Berita

5 Jul 2026

Bupati Sidoarjo Ajak Warga Wonoayu Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba pada Peringatan HANI 2026

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn., mengajak seluruh masyarakat menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sosialisasi P4GN dan Jalan Sehat Anti Narkoba dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Lapangan Desa Wonokalang, Kecamatan Wonoayu, Minggu (5/7/2026).Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto, S.H., Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo Fredik Suharto, S.Sos., M.M., Camat Wonoayu Drs. Anwar, Kepala Desa Wonokalang Sujarwoto, S.H., Kapolsek Wonoayu, Danramil Wonoayu, serta jajaran Forkopimka Wonoayu.Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi kepada BNN Kabupaten Sidoarjo dan Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo atas sinergi dalam menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba."Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BNN Kabupaten Sidoarjo yang telah bersinergi dengan Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ini merupakan langkah nyata kita bersama untuk melindungi masyarakat Sidoarjo dari bahaya narkoba," ujarnya.Subandi menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Menurutnya, keberhasilan P4GN membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat RT, RW, desa, dan pemerintah daerah."Narkoba menjadi musuh nyata yang merusak masa depan bangsa. Pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Kita semua harus bergerak bersama melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," tegasnya.Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan jalan sehat bukan sekadar kegiatan olahraga, melainkan simbol komitmen masyarakat Sidoarjo dalam menolak penyalahgunaan narkoba."Kegiatan jalan sehat pagi ini bukan sekadar olahraga massal. Ini adalah simbol perlawanan dan ketegasan warga Sidoarjo terhadap narkoba. Kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat Sidoarjo adalah masyarakat yang sehat fisiknya, bersih pikirannya, dan menolak keras penyalahgunaan narkoba. Saya minta seluruh warga menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing," katanya.Dalam kesempatan itu, Subandi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Ia menyebut Kecamatan Wonoayu merupakan wilayah dengan kasus narkoba tertinggi kedua di Sidoarjo sehingga perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan peredaran narkoba. Peran keluarga dan masyarakat pun sangat dibutuhkan untuk melakukan deteksi dini terhadap perilaku yang mencurigakan.Menutup sambutannya, Subandi mengajak seluruh warga Desa Wonokalang memperkuat semangat kebersamaan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba."Mari kita mulai dari keluarga, kemudian lingkungan, RT, RW, hingga desa. Saya yakin apabila semangat kebersamaan ini terus dijalankan, kita bisa melindungi generasi muda dan mewujudkan Sidoarjo yang bebas dari narkoba," pungkasnya.Usai memberikan sambutan, Subandi secara resmi memberangkatkan peserta Jalan Sehat Anti Narkoba sebagai rangkaian peringatan HANI 2026. (Mar)

Selengkapnya
5 Jul 2026

Buka Program Kampung Bangkit, Ketua TP-PKK Kabupaten Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Kerukunan

KOMINFO Sidoarjo - Program Kampung Bangkit televisi JTV singgah di Desa Kalisampurno Kecamatan Tanggulangin. Minggu pagi, (5/7), ribuan warga Desa Kalisampurno tersebut datang ke lapangan desanya. Mereka mengikuti berbagai kegiatan yang ada dalam program Kampung Bangkit tersebut. Diantaranya senam bersama, jalan sehat, hiburan rakyat, promosi UMKM serta berbagai lomba. Program pemberdayaan masyarakat tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sriatun Subandi. Istri Bupati Sidoarjo H. Subandi itu juga ikut menyempatkan diri senam bersama masyarakat. Ia juga didapuk untuk memberangkatkan peserta jalan sehat. Ketua TP-PKK Kabupaten Hj. Sriatun menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya program seperti ini merupakan salah satu upaya memperkuat kerukunan. Lewat berbagai kegiatan didalamnya akan mempererat silaturahmi antarwarga. Seperti kegiatan senam bersama, jalan sehat serta lomba masak antar RW yang dilaksanakan. "Dengan silaturahmi, senam bersama, berjumpa bersama, InshaAllah menambah kerukunan dan menambah panjang umur kita," ucapnya. Hj. Sriatun juga melihat program Kampung Bangkit seperti ini mampu meningkatkan perekonomian warga desa. Pasalnya para pelaku UMKM diajak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk UMKM Desa Kalisampurno dapat diperoleh dalam kegiatan kali ini. "Disini juga ada para UMKM,  yang bawa rezeki bisa berbagi dengan membeli produk-produk UMKM," ucapnya. Ia berharap kolaborasi program Kampung Bangkit di Kabupaten Sidoarjo dapat terus dilakukan. JTV diharapkan dapat berkolaborasi dengan desa lainnya. Ia yakin program seperti ini tidak hanya mampu membangkitkan keguyuban warga, namun juga  mampu membangkitkan perekonomian desa. "Mudah-mudahan kolaborasi JTV dengan pemerintah desa akan membangkitkan kampung-kampung yang ada di Sidoarjo,  JTV dapat berkolaborasi dengan desa-desa lainnya," ujarnya. Git

