Berita

11 Feb 2025

Sidoarjo Bersholawat Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-166

KOMINFO, Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-166, Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menggelar acara Sidoarjo Bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf. Acara ini dipusatkan di area parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Sidoarjo, pada Selasa (11/2/2025) malam.Sidoarjo Bersholawat merupakan salah satu rangkaian kegiatan perayaan Harjasda ke-166 yang mengusung tema "Sidoarjo Hebat, Baik, dan Bermartabat." Acara ini dihadiri oleh Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi beserta istri, Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Dandim 0816, Kapolres Sidoarjo, serta seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo.Ribuan jamaah dari Sidoarjo dan sekitarnya turut hadir dalam acara yang diiringi lantunan sholawat serta alunan musik gambus. Mereka berkumpul di area parkir MPP Lingkar Timur untuk bersholawat dan berdoa bersama demi kemajuan dan keberkahan Kabupaten Sidoarjo yang kini memasuki usia ke-166.Acara diawali dengan pembacaan sholawat serta doa bersama untuk para sesepuh yang telah berjasa dalam membangun Kabupaten Sidoarjo. Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersyukur atas pencapaian daerah serta perjalanan panjang Kabupaten Sidoarjo yang terus berkembang."Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir malam ini untuk mendoakan Sidoarjo agar menjadi daerah yang lebih baik, maju, dan sejahtera," ujar H. Subandi.Ia juga menegaskan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan agar terhindar dari marabahaya dalam kehidupan."Marilah kita bersama-sama meningkatkan iman agar terhindar dari musibah dan bencana. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo," tuturnya.Kemeriahan acara semakin terasa dengan antusiasme masyarakat yang larut dalam lantunan sholawat. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW di tengah-tengah masyarakat Sidoarjo.Perayaan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-166 masih akan berlanjut dengan berbagai kegiatan lainnya sebagai bentuk apresiasi dan refleksi atas perjalanan panjang Kabupaten Sidoarjo dalam membangun daerah dan masyarakatnya. (Son/mas).

Selengkapnya
11 Feb 2025

Plt. Bupati Sidoarjo Subandi Sampaikan Arah Pembangunan 2026, Ketua DPRD Berikan Masukan

