Berita

26 Aug 2026

Tas Kulit Sidoarjo Menuju Paris Fashion Week, Bupati Subandi Apresiasi Acapcop

KOMINFO, Sidoarjo - Produk lokal Sidoarjo menembus pasar internasional. Tas dan dompet kulit Acapcop akan hadir dalam ajang Paris Fashion Week pada bulan Oktober mendatang. Keberhasilan perajin kulit lokal masuk ke pameran internasional tersebut mendapat apresiasi Bupati Sidoarjo, Subandi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bangga karena salah satu UMKM di wilayahnya berhasil memperkenalkan produk unggulan, yaitu kerajinan kulit sapi berupa tas dan dompet. "Pemerintah akan senantiasa mendukung UMKM di Kabupaten Sidoarjo agar dapat meningkatkan kualitas dan daya saing, bahkan hingga dikenal secara internasional. Mengingat kualitas kerajinan tas dan dompet ini sangat baik. Dengan desain yang menarik serta penggunaan kulit yang berkualitas, produk-produk ini sangat potensial untuk dipasarkan ke mancanegara," katanya.Subandi juga menyampaikan bahwa dukungan akan diberikan melalui aplikasi khusus yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendukung seluruh UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Dengan aplikasi itu, para pelaku UMKM dapat memperkenalkan dan menjual hasil karya mereka. Dengan begitu, produk UMKM Sidoarjo dapat lebih mudah dikenal dan dipasarkan. "Acapcop direncanakan akan berpartisipasi dalam pameran Fashion Week di Paris pada bulan Oktober mendatang. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi produk Sidoarjo yang mampu menembus pasar internasional. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dengan harapan Acapcop dapat menjadi UMKM unggulan Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.Subandi mengimbau masyarakat Sidoarjo untuk mendukung UMKM Sidoarjo dengan menggunakan produk-produk lokal Sidoarjo. "Mari bersama-sama memproduksi tas khas Sidoarjo, dengan fokus pada kualitas tas dan dompet yang unggul dan istimewa," katanya. Pemilik Acapcop, Efied Dwi Meyastutie beserta suami, telah melakukan audiensi dengan Bupati Sidoarjo Subandi di ruang transit Pendopo Delta Wibawa pada hari Rabu (26 Agustus 2026). Selain memperkenalkan produk tas dan dompet hasil produksi Acapcop, Efied Dwi menyampaikan rencana partisipasi dalam ajang Fashion Week di Paris. Acapcop akan memamerkan koleksi tas dan dompet yang terbuat dari kulit asli. Produk tersebut merupakan karya perajin lokal dari Sidoarjo. "Kami memohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas kesempatan partisipasi kami dalam acara tersebut, di mana kami bermaksud untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kerajinan tas kulit asli Sidoarjo kami," katanya. Efied menambahkan, partisipasi dalam kegiatan tersebut dapat mendukung UMKM, khususnya para perajin kulit, untuk terus berkarya dengan hasil maksimal agar dapat dikenal hingga mancanegara. Acapcop telah meresmikan gerai workshopnya di Prospero Apartment Lt.1, Sidoarjo. Pembukaan gerai itu merupakan langkah strategis Acapcop untuk mendekatkan diri dengan konsumen sekaligus memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan industri fashion. Produk lokal yang dikembangkan dengan serius dan dikelola oleh pihak yang kompeten memiliki potensi untuk menghasilkan kualitas yang setara dengan merek internasional. "Sebagai perajin merek tas kulit lokal, kami tidak hanya mengangkat kearifan lokal, tetapi juga siap melangkah lebih jauh menuju pasar internasional, seperti ajang Paris Fashion Week yang akan kami ikuti pada Oktober mendatang."ucapnya.yu 

Selengkapnya
26 Aug 2026

Bupati Subandi: Keberhasilan Pejabat Dilihat Dari Dampak yang Dirasakan Masyarakat

