Jawa Timur, bahkan secara nasional."Per tanggal 5 Mei 2026, jumlah daftar tunggu Kabupaten Sidoarjo mencapai 85.196 jemaah, untuk masa tunggu sama dengan jamaah nasional 29 tahun," ucapnya. Melihat kondisi tersebut ia berharap kedepan Kabupaten Sidoarjo dapat menjadi prototipe miniatur pelayanan haji yang baik secara nasional. Ia juga berharap kedepan instansinya dapat memiliki Hajj Command Center sebagai pusat kendali haji. “Mudah-mudahan juga ada rizki kedepannya dapat diwujudkan semacam Hajj Command Center untuk Kabupaten Sidoarjo,” harapnya. (Git/Mar/Yu/Mas)

Selengkapnya
5 May 2026

Ketua YJI Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi, Mengajak untuk Menggalakkan Senam Jantung Sehat

KOMINFO, Sidoarjo - Yayasan Jantung Indonesia (YJI) cabang Sidoarjo menyelenggarakan Pelatihan Senam Jantung Sehat ke-V (SJS V) bagi instruktur senam jantung sehat se-Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 5/5/2026, bertempat di ruang Delta Graha Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo.Acara ini dihadiri oleh 140 peserta yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo, dan dibuka secara langsung oleh Ketua YJI Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi."Kesehatan jantung merupakan aspek krusial dalam menjaga kualitas hidup, terutama di tengah gaya hidup modern yang serba instan. Kurangnya aktivitas fisik seringkali menjadi pemicu berbagai penyakit, khususnya penyakit jantung. Oleh karena itu, melalui pelatihan senam jantung ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan aktif."katanyaSriatun juga menambahkan bahwa banyaknya makanan cepat saji dan mengandung pengawet yang beredar di supermarket berpotensi merusak tubuh jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik seperti senam. Selain itu, keterbatasan gerak anak-anak zaman sekarang yang disibukkan dengan gawai mengakibatkan kurangnya aktivitas fisik, yang dapat memicu obesitas dan berujung pada penyakit jantung.Oleh karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui senam jantung.Senam jantung sehat bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga merupakan upaya preventif yang sederhana dan dapat dilakukan oleh semua kalangan usia. Dengan rutin melaksanakan senam ini, kebugaran tubuh dapat terjaga, fungsi jantung diperkuat, serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan dapat meningkat."Pelatihan ini tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat dan bugar, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pengaturan pola makan serta mempersiapkan generasi mendatang agar terhindar dari penyakit jantung bawaan sejak dalam kandungan,"ucapnyaIa berharap agar para peserta pelatihan senam jantung dapat menyosialisasikan dan menggalakkan senam jantung kepada masyarakat, dimulai dari tingkat RT hingga desa, sebagai upaya pencegahan penyakit jantung."Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing, mendorong keluarga dan masyarakat sekitar untuk mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat melalui aktivitas fisik yang teratur,"pintanyaSelain mempersiapkan instruktur senam jantung, pelatihan ini juga akan menyeleksi beberapa peserta untuk diikutsertakan dalam kejuaraan Porprov yang akan datang.yu