Selengkapnya
4 Jul 2026

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Sidak PKL dan Tempat Karaoke di Kawasan Tol HK Jabon, Puluhan LC Didata dan Jalani Pemeriksaan Kesehatan HIV/AIDS

Kominfo,Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan razia terhadap aktivitas pedagang kaki lima (PKL), angkringan, serta tempat karaoke di kawasan Tol HK, Kecamatan Jabon, Sabtu (4/7/2026) malam. Operasi penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo, Yany Setyawan, bersama puluhan personel Satpol PP serta melibatkan jajaran Forkopimka Jabon sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjaga ketertiban umum sekaligus menekan penyebaran HIV/AIDS.Dalam operasi tersebut, petugas menemukan dua tempat karaoke yang masih beroperasi dan diduga menjual minuman keras. Selain itu, puluhan wanita yang bekerja sebagai penjaga angkringan serta Lady Companion (LC) atau pemandu lagu diamankan ke Kantor Kecamatan Jabon untuk didata dan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining HIV/AIDS.Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan, tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, penertiban terhadap lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat praktik berisiko akan terus dilakukan."Angka HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo masih cukup tinggi. Oleh karena itu malam ini kami bersama Forkopimka melaksanakan sidak. Memang ada beberapa tempat karaoke yang tutup diduga informasi telah bocor, namun kami masih menemukan dua lokasi yang menjual minuman keras. Malam ini kami amankan sekaligus melakukan pendataan dan pemeriksaan kesehatan terhadap para pekerjanya," ujarnya.Mimik menjelaskan, sekitar 100 orang LC dan pemandu lagu berhasil didata dalam operasi tersebut. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sebagian besar berasal dari luar Kabupaten Sidoarjo dan bekerja mulai sore hingga dini hari.Terkait tindak lanjut terhadap tempat karaoke yang melanggar, Mimik menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengingat sebagian lokasi berada pada kewenangan instansi lain. Namun demikian, langkah penertiban akan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku."Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai kewenangan wilayahnya. Namun yang jelas, terhadap tempat-tempat yang melanggar aturan akan tetap dilakukan tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku," tegasnya.Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen melakukan penanganan secara menyeluruh melalui penertiban lokasi yang berpotensi menjadi tempat praktik prostitusi, penguatan edukasi kesehatan kepada masyarakat, pendampingan sosial bagi para pekerja yang terjaring razia, serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.Melalui langkah tersebut, Pemkab Sidoarjo berharap tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, sehat, serta mampu menekan laju penyebaran HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Sidoarjo. (Son)

Selengkapnya
3 Jul 2026

Pimpin Penanaman 644 Pucuk Merah, Wabup Sidoarjo Ajak Warga dan PKL Jaga Kebersihan Lingkungan