KOMINFO, Sidoarjo - Dampak positif yang nyata bagi masyarakat menjadi ukuran keberhasilan kinerja pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, setiap jabatan merupakan amanah dan kepercayaan yang harus diwujudkan melalui kinerja pemerintahan yang mampu memberikan solusi atas persoalan di masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Subandi saat pengambilan sumpah dan janji jabatan pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo pada Rabu (26/8/2026) di Pendopo Delta Wibawa. Dalam pengambilan sumpah dan janji jabatan tersebut, terdapat 10 pejabat pimpinan tinggi pratama, sekitar 150 pejabat administrator (eselon III), dan pengawas (eselon IV) yang dilantik.  Selain itu, enam pejabat fungsional pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo.  Subandi meminta seluruh pejabat yang dilantik menjadikan pelantikan ini sebagai bagian perjalanan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. “Jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas. Bukan hanya kehormatan semata, namun juga kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan. Juga harapan masyarakat kepada pemerintah yang bekerja secara nyata dan memberikan solusi atas segala persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya. Menurut Subandi, pejabat pemerintah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas dan menyelesaikan tugas administratif. Setiap kebijakan dan program yang dijalankan harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, Subandi meminta seluruh pejabat membangun koordinasi dan komunikasi yang baik. Kekompakan diperlukan mulai dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif. “Ukuran keberhasilan pejabat adalah dari dampak positif yang dirasakan masyarakat,” tegasnya. Subandi menjelaskan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian yang biasa dalam dinamika pemerintahan. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya membangun kekuatan organisasi dan mempercepat pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat. Selain memperkuat internal pemerintahan, Subandi menekankan pentingnya membangun harmonisasi dengan DPRD serta merangkul aparat penegak hukum (APH) di Sidoarjo. Sinergi antarlembaga dinilai penting agar penyelenggaraan pemerintahan dapat berjalan semakin kuat dan terarah. “Mutasi ini sudah biasa. Ini untuk membangun kekuatan, percepatan pembangunan, pelayanan masyarakat, dan harmonisasi dengan DPRD, serta merangkul APH di Sidoarjo,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan seluruh jajaran. Ditegaskan lagi bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai apabila setiap perangkat pemerintahan bekerja sendiri-sendiri. Subandi berharap seluruh pejabat dapat segera menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjaga koordinasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Dengan koordinasi dan kekompakan yang semakin baik, pelayanan publik diharapkan semakin cepat, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sidoarjo,” harapnya. (Dew) 

Selengkapnya
25 Aug 2026

Wabup Mimik Hadiri Pengajian Akbar dan Doa Bersama Maulid Nabi di Kletek

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Majelis Sholawat AD DIBA’ dan BURDAH PANAMA di kediaman Khoirul Anam, Desa Kletek RT 16 RW 07, Kecamatan Taman, Selasa malam (25/8/2026). Peringatan Maulid Nabi tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme jemaah. Ribuan jemaah hadir mengikuti rangkaian pengajian dan doa bersama. Turut hadir Camat Taman Ahmad Fauzi, Kepala Desa Kletek, pemilik UMKM Bakery & Donut Panama Khoirul Anam, penceramah Ustadzah Mumpuni Handayayekti, Ketua Ranting NU Kletek H. Suwono, Pengasuh TPQ Darun Najah Kletek Hj. Nyai Khasanah, Forkopimka Taman, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kehadiran penceramah Ustadzah Mumpuni Handayayekti menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Dai kondang asal Cilacap tersebut memberikan tausiyah keagamaan yang diharapkan dapat menambah wawasan dan pemahaman agama bagi jemaah. Dalam sambutannya, Mimik menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan tahunan. Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dengan menjaga kebersamaan dan kepedulian antarsesama. “Karena dalam acara ini, nilai-nilai dari Maulid ini sangat penting terutama untuk arekarek Sidoarjo, kita harus guyub, rukun, dan saling gotong-royong,” ujar Mimik. Menurutnya, kekompakan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan Sidoarjo. Karena itu, ia mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan dan saling membantu ketika menghadapi persoalan di lingkungan masing-masing. “Saya yakin kalau masyarakat ini guyub dan rukun. Mari kita bersama-sama mendoakan agar Sidoarjo ini lebih baik lagi dan Insya Allah masyarakatnya sejahtera,” katanya. Mimik juga meminta masyarakat menyampaikan persoalan yang dihadapi kepada kepala desa atau RW setempat. Menurutnya, Pemkab Sidoarjo memiliki berbagai program yang perlu dipahami masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Sidoarjo itu sangat banyak sekali program-programnya. Itu yang harus panjenengan pahami,” tuturnya. Ia menegaskan Pemkab Sidoarjo akan terus melakukan perbaikan demi mendukung kesejahteraan masyarakat. “Insya Allah kedepannya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus-menerus memperbaiki demi kebaikan dan kelancaran kesejahteraan panjenengan semua,” ujarnya. Menutup sambutannya, Mimik meminta doa masyarakat untuk Kabupaten Sidoarjo sekaligus mendoakan tuan rumah agar usaha yang dijalankan diberikan kelancaran, kesehatan, dan rezeki yang barokah. “Nanti titip doa, khususnya untuk Kabupaten Sidoarjo. Dan khususnya untuk tuan rumah, mudah-mudahan usahanya diberikan kelancaran, kesehatan, dan rezeki yang barokah. Amin amin ya rabbal alamin,” pungkasnya. 

Selengkapnya
25 Aug 2026

Bupati Subandi Datangi RTLH di Tarik, Tiga Rumah Warga Dapat Atensi Perbaikan

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo semakin menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Tiga warga Kecamatan Tarik memerlukan bantuan untuk memperbaiki rumah mereka yang sudah tidak layak huni (RTLH). Bupati Sidoarjo, Subandi menyaksikan langsung kondisi rumah mereka. Bantuan pun segera diberikan  Bupati Subandi datang dengan didampingi pejabat Dinas Sosial Sidoarjo, Baznas Sidoarjo, serta jajaran Forkopimka Tarik. Satu per satu RTLH warga kurang mampu tersebut dikunjungi pada Selasa (25/8/2026). Bupati Subandi menyaksikan sendiri kondisi tempat tinggal Jumadi di Desa Singogalih, rumah Siti Muanah di Desa Sebani, serta kediaman Anna di Desa Mliriprowo. Ketiga rumah tersebut mendapat perhatian khusus untuk mendapatkan bantuan perbaikan. Agar menjadi hunian yang aman dan nyaman. Bupati Subandi mengatakan, Pemkab Sidoarjo berkoordinasi dengan Baznas Sidoarjo untuk menindaklanjuti kebutuhan perbaikan rumah warga tersebut. Beberapa bagian yang menjadi prioritas, antara lain, perbaikan atap, kamar mandi, dan lantai rumah."Segera kita koordinasikan dengan Baznas untuk dilakukan perbaikan. Kita harapkan saat musim hujan warga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman," ujar Subandi saat berada di kediaman Anna. Perhatian Pemkab Sidoarjo untuk memperbaiki RTLH merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah akan terus berupaya menyampaikan bantuan secara tepat sasaran. "Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang membutuhkan," ungkapnya. Mendapatkan bantuan itu, Anna yang sehari-hari berjualan nasi bungkus mengaku bersyukur. Dia berterima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Subandi. Mau datang ke rumahnya, mau memperhatikan kondisi warganya.  "Saya sangat bersyukur. Terima kasih nggih Pak Bupati Subandi yang telah membantu perbaikan rumah kami. Semoga setelah diperbaiki, keluarga saya dapat hidup lebih aman dan nyaman," ucap Anna dengan haru. Kepada penerima bantuan, Bupati Subandi berharap bantuan perbaikan RTLH tersebut memberikan manfaat nyata bagi keluarga mereka. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, pemerintah kecamatan, serta desa dalam membantu masyaraka. Khususnya warga yang membutuhkan hunian layak. Dengan menyaksikan langsung kondisi warga, Pemkab Sidoarjo berkomitmen memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui dan ditindaklanjuti dengan cepat. Sehingga, keberadaan pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat. (Son) .  

Selengkapnya
25 Aug 2026

Bupati Subandi Berikan Bantuan Kursi Roda untuk Anak Difabel, Orang Tuanya Senang

KOMINFO, Sidoarjo - Syarif dan Nur Indah sedang membutuhkan perhatian. Kedua anak difabel tersebut tercatat sebagai warga kurang mampu di Kecamatan Tarik. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, mereka berharap bisa mempunyai kursi roda untuk membantu beraktivitas. Bupati Sidoarjo, Subandi datang mewujudkan harapan anak-anak itu.  Selasa pagi (25 Agustus 2026), Subandi datang ke rumah mereka berdua yang berada di Desa Segodobacang dan Desa Kemuning, Kecaman Tarik. Subandi datang bersama Dandim 0816/Sidoarjo Letkol. Inf. Abraham Prihadi, anggota DPRD Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta W. Kusuma, dan Camat Tarik M. Rofik. Subandi berharap Syarif yang saat ini berusia 14 tahun bisa kembali beraktivitas keluar rumah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan selalu hadir bagi warga seperti ini.  "Biar Syarif bisa jalan-jalan ya dengan kursi roda. Bersama orang tuanya keluar rumah. Tidak di rumah saja," ucapnya.  Subandi mengatakan, bantuan seperti ini merupakan wujud dukungan pemerintah daerah kepada warga yang membutuhkan. Pelayanan kesehatan kepada mereka juga diapastikan baik. "Hari ini kita hadir juga untuk memastikan BPJS Kesehatannya ada atau tidak. Jika belum, hari ini biar diurus Dinas Sosial. Besok kita terbitkan BPJS-nya agar keluarga nanti bisa berobat gratis," ujarnya.  Orang tua Syarif, Adi Risawan, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan kursi roda untuk anaknya. Diceritakannya, kondisi Syarif sudah seperti itu sejak dilahirkan. Anak pertamanya tersebut lahir prematur dengan usia kandungan 8 bulan.  "Sejak kecil terus terapi sampai usia 14 tahun ini," ucapnya.  Dikatakan oleh Risawan, selama ini mengasuh Syarif membutuhkan kesabaran ekstra. Kemauannya harus selalu dituruti. Setidaknya, dengan diajak jalan-jalan keluar rumah, anaknya itu bisa tenang dan senang. "Selama ini saya mengajak Syarif jalan-jalan dengan motor bersama ibunya," tambah Risawan. Kabid Rehabilitas Sosial Dinas Sosial Sidoarjo Diana Ambarukmi mengatakan, hingga saat ini, sudah 100 unit lebih bantuan kursi roda disalurkan Pemkab Sidoarjo. Bantuan kursi roda itu diberikan kepada masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik. Dinas Sosial Sidoarjo akan memberikan bantuan alat bantu kesehatan jika ada permohonan bantuan. Semisal permohonan dari desa untuk warganya.  "Jika ada warga yang memerlukan, pemerintah desa dapat mengajukan bantuan alat kesehatan kepada Pak Bupati, yang akan diteruskan ke Dinsos Sidoarjo," ucapnya. (Git/mas) 

Selengkapnya
25 Aug 2026

Tinjau Betonisasi di Krian, Bupati Sidoarjo Tegur Kontraktor Untuk Percepat Pekerjaan

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi menegur kontraktor yang menggarap proyek betonisasi. Mereka diminta lebih cepat bekerja agar proyek selesai sebagaimana waktu yang telah ditentukan.  Hal itu ditegaskan Subandi saat melakukan sidak proyek betonisasi ruas Jalan Krian Rumah Potong Hewan (RPH)-Kemangsen (Baldes), Sidoarjo, Selasa (25/8/2026). Memasuki hari keempat pengerjaan, proyek pembangunan jalan beton di sana sudah mengalami deviasi sekitar 1,5 persen. Subandi meminta kontraktor segera mengejar ketertinggalan pekerjaan betonisasi jalan sepanjang 450 meter dengan lebar 7 meter tersebut.  “Kita harapkan dengan waktu empat bulan ini betul-betul bisa selesai. Keterlambatan harus dikejar. Kinerja harus dimaksimalkan agar tidak semakin besar deviasinya,” ujar Subandi saat sidak di lokasi. Subandi juga menyoroti penggunaan alat berat di lokasi. Menurutnya, alat yang digunakan masih relatif kecil, sementara pekerjaan betonisasi membutuhkan penanganan medan yang cukup berat. “Kita lihat alatnya terlalu kecil. Harusnya betonisasi sebesar ini alat beratnya lebih besar,” tandasnya.  Subandi juga menyoroti metode pekerjaan yang sebelumnya menggunakan precast. Namun, metode tersebut dinilai kurang bagus sehingga material yang sudah terpasang harus dibongkar dan kembali dikerjakan dengan metode cor. “Ini awal percobaan untuk betonisasi Sidoarjo kita pakai precast, ternyata kurang bagus, tidak bisa dipakai. Ini lagi dicor, yang sebelumnya dirusak kembali,” jelasnya. Untuk mengejar deviasi tersebut, kontraktor diminta menyiapkan tambahan alat berat. Subandi menyebut akan ada dua alat yang digunakan untuk mendukung percepatan pekerjaan. “Ya, nanti alat juga akan disiapkan ada alat dua. Biarkan nanti dengan panjang 450 meter, lebarnya ini 7 meter dengan waktu empat bulan,” ujarnya.  Selain percepatan pekerjaan dalam proyek betonisasi bernilai kontrak sekitar Rp 3,6 miliar itu, Subandi menekankan pentingnya pengawasan secara ketat. Ia meminta konsultan pengawas melakukan pemantauan setiap hari dan memperbarui perkembangan pekerjaan melalui sistem E-Kenda. Menurutnya, laporan konsultan pengawas menjadi salah satu dasar pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan pekerjaan, termasuk apabila terjadi keterlambatan. “Kalau deviasi ya tentu kita akan tegur. Normalnya berapa, ya ini harus kita sampaikan. Makanya tadi kuncinya adalah di konsultan pengawas,” tegasnya.Subandi juga meminta pengawasan tidak hanya dilakukan oleh konsultan. Camat dan pemerintah desa diminta ikut mengawal pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar pekerjaan dapat berjalan sesuai target. “Saya minta tolong teman-teman, terutama untuk pengawasan, terutama Pak Camat, juga ikut mengawasi. Juga nanti dari desa, biarkan nanti kegiatan ini betul-betul realisasi tepat waktu,” katanya. Dalam sidak tersebut, Subandi juga menjelaskan bahwa kondisi jalan selama pekerjaan berlangsung akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan. Jika seluruh bagian jalan sudah dibongkar, maka jalan akan ditutup total dan arus lalu lintas akan dialihkan. Menurutnya, pengalihan diperlukan karena pekerjaan menggunakan alat berat dan kondisi medan cukup berat. Penutupan dilakukan agar proses pengerjaan tidak mengganggu sekaligus menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.  Lebih lanjut, Subandi menyoroti pengalaman pelaksanaan proyek tahun sebelumnya yang masih ditemukan banyak deviasi dan keterlambatan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bahan evaluasi Pemkab Sidoarjo dalam memperkuat pengawasan proyek pada 2026. Ia berharap pengawasan yang lebih ketat dapat mencegah terjadinya keterlambatan pekerjaan dan memastikan pembangunan berjalan sesuai target. “Jangan sampai terjadi seperti pada tahun 2025 banyak deviasi, banyak keterlambatan, banyak kontraktor kena denda. Nah, ini sebagai koreksi kita,” pungkasnya. (Mar) 

Selengkapnya
24 Aug 2026

Bupati Sidak Tiga RTLH di Sedati, Perbaikan Dimulai September

KOMINFO, Sidoarjo – Tiga warga kurang mampu yang menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Sedati mendapat perhatian Bupati Sidoarjo Subandi. Rumah mereka bakal diperbaiki setelah bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (24/8). Dua RTLH berada di Desa Pabean, yakni milik Lilik Kustinah dan Nur Maskanah. Satu lagi RTLH ditempati Sudarmi yang terletak di Desa Pranti. Subandi mengatakan, bulan depan segera dilakukan perbaikan yang meliputi peninggian rumah, perbaikan atap, dan kamar mandi. Namun, bupati ingin warga gotong royong membersihkan isi rumah terlebih dulu. Tujuannya, mempercepat perbaikan RTLH. ”Akhir bulan harus bersih, biar bulan sembilan mulai pelaksanaan perbaikannya,” ucap bupati setelah melihat rumah Sudarmi di Desa Pranti. Subandi menegaskan bahwa warga kurang mampu harus benar-benar mendapat perhatian. Salah satunya dengan mewujudkan rumah layak huni. Mereka harus hidup di rumah yang aman dan nyaman. Tidak bocor dan kebanjiran saat hujan. Selain itu memiliki kamar mandi yang sehat. ”Semoga segera dilakukan perbaikan agar saat musim hujan tiba, rumah ini tidak sampai bocor, air tidak sampai masuk ke dalam rumah,” katanya. Wakil Ketua IV Baznas Sidoarjo Ilhamuddin yang ikut mendampingi bupati menyatakan bahwa perbaikan dapat dikerjakan awal September. Untuk sementara ini akan dilakukan pemindahan barang-barang yang ada di dalam rumah. Pihaknya juga akan mempersiapkan hunian sementara bagi penerima manfaat program bedah rumah Baznas Sidoarjo.  ”Mudah-mudahan nanti bulan September bisa dikerjakan. Jadi, sementara ini Agustus mengondisikan barang-barangnya yang ada di dalam rumah itu bisa dipindah, termasuk mempersiapkan si penerima bantuan untuk sementara tinggal di mana. Itu yang penting. Sehingga nanti awal September segera dikerjakan,” jelasnya. Ilhamuddin mengungkapkan, sampai saat ini ada sekitar 700 rumah yang telah mendapatkan bantuan program bedah rumah. Baznas Sidoarjo akan terus melakukan verifikasi penerima manfaat program tersebut. Nantinya akan ada data tunggal penerima manfaat yang menjadi acuannya. Data tersebut berasal dari data yang dimiliki Baznas Sidoarjo, Dinas Sosial Sidoarjo, serta Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo. ”Pak Bupati menghendaki nanti ada data tunggal. Jadi, bukan datanya Baznas saja, bukan datanya Dinsos, datanya Perkim, tapi data itu digabungkan jadi satu, kemudian dilakukan survei. Nanti muncul satu data yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, itu yang kita kerjakan. Verifikasi data tunggal itu sedang menginjak tahap terakhir, tinggal penataan saja,” paparnya. Setiap RTLH maksimal mendapat alokasi perbaikan sebesar Rp 27 juta. Jumlah sebelumnya maksimal Rp 25 juta. Kenaikan alokasi perbaikan itu menyesuaikan dengan kenaikan harga bahan bangunan.  Nantinya perbaikan RTLH tidak hanya dikerjakan Baznas Sidoarjo. Kolaborasi dengan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Sidoarjo juga akan dilakukan Baznas Sidoarjo. ”Awalnya memang kami Rp 20 juta sampai Rp 25 juta, tapi karena ini situasi gini, barang-barang naik, ya maksimal Rp 27 juta. Dan nantinya juga bisa dikerjakan oleh Baznas, bisa dikerjakan oleh Perkim, saling berkolaborasi,” ujarnya. Git/mas 