KOMINFO, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo sudah merancang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026. Selasa (11/2) Bappeda Sidoarjo membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut serta merumuskan program-program prioritas yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Kabupaten Sidoarjo. Apa saja masukan DPRD Sidoarjo? Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn menyatakan, arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Sidoarjo pada 2026 adalah Sidoarjo maju, sejahtera, dan berkarakter dengan berbasis pada kemandirian ekonomi, keunggulan SDM, dan berkelanjutan.”RKPD Kabupaten Sidoarjo ini dipadukan dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Jawa Timur,” jelasnya. Apa saja arah kebijakan pembangunan Sidoarjo? Satu, pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pelayanan pendidikan, kesehatan, dan daya beli.Dua, pengentasan kemiskinan dan pemerlu (pihak-pihak yang memerlukan) pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) secara tepat sasaran dan bertahap. Tiga, pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pengelolaan potensi lokal, pertanian, perikanan, yang terintegrasi dengan potensi utama perdagangan dan industri. Empat, tata kelola pemerintahan yang bersih, adaptif, serta didukung kapasitas aparatur yang lincah. ”Lima, infrastruktur pelayanan yang ramah lingkungan dan tahan terhadap bencana,” papar Plt. Bupati Sidoarjo Subandi.Dalam forum konsultasi publik itu, Plt. Bupati Subandi mengucapkan terima kasih atas kehadiran berbagai pihak. Baik perwakilan perguruan tinggi, pengusaha, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, organisasi profesi, organisasi perempuan, maupun tim penggerak PKK, dan perangkat daerah. Forum konsultasi publik, lanjut Subandi, sangat penting. Forum ini merupakan salah satu sarana pemberdayaan masyarakat. Mereka  bisa berperan dalam pengambilan keputusan bersama pemangku  kepentingan (stakerholders) pembangunan lainnya.Sebagai pimpinan daerah, Plt Bupati Subandi mengharapkan seluruh komponen dan pelaku pembangunan yang hadir dalam forum konsultasi publik itu berkenan memberikan sumbangsih, pemikiran.Sehingga, melalui forum komunikasi publik ini, perencanaan RKPD pada tahun 2026 dapat diakomodir. Aspirasi berbagai stakeholders akan dipadukan dengan kebijakan dan program pembangunan pemerintah. Juga menjawab permasalahan dan kebutuhan skala prioritas pada 2026. ”Semoga forum konsultasi ini terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Bupati Sidoarjo Terpilih Periode 2025--2030 tersebut. Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasih hadir sebagai narasumber bersama Kepala Bappeda Heri Soesanto dalam Forum Konsultasi Publik yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sidoarjo tersebut. Abdillah Nasih menyampaikan Saran dan Masukan Legislatif dalam Penyusunan Rancangan Awal KPD Kabupaten Sidoarjo 2026. Menurut dia, ada sedikitnya empat fokus penting. Ada pula saran dan solusi tepatnya. Seperti apa masukan DPRD Sidoarjo?Pertama, penanganan banjir. Problem banjir ini bisa diatasi dengan peningkatan kapasitas saluran drainase. Optimalisasi sistem pengendalian banjir. Penguatan regulasi sistem tata ruang. ”Dan, perlunya teknologi mitigasi guna mengurangi risiko genangan serta menciptakan lingkungan yang aman berkelanjutan,” terang pria yang juga ketua DPC PKB Sidoarjo tersebut. Kedua, penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R (reduce, reuse, and recycle). Selain itu, optimalisasi infrastruktur pengolahan sampah. Juga edukasi dan regulasi untuk mengurangi timbunan sampah. Demi menciptakan lingkungan yang bersih berkelanjutan. Ketiga, memperhatikan sekolah yang fasilitasnya kurang layak. Dibutuhkan rehabilitasi dan peningkatan sarana prasarana sekolah yang rusak. Guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung kualitas pendidikan yang baik.Keempat, perhatian pada era digitalisasi dan penyesuaian Gen-Z. Di sini diperlukan optimalisasi layanan berbasis digital serta inovasi yang adaptif untuk mendukung efisiensi, aksesibilitas, dan partisipasi Gen-Z dalam pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.”Untuk itu, kita harus mengimbangi dengan proses-proses perencanaan yang bottom up. Lebih banyak menerima masukan masyarakat dalam menyusun RKPD 2026,” jelas Abdillah Nasih. Selama 2025, lanjut dia, banyak PR (pekerjaan rumah) yang bisa di-push untuk diselesaikan pada 2026. Perlu dibuat daftar prioritas. Apa saja PR-PR itu. Misalnya, terkait implementasi Peraturan Daerah (Perda) Penghormatan, Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas.”Jangan sampai perda yang digedok pada 18 Desember 2024 itu, tidak dapat diaplikasikan,” tegas Nasih. Begitu pula program Satu Desa Satu Duta Wisata. Jangan hanya menjadi jargon. Harus muncul dalam perencanaan pembangunan. Kabupaten Sidoarjo harus punya perhatian khusus pada pariwisata. Apalagi, ada upaya memaksimalkan potensi wisata untuk sarana outdoor learning (ODL) siswa sekolah. ”Ke depan, bagaimana APBD terkait RKPD 2026, juga ada push di titik berat sektor pariwista,” tambahnya. Abdillah Nasih mengajak masyarakat Kabupaten Sidoarjo tidak lagi punya mindset bahwa Sidoarjo adalah kota penyangga. Itu menimbulkan kesan inferior. Kabupaten Sidoarjo punya kemampuan untuk menjadi kota internasional. Seperti Kota Singapura di Singapura dan Kota Damaskus di Suriah.”Sidoarjo sangat memungkinkan bisa sejajar dengan kota-kota di negara lain,” seru Abdillah Nasih.Dia berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak hanya mengandalkan APBD dalam melaksanakan pembangunan. Sudah waktunya melirik kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan menjalin kemitraan, banyak PR-PR pembangunan yang bisa diselesaikan. Pendekatan pembangunan lebih berorientasi pada cooperation, collaboration, and participation (CCP).”DPRD akan terus men-support selama itu memang untuk rakyat dan kemajuan Sidoarjo,” tegas Abdillah Nasih. (Mas).