Selengkapnya
5 May 2026

1.239 CJH Berangkat Hari Ini, Wabup Mimik : Jaga Kesehatan dan Doakan Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Sebanyak 1.239 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sidoarjo telah diberangkatkan dalam dua tahap keberangkatan, Selasa (5/5/2026). Sebanyak 749 jemaah dari kloter 53 dan 54 telah lebih dahulu diberangkatkan pada pagi hari, disusul 490 jemaah dari kloter 55 dan 56 yang dilepas langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana di Pendopo Delta Wibawa. Dalam prosesi pelepasan, Mimik memimpin seruan talbiyah "Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni`mata laka wal mulk, laa syariika lak" yang diikuti para jemaah sebelum bertolak menuju Madinah.Ia menyampaikan bahwa para jemaah akan langsung menuju Madinah setibanya di Tanah Suci, sehingga harus dimanfaatkan untuk memperbanyak ibadah serta sholawat Nabi, mengingat Madinah merupakan lokasi penting, termasuk terdapat makam Rasulullah SAW."Tolong saya titip kepada panjenengan (anda) semua, dijaga kesehatannya, nantinya fokus ibadah. Pertama mendarat di Madinah, di sana adalah makam Rasulullah," ujarnya.Mimik menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Oleh karena itu, kesempatan tersebut harus disyukuri lahir dan batin."Ibadah haji ini panggilan istimewa. Banyak yang menunggu, bahkan orang mampu sekalipun kalau belum dipanggil belum tentu berangkat," katanya.Ia juga menjelaskan bahwa para jemaah akan memiliki waktu sekitar 25 hari di Madinah sebelum memasuki puncak ibadah haji yang berlangsung kurang lebih 10 hari dengan skema haji tamattu. Ia berpesan agar para jemaah memperbanyak doa, menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan petugas pendamping."Jaga kesehatan, jaga kekompakan, dan ikuti petugas pendamping," pesannya.Mimik juga menitipkan pesan kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Sidoarjo selama berada di Tanah Suci."Kami titip doa untuk Sidoarjo, semoga daerah kita semakin maju, masyarakatnya sejahtera, dan selalu dalam lindungan Allah SWT," ucapnya.Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan panitia yang telah mempersiapkan keberangkatan jemaah. Ia berharap seluruh proses ibadah berjalan lancar dan para jemaah kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidoarjo, Eliana, menyampaikan bahwa pada musim haji tahun 1447 Hijriah, jumlah jemaah haji asal Sidoarjo mencapai 2.700 orang, terdiri dari 1.221 laki-laki dan 1.479 perempuan.Ia merinci, pada kloter 55 yang diberangkatkan, jemaah tertua berusia 85 tahun dan termuda 18 tahun. Sedangkan kloter 56 merupakan gabungan jemaah Sidoarjo dan Surabaya dengan usia tertua 85 tahun dan termuda 26 tahun.Eliana menambahkan, seluruh jemaah telah mengikuti rangkaian manasik haji serta mendapatkan pendampingan kesehatan, termasuk vaksinasi meningitis, polio, dan Covid-19. Ia memastikan para jemaah dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan spiritual."Kami berharap seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan, mematuhi petugas, dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal afiat serta menjadi haji yang mabrur," pungkasnya. (Dew)

Selengkapnya
4 May 2026

Pemkab Sidoarjo Berlakukan Pembebasan Denda Pajak Daerah Mulai 4 Mei 2026

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo resmi memberlakukan program pembebasan denda pajak daerah mulai 4 Mei hingga 29 Oktober 2026. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta meringankan beban masyarakat.Program ini mencakup pembebasan denda untuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) hingga masa pajak tahun 2025. Selain itu, pembebasan juga berlaku untuk Pajak Daerah Lain seperti PBJT (Makanan dan/atau Minuman, Tenaga Listrik, Jasa Perhotelan, Jasa Parkir, dan Jasa Kesenian dan Hiburan); Pajak Reklame; dan Pajak Air Tanah hingga masa pajak tahun 2025 serta periode Januari hingga Maret 2026.Bupati Sidoarjo, Subandi, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi masyarakat sekaligus upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).“Program ini kami hadirkan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat melunasi kewajiban pajaknya tanpa terbebani denda. Kami berharap masyarakat memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya,” ujarnya.Subandi juga menegaskan bahwa pajak daerah memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. “Pajak adalah kontribusi kita bersama untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan program kesejahteraan lainnya. Kepatuhan wajib pajak sangat penting untuk mendukung pembangunan Sidoarjo yang berkelanjutan,” tuturnya.Untuk memudahkan pembayaran, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang tersedia, mulai dari perbankan, gerai ritel modern, hingga platform digital seperti QRIS dan virtual account.Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi pajak daerah Sidoarjo, tautan digital: bit.ly/BPPDKabSidoarjo maupun pemindaian QR code yang telah disediakan oleh BPPD Kabupaten Sidoarjo.Dengan adanya program ini, diharapkan tingkat partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak semakin meningkat dan masyarakat diimbau segera memanfaatkan periode pembebasan denda tersebut sebelum batas waktu yang telah ditentukan. (Mar)

Selengkapnya
4 May 2026

Pemkab Sidoarjo Kolaborasi dengan BNPB Optimalkan Penanganan Banjir Tahunan

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengoptimalkan penanganan banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah, terutama Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, dan Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi.Langkah tersebut ditempuh melalui audiensi Bupati Sidoarjo Subandi dengan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (4/5/2026).Dalam audiensi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi memaparkan kondisi geografis Sidoarjo sebagai daerah delta, yakni wilayah dataran rendah yang berada di pertemuan aliran sungai dan laut sehingga cenderung mudah tergenang air, termasuk di wilayah Tanggulangin dan Candi.Kondisi tersebut membuat penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Terlebih, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dukungan BNPB sebagai lembaga pemerintah pusat menjadi sangat penting.Subandi menambahkan, Pemkab Sidoarjo sebenarnya telah melakukan berbagai langkah penanganan banjir, seperti rutin melakukan normalisasi sungai untuk mengurangi sedimentasi serta mengoptimalkan kinerja rumah pompa di sejumlah titik rawan.Namun, upaya tersebut dinilai masih perlu diperkuat agar penanganan banjir bisa lebih maksimal dan berkelanjutan.“Karena di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Tanggulangin, ini agenda banjir itu tahunan. Maka solusi ini harus kita selesaikan bersama antara BNPB, provinsi, dan daerah,” tegasnya.Ia menambahkan, keterbatasan anggaran akibat efisiensi membuat pemerintah daerah perlu menggandeng BNPB agar penanganan bisa lebih cepat dan optimal.“Dengan adanya efisiensi anggaran, kami harus mencari dukungan dari BNPB agar persoalan banjir ini bisa segera tertangani,” ucapnya.Subandi juga menjelaskan, dalam audiensi tersebut pihaknya menyampaikan langsung berbagai persoalan teknis yang terjadi di lapangan kepada BNPB.“Pak Kalaksa tadi juga memaparkan persoalan-persoalan yang ada di lapangan serta diminta melakukan mapping secara menyeluruh oleh BNPB agar penanganannya lebih terarah,” ujarnya.Dalam audiensi tersebut, Subandi didampingi Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo Sabino Mariano dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Mochammad Mahmud. Keduanya turut memaparkan kondisi lapangan, termasuk titik-titik rawan banjir serta kebutuhan teknis penanganannya.Subandi mengungkapkan, audiensi tersebut mendapat respons positif dari BNPB. Sejumlah langkah konkret, termasuk dukungan bantuan, mulai dibahas untuk mempercepat penanganan banjir di Sidoarjo.“Alhamdulillah kami diterima dengan baik dan dicarikan solusi. Tadi juga disampaikan ada bantuan-bantuan yang akan diberikan, termasuk untuk penanganan di wilayah Tanggulangin,” katanya.Ia juga menyebut, Kalaksa BPBD Sidoarjo untuk sementara diminta tetap berada di Jakarta guna mendalami teknis penanganan banjir dari BNPB.“Pak Kalaksa sementara diminta tinggal untuk mendalami teknis dari BNPB. Harapannya nanti bisa membawa ‘oleh-oleh’ berupa solusi konkret yang bisa langsung diterapkan untuk masyarakat Sidoarjo,” ujarnya.Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sidoarjo Sabino Mariano menambahkan bahwa saat audiensi, pihaknya secara langsung memaparkan kondisi teknis di lapangan di hadapan BNPB, mulai dari penyebab banjir hingga kebutuhan penanganan.“Kami diminta menyampaikan secara detail persoalan yang ada, mulai dari kapasitas saluran yang tidak mencukupi, kondisi pompa yang perlu ditingkatkan, hingga wilayah-wilayah yang menjadi langganan banjir seperti Desa Kedungbanteng dan Desa Kedungpeluk,” kata Sabino.Ia menyebut, pemaparan tersebut menjadi dasar bagi BNPB dalam merumuskan langkah dukungan yang akan diberikan kepada Pemkab Sidoarjo.“Kami berharap hasil audiensi ini bisa segera ditindaklanjuti, sehingga penanganan banjir bisa lebih terarah dan efektif,” ujarnya.Lebih lanjut, Kepala Dinas PUBMSDA Sidoarjo, Mochammad Mahmud, menambahkan bahwa strategi penanganan banjir akan difokuskan pada peningkatan kapasitas infrastruktur pengendali air, khususnya pompa dan saluran.“Langkah teknis yang disiapkan meliputi normalisasi sungai, peningkatan kapasitas pompa, serta perbaikan saluran agar aliran air lebih lancar,” ujarnya.Mahmud menjelaskan, dalam audiensi tersebut Pemkab Sidoarjo juga mengajukan kebutuhan anggaran penanganan banjir sebesar Rp209,5 miliar kepada BNPB untuk mendukung berbagai program prioritas.Rinciannya meliputi normalisasi Sungai Bagebug sebesar Rp15 miliar, perbaikan pompa Kedungcangkring Rp35 miliar, penambahan pompa di Penatarsewu dan Kedungbanteng Rp15 miliar, peningkatan 37 unit pompa serta pengadaan pompa portable berkapasitas 250 liter per detik senilai Rp134 miliar.Selain itu, peningkatan saluran Gedangrowo sebesar Rp5,5 miliar serta pengadaan sarana dan prasarana kendaraan untuk penanggulangan bencana sebesar Rp5 miliar.Subandi berharap kolaborasi antara BNPB, Pemerintah Provinsi, dan daerah dapat mempercepat penanganan banjir di Sidoarjo sehingga persoalan yang terjadi setiap tahun dapat segera teratasi.“Minimal, persoalan banjir yang setiap tahun terjadi di Sidoarjo bisa diselesaikan melalui kolaborasi antara BNPB, Pemerintah Provinsi, dan daerah, sehingga dapat mewujudkan tata kota yang lebih baik, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Subandi.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BNPB yang telah menerima audiensinya serta memberikan respons cepat terhadap penanganan persoalan banjir di Kabupaten Sidoarjo.“Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Bapak Jenderal Suharyanto, yang telah memberikan respons dan dukungan cepat dalam upaya penyelesaian banjir di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.