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana memimpin kegiatan penanaman pohon dalam program 1 PNS 1 Pohon Gelombang IV di sepanjang Jalan Raya Gading Fajar 2, Perum Sidokare hingga Desa Sepande, Kecamatan Candi, Jumat (3/7/2026).Kegiatan penghijauan tersebut dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo, Dinas Peternakan Kabupaten Sidoarjo, PLN Sidoarjo, serta RSIA Ibu dan Anak Pondok Jati.Sebanyak 644 bibit pucuk merah ditanam di sepanjang ruas jalan tersebut sebagai upaya memperluas ruang hijau sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih teduh, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.Dalam kesempatan itu, Mimik juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di kawasan tersebut. Menurutnya, kesempatan berjualan yang telah diberikan pemerintah harus diimbangi dengan kesadaran menjaga kebersihan."Saya mohon kepada para PKL yang sudah diberikan kesempatan untuk berjualan di sini agar benar-benar menjaga kebersihan. Sampahnya jangan ditinggalkan begitu saja. Kalau memungkinkan, sampahnya dibawa pulang. Jangan dibuang sembarangan sehingga membuat lingkungan menjadi kotor," tegasnya.Mimik mengatakan, penanaman pohon tidak hanya bertujuan mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawatnya. Ia berharap masyarakat, termasuk warga sekitar dan para PKL, ikut berpartisipasi menjaga pohon-pohon yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik."Sebanyak 644 pohon yang kita tanam hari ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Saya berharap seluruh masyarakat ikut menjaga pohon-pohon ini karena manfaatnya akan kembali kepada kita semua," ujarnya.Mimik juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya peduli lingkungan dimulai dari diri sendiri. Menurutnya, mewujudkan Sidoarjo yang indah, hijau, bersih, dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama."Mari kita mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Bersama-sama kita wujudkan Sidoarjo yang lebih baik, lebih hijau, lebih asri, serta memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. (Son)

Selengkapnya
3 Jul 2026

Kuatkan Budaya Lokal, Pemkab Sidoarjo Wajibkan ASN Pakai Batik Khas dan Udeng Pacul Gowang

KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi menerbitkan aturan baru terkait seragam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 000.8/7922/438.1.3.1/2026 tentang Penggunaan Pakaian Dinas Harian Batik yang ditetapkan Bupati Sidoarjo H. Subandi pada Senin, 29 Juni 2026.  SE tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah, Kepala Desa/Lurah, Kepala UPTD serta Kepala Satuan Pendidikan dan Direktur BUMD. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut pelaksanaan Pasal 7 dan Pasal 8 Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 56 Tahun 2025 tentang Pakaian Dinas ASN. Selain untuk menegakkan disiplin pegawai, kebijakan ini bertujuan meningkatkan identitas serta rasa bangga terhadap budaya lokal, khususnya batik khas Sidoarjo. Berdasarkan surat edaran tersebut, berikut rincian aturan baru yang wajib diperhatikan dan dilaksanakan oleh seluruh pegawai: 1. Jadwal Penggunaan Pakaian Dinas Harian (PDH) Batik Sesuai dengan ketentuan Pasal 7 Ayat (1), aturan penggunaan batik tersebut diatur dengan beberapa ketentuan. Seperti pada hari Kamis seluruh pegawai wajib mengenakan batik khas Sidoarjo.  Sedangkan pada hari Jumat dan Hari Batik Nasional (2 Oktober), Pegawai wajib mengenakan pakaian batik, tenun, atau lurik. Khusus untuk perangkat daerah atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang menerapkan enam hari kerja, pakaian dinas harian batik khas Sidoarjo wajib dikenakan hingga hari Sabtu (sesuai Pasal 8). 2. Kewajiban Penggunaan Udeng bagi Pegawai Pria Merujuk pada Pasal 7 Ayat (2), pegawai pria yang mengenakan pakaian dinas batik diwajibkan memakai tutup kepala berupa udeng Pacul Gowang bermotif batik khas Sidoarjo.  Penggunaan udeng ini wajib dilakukan pada momen-momen berikut. Yakni pada pelaksanaan apel pagi, momen penerimaan tamu serta kegiatan kedinasan yang bersifat seremonial di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. 3. Ketentuan Pakaian Khas Daerah Sesuai dengan Pasal 7 Ayat (3), Pemkab Sidoarjo juga mengatur penggunaan pakaian khas daerah yang bermotif batik khas Sidoarjo pada moment-moment tertentu. Diantaranya pakaian khas batik khas Sidoarjo wajib dikenakan saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo setiap tanggal 31 Januari atau pada hari besar kebudayaan. Ketentuannya untuk pria menggunakan sembong dan udeng bermotif batik khas Sidoarjo. Sedangkan untuk Wanita menggunakan kain bawahan bermotif batik khas Sidoarjo.  Bupati H. Subandi mengatakan SE Penggunaan Pakaian Dinas Harian Batik tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap para perajin kain batik asli Sidoarjo. Ia menegaskan Pemkab Sidoarjo terus berkomitmen menjaga batik khas Sidoarjo tetap lestari. Akses promosi dan pendampingan kepada para pengerajin batik Sidoarjo akan terus dilakukan. Kemudahan perizinan serta bantuan akses permodalan bagi para pelaku usaha kreatif seperti ini akan diberikan. “Kita terus membuka akses pasar yang lebih luas, menaikkan nilai jual produk lokal, serta membuktikan bahwa kualitas kain dan kerajinan Sidoarjo mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional," ujarnya.  Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Sidoarjo untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Ia mengajak  masyarakat Sidoarjo untuk  membeli produk hasil karya para pelaku UMKM Sidoarjo. Seperti halnya produk kain batik tulis yang dibuat perajin batik Sidoarjo. "Utamakan produk UMKM Sidoarjo,  dengan membeli produk UMKM lokal, kita sedang membantu memutar roda ekonomi ribuan keluarga pekerja di Sidoarjo dan menjaga kemandirian ekonomi Sidoarjo," tegasnya.(mas) . 

Selengkapnya
2 Jul 2026

Wabup Sidoarjo Ajak Dandim 0816 Sidoarjo Yang Baru Perkuat Sinergi Sukseskan Program KDKMP

KOMINFO, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana sambut hangat kunjungan Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi di rumah dinasnya, Kamis, (2/7). Pertemuan hampir satu jam tersebut berlangsung gayeng. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengucapkan selamat datang kepada Dandim 0816 Sidoarjo yang baru tersebut. Mulai Senin kemarin, (29/6), Letkol Inf. Abraham Prihadi mengemban tugasnya sebagai Dandim 0816 Sidoarjo. Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berharap sinergi Forkopimda Sidoarjo terus diperkuat. Keakraban dengan seluruh Forkopimda Sidoarjo juga dapat diteruskan. Hal itu telah juga dilakukan Dandim 0816 Sidoarjo sebelumnya.“Saya harap panjenengan seperti itu, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana mengatakan kepada Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi kalau masih ada PR yang diselesaikan bersama. Yakni Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Sidoarjo yang harus sukses. Ia katakan saat ini pendirian KDKMP di Kabupaten Sidoarjo terus dikebut. “Ini masih ada PR yang harus di selesaikan yaitu Koperasi Merah Putih,”ujarnya.Wabup Sidoarjo Hj. Mimik Idayana meminta Kodim 0816 Sidoarjo dapat terus mengawal program Presiden Prabowo tersebut. Ia meminta Letkol Inf. Abraham Prihadi terjun langsung kelapangan untuk memantau pelaksanaan Program KDKMP. Ia katakan masih ada pembangunan KDKMP yang memerlukan pendampingan.“Ini harus selesai (pembangunan KDKMP), tinggal beberapa titik,” ucapnya.Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi juga berharap dukungan dari Forkopimda Sidoarjo. Ia tegaskan Program KDKMP menjadi salah satu atensinya selama menjabat Dandim 0816 Sidoarjo. Namun ia meminta bantuan dan kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.“Semoga saya bisa amanah, mohon bantuannya juga dari ibu Wabup,” ucapnya. Git

Selengkapnya
2 Jul 2026

Wakil Bupati Sidoarjo Terima Audiensi Paguyuban Sentra Kuliner Gajah Mada, Siapkan Tata Ulang untuk Tingkatkan Kunjungan

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, menerima audiensi Paguyuban Sentra Kuliner Gajah Mada di rumah dinas Wakil Bupati, Kamis (2/7/2026). Audiensi tersebut turut didampingi jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo.Pertemuan tersebut membahas kondisi Sentra Kuliner Gajah Mada yang dinilai mengalami penurunan jumlah pengunjung sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan para pedagang. Dalam kesempatan itu, perwakilan paguyuban menyampaikan berbagai aspirasi, salah satunya terkait perlunya penataan ulang kawasan sentra kuliner agar lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung.Menurut perwakilan paguyuban, kondisi penempatan pedagang saat ini dinilai kurang mendukung aktivitas jual beli. Karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat melakukan pembenahan tata letak maupun konsep kawasan sehingga Sentra Kuliner Gajah Mada kembali menjadi destinasi kuliner yang ramai dikunjungi.Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan Disperindag Kabupaten Sidoarjo guna melakukan penataan ulang Sentra Kuliner Gajah Mada. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan suasana baru yang lebih menarik sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi masyarakat."Kami akan segera berkoordinasi dengan Disperindag untuk melakukan tata ulang pedagang di Sentra Kuliner Gajah Mada. Harapannya, kawasan ini menjadi lebih tertata, nyaman, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung sehingga aktivitas ekonomi para pedagang kembali meningkat," ujar Hj. Mimik Idayana.Ia juga mengajak seluruh pedagang untuk tetap bersabar selama proses persiapan penataan dilakukan. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen melakukan peremajaan dan pengaturan ulang posisi para pedagang secara matang agar hasilnya benar-benar memberikan dampak positif bagi perkembangan sentra kuliner tersebut.Melalui langkah penataan ulang ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap Sentra Kuliner Gajah Mada dapat kembali menjadi salah satu pusat kuliner unggulan yang ramai dikunjungi masyarakat sekaligus mampu menggerakkan perekonomian para pelaku usaha mikro di Kabupaten Sidoarjo. (Son)

Selengkapnya
1 Jul 2026

Kukuhkan 29 Kepala UPTD Puskesmas, Wabup Mimik Minta Pelayanan Cepat, Ramah, dan Humanis

KOMINFO, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengukuhkan 29 Kepala UPTD Puskesmas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam acara pengukuhan yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (1/7/2026). Pengukuhan tersebut menjadi langkah memperkuat pelayanan kesehatan dasar. Mimik meminta para kepala puskesmas menjadikan jabatan tersebut sebagai amanah untuk memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan humanis kepada masyarakat.“Saya titip kepada kepala puskesmas yang dikukuhkan hari ini agar selalu ingat bahwa jabatan ini adalah ladang ibadah, sebab masyarakat yang datang ke puskesmas pada dasarnya menginginkan pelayanan yang cepat, ramah, mendapatkan informasi yang jelas, serta diperhatikan dan diperlakukan dengan baik,” tuturnya.Mimik menegaskan jabatan sebagai kepala puskesmas merupakan wajah pelayanan kesehatan pemerintah di wilayah masing-masing. Menurutnya, pelayanan yang humanis harus menjadi budaya di seluruh puskesmas. Bahkan, bagi pasien yang sedang sakit, senyum dan sapaan yang tulus dapat menjadi penyemangat dalam proses penyembuhan.“Layani masyarakat dengan senyuman. Bagi orang yang sedang sakit, senyum dan sapaan yang tulus bisa menjadi semangat bagi mereka untuk sembuh,” katanya.Ia juga meminta seluruh kepala puskesmas tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi sesekali turun langsung memantau pelayanan di lapangan, terutama pada bagian administrasi yang menjadi pintu pertama masyarakat memperoleh layanan.“Sesekali panjenengan (Anda) turun langsung melihat bagaimana pelayanan di puskesmas. Cek apakah masyarakat sudah terlayani dengan baik, terutama di bagian administrasi,” pesannya.Menurutnya, seorang pemimpin bukanlah orang yang paling banyak memberikan perintah, melainkan yang mampu memberikan teladan kepada seluruh jajaran.“Kalau pimpinannya semangat dan disiplin, bawahannya juga akan mengikuti. Yang penting kompak. Kalau tim solid, pelayanan kepada masyarakat pasti akan semakin baik,” ungkapnya.Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Mimik meminta seluruh kepala puskesmas memberi perhatian serius terhadap persoalan kesehatan masyarakat, khususnya tingginya kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Krian dan Porong.“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Mari kita basmi HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo melalui upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.Ia optimistis dedikasi tenaga kesehatan yang profesional serta pelayanan yang tulus akan membuat masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan.“Saya percaya dengan tenaga kesehatan yang profesional serta pelayanan yang tulus, masyarakat akan benar-benar merasakan hadirnya pemerintah,” pungkasnya.Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes., menyampaikan bahwa pengukuhan 29 Kepala UPTD Puskesmas merupakan bagian dari penguatan tata kelola pelayanan kesehatan primer di Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap seluruh kepala puskesmas yang dikukuhkan mampu membangun budaya kerja yang profesional, responsif, inovatif, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat.“Kami berharap seluruh kepala puskesmas dapat memperkuat manajemen pelayanan, meningkatkan mutu layanan kesehatan, membangun kolaborasi dengan seluruh tenaga kesehatan, serta memastikan setiap masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas,” ujarnya.Adapun 29 Kepala UPTD Puskesmas yang dikukuhkan yaitu:1. dr. Erwin Berthaningrum – Puskesmas Taman2. dr. Prufiana, MM – Puskesmas Sukodono3. dr. Linda Megasari Sumanto – Puskesmas Sedati4. drg. Erni Wahyuni, M.M. – Puskesmas Krembung5. dr. Barbara Irawatyratna Kristiansari, MM – Puskesmas Sidoarjo6. dr. Aprilia Romdiyani – Puskesmas Tarik 27. dr. Dyah Laksmisari – Puskesmas Waru8. dr. Hary Satoeti – Puskesmas Tarik9. dr. Siti Murtafiah, MM – Puskesmas Prambon10. dr. Wilujeng Eka Ariswati, MM – Puskesmas Gedangan11. drg. Lailatul Mufida – Puskesmas Jabon12. dr. Nur Hayati Indah Mayarini – Puskesmas Ganting13. dr. Didik Agung Wibowo, M.KKK – Puskesmas Wonoayu14. drg. Vita Orientasari – Puskesmas Kedungsolo15. drg. Margaretha Retnasari Gozali – Puskesmas Urangagung 216. dr. Teguh Arief Dwiyanto – Puskesmas Tulangan17. dr. Dina Mariana Manik – Puskesmas Candi18. dr. Annisa Tria Budiningsih, M.Kes. – Puskesmas Tambakrejo19. dr. Siti Rochani – Puskesmas Sidodadi20. drg. Devy Febrina Rindianti, MH – Puskesmas Trosobo21. dr. Anis Mahmudah Lestari – Puskesmas Buduran22. dr. Astri Damayanti – Puskesmas Banjarkrajan23. dr. Eko Budiyanto – Puskesmas Tanggulangin24. dr. Titik Sri Harsasih, MM – Puskesmas Krian25. dr. Novita – Puskesmas Kepadangan26. dr. Rahmadiah – Puskesmas Urangagung27. dr. Novi Wira Pridayanti – Puskesmas Medaeng28. dr. Saptandia Wulan Cahyani Lestari, M.Kes. – Puskesmas Wonokasian29. dr. Halimah Salim Ahmad Ba-Lashraf, M.Kes. – Puskesmas Sekardangan. (Dew)

Selengkapnya
29 Jun 2026

Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Lantik 80 Kepala Desa Terpilih Hasil Pilkades Serentak 2026

KOMINFO,SIDOARJO – Sebanyak 80 kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo resmi dilantik. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi di Pendopo Delta Wibawa, Senin (29/6/2026).  Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Ketua DPRD Sidoarjo, jajaran Forkopimda, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh camat se-Kabupaten Sidoarjo. Bupati H.Subandi menegaskan bahwa pelantikan kepala desa bukanlah akhir dari sebuah kontestasi politik, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, jabatan kepala desa merupakan amanah yang diberikan rakyat sekaligus tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT. "Mulai hari ini tidak ada lagi sekat-sekat perbedaan. Tidak ada lagi nomor urut ataupun kelompok pendukung. Yang ada sekarang adalah kepala desa yang wajib melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan pilihan politik," tegasnya. H.Subandi mengajak seluruh kepala desa yang baru dilantik untuk segera merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk para calon kepala desa yang sebelumnya menjadi lawan dalam Pilkades beserta para pendukungnya. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan desa. "Setelah kembali ke desa masing-masing, saya berharap seluruh calon yang kemarin berkompetisi bisa dirangkul. Sekarang tidak ada lagi lawan, yang ada adalah kawan. Delapan tahun masa jabatan bukan waktu yang singkat. Jangan sampai habis hanya untuk memikirkan konflik politik. Gunakan waktu itu untuk membangun desa," ujarnya.Ia optimistis visi dan misi kepala desa akan lebih mudah diwujudkan apabila pemerintahan desa dibangun dengan semangat persatuan, kerukunan, dan kekompakan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subandi juga memberikan perhatian khusus kepada kepala desa yang baru pertama kali menjabat. Dari 80 kepala desa yang dilantik, hanya 17 kepala desa merupakan petahana, sedangkan sisanya merupakan wajah-wajah baru, termasuk yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris desa maupun perangkat desa. Karena itu, ia meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama para camat agar segera memberikan pembinaan dan pembekalan kepada para kepala desa baru. "Saya minta DPMD dan para camat tidak menunggu program resmi dari pemerintah daerah. Berikan pembekalan sejak awal agar para kepala desa memahami tugas, fungsi, kewenangan, dan aturan yang harus dijalankan. Semangat saja tidak cukup, harus dibarengi pemahaman terhadap regulasi," katanya. Bupati H.Subandi juga menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2026 yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa demokrasi di Kabupaten Sidoarjo berjalan dengan baik. Ia menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah mengawal jalannya Pilkades sehingga berlangsung dengan aman tanpa gangguan yang berarti. "Kalaupun masih ada pihak yang menempuh jalur hukum terkait hasil Pilkades, itu adalah hak setiap warga negara. Negara kita adalah negara hukum dan semua diberikan kesempatan untuk menyelesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Namun proses tersebut tidak menghalangi pelaksanaan pelantikan kepala desa yang telah ditetapkan sesuai ketentuan," jelasnya. Di akhir sambutannya, H.Subandi mengingatkan bahwa setiap peserta Pilkades harus memiliki jiwa demokrasi, yakni siap menang dan siap kalah. Ia berharap seluruh masyarakat dapat menerima hasil Pilkades dengan lapang dada dan kembali bersatu demi kemajuan desa. "Demokrasi mengajarkan kita untuk menghormati hasil pemilihan. Sekarang saatnya meninggalkan seluruh perbedaan dan bersama-sama membangun desa agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera," pungkasnya. (Son/mas).  

Selengkapnya
28 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Beri Apresiasi Wajib Pajak Lewat Puncak Pengundian Hadiah DIJAPRI Tahun 2026

KOMINFO,SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo melalui Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) dan Bank Jatim menggelar acara Puncak Pengundian Hadiah Digital Jayandaru Tax Prize (DIJAPRI) Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat dan para wajib pajak yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan membayar pajak. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P. Kegiatan yang digelar di Paseban Timur, Alun-alun Kabupaten Sidoarjo, Minggu (28/6/2026), turut dihadiri Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo, perwakilan perbankan, perwakilan notaris, perwakilan wajib pajak selaku pemilik usaha, serta perwakilan peserta undian DIJAPRI Tahun 2026. Dalam sambutannya, Wabup Mimik menyampaikan bahwa pajak merupakan bentuk gotong royong masyarakat yang manfaatnya akan kembali dirasakan bersama. “Pengundian hadiah ini sebenarnya adalah bentuk ucapan terima kasih Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat yang telah membayar pajak. Karena pajak itu adalah bentuk gotong royong yang hasilnya kita nikmati bersama. Mulai dari jalan yang lebih baik, pendidikan yang lebih layak, pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, hingga berbagai pelayanan publik lainnya,” ujar Mimik. Mimik juga mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan aplikasi DIJAPRI. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengunggah bukti transaksi atau struk pembayaran pajak daerah yang diperoleh saat bertransaksi pada sektor usaha seperti kuliner, perhotelan, parkir, hiburan, dan sektor lainnya. Ia meminta para pelaku usaha, khususnya sektor UMKM, turut berperan memperkenalkan DIJAPRI kepada pelanggan. “Saat memberikan struk, mohon disampaikan kepada pelanggan agar struk tersebut segera diunggah di aplikasi DIJAPRI. Dengan begitu masyarakat akan semakin tahu dan ikut berpartisipasi,” pesannya. Sementara itu, Kepala BPPD Kabupaten Sidoarjo, Dra. Noer Rochmawati, M.Si., AK. menyampaikan mengenai awal program DIJAPRI. “Setiap struk yang diunggah melalui DIJAPRI harus berasal dari tempat usaha yang telah terdaftar di Sidoarjo. Karena yang diundi adalah struk valid dari wajib pajak yang usahanya telah terpasang alat perekaman transaksi dan dapat kita pantau untuk memastikan pajak tersebut sudah masuk atau belum serta bisa kembali dirasakan masyarakat dalam bentuk hadiah,” ujarnya. Lebih lanjut, Mimik mengapresiasi para pelaku usaha yang telah menjalankan kewajiban perpajakannya dengan baik. “Terima kasih kepada seluruh pelaku usaha yang telah menjalankan kewajibannya dengan baik. Semoga ke depannya kita bisa terus membangun budaya taat pajak dan membangun iklim usaha yang baik dan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Mimik mengimbau masyarakat Sidoarjo agar memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu. “Mari warga Sidoarjo, pajak ini adalah salah satu kewajiban. Bayarlah pajak tepat pada waktunya, karena manfaatnya akan kembali untuk masyarakat,” pungkasnya. Adapun pemenang Hadiah DIJAPRI (Digital Jayandaru Tax Prize) Tahun 2026 adalah: Hadiah Sepeda Motor Vario: Yanuar Adi Kurniawan No. Hp. 0877***113 Hadiah Televisi (Aqua Android TV 43 Inchi): Yuni Rismawati No. Hp. 0838***080  Hadiah Smartphone (RedMi Note 14): 1. Lutfi Farid Kurnianto No. Hp. 0822***786 2. Agus Mahrowi No. Hp. 0813***255 * Hadiah Televisi (Polytron Google TV 32 Inchi): 1. Fadhil Abdillah No. Hp. 0831***161 2. Fafan Nurdi Achmad, S.H. No. Hp. 0811***300 3. Dahlia Wicahyuni No. Hp.0817****175 4. Hana Nathasia No. Hp. 0857***762 Hadiah Kipas Angin: 1. Muhammad Riski No. Hp. 0822***011 2. Khairina Dhea Audra No. Hp. 0822***754 3. Eko Virsaitang Hemagus No. Hp. 0858***722 4. Khusnul Khotimah No. Hp. 0881****930 Hadiah Rice Cooker:  1. Dhani Ismunarto No. Hp. 0813***717 2. Wahyuningtyas No. Hp. 0821***165 3. Gabriella Tanu Feby Briliani No. Hp. 0878***617

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2054815