Selengkapnya
10 Feb 2025

Plt. Bupati Dampingi Menko Pangan Meninjau Program Cek Kesehatan Gratis di Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah resmi dimulai pada bulan Februari 2025. Termasuk di Kabupetan Sidoarjo. Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan langsung di Puskesmas Taman, Sidoarjo, Senin(10/2/2025). Program ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.Program cek kesehatan gratis diberikan kepada semua masyarakat tanpa terkecuali, dan dapat melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat tanpa perlu membayar biaya apapun. Cek kesehatan gratis merupakan inisiatif dari pemerintah mendorong masyarakat melakukan deteksi dini berbagai penyakit untuk meningkatkan potensi kesembuhan.“Mencegah itu lebih bagus, masyarakat perlu secara rutin untuk cek kesehatan agar kedepannya dapat mengambil langkah-langkah preventif jika terdapat suatu penyakit di tubuh kita. Jika kita sakit, biaya akan semakin mahal dan akan mengurangi produktifitas kita nantinya,” ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan.Menko Pangan juga menjelaskan Program cek kesehatan gratis ini diperuntukkan tiga kategori. Pertama, untuk masyarakat yang sedang berulang tahun, mulai bayi hingga lansia. Kedua, untuk anak sekolah terutama di saat ajaran baru, dan ketiga, cek kesehatan gartis diperuntukkan untuk ibu hamil dan balita.“Program cek kesehatan gratis ini merupakan kado ulang tahun dari pemerintah untuk masyarakat yang berulang tahun pada bulan Februari ini. Selain itu juga, cek kesehatan gratis pada saat tahun ajaran baru dan ibu hamil sesuai jadwal di puskesmas dan posyandu. Satu Sehat, Semua Sehat,” tuturnya.Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi berharap program cek kesehatan gratis tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Sidoarjo. Sebab, selain tanpa biaya, cek kesehatan gratis dapat menjadikan masyarakat hidup lebih sehat.“Diharapkan masyarakat Sidoarjo tidak ada lagi ada yang sakit, tidak terurus, dan selalu dalam keadaan sehat. Dan semoga program ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman,” tutur H.Subandi. (Son)

Selengkapnya
10 Feb 2025

Operasi Semeru Dimulai, Plt. Bupati Sidoarjo Imbau Warga Tertib Berlalu Lintas

KOMINFO, Sidoarjo – Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2025 resmi dimulai pada Senin, 10 Februari 2025. Selama 14 hari ke depan, operasi ini akan mengintensifkan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2025 digelar oleh Polresta Sidoarjo di halaman kantornya pada Senin (10/2). Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, turut hadir dalam kegiatan tersebut.Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi menyatakan dukungannya terhadap program ini dalam rangka menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas menjelang Idulfitri 1446 H Tahun 2025. Ia menegaskan bahwa tertib berlalu lintas harus selalu dipatuhi, tidak hanya demi keselamatan diri sendiri, tetapi juga demi keselamatan pengguna jalan lainnya.“Saat berkendara, kita harus mematuhi aturan lalu lintas, seperti memakai helm dan tidak berboncengan lebih dari dua orang. Jika aturan ini diikuti, insyaallah keselamatan di jalan akan lebih terjaga,” ujarnya.H. Subandi juga mengimbau warga Sidoarjo untuk melengkapi surat-surat berkendara, terutama SIM yang wajib dibawa saat mengemudi. Ia menegaskan bahwa mereka yang belum memiliki SIM sebaiknya tidak berkendara dan segera mengurusnya sesuai ketentuan yang berlaku.“Bagi anak-anak kita yang belum memiliki SIM, tentunya jangan mengendarai sepeda motor,” pesannya.Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, menyampaikan bahwa dalam Operasi Keselamatan Semeru 2025, sebanyak 307 personel gabungan diterjunkan di Kabupaten Sidoarjo. Selain melibatkan Polresta Sidoarjo, operasi ini juga mendapat dukungan dari Kodim 0816 Sidoarjo, Satpol PP Sidoarjo, serta Dinas Perhubungan Sidoarjo. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi dan berkoordinasi dalam pelaksanaannya.“Kami akan lebih mengedepankan upaya preventif dan preemtif, yang mencakup 80 persen dari total kegiatan. Langkah represif tetap dilakukan, tetapi menjadi opsi terakhir,” jelasnya.Kapolresta menambahkan bahwa sosialisasi keselamatan berlalu lintas akan terus digencarkan selama operasi berlangsung. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Mengingat tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Sidoarjo, diharapkan operasi ini dapat menekan jumlah insiden yang terjadi.“Hindari penggunaan knalpot brong dan selalu pakai helm berstandar SNI. Ini semua demi keselamatan kita bersama,” pungkasnya. Git

Selengkapnya
10 Feb 2025

Plt Bupati Dampingi Menko Pangan Meninjau Program Cek Kesehatan Gratis di Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah resmi dimulai pada bulan Februari 2025. Termasuk di Kabupetan Sidoarjo. Plt. Bupati Sidoarjo H.Subandi mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan langsung di Puskesmas Taman, Sidoarjo, Senin(10/2/2025). Program ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat.Program cek kesehatan gratis diberikan kepada semua masyarakat tanpa terkecuali, dan dapat melakukan pemeriksaan di puskesmas terdekat tanpa perlu membayar biaya apapun. Cek kesehatan gratis merupakan inisiatif dari pemerintah mendorong masyarakat melakukan deteksi dini berbagai penyakit untuk meningkatkan potensi kesembuhan.“Mencegah itu lebih bagus, masyarakat perlu secara rutin untuk cek kesehatan agar kedepannya dapat mengambil langkah-langkah preventif jika terdapat suatu penyakit di tubuh kita. Jika kita sakit, biaya akan semakin mahal dan akan mengurangi produktifitas kita nantinya,” ujar Menko Pangan Zulkifli Hasan.Menko Pangan juga menjelaskan Program cek kesehatan gratis ini diperuntukkan tiga kategori. Pertama, untuk masyarakat yang sedang berulang tahun, mulai bayi hingga lansia. Kedua, untuk anak sekolah terutama di saat ajaran baru, dan ketiga, cek kesehatan gartis diperuntukkan untuk ibu hamil dan balita.“Program cek kesehatan gratis ini merupakan kado ulang tahun dari pemerintah untuk masyarakat yang berulang tahun pada bulan Februari ini. Selain itu juga, cek kesehatan gratis pada saat tahun ajaran baru dan ibu hamil sesuai jadwal di puskesmas dan posyandu. Satu Sehat, Semua Sehat,” tuturnya.Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi berharap program cek kesehatan gratis tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat Sidoarjo. Sebab, selain tanpa biaya, cek kesehatan gratis dapat menjadikan masyarakat hidup lebih sehat.“Diharapkan masyarakat Sidoarjo tidak ada lagi ada yang sakit, tidak terurus, dan selalu dalam keadaan sehat. Dan semoga program ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang nyaman,” tutur H.Subandi. (Son)

Selengkapnya
9 Feb 2025

Mitra Keluarga Regional Jawa Timur Gelar Program CSR Penghijauan Kota, Plt. Bupati Sidoarjo Tanam 125 Bibit Pohon Pule

KOMINFO, Sidoarjo – Dalam rangka mendukung program penghijauan kota, Mitra Keluarga Regional Jawa Timur mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penanaman pohon pule di Kabupaten Sidoarjo. Acara ini berlangsung pada Minggu pagi (9/2/2025) di Kantor Kecamatan Buduran dan dihadiri oleh Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Dandim 0816 Sidoarjo, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, serta Camat Buduran.Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penanaman 125 bibit pohon pule secara simbolis sebagai bagian dari upaya penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan di Sidoarjo. Program CSR ini merupakan bentuk kepedulian Mitra Keluarga terhadap kesehatan lingkungan sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam menciptakan ruang hijau yang lebih asri dan sehat bagi masyarakat.Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, mengapresiasi langkah Mitra Keluarga dalam mendukung penghijauan kota. Ia menilai program ini sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas udara, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.“Saya selaku pimpinan daerah sangat menyambut baik inisiatif dari Mitra Keluarga, salah satu lembaga yang peduli terhadap lingkungan. Penanaman pohon ini merupakan langkah nyata untuk menjaga ekosistem, mengurangi polusi udara, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat,” ujar Plt. Bupati Sidoarjo.Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta seperti Mitra Keluarga merupakan langkah awal untuk bersama-sama bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia berharap program CSR ini dapat menginspirasi sektor swasta lainnya di Sidoarjo untuk melakukan hal serupa.“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan Mitra Keluarga ini adalah langkah positif yang dilakukan secara gotong royong untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang. Semoga program ini dapat diikuti oleh sektor swasta lainnya,” ucap H. Subandi.Direktur Regional Mitra Keluarga, Sri Mawarti, mengungkapkan bahwa Mitra Keluarga tidak hanya berkomitmen dalam pelayanan di bidang medis, tetapi juga peduli terhadap kesehatan lingkungan. Program CSR ini merupakan bentuk sinergi antara Mitra Keluarga dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung penghijauan kota.“Mitra Keluarga sebagai salah satu penyedia layanan kesehatan juga memiliki kepedulian terhadap kesehatan lingkungan di Kabupaten Sidoarjo. Kami percaya bahwa lingkungan yang hijau dan sehat merupakan bagian penting dari kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat menciptakan suasana yang sejuk, sehat, dan nyaman,” ujarnya.(Son)

Selengkapnya
9 Feb 2025

Pimpin Jihad Rawat Kali di Sungai Desa Klurak, Plt. Bupati Sidoarjo: Ini Bentuk Komitmen Bersama untuk Mencegah Banjir

KOMINFO, Sidoarjo – Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sidoarjo terus menggencarkan aksi Jihad Rawat Kali di Sungai Desa Klurak, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu (9/2/2025). Aksi ini merupakan upaya untuk mencegah banjir, menjaga kebersihan lingkungan, serta melestarikan sungai.Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat harus terus bergotong royong dalam membersihkan sampah, lumpur, serta material lain yang dapat menghambat aliran air.“Kami ingin sungai ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air, mengurangi risiko banjir, serta meningkatkan kualitas lingkungan sekitar. Ini adalah upaya dan komitmen bersama yang harus terus kita galakkan,” ujar Subandi di sela-sela kegiatan.Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan hingga menjelang bulan Ramadan. Setelah aksi Jihad Rawat Kali ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga akan melakukan pemeliharaan sungai agar kebersihannya tetap terjaga.“Kami tidak hanya melakukan pembersihan, tetapi juga terus melakukan pemeliharaan dengan berkoordinasi dengan camat dan lurah setempat,” tambahnya.Subandi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Ia mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan serta berpartisipasi dalam kegiatan Jihad Rawat Kali yang akan terus digalakkan di berbagai titik di Sidoarjo.“Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan. Jadi, bukan hanya pemerintah yang berperan aktif, tetapi juga diperlukan dukungan nyata dari masyarakat,” ungkapnya. (dew/Yu)

Selengkapnya
8 Feb 2025

Guk Ade dan Yuk Bila: Wajah Baru Pariwisata Sidoarjo yang Siap Menginspirasi

KOMINFO, Sidoarjo – Sabtu malam (8/2) menjadi momen yang tak terlupakan bagi Ade Bai` Atur Ridwan (Guk Ade) dan Nabila Eka Syafitri (Yuk Bila). Di bawah gemerlap lampu Pendopo Delta Wibawa, mereka dinobatkan sebagai pemenang Guk dan Yuk Sidoarjo 2025. Sorak-sorai para pendukung, senyum kebanggaan dari keluarga, serta tepuk tangan para hadirin mengiringi langkah mereka di panggung kemenangan.Ajang Guk Yuk Sidoarjo bukan sekadar kontes kecantikan atau parade busana. Ini adalah ajang pencarian anak muda berbakat yang siap menjadi wajah pariwisata Sidoarjo. Dengan mengusung visi kebangkitan wisata daerah melalui generasi muda, kompetisi ini membuktikan bahwa pesona Sidoarjo tidak hanya terletak pada destinasi wisatanya, tetapi juga pada anak-anak muda yang siap memperkenalkannya ke dunia.Guk Ade dan Yuk Bila kini mengemban amanah besar sebagai duta wisata. Mereka tidak hanya memenangkan gelar, trofi, serta hadiah uang tunai Rp10 juta, tetapi juga mendapat kesempatan emas untuk berkarier sebagai pegawai di Bank Jatim Sidoarjo. Namun, di balik penghargaan tersebut, ada misi besar yang menanti mereka: mempromosikan keindahan, budaya, dan potensi ekonomi kreatif Sidoarjo ke kancah yang lebih luas.Dalam wawancara seusai penobatan, Guk Ade mengungkapkan rasa bangganya. "Saya ingin membuktikan bahwa anak muda Sidoarjo punya potensi besar. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membawa nama Sidoarjo lebih dikenal, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional," katanya dengan penuh semangat.Senada dengan itu, Yuk Bila menambahkan bahwa gelar yang mereka raih adalah awal dari perjalanan panjang. "Kami ingin mengajak lebih banyak anak muda untuk peduli terhadap budaya dan pariwisata daerah. Ini bukan hanya tugas kami sebagai Guk dan Yuk, tapi juga tanggung jawab kita semua sebagai warga Sidoarjo," ujarnya.Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya sekadar pemilihan duta wisata, melainkan juga bagian dari kebijakan Outdoor Learning (ODL). Konsep ini mendorong pemanfaatan tempat wisata sebagai sarana pembelajaran luar ruangan bagi pelajar dan masyarakat."Selaras dengan kebijakan ODL, saya harap peserta Guk Yuk yang berasal dari kalangan muda ini dapat mendukung program ini dengan memberikan contoh atau promosi wisata kepada teman di lingkungannya," ujar Subandi.Bupati yang baru saja terpilih untuk periode 2025–2030 ini juga berharap para finalis dapat menjadi agen perubahan. "Kalian adalah representasi dari kepemudaan Sidoarjo. Maka, harus siap bergerak maju, turun ke masyarakat, dan memperkenalkan potensi daerah, baik dari segi wisata, seni budaya, maupun ekonomi kreatif," tambahnya.Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Yudhi Irianto, menjelaskan bahwa proses seleksi tahun ini sangat kompetitif. Sebanyak 40 pasang peserta dari 30 desa dan 16 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo berkompetisi dalam empat tahapan seleksi."Para peserta tidak hanya dinilai dari penampilan mereka, tetapi juga dari wawasan budaya, public speaking, hingga cara mereka mempromosikan pariwisata daerah. Ini bukan hanya ajang kecantikan, tapi juga seleksi duta wisata yang siap mengemban tugas besar," ungkap Yudhi.Di balik kemenangan Guk Ade dan Yuk Bila, ada perjuangan panjang. Mereka harus melewati berbagai tantangan, mulai dari sesi wawancara mendalam, presentasi tentang pariwisata, hingga unjuk bakat di hadapan dewan juri dan para tamu undangan.Guk dan Yuk Sidoarjo bukan hanya tentang satu malam gemilang di atas panggung. Ini adalah awal dari perjalanan mereka sebagai duta wisata yang harus terus menginspirasi, membangun inovasi, dan menjadi penggerak utama dalam promosi wisata daerah.Dengan semangat yang tinggi, Guk Ade dan Yuk Bila siap menjalankan tugas mereka. "Kami ingin membuktikan bahwa menjadi Guk dan Yuk bukan sekadar mengenakan selempang. Ini tentang tanggung jawab, kerja keras, dan dedikasi untuk Sidoarjo," tutup Guk Ade. (Af/mas).

Selengkapnya
7 Feb 2025

Solusi ODL, Sosialisasikan Wisata Ramah Siswa

KOMINFO, Sidoarjo– Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata menggelar acara "Sosialisasi Destinasi Wisata Ramah Siswa" pada Jumat (7/2) di Youth Center Gedung C Disporapar.Pada kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata yang aman, nyaman, dan edukatif bagi pelajar ini  dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, M. Ainur Rahman, AP, M.Si. yang dalam sambutannya selain menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan ini serta menyampaikan semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi kemajuan pariwisata di kabupaten Sidoarjo.Ia menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan wisata yang ramah bagi anak-anak. “Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita jaga dan lindungi. Oleh karena itu, destinasi wisata di Sidoarjo harus tidak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga memberikan keamanan dan kenyamanan bagi mereka,” katanya.Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat guna menciptakan ekosistem wisata yang lebih baik. Diharapkan dengan adanya inisiatif ini sektor pariwisata di Sidoarjo semakin berkembang dan menjadi tujuan wisata edukatif bagi peserta didik yang masih duduk dibangu sekolah baik itu Paud, TK, SD, SMP, dan SMA. “Kami berharap setelah diadakan sosialisasi ini, kita semua dapat bekerja sama dalam mengimplementasikan ide-ide yang telah dibahas, serta mempromosikan pariwisata Sidoarjo sebagai daerah yang ramah keluarga, siswa, dan layak menjadi tujuan wisata lokal maupun mancanegara,”pungkasnya.Sementara itu kepala Disporapar Kabupaten Sidoarjo Yudhi Irianto menyampaikan jika  kegiatan ini berkaitan dengan Implementasi dari SE Bupati Tanggal 3 Februari 2025 Nomor : 400.3/1308/438.5.1/2025 tentang Pelaksanaan Pembelajaran di Luar Kelas atau Outdoor Learning Satