KOMINFO, Sidoarjo - Memasuki Hari Pertama Sekolah Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada Senin (13/7/2026), Bupati Sidoarjo Subandi memberikan perhatian khusus kepada para tenaga pendidik. Ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menitipkan pesan mendalam kepada para guru yang menjadi garda terdepan dalam membentuk masa depan generasi muda Sidoarjo. Bupati Subandi memberikan apresiasi tinggi atas kesabaran dan dedikasi Bapak dan Ibu Guru dalam menyambut kehadiran murid-murid baru di sekolah. Menurutnya, peran guru sangat krusial dalam menentukan kenyamanan anak di awal fase pendidikan mereka. ”Terima kasih kepada Bapak dan Ibu Pendidik yang dengan penuh kesabaran menyambut anak-anak kita sebagai murid baru. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujar Bupati Subandi. Bupati juga menekankan bahwa tugas guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga moralitas anak didik. Ia mengajak para "Pahlawan tanpa Tanda Jasa" di Sidoarjo untuk berkolaborasi aktif dalam membangun pondasi karakter anak bangsa. ”Mari kita rawat dan jaga setiap anak kita agar dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” tegasnya. Di samping memberikan pesan kuat untuk para guru, Bupati Subandi juga tidak melupakan peran penting orang tua. Dia mengapresiasi para orang tua yang menyempatkan diri mengantar putra-putrinya masuk ke sekolah di hari pertama. Karena itu sebagai bentuk dukungan moral yang luar biasa. "Kehadiran orang tua adalah sumber keberanian dan rasa percaya diri yang akan selalu dikenang oleh anak," tambahnya. Kepada para siswa-siswi baru, Bupati Subandi turut membakar semangat mereka agar tidak takut mencoba hal baru dan berani bermimpi tinggi demi masa depan. ”Jangan takut mencoba. Jangan malu bertanya. Jangan pula berhenti bermimpi demi mencapai cita-cita. Kabupaten Sidoarjo ada di tangan kalian,” pungkasnya memotivasi.(mas) .
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Puluhan komunitas penggiat lingkungan dari berbagai bank sampah diseluruh Kabupaten Sidoarjo berkumpul di Perumahan Taman Surya Kencana, Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Minggu pagi, (12/7). Mereka datang untuk menguatkan komitmennya dalam menuntaskan sampah lewat sarasehan antar penggiat lingkungan di wilayah Sidoarjo. Kegiatan yang digelar Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo itu juga dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026. Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana hadir langsung dalam kesempatan tersebut. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengapresiasi kehadiran komunitas penggiat lingkungan tersebut. Pasalnya mereka ikut andil dalam menuntaskan permasalahan sampah di Kabupaten Sidoarjo. Dikatakannya dukungan komunitas penggiat lingkungan seperti ini sangat dibutuhkan pemerintah daerah. “Sangat mengapresiasi apa yang menjadi kegiatan panjenengan. Terima kasih. Tanpa kepedulian panjenengan terhadap lingkungan, pemerintah tidak akan sanggup sendiri dalam mengatasi permasalahan sampah,” ucapnya. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meminta komunitas penggiat lingkungan juga dapat mengajak masyarakat untuk ikut peduli dengan lingkungannya. Menurutnya kepedulian lingkungan dapat dimulai dari rumah. Yakni mengelola sampahnya masing-masing dengan cara memilahnya. Dengan kepedulian pengelolaan sampah seperti ini ia yakin permasalahan sampah akan terselesaikan dari sumbernya sebelum masuk ke TPA. “Kebersihan dapat dimulai dari diri kita sendiri. Kalau diri kita peduli dengan lingkungan mulai dari rumah kita sendiri, keluarga kita, insyaallah nanti akan merambat dengan sendirinya kepedulian lingkungan itu,” ucapnya. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana akan mensupport kegiatan kepedulian lingkungan seperti ini. Ia akan ajak komunitas penggiat lingkungan berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia yakin dengan dukungan seperti ini permasalahan sampah dapat dituntaskan bersama. “Alhamdulillah, saya, Pak Bupati, sangat mengapresiasi apa yang sudah menjadi kegiatan panjenengan. Insyaallah nanti ke depannya kita akan selalu berkomunikasi,” ujarnya. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berharap Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo dapat terus melakukan pendampingan kepada seluruh bank sampah yang ada. Ia ingin setiap Dasa Wisma/Dawis terdapat tempat sampah khusus untuk setiap jenis sampah. Dari bak sampah khusus itulah pengelolaan sampah dapat dilakukan. Bahkan ia yakinkan sampah akan bernilai ekonomis jika pengelolaannya dilakukan dengan benar. “Terutama sampah plastik itu sangat meresahkan. Kita ini harus mengurangi sampah plastik karena plastik sendiri tidak bisa diurai. Tetapi, di tangan Ibu-ibu yang penuh kreasi ini, akan menjadikan cuan. Dari sampah plastik bisa dijadikan berbagai macam kerajinan, ada yang bisa dijadikan bunga, tas, dan lain-lain,” ujarnya. Ketua Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo, Mailiya Hurmatud Diniyah menyampaikan sarasehan antar penggiat lingkungan menjadi agenda rutinnya. Kegiatannya tersebut mendapat dukungan dari pihak-pihak yang peduli lingkungan. Salah satunya dari Environment Activis Community. Ia ingin lewat kegiatan tersebut keberadaan bank sampah yang ada di Kabupaten Sidoarjo dapat aktif kembali. “Lewat sarasehan ini kita ingin kembali mengaktifkan lagi bank sampah yang ada karena beberapa bank sampah itu kan sudah lesu. Akhir-akhir ini sudah banyak yang bilang, "Ah malas, gak ono kegiatane, duwike tambah titik," ucapnya. Mailiya mengatakan ada sekitar seratus orang penggiat lingkungan yang tergabung dalam paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo. Sedangkan anggota bank sampah yang tergabung di paguyubannya masih 76 bank sampah. Ia akan terus melakukan pendampingan kepada puluhan bank sampah yang tersebar di berbagai kecamatan tersebut. Namun ia juga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo dapat ikut serta melakukan pendampingan pengelolaan sampah yang dilakukan anggotanya. “Mereka itu semua adalah pengurus bank sampah (penggiat lingkungan). Kalau anggota di grup WA kami hampir 200, tapi yang terdata dikami 76 bank sampah. Kita akan terus mendampingi mereka untuk mengelola sampahnya,” ucapnya. Git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan melakukan penataan ulang kawasan di sekitar Tol HK, Kecamatan Jabon, sebagai tindak lanjut maraknya aktivitas hiburan yang menjadi sorotan masyarakat. Hal ini sebagai upaya Pemkab melindungi masyarakat dari dampak negatif praktik hiburan ilegal, seperti dugaan prostitusi, peredaran minuman keras, dan aktivitas lain yang bertentangan dengan ketertiban umum.Langkah ini dilakukan setelah tim gabungan beberapa waktu lalu menggelar razia dan penertiban di kawasan Tol HK.Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum dan kewenangan pengelolaan lahan.“Kami ingin bertindak tegas karena persoalan ini sudah menjadi perhatian masyarakat. Namun kawasan tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Karena itu kami akan berkoordinasi dan mengajukan surat resmi untuk pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar kawasan tersebut dapat ditata dan dikelola secara maksimal untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya saat audiensi di ruang rapat Wakil Bupati pada Kamis (9/7/2026). Menurut Mimik, kawasan tersebut sebelumnya juga pernah ditertibkan. Namun bangunan liar kembali bermunculan bahkan semakin meluas hingga ke arah Tlocor, Jabon. Karena itu diperlukan penataan yang lebih komprehensif agar persoalan serupa tidak terus berulang.“Kami tidak mempermasalahkan keberadaan angkringan maupun pelaku UMKM yang menjalankan usaha secara tertib dan sesuai aturan. Fokus pemerintah adalah menertibkan bangunan liar serta menghentikan praktik prostitusi, peredaran minuman keras, dan aktivitas ilegal lainnya yang meresahkan masyarakat,” jelasnya. Untuk mendukung langkah tersebut, Mimik meminta Camat Jabon bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera melakukan pendataan terhadap bangunan liar, pelaku usaha, hingga pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. Pendataan identitas, termasuk nama dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), akan menjadi dasar dalam proses penataan kawasan.Berdasarkan data Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, terdapat 64 bangunan liar di sisi utara kawasan dan sekitar 80 bangunan liar di sisi selatan. Secara keseluruhan terdapat 298 bangunan di sepanjang kanan dan kiri kawasan yang didominasi warung dan angkringan yang beroperasi pada malam hari. Perwakilan BBWS Brantas Jawa Timur, Yudi menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu menyampaikan surat resmi beserta hasil pendataan sebagai dasar pelaksanaan penertiban sesuai kewenangan. “Setelah pendataan dilakukan, kami akan melaksanakan sosialisasi kepada para pemanfaat lahan dan memberikan teguran atas pelanggaran yang terjadi sebelum proses penertiban dilaksanakan bersama pemerintah daerah,” ucapnya. Sebagai tindak lanjut, penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap. Dalam jangka pendek, pemerintah akan melakukan pendataan warga yang melakukan pelanggaran, sosialisasi oleh BBWS, pemberian teguran, hingga penertiban bangunan liar oleh Satpol PP sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bahrul Amig berharap setelah proses tersebut tidak ada lagi praktik prostitusi, karaoke ilegal, maupun aktivitas lain yang melanggar hukum beroperasi di kawasan Tol HK.“Kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif menjaga hasil penataan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar kawasan tersebut tidak kembali berkembang menjadi lokasi praktik prostitusi maupun aktivitas ilegal lainnya,” tuturnya. Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, BBWS, pemerintah kecamatan, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.“Dalam jangka panjang, kawasan Tol HK direncanakan dikembangkan menjadi sentra UMKM yang tertata dan legal serta dilengkapi ruang terbuka hijau. Penataan ini akan mengubah wajah kawasan menjadi ruang publik yang lebih indah, sehat, produktif, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambah Amig. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo mendapat dukungan penguatan keamanan siber dari perusahaan siber sekuriti terkemuka asal Korea Selatan (Korsel), LSWare Inc. Dukungan tersebut tindak lanjut dari keberlanjutan penandatangan MoU (Nota Kesepakatan) Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dengan LSWare Inc di Korsel tahun lalu. Kesepakatan tersebut berfokus pada penguatan cyber security serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Salah satunya Pemkab Sidoarjo yang berkesempatan mengikuti pelatihan langsung dari LSWare Inc di Korsel.Pagi tadi, Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun bersama Direktur Eksekutif ASKOMPSI, Edy Santoso berkunjung ke Kabupaten Sidoarjo, Kamis, (9/7). Mereka diterima langsung Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati bersama Asisten Administrasi Umum Setda Sidoarjo, Benny Airlangga dan Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, Eri Sudewo di kantor Setda Sidoarjo. Dalam pertemuan tersebut pihak LSWare Inc memaparkan sistem keamanan siber yang dimilikinya. Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, menyampaikan Pemkab Sidoarjo berkomitmen terhadap percepatan transformasi digital pemerintah daerah. Digitalisasi layanan publik pun terus dilakukan. Meski begitu, Pemkab Sidoarjo tidak mengabaikan aspek keamanan siber. Oleh karenanya sistem keamanan siber juga menjadi perhatian dalam upaya percepatan digitalisasi layanan publik di Kabupaten Sidoarjo.“Keamanan siber menjadi elemen penting dalam menjaga kerahasiaan dan ketersediaan data pemerintah,”ucapnya.Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, berharap dukungan LSWare Inc seperti ini akan menguatkan tata kelola layanan digital di Sidoarjo. Dengan begitu sistem digitalisasi layanan publik Pemkab Sidoarjo akan semakin responsif terhadap berbagai potensi risiko serangan siber. Disampaikannya insiden keamanan sistem digitalisasi layanan publik dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital pemerintah. Oleh karenanya keamanan siber perlu diperkuat agar kebocoran data dapat dihindari."Dengan penguatan kapasitas ini, tata kelola layanan digital di Sidoarjo diharapkan semakin responsif terhadap berbagai potensi risiko serangan siber," ungkap Fenny.Sementara itu Direktur LSWare Indonesia, Kim Mansun menyampaikan LSWare memiliki pengalaman yang luas dalam bidang keamanan siber, termasuk keamanan server, manajemen akses istimewa (privileged access management), dan solusi manajemen kerentanan. LSWare juga telah menjalin kemitraan dengan SUCOFINDO.“Kami telah memperoleh sertifikasi SecuMS dan Omniguard dari BSSN, dan kami terus menjalankan pedoman keamanan siber serta program kerja sama teknis,” ucapnya.Kim Mansun mengatakan percepatan transformasi digital secara global juga terjadi pada layanan pemerintah. Layanan masyarakat kini semakin bergantung pada sistem TI. Namun, digitalisasi yang pesat juga membawa peningkatan ancaman siber yang signifikan."Secara khusus, pemerintah daerah seringkali menghadapi keterbatasan dalam hal infrastruktur keamanan dan tenaga ahli, sehingga membuat mereka lebih rentan terhadap serangan siber seperti ransomware, peretasan, dan kebocoran data."Kim Mansun berharap melalui upaya-upaya seperti ini, pemerintah daerah dapat membangun lingkungan digital yang lebih aman dan tangguh, serta memberikan layanan yang dapat diandalkan bagi masyarakat.“Kami berharap momen ini dapat menjadi awal dari kemitraan yang kuat untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi masyarakat Sidoarjo,” harapnya. git
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, S.A.P., memberikan apresiasi kepada Kanaya Syakira Pramudya, siswi SMP Negeri 1 Sidoarjo yang berhasil meraih Prestasi Putri Berbakat I pada Grand Final Putra Putri Siswa Jawa Timur Kategori SMP. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wakil Bupati Sidoarjo, Kamis (9/7/2026).Kanaya hadir didampingi Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 1 Sidoarjo, Aris Efendi, beserta orang tuanya. Pada ajang tersebut, Kanaya menampilkan Tari tradisional Solah Ketingan, yang mengangkat kekayaan budaya khas Sidoarjo melalui cerita tentang bandeng dan udang windu sebagai ikon daerah. Menurut Mimik, penampilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi duta budaya sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat luas."Selamat kepada Ananda Kanaya Syakira yang telah mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Putri Berbakat I. Prestasi ini sangat membanggakan. Teruslah semangat berlatih, kembangkan bakat yang dimiliki, dan ajak teman-teman untuk berani berprestasi sesuai kemampuan masing-masing," ujar Mimik.Ia berharap prestasi tersebut menjadi awal lahirnya lebih banyak generasi muda Sidoarjo yang berani menunjukkan kemampuan di berbagai bidang, baik seni, budaya, akademik, maupun nonakademik.Mimik juga mendorong agar Kanaya bersama teman-temannya dapat mengambil peran sebagai pelopor kepedulian lingkungan. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama di ruang-ruang publik seperti kawasan Car Free Day."Prestasi akan semakin bermakna apabila dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap Kanaya bisa menjadi contoh, mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, mengingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya, serta terus menyebarkan semangat mencintai Kabupaten Sidoarjo," tuturnya.Selain itu, Mimik juga menyampaikan bahwa talenta-talenta muda seperti Kanaya dapat dilibatkan dalam berbagai agenda Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui kolaborasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata. Menurutnya, penampilan seni tradisional dalam berbagai kegiatan daerah akan menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya Sidoarjo.Sementara itu, Wakil Kepala Kesiswaan SMP Negeri 1 Sidoarjo, Aris Efendi, menyampaikan bahwa keberhasilan Kanaya merupakan hasil pembinaan yang dilakukan sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik di bidang seni dan budaya. Selain tari tradisional, SMP Negeri 1 Sidoarjo juga aktif membina berbagai cabang seni seperti karawitan, ansambel musik, musik tradisi, dan tari kreasi yang rutin mewakili Kabupaten Sidoarjo pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional Tahun 2026 (FLS3N)."Alhamdulillah, prestasi Kanaya menjadi kebanggaan bagi SMP Negeri 1 Sidoarjo sekaligus Kabupaten Sidoarjo. Kami terus berupaya membina potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan seni. Tahun ini, selain tari tradisional, SMP Negeri 1 Sidoarjo juga mewakili Kabupaten Sidoarjo pada beberapa cabang FLS3N, seperti ansambel musik, musik tradisi atau karawitan, dan tari kreasi. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan seni di sekolah terus berjalan dan menghasilkan prestasi," ungkap Aris.Menutup pertemuan tersebut, Wabup Mimik kembali menegaskan pentingnya melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman."Budaya adalah identitas daerah yang harus terus kita jaga. Saya ingin anak-anak Sidoarjo tetap mencintai tari tradisional, karawitan, dan berbagai kesenian daerah lainnya. Mari bersama-sama menguri-uri budaya sekaligus menjadi generasi yang berprestasi, peduli lingkungan, dan membawa nama baik Kabupaten Sidoarjo di tingkat yang lebih tinggi," pungkasnya. (Mar)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan meluncurkan Program Beasiswa Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 yang dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Kamis (9/7/2026).Launching beasiswa dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, unsur Forkopimda, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, para Kepala OPD, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta ratusan penerima beasiswa.Dalam sambutannya, Bupati H.Subandi menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi paling penting bagi masa depan Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, pemerintah daerah terus meningkatkan perhatian terhadap dunia pendidikan agar generasi muda memiliki daya saing yang lebih baik."Investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah adalah investasi pada sumber daya manusia. Kalau anak-anak kita memiliki pendidikan yang baik dan SDM yang unggul, mereka akan memiliki masa depan yang lebih baik sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sidoarjo," ujarnya.H.Subandi mengatakan, pada periode kepemimpinan sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyalurkan sekitar 10.000 beasiswa. Bersama Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana, program tersebut ditingkatkan menjadi 20.000 beasiswa selama masa kepemimpinan saat ini sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait masih adanya anak-anak putus sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Selain itu, tingginya angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi, juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah."Kita harus memastikan setiap tahun angka anak putus sekolah terus berkurang. Jangan sampai pemerintah sudah memberikan kesempatan melalui beasiswa, tetapi setelah lulus justru masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Karena itu kualitas SDM harus terus kita tingkatkan," tegasnya.Bupati H.Subandi juga berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan pendidikan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yatim. Bupati meminta agar mereka mendapatkan pendampingan penuh sehingga tetap memperoleh akses pendidikan mulai jenjang SD, SMP hingga SMA tanpa terkendala kondisi ekonomi.Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, menjelaskan bahwa Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 merupakan bagian dari program koordinasi dan sinkronisasi pemenuhan hak pemuda dan peserta didik di tingkat kabupaten.Menurutnya, program tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat berprestasi maupun kurang mampu, memberikan apresiasi kepada siswa dan mahasiswa berprestasi, serta mencetak generasi muda Kabupaten Sidoarjo yang kompeten, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah."Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyalurkan beasiswa kepada 4.000 penerima yang tersebar di beberapa perangkat daerah," jelas Yudhi.Ia merinci, sebanyak 1.000 penerima berasal dari program Disporapar untuk kategori prestasi akademik dan nonakademik. Selanjutnya, Dinas Sosial menyalurkan 1.000 beasiswa yang terdiri atas 500 mahasiswa dan 500 siswa SMA/sederajat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan 1.500 beasiswa bagi anak yatim jenjang SD hingga SMP/sederajat, sedangkan 500 beasiswa lainnya dialokasikan untuk kategori bidang keagamaan.Yudhi menambahkan, proses seleksi penerima beasiswa dilakukan secara bertahap melalui verifikasi administrasi, verifikasi data, hingga pengecekan lapangan. Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara transparan dan akuntabel agar bantuan pendidikan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan sesuai dengan kategori yang telah ditetapkan.Salah satu penerima beasiswa kategori prestasi akademik, M. Miftakhul Zulfiansyah, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang berdomisili di Kabupaten Sidoarjo, mengaku bersyukur dan mengapresiasi program beasiswa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana atas kepedulian terhadap dunia pendidikan melalui penyelenggaraan program beasiswa tersebut."Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Sidoarjo yang telah menyelenggarakan program beasiswa ini. Semoga program ini terus berlanjut ke depannya dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya untuk membantu mahasiswa dan pelajar dalam menempuh pendidikan serta meraih prestasi yang lebih baik," ungkapnya.Melalui Program Beasiswa Pendidikan Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat terus memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo. (Son)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Setiap bangunan tua menyimpan cerita. Namun, tidak semua mampu menjaga denyut sejarahnya hingga melintasi zaman. Di Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, berdiri sebuah masjid yang sejak ratusan tahun lalu menjadi pusat penyebaran Islam, pendidikan pesantren, dan pembinaan masyarakat. Masjid itu adalah Masjid Bahauddin Ngelom, sebuah rumah ibadah yang tidak hanya merekam perjalanan dakwah para ulama, tetapi juga mewariskan tradisi keilmuan yang terus hidup hingga hari ini.Memasuki ruang utama masjid, suasana teduh begitu terasa. Empat saka utama berdiri kokoh menopang bangunan, sementara mihrab yang menghadap kiblat menjadi pusat perhatian setiap jemaah. Kesederhanaan arsitekturnya seolah menegaskan bahwa kemuliaan sebuah masjid tidak diukur dari kemegahan fisiknya, melainkan dari ilmu, akhlak, dan nilai-nilai Islam yang diwariskan kepada umat.Sejarah panjang Masjid Bahauddin tidak dapat dipisahkan dari sosok Mbah Raden Ali, ulama yang oleh masyarakat Ngelom dikenang sebagai pelopor dakwah Islam di kawasan tersebut. Berdasarkan tradisi yang diwariskan keluarga besar Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah dan terdokumentasi dalam sejumlah penelitian, Raden Ali merupakan seorang bangsawan Jawa yang datang ke Ngelom sekitar akhir abad ke-17 untuk menyebarkan ajaran Islam.Penelitian Achmad Ghani Rahardjo, peneliti Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Ampel Surabaya, menjelaskan bahwa kedatangan Raden Ali menjadi titik awal berkembangnya kehidupan keagamaan di Ngelom. Melalui sebuah langgar sederhana yang didirikan sebagai tempat salat dan mengaji, beliau mengajarkan Al-Qur`an, fikih, dan akhlak kepada masyarakat. Dari pengajian yang semula hanya diikuti segelintir warga, perlahan tumbuh sebuah komunitas santri yang kemudian berkembang menjadi Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Kabupaten Sidoarjo.Tradisi keluarga Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah juga menyebutkan bahwa Mbah Raden Ali memiliki hubungan silsilah dengan kalangan bangsawan Mataram yang ditelusurkan hingga Ki Ageng Selo. Silsilah tersebut merupakan bagian dari memori sejarah keluarga yang diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini tetap dijaga oleh keturunannya."Masjid Bahauddin sejak awal bukan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi menjadi pusat pendidikan agama. Dari sinilah masyarakat belajar mengaji, memahami ajaran Islam, dan lahir para santri yang kemudian menyebarkan dakwah ke berbagai daerah," demikian keterangan almarhum KH. Muhammad Sholeh Qosim, sesepuh Yayasan Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah, yang terdokumentasi dalam penelitian Achmad Ghani Rahardjo.Dalam kajiannya, Achmad Ghani Rahardjo menjelaskan bahwa perkembangan Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah tidak dapat dipisahkan dari fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran Islam. Aktivitas mengaji yang semula berlangsung secara sederhana kemudian berkembang menjadi sistem pendidikan pesantren yang terus bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi salaf yang menjadi ciri khasnya.Di balik nama besar masjid ini, tersimpan kisah yang sarat makna. Bahauddin bukanlah nama pendiri masjid, melainkan putra sulung Mbah Raden Ali. Menurut riwayat keluarga, Bahauddin berangkat ke Makkah untuk menuntut ilmu agama. Namun, beliau wafat di Tanah Suci sebelum sempat kembali ke Nusantara dan dimakamkan di sana. Untuk mengenang semangatnya dalam mencari ilmu, keluarga kemudian mengabadikan nama Bahauddin sebagai nama masjid dan pondok pesantren."Nama Bahauddin dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada putra pertama Mbah Raden Ali yang wafat ketika menuntut ilmu di Makkah. Semangat mencari ilmu itulah yang terus diwariskan kepada generasi pesantren," demikian penjelasan almarhum KH. Muhammad Sholeh Qosim dalam dokumentasi penelitian tersebut.Bagi Achmad Ghani Rahardjo, keberlangsungan Pondok Pesantren Bahauddin Al-Ismailiyah menunjukkan bahwa masjid memiliki fungsi yang jauh melampaui tempat ibadah. Dalam penelitiannya, ia menegaskan bahwa masjid merupakan pusat pendidikan, pembinaan masyarakat, dan simpul penyebaran dakwah Islam yang membentuk kehidupan sosial-keagamaan masyarakat Ngelom hingga sekarang.Kini, ketika kawasan Taman tumbuh menjadi wilayah perkotaan yang semakin berkembang, Masjid Bahauddin tetap berdiri sebagai penanda sejarah. Azan masih berkumandang lima kali sehari, para santri masih tekun membuka lembar demi lembar kitab kuning, dan masyarakat masih menjadikan masjid sebagai tempat belajar, bermusyawarah, sekaligus mempererat persaudaraan.Masjid Bahauddin Ngelom mengajarkan bahwa warisan sejarah tidak hanya diwariskan melalui bangunan yang tetap tegak berdiri, tetapi juga melalui ilmu yang terus diajarkan, akhlak yang terus diteladankan, dan dakwah yang terus hidup di tengah masyarakat. Selama nilai-nilai itu tetap dijaga, jejak Mbah Raden Ali dan para penerusnya akan terus menjadi bagian penting dari khazanah sejarah Islam di Kabupaten Sidoarjo. (Irwan Susanto)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK, Sriatun Subandi mengajak seluruh kader PKK memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi pemberdayaan keluarga sekaligus mendukung Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045. Ajakan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang digelar di Hall Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sidoarjo, Senin (6/7/2026).Peringatan HKG PKK ke-54 mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut dimaknai sebagai penguatan jati diri PKK sebagai pondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.Sriatun mengatakan, momentum HKG PKK menjadi pengingat bagi seluruh jajaran PKK mulai tingkat pusat hingga desa dan kelurahan untuk terus berkomitmen menjalankan 10 Program Pokok PKK secara berkelanjutan.“PKK harus terus meneguhkan jati dirinya sebagai pondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. PKK hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan melalui penguatan keluarga,” ujarnya.Ia juga mengingatkan seluruh kader agar terus meningkatkan kapasitas sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat serta berperan aktif menyukseskan Asta Cita Presiden.Menurutnya, kekuatan gerakan PKK sangat besar. Saat ini terdapat sekitar 91.600 kepengurusan TP PKK ditingkat desa dan kelurahan yang didukung 2.079.639 kelompok PKK ditingkat dusun, RW dan RT. Seluruhnya digerakkan oleh 6.364.671 kader PKK yang bekerja secara sukarela, tulus, dan penuh dedikasi sehingga mampu menjangkau langsung keluarga di seluruh Indonesia.Ia menambahkan, peringatan HKG PKK ke-54 harus menjadi sarana mengoptimalkan pelaksanaan program secara terpadu dan berkelanjutan bersama pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.Selain itu, TP PKK juga berencana menjalin kerja sama dengan organisasi advokat Indonesia guna memperluas akses pendampingan hukum bagi masyarakat di tingkat keluarga dan komunitas.“Saya berharap peringatan HKG PKK dapat dilaksanakan secara sederhana dan khidmat, namun mampu memperkuat komitmen untuk terus hadir dan bekerja di tengah masyarakat. Kebersamaan ini bukan hanya diperingati, tetapi harus dihidupi melalui kerja nyata yang menyentuh masyarakat secara langsung,” katanya.Pada kesempatan tersebut, Sriatun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK di Indonesia yang selama ini mengabdikan waktu dan tenaga tanpa pamrih, mulai dari tingkat pusat hingga kelompok dasawisma.Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendukung berbagai program TP PKK karena dinilai berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Dikatakannya, program-program PKK harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama pada bidang pangan, sandang, dan tata laksana rumah tangga untuk mewujudkan keluarga sejahtera di desa maupun kelurahan.“Kader PKK merupakan garda terdepan dalam mewujudkan pemenuhan gizi seimbang dan ketahanan pangan keluarga sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendukung gerakan PKK,” ujar Subandi.Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader PKK mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.“Program pemerintah tidak bisa diselesaikan oleh bupati sendiri. Keberhasilan pembangunan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk kader PKK yang setiap bulan aktif menjalankan berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Program PKK harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.“Melalui peringatan HKG PKK ke-54, saya berharap sinergi antara pemerintah dan TP PKK semakin kuat sehingga berbagai program pemberdayaan keluarga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidoarjo,” harapnya. Peringatan HKG PKK ke-54 di Sidoarjo juga diisi dengan penyerahan Penghargaan Adhi Bhakti Pratama kepada kader PKK dengan masa pengabdian 30 hingga 35 tahun, lomba Gerakan Tanam (Gertam) Cabai antarkecamatan, lomba paduan suara antarkecamatan, fashion show pengurus TP PKK, penampilan line dance oleh Ketua TP PKK kecamatan, musik rebana, serta fashion show dari Sekolah Luar Biasa (SLB-B) Dharma Wanita. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diwujudkan melalui program UMKM naik kelas. Hingga Juli 2026, sebanyak 2.121 UMKM berhasil naik kelas dari target 4.000 UMKM tahun ini. Untuk memastikan program tersebut berjalan optimal, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, meninjau pelayanan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/7/2026).Dalam peninjauan tersebut, Mimik memastikan berbagai layanan bagi pelaku usaha mikro berjalan optimal. Mulai dari kemudahan pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga promosi produk melalui Galeri UMKM terus diperkuat sebagai upaya mendorong semakin banyak UMKM Sidoarjo naik kelas.“Kami ingin memastikan para pelaku UMKM di Sidoarjo mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat. Mulai dari pengurusan perizinan, pendampingan usaha, hingga pemasaran produk harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan begitu, semakin banyak UMKM yang naik kelas, produknya semakin berkualitas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Mimik.Pada kesempatan tersebut, Mimik juga melihat langsung Galeri UMKM yang menjadi etalase berbagai produk unggulan hasil karya pelaku usaha mikro dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Beragam produk dipamerkan di galeri tersebut, mulai dari batik, pakaian bordir, sepatu, tas, hingga aneka makanan dan camilan khas Sidoarjo.Menurutnya, keberadaan Galeri UMKM menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke Kabupaten Sidoarjo sekaligus memperluas peluang pemasaran bagi pelaku UMKM.“Kalau ada tamu yang datang ke Sidoarjo langsung saja ajak ke sini. Tamu dari dewan juga bisa diajak ke sini agar membeli produk UMKM Sidoarjo,” ucapnya.Galeri UMKM menerapkan standar bagi setiap produk yang dipasarkan. Produk yang dititipkan wajib merupakan hasil produksi sendiri, bukan reseller, memiliki kemasan sesuai standar, serta dilengkapi legalitas berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal. Khusus produk makanan beku (frozen food), pelaku usaha diwajibkan memiliki izin BPOM atau minimal sedang dalam proses pengurusan dengan syarat telah mengantongi sertifikat halal. Seluruh produk yang dipasarkan juga wajib merupakan hasil karya pelaku UMKM asal Kabupaten Sidoarjo.Selain meninjau galeri, Mimik juga melihat pelayanan Klinik UMKM yang menjadi pusat konsultasi bagi para pelaku usaha mikro.“Bukan hanya orang sakit saja yang ada kliniknya, tetapi UMKM yang ingin berkembang juga ada kliniknya. Pelaku UMKM dapat memperoleh pendampingan pengurusan legalitas usaha, mulai dari NIB, PIRT, sertifikasi halal hingga berbagai kebutuhan administrasi lainnya,” tuturnya.Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Amat Adi Subhan, mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku usaha agar mampu naik kelas melalui peningkatan legalitas usaha, perluasan pemasaran, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga kemudahan akses pembiayaan.“Kami juga menyediakan berbagai pelatihan gratis bagi masyarakat yang ingin memulai maupun mengembangkan usaha,” katanya.Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan pelaku UMKM agar mampu memenuhi indikator UMKM naik kelas.“Pelatihan ini tidak hanya menghadirkan narasumber internal, tetapi juga berkolaborasi dengan berbagai mitra, seperti platform e-commerce dan sektor swasta agar pelaku usaha mampu mengikuti perkembangan pasar digital,” jelasnya.Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, hingga Juli 2026 jumlah UMKM di Kabupaten Sidoarjo mencapai 153.288 unit usaha. Sepanjang 2021 hingga 2025 tercatat 21.275 UMKM berhasil naik kelas. Sementara pada tahun 2026, dari target 4.000 UMKM naik kelas, sebanyak 2.121 UMKM telah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah yang bertempat di Pendopo Delta Wibawa pada hari Selasa, 07/07/2026. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi Pemerintah Daerah dalam memperkuat urusan pemerintahan umum guna menjaga stabilitas daerah serta mendukung program strategis nasional serta pembangunan Kabupaten Sidoarjo secara berkelanjutan.Bupati Sidoarjo H.Subandi,SH,M.Kn, DPRD, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa universitas di Kabupaten Sidoarjo.Bupati menegaskan bahwa tata kelola pemerintahan umum merupakan fondasi krusial dalam menjaga stabilitas regional. Penyelenggaraan tata kelola pemerintahan umum tidak hanya mencakup aspek administrasi pemerintahan, tetapi juga meliputi upaya menjaga ketentraman dan ketertiban umum, memperkuat ketahanan sosial, membangun harmonisasi di tengah masyarakat, serta memastikan daerah tetap kondusif dalam menghadapi dinamika sosial, politik, dan ekonomi.Kabupaten Sidoarjo memiliki posisi strategis dalam mendukung stabilitas Jawa Timur. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif, adaptif, dan kolaboratif. Hal ini dilakukan dengan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah, kecamatan, desa, kelurahan, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memastikan setiap program strategis pemerintah dapat berjalan efektif di lapangan.Dengan memberikan dukungan penuh pada visi dan misi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo, termasuk mendukung penuh pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang tidak hanya berfungsi sebagai program pemenuhan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya besar negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini."Pelaksanaan MBG memerlukan sinergi yang kuat antara Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Oleh karena itu, keberhasilan MBG juga harus ditopang dengan pengawasan bersama agar aspek kualitas, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran benar-benar terjamin."katanya.Sinergi antara KDMP dengan program pemenuhan gizi perlu diwujudkan secara konkret demi menjamin kesehatan dan keselamatan generasi penerus bangsa. KDMP dapat diarahkan untuk mendukung penyediaan bahan pangan lokal, distribusi kebutuhan pokok, hingga penguatan ekonomi keluarga di tingkat desa dan kelurahan. Apabila dikelola secara terintegrasi, KDMP berpotensi menjadi bagian dari ekosistem pendukung program gizi, termasuk MBG, sehingga manfaatnya tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, melainkan juga secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan anak-anak.Untuk itu pada kesempatan ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi demi Sidoarjo aman sehat maju dan berdaya saing.KDMP harus fokus pada tiga item kebutuhan masyarakat yaitu beras gula dan minyak di mana dengan adanya KDMP bisa memenuhi serta meringankan kebutuhan masyarakat."Saya mengajak seluruh jajaran forkopimda, DPRD instansi vertikal perangkat daerah Camat dan desa Lurah dunia usaha organisasi kemasyarakatan tokoh agama tokoh masyarakat dan seluruh warga Sidoarjo untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah mendukung program strategis nasional serta memastikan setiap kebijakan yang dilaksanakan benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi penerus bangsa",pungkasnya.yu
Selengkapnya2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
17.10.2024
17.10.2024
2.10.2024
17.09.2024
9.09.2024
30.08.2024
27.08.2024
25.07.2024
11.07.2024
27.05.2024
8.05.2024
1.04.2024
28.02.2024
25.01.2024
21.01.2024
18.01.2024
15.01.2024
10.01.2024
9.01.2024
9.01.2024
2.01.2024
22.12.2023
18.12.2023
3.12.2023
24.11.2023
20.11.2023
13.11.2023
9.11.2023
27.10.2023
10.10.2023
3.10.2023
13.09.2023
25.08.2023
22.08.2023
22.08.2023
26.07.2023
24.07.2023
28.06.2023
21.07.2026 - 27.07.2026
25.07.2026 - 30.07.2026
15.07.2026 - 22.07.2026
14.07.2026 - 20.07.2026
13.07.2026 - 14.07.2026
13.07.2026 - 15.07.2026
13.07.2026 - 30.07.2026
29.06.2026 - 30.06.2026
30.06.2026 - 10.07.2026
30.06.2026 - 10.07.2026
30.06.2026 - 4.07.2026
30.06.2026 - 11.07.2026
23.06.2026 - 24.06.2026
24.06.2026 - 28.06.2026
24.06.2026 - 28.06.2026
23.06.2026 - 28.06.2026
22.06.2026 - 26.06.2026
22.06.2026 - 27.06.2026
22.06.2026 - 30.06.2026
21.06.2026 - 23.06.2026
22.06.2026 - 28.06.2026
22.06.2026 - 27.06.2026
22.06.2026 - 28.06.2026
22.06.2026 - 28.06.2026
17.06.2026 - 26.06.2026
17.06.2026 - 28.06.2026
17.06.2026 - 23.06.2026
15.06.2026 - 22.06.2026
12.06.2026 - 26.06.2026
15.06.2026 - 21.06.2026
15.06.2026 - 20.06.2026
15.06.2026 - 25.06.2026
15.06.2026 - 20.06.2026
15.06.2026 - 20.06.2026
9.06.2026 - 15.06.2026
31.05.2026 - 14.06.2026
16.05.2026 - 19.06.2026
9.06.2026 - 12.06.2026
8.06.2026 - 12.06.2026
8.06.2026 - 15.06.2026
2.06.2026 - 8.06.2026
8.06.2026 - 11.06.2026
7.06.2026 - 30.06.2026
4.06.2026 - 14.06.2026
4.06.2026 - 18.06.2026
4.06.2026 - 31.03.2027
31.05.2026 - 1.06.2026
1.06.2026 - 3.06.2026
1.06.2026 - 4.06.2026
25.05.2026 - 18.06.2026
25.05.2026 - 26.05.2026
15.05.2026 - 30.06.2026
19.05.2026 - 25.05.2026
20.05.2026 - 3.06.2026
19.05.2026 - 20.05.2026
13.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 22.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
18.05.2026 - 18.05.2026
19.05.2026 - 23.05.2026
11.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 18.05.2026
12.05.2026 - 17.05.2026
10.05.2026 - 13.05.2026
6.05.2026 - 8.05.2026
4.05.2026 - 29.10.2026
5.05.2026 - 11.05.2026
6.05.2026 - 18.05.2026
4.05.2026 - 4.05.2026
4.05.2026 - 7.05.2026
4.05.2026 - 11.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
29.04.2026 - 3.06.2026
28.04.2026 - 21.05.2026
22.05.2026 - 23.05.2026
28.04.2026 - 6.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
27.04.2026 - 4.05.2026
24.04.2026 - 25.04.2026
27.04.2026 - 3.05.2026
22.04.2026 - 27.04.2026
21.04.2026 - 22.04.2026
21.04.2026 - 5.05.2026
21.04.2026 - 23.04.2026
20.04.2026 - 24.04.2026
14.04.2026 - 17.04.2026
13.04.2026 - 17.04.2026
14.04.2026 - 15.04.2026
10.04.2026 - 1.07.2026
2.04.2026 - 4.04.2026
2.04.2026 - 6.04.2026
27.03.2026 - 18.04.2026
27.02.2026 - 6.03.2026
25.02.2026 - 12.03.2026
26.02.2026 - 27.02.2026
24.02.2026 - 19.03.2026
14.02.2026 - 14.03.2026
7.03.2026 - 15.03.2026
23.02.2026 - 20.03.2026
13.02.2026 - 14.02.2026
11.02.2026 - 10.03.2026
11.02.2026 - 15.02.2026
9.01.2026 - 31.01.2026
8.01.2026 - 15.01.2026
15.01.2026 - 22.01.2026
8.01.2026 - 11.01.2026
6.01.2026 - 25.01.2026
6.01.2026 - 11.01.2026
21.12.2025 - 28.12.2025
18.12.2025 - 21.12.2025
18.12.2025 - 22.01.2026
16.12.2025 - 18.12.2025
15.12.2025 - 16.12.2025
1.12.2025 - 15.12.2025
19.12.2025 - 20.12.2025
24.10.2025 - 28.10.2025
22.09.2025 - 19.10.2025
2.11.2025 - 2.11.2025
15.09.2025 - 12.10.2025
9.09.2025 - 14.10.2025
3.09.2025 - 4.09.2025
4.09.2025 - 30.09.2025
10.06.2025 - 17.06.2025
10.06.2025 - 24.06.2025
5.06.2025 - 16.06.2025
4.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
3.06.2025 - 10.06.2025
2.06.2025 - 5.06.2025
27.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 28.05.2025
26.05.2025 - 3.06.2025
23.05.2025 - 2.06.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 26.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
22.05.2025 - 25.05.2025
19.05.2025 - 25.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
13.05.2025 - 20.05.2025
16.05.2025 - 18.05.2025
15.05.2025 - 16.05.2025
14.05.2025 - 24.05.2025
9.05.2025 - 22.05.2025
9.05.2025 - 11.05.2025
9.05.2025 - 9.06.2025
8.05.2025 - 15.05.2025
8.05.2025 - 19.05.2025
5.05.2025 - 11.05.2025
5.05.2025 - 20.05.2025
5.05.2025 - 24.05.2025
23.04.2025 - 2.05.2025
21.04.2025 - 28.04.2025
17.03.2025 - 10.04.2025
14.03.2025 - 17.03.2025
14.03.2025 - 16.03.2025
12.03.2025 - 13.03.2025
12.03.2025 - 20.03.2025
11.03.2025 - 16.03.2025
10.03.2025 - 13.03.2025
7.03.2025 - 9.03.2025
6.03.2025 - 24.03.2025
6.03.2025 - 11.03.2025
8.03.2025 - 23.03.2025
3.03.2025 - 17.03.2025
1.03.2025 - 20.03.2025
27.02.2025 - 26.03.2025
24.02.2025 - 24.03.2025
24.02.2025 - 24.02.2025
23.02.2025 - 26.02.2025
8.03.2025 - 22.03.2025
21.02.2025 - 23.02.2025
19.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 21.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 19.02.2025
18.02.2025 - 27.02.2025
18.02.2025 - 28.02.2025
28.02.2025 - 28.02.2025
14.02.2025 - 26.02.2025
14.02.2025 - 28.02.2025
13.02.2025 - 23.02.2025
10.02.2025 - 12.03.2025
10.02.2025 - 11.02.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 6.03.2025
6.02.2025 - 23.02.2025
5.02.2025 - 5.03.2025
5.02.2025 - 22.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
4.02.2025 - 5.02.2025
3.02.2025 - 8.02.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
29.01.2025 - 30.01.2025
30.01.2025 - 28.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
22.01.2025 - 22.02.2025
22.01.2025 - 26.01.2025
17.01.2025 - 22.01.2025
20.01.2025 - 25.01.2025
24.01.2025 - 26.02.2025
20.01.2025 - 27.02.2025
9.01.2025 - 22.02.2025
8.01.2025 - 8.02.2025
7.01.2025 - 11.02.2025
7.01.2025 - 7.02.2025
7.01.2025 - 28.01.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
6.01.2025 - 6.02.2025
3.01.2025 - 23.01.2025
3.01.2025 - 3.02.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
31.12.2024 - 31.01.2025
30.12.2024 - 31.12.2024
27.12.2024 - 27.01.2025
25.12.2024 - 29.12.2024
19.12.2024 - 27.12.2024
19.12.2024 - 19.01.2025
19.12.2024 - 19.01.2025
18.12.2024 - 24.12.2024
17.12.2024 - 17.01.2025
17.12.2024 - 23.12.2024
13.12.2024 - 15.12.2024
15.12.2024 - 21.12.2024
4.12.2024 - 5.12.2024
29.11.2024 - 3.12.2024
1.12.2024 - 28.03.2025
1.12.2024 - 15.12.2024
29.11.2024 - 1.12.2024
2.12.2024 - 8.12.2024
30.11.2024 - 1.12.2024
28.11.2024 - 29.11.2024
27.11.2024 - 30.11.2024
26.11.2024 - 28.11.2024
24.11.2024 - 25.11.2024
21.11.2024 - 21.11.2024
22.11.2024 - 24.11.2024
29.11.2024 - 4.12.2024
21.11.2024 - 26.12.2024
20.11.2024 - 20.12.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
14.11.2024 - 22.12.2024
13.11.2024 - 15.11.2024
13.11.2024 - 17.11.2024
14.11.2024 - 16.11.2024
13.11.2024 - 14.11.2024
14.11.2024 - 14.11.2024
5.11.2024 - 5.11.2024
1.11.2024 - 3.11.2024
31.10.2024 - 1.11.2024
30.10.2024 - 30.11.2024
3.11.2024 - 3.11.2024
29.10.2024 - 29.11.2024
25.10.2024 - 27.10.2024
31.10.2024 - 8.11.2024
28.10.2024 - 1.11.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
18.10.2024 - 20.10.2024
26.10.2024 - 27.10.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
14.10.2024 - 14.11.2024
13.10.2024 - 13.10.2024
9.10.2024 - 11.10.2024
8.10.2024 - 25.10.2024
2.10.2024 - 30.10.2024
2.10.2024 - 8.10.2024
1.10.2024 - 1.11.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 30.09.2024
30.09.2024 - 2.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
30.09.2024 - 1.10.2024
27.09.2024 - 29.09.2024
27.09.2024 - 27.10.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
26.09.2024 - 27.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
24.09.2024 - 25.09.2024
23.09.2024 - 23.10.2024
20.09.2024 - 22.09.2024
19.09.2024 - 24.09.2024
31.12.2024 - 31.12.2024
18.09.2024 - 22.09.2024
18.09.2024 - 18.09.2024
13.09.2024 - 14.09.2024
13.09.2024 - 20.09.2024
11.09.2024 - 22.09.2024
10.09.2024 - 12.09.2024
10.09.2024 - 11.09.2024
8.09.2024 - 9.09.2024
6.09.2024 - 8.09.2024
5.09.2024 - 6.09.2024
4.09.2024 - 5.09.2024
30.08.2024 - 1.09.2024
29.08.2024 - 1.09.2024
2.09.2024 - 25.09.2024
1.09.2024 - 3.09.2024
26.08.2024 - 28.08.2024
27.08.2024 - 1.09.2024
6.09.2024 - 15.09.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
23.08.2024 - 25.08.2024
23.08.2024 - 24.08.2024
26.08.2024 - 1.09.2024
23.08.2024 - 23.08.2024
20.08.2024 - 8.09.2024
14.08.2024 - 16.08.2024
13.08.2024 - 14.08.2024
9.08.2024 - 11.08.2024
12.08.2024 - 21.08.2024
10.08.2024 - 12.08.2024
9.08.2024 - 14.08.2024
7.08.2024 - 9.08.2024
7.08.2024 - 7.08.2024
12.08.2024 - 17.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 4.08.2024
1.08.2024 - 3.08.2024
1.08.2024 - 18.08.2024
31.07.2024 - 8.08.2024
30.07.2024 - 15.08.2024
30.07.2024 - 21.08.2024
26.07.2024 - 28.07.2024
24.07.2024 - 26.07.2024
29.07.2024 - 29.07.2024
25.07.2024 - 28.07.2024
19.07.2024 - 23.07.2024
18.07.2024 - 21.07.2024
16.07.2024 - 25.07.2024
16.07.2024 - 16.07.2024
28.07.2024 - 1.08.2024
15.07.2024 - 30.07.2024
16.07.2024 - 31.07.2024
17.07.2024 - 1.08.2024
11.07.2024 - 12.07.2024
11.07.2024 - 19.07.2024
10.07.2024 - 31.12.2024
13.07.2024 - 16.07.2024
5.07.2024 - 14.07.2024
1.07.2024 - 28.10.2024
28.06.2024 - 30.06.2024
27.06.2024 - 28.06.2024
24.06.2024 - 25.06.2024
20.06.2024 - 23.06.2024
21.06.2024 - 24.06.2024
21.06.2024 - 23.06.2024
24.06.2024 - 29.06.2024
13.06.2024 - 14.06.2024
12.06.2024 - 18.06.2024
11.08.2024 - 11.08.2024
10.06.2024 - 11.06.2024
6.06.2024 - 8.06.2024
20.03.2024 - 20.03.2024
4.06.2024 - 27.09.2024
3.06.2024 - 7.06.2024
3.06.2024 - 30.06.2024
2.06.2024 - 3.06.2024
3.06.2024 - 14.06.2024
31.05.2024 - 10.06.2024
1.06.2024 - 6.06.2024
29.05.2024 - 30.05.2024
30.05.2024 - 9.06.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
17.05.2024 - 19.05.2024
14.05.2024 - 16.05.2024
14.05.2024 - 19.05.2024
13.05.2024 - 15.05.2024
13.05.2024 - 30.06.2024
13.05.2024 - 31.07.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
8.05.2024 - 1.12.2024
7.05.2024 - 8.05.2024
3.05.2024 - 1.07.2024
30.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
29.04.2024 - 7.05.2024
28.04.2024 - 29.04.2024
27.05.2024 - 29.05.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
25.04.2024 - 26.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.04.2024 - 30.04.2024
25.04.2024 - 11.05.2024
22.04.2024 - 5.05.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
23.04.2024 - 25.04.2024
14.04.2024 - 14.05.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
20.04.2024 - 24.04.2024
14.05.2024 - 15.05.2024
5.04.2024 - 7.04.2024
13.04.2024 - 14.04.2024
23.04.2024 - 24.04.2024
29.04.2024 - 30.04.2024
16.04.2024 - 15.05.2024
27.03.2024 - 28.03.2024
27.03.2024 - 31.03.2024
23.03.2024 - 25.03.2024
24.03.2024 - 26.03.2024
25.03.2024 - 26.03.2024
22.03.2024 - 25.03.2024
21.03.2024 - 31.03.2024
17.03.2024 - 2.04.2024
22.03.2024 - 6.04.2024
19.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 31.03.2024
16.03.2024 - 19.03.2024
18.03.2024 - 21.03.2024
18.03.2024 - 19.03.2024
6.03.2024 - 26.03.2024
7.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 6.04.2024
6.03.2024 - 7.03.2024
6.03.2024 - 8.03.2024
5.03.2024 - 7.03.2024
1.02.2024 - 1.02.2024
4.03.2024 - 4.03.2024
4.03.2024 - 8.03.2024
27.02.2024 - 28.02.2024
2.03.2024 - 8.03.2024
29.02.2024 - 1.03.2024
23.02.2024 - 25.02.2024
24.02.2024 - 9.03.2024
23.02.2024 - 27.02.2024
21.02.2024 - 26.02.2024
24.02.2024 - 24.02.2024
29.02.2024 - 4.03.2024
19.02.2024 - 25.02.2024
19.02.2024 - 20.02.2024
20.02.2024 - 20.02.2024
21.02.2024 - 22.02.2024
16.02.2024 - 16.02.2024
12.02.2024 - 8.04.2024
12.02.2024 - 20.02.2024
1.02.2024 - 7.03.2024
5.02.2024 - 7.02.2024
2.02.2024 - 8.02.2024
2.02.2024 - 17.02.2024
1.02.2024 - 24.02.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
30.01.2024 - 7.02.2024
26.01.2024 - 26.01.2024
28.01.2024 - 28.01.2024
26.01.2024 - 27.01.2024
24.01.2024 - 24.01.2024
23.01.2024 - 4.02.2024
17.01.2024 - 17.02.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
18.01.2024 - 31.01.2024
13.01.2024 - 21.01.2024
20.01.2024 - 21.01.2024
22.01.2024 - 23.01.2024
12.01.2024 - 14.01.2024
11.01.2024 - 25.02.2024
11.01.2024 - 12.01.2024
10.01.2024 - 8.02.2024
5.01.2024 - 7.01.2024
29.12.2023 - 29.01.2024
28.12.2023 - 30.12.2023
22.12.2023 - 31.12.2023
22.12.2023 - 24.12.2023
30.11.2023 - 20.01.2024
11.12.2023 - 12.12.2023
30.11.2023 - 3.12.2023
10.11.2023 - 12.11.2023
8.11.2023 - 10.11.2023
8.11.2023 - 9.11.2023
3.11.2023 - 5.11.2023
9.11.2023 - 10.11.2023
29.10.2023 - 1.11.2023
27.10.2023 - 22.11.2023
23.10.2023 - 5.11.2023
23.10.2023 - 29.11.2023
20.10.2023 - 21.10.2023
17.10.2023 - 29.10.2023
16.10.2023 - 22.10.2023
11.08.2023 - 11.08.2023
16.09.2023 - 17.09.2023
19.06.2023 - 18.07.2023
30.06.2023 - 30.06.2023
1.07.2023 - 2.07.2023
Visitors : 2046201