Selengkapnya
24 Aug 2026

Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Juli-September di Sedati, Bupati Subandi Pastikan Kualitas Beras dan Ketepatan Sasaran

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, Subandi menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat penerima bantuan pangan (PBP) di tiga desa wilayah Kecamatan Sedati, Senin (24/8/2026). Tidak hanya menyalurkan, bupati juga mengecek kualitas beras. Penyaluran bantuan pangan beras dilakukan di Desa Betro, Desa Kwangsan, dan Desa Pulungan. Bupati Subandi didampingi Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, perwakilan Perum Bulog Sidoarjo, serta jajaran Forkopimka Kecamatan Sedati. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan. Total terdapat 775 penerima bantuan di tiga desa tersebut. Perinciannya, di Desa Betro sebanyak 232 PBP, Desa Kwangsan 375 PBP, dan Desa Pulungan sebanyak 168 PBP.  Setiap penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026. Masing-masing penerima memperoleh jatah 10 kilogram beras setiap bulan. Bupati Subandi mengatakan, jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2026 mengalami peningkatan. Secara keseluruhan, penerima bantuan pangan di Sidoarjo mencapai kurang lebih 181 ribu penerima. "Alhamdulillah, pada tahun 2026 kita mendapatkan kurang lebih 181.000 penerima. Ini ada peningkatan hampir 2 kali lipat,” ujarnya. Menurutnya, pemerintah tidak hanya memastikan bantuan tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap kualitas dan ketepatan sasaran bantuan. Bupati juga memastikan beras yang disalurkan dalam kondisi layak konsumsi. “Kita sampaikan kepada penerima bahwa beras ini layak dikonsumsi dan tidak boleh dijual. Ini bantuan dari pemerintah yang diharapkan bisa membantu menekan inflasi dan meringankan beban ekonomi masyarakat,” tegasnya. Subandi menambahkan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Perum Bulog agar ketersediaan beras bantuan di Kabupaten Sidoarjo siap untuk disalurkan ke masing-masing desa. Penyaluran dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan. Ia menjelaskan, kehadirannya di lapangan bukan untuk mengambil alih proses penyaluran yang sudah berjalan, melainkan untuk memastikan secara langsung kondisi bantuan yang diterima masyarakat. “Setiap kecamatan terus melakukan penyaluran. Kami dari pimpinan daerah secara simbolis sekaligus mengecek kondisi di lapangan. Kita lihat apakah berasnya layak, distribusinya sudah tepat, dan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat,” jelasnya. Bupati juga mengingatkan masyarakat penerima agar tidak menjual kembali beras bantuan pemerintah. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. "Jangan sampai beras bantuan pemerintah ini dijual. Pemerintah hadir memberikan bantuan sembako agar dapat meringankan beban ekonomi masyarakat. Kalau bantuan ini dijual, tentu tujuan programnya tidak akan tercapai,” pungkasnya. Penyaluran bantuan pangan beras tersebut akan terus dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama instansi terkait juga akan terus melakukan pemantauan agar proses distribusi berjalan lancar, tepat sasaran, dan bantuan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat penerima. (Son/mas)

Selengkapnya
24 Aug 2026

Sidak Betonisasi Jalan Tambak Cemandi, Bupati Subandi Tekankan Pentingnya Percepatan sekaligus Kualitas Hasil Pembangunan

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek betonisasi ruas Jalan Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, pada Senin (24/8/2026). Menyaksikan progres pembetonan jalan sepanjang sekitar 1,4 kilometer dan lebar 6 meter tersebut, Subandi mendesak kontraktor pelaksana mempercepat pengerjaan. Masyarakat juga diminta ikut mengawasi pelaksanaannya. Di lokasi proyek, terlihat pekerja dan alat berat sedang mengerjakan pemasangan Uditch untuk saluran air. Ternyata terjadi deviasi sekitar 4 persen dari target yang telah ditetapkan. Untuk mengejar keterlambatan itu, pelaksana telah menambah alat berat ekskavator. Dari satu menjadi dua unit. “Alhamdulillah ekskavatornya sudah ditambah satu lagi. Sehingga ada dua unit ekskavator untuk mempercepat pengerjaan. Mudah-mudahan deviasi ini segera tertutup,” ujar Subandi yang dengan cermat mengamati kondisi proyek.Dia berharap kondisi cuaca yang mendukung juga harus dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan. Namun, percepatan penggarapan proyek tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kualitas hasil pembangunan jalan beton. Subandi menegaskan, agar hasil betonisasi jalan ini bagus, peran kepala desa, konsultan pengawas, hingga masyarakat sangat diperlukan. Mereka harus ikut mengawal perkembangan pekerjaan tahap demi tahap. Itu sangat penting. "Kalau sampai satu atau dua hari tidak ada kegiatan di lapangan, kepala desa harus segera melaporkan,” tegasnya. Subandi juga meminta perkembangan pekerjaan diperbarui secara rutin. Pemantauan progres penting dilakukan agar setiap kendala dapat segera diketahui dan cepat dicarikan solusi.  Selain itu, pelaksana proyek diminta memastikan U-ditch dan material lain yang dibutuhkan selalu tersedia. Ketersediaan material ini menjadi salah satu faktor penting untuk mengejar deviasi pekerjaan. Dengan begitu, penyelesaian tidak terhambat. “Kalau U-ditch dan semua materialnya sudah ready, saya yakin percepatan pekerjaan bisa dilakukan. Karena u-ditch ini kadang juga tergantung, menunggu kering, dan kondisi lainnya. Makanya, kita pastikan semuanya. Mudah-mudahan pekerjaan bisa selesai tepat waktu seperti yang kita harapkan,” ujarnya. Ia menargetkan pekerjaan betonisasi Jalan Desa Tambakcemandi ini tetap selesai pada Desember 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang masih tersedia, dia optimistis keterlambatan sekitar 4 persen dapat dikejar. Tidak hanya mengecek progres fisik betonisasi jalan. Subandi juga meminta penataan lingkungan di sekitar ruas jalan dilakukan bersamaan dengan pekerjaan betonisasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan tiang jaringan milik provider. Sejumlah titik jaringan memakai terlalu banyak tiang. Kondisi itu berpotensi mengganggu kerapian lingkungan dan penataan ruang jalan. Bupati Subandi mendesak, kalau ada empat atau lima tiang provider, cukup sisakan dua. Selebihnya dikoordinasikan dengan pemilik provider untuk dipotong atau dipindahkan. Agar ke depan, keberadaan tiang-tiang itu tidak mengganggu. "Saya butuh kerapian karena sekalian kita lakukan penataan,” katanya. Subandi meminta konsultan pengawas proyek betonisasi ruas Jalan Desa Tambakcemandi segera berkoordinasi dengan pemilik jaringan. Minta mereka cepat menata tiang-tiang di lokasi. Penataan tersebut perlu dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan proyek. Jadi, ketika betonisasi jalan selesai, hasil pembangunannya lebih tertata dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. "Harapan kita, betonisasinya bagus. Penataannya bagus. Dan, masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan dengan nyaman,” ungkapnya. Subandi kemudian mengingatkan lagi bahwa betonisasi Jalan Tambakcemandi ini ditarget rampung pada Desember 2026. Pengawasan harus diperkuat. Agar kualitas pembangunan jalan beton dipastikan tetap terjaga. “Jangan sampai pekerjaan terlambat atau kualitasnya kurang baik, yang akhirnya menjadi beban masyarakat,” pungkas Bupati Subandi. (Mar) 

Selengkapnya
23 Aug 2026

Bupati Subandi Kolaborasi Pemkab dan Organisasi Masyarakat Jadi Kunci Kemajuan Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Kemajuan Kabupaten Sidoarjo membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak dapat berjalan sendiri. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan menjadi penting untuk menghadirkan program dan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo, Subandi saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Benteng Akhlaq Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Era Digital”. Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si. hadir sebagai narasumber. Subandi mengatakan, Pemkab Sidoarjo terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Aisyiyah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya. Hal itu sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan, membuka ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, sekaligus menyampaikan aspirasi. ”Kita selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan Aisyiyah. Setiap program dan kegiatan kita selalu bersinergi, tidak membedakan. Tugas Bupati adalah mengayomi semua organisasi,” ujar Subandi. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo terus membangun kolaborasi dengan Muhammadiyah, termasuk dalam bidang pendidikan. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia. “Alhamdulillah, kita selalu ta’aruf dan berkolaborasi dengan Muhammadiyah. Kita juga mengawal pendidikan di Muhammadiyah. Tugas Muhammadiyah juga mengantarkan pendidikan anak bangsa,” katanya. Subandi menegaskan, kemajuan Kabupaten Sidoarjo membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan. ”Biarkan Kabupaten Sidoarjo ini maju. Kuncinya adalah kebersamaan. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan panjenengan semua,” tegasnya. Menurut Subandi, Pendopo Kabupaten Sidoarjo juga merupakan ruang bersama yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan positif. Karena itu, Pengajian Ahad Pahing tidak hanya dipandang sebagai kegiatan milik organisasi tertentu, tetapi menjadi bagian dari ruang kebersamaan masyarakat. ”Biarkan pendopo ini milik bersama. Tujuan pengajian Ahad ini bukan milik organisasi tertentu, tetapi untuk kita bersama,” ujarnya. Salah satu bentuk kolaborasi itu adalah memberikan penguatan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Orang tua berperan penting dalam membangun benteng akhlak anak. Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si. menyampaikan, tantangan pengasuhan semakin besar seiring dengan kemudahan anak mengakses informasi dan berinteraksi di ruang digital. Ia mengaitkan pendidikan anak dengan tiga ayat Al-Qur’an. Yakni, QS. At-Tahrim ayat 6, QS. Luqman ayat 13, dan QS. Al-Furqan ayat 74. QS. At-Tahrim ayat 6 mengingatkan tentang amanah menjaga diri dan keluarga. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa orang tua memiliki tanggung jawab untuk menjaga sekaligus membimbing anak agar tumbuh dalam lingkungan yang baik. QS. Luqman ayat 13 memberikan gambaran mengenai pendidikan anak, terutama pentingnya penanaman tauhid sejak dini. Sedangkan QS. Al-Furqan ayat 74 menggambarkan harapan orang tua agar memiliki keturunan yang menjadi qurrata a’yun, atau penyejuk hati. ”Anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan akhlak. Orang tua harus menjadi bagian penting dalam membangun benteng anak ketika menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan maupun dunia digital,” jelas Prof. Casmini. Ia juga menekankan bahwa pengajian harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Ada tiga prinsip dalam tabligh yang perlu menjadi perhatian, yaitu mencerdaskan, memberikan pencerahan, dan membahagiakan. “Pertama, mencerdaskan. Mencerdaskan itu harus ada perubahan. Ini menjadi ciri Aisyiyah sebagai gerakan perempuan yang mengaji. Kedua, memberikan pencerahan. Ketiga, membahagiakan, sehingga kita selalu tersenyum,” tuturnya. (Dew/mas)

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2250675