Selengkapnya
4 May 2026

Wakil Bupati Sidoarjo Kunjungi Kampung Lali Gadget Wonoayu, Dorong Edukasi Anak Tanpa Gadget

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., mengunjungi wahana Outdoor Learning (ODL) di Kampung Lali Gadget Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas positif tanpa ketergantungan pada gadget.Dalam kunjungan tersebut, turut didampingi Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Camat Wonoayu, serta Forkopimka Wonoayu.Dalam kesempatan tersebut, Mimik Idayana menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Kampung Lali Gadget yang dinilai mampu menjadi solusi atas maraknya ketergantungan anak terhadap perangkat digital.“Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah diperjuangkan anak muda dengan keberadaan Kampung Lali Gadget ini sebagai ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar, bermain, berinteraksi dengan alam dan bersosialisasi dengan teman tanpa gadget. Ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan karakter anak,” ujarnya.Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong program-program serupa agar dapat berkembang di wilayah lain.“Harapannya, konsep seperti ini bisa direplikasi di kecamatan dan desa-desa lain di Sidoarjo sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan manfaat positif dan terus dikembangkan, salah satunya pada sarana dan prasarana dengan memaksimalkan lahan yang ada agar dapat menampung banyak anak-anak untuk kegiatan belajar di luar kelas atau outing class cukup di Sidoarjo saja tanpa harus keluar kota serta terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” tambahnya.Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih menilai keberadaan Kampung Lali Gadget sejalan dengan program pendidikan yang menekankan penguatan karakter dan pengembangan kreativitas anak.“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo sangat mendukung program pemerintah yaitu destinasi kegiatan Outdoor Learning (ODL) di Sidoarjo saja salah satunya di Kampung Lali Gadget ini yang sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan saat ini, khususnya dalam membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan sosial anak. Ini bisa menjadi model pembelajaran kontekstual di luar kelas khususnya untuk jenjang PAUD/TK dan SD. Pembelajaran tidak hanya di luar sekolah, tetapi juga dapat dilakukan di lingkungan sekolah dengan memaksimalkan sarana yang ada,” ungkapnya.Di sisi lain, Achmad Irfandi pendiri Kampung Lali Gadget menjelaskan bahwa Kampung Lali Gadget hadir sebagai respons atas kekhawatiran terhadap penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak.“Kami ingin mengembalikan dunia anak ke dunia bermain yang sesungguhnya di mana di Kampung Lali Gadget ada berbagai macam permainan tradisional yang sarat dengan kearifan lokal seperti dakon, egrang, gobak sodor, dan bakiak panjang. Di sini mereka belajar nilai kebersamaan, kreativitas, dan juga kearifan lokal melalui berbagai kegiatan,” jelasnya.Salah satu siswa merasa senang dengan berbagai kegiatan yang ada di Kampung Lali Gadget, “Aku senang sekali bisa main bakiak panjang di sini,” ujar Anindiya (5) siswa TK Dharma Wanita Persatuan Wedoro Waru.Melalui pengembangan wahana ODL berbasis permainan tradisional ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu membangun karakter, kesehatan fisik, serta keterampilan sosial di era digital. (Mar)

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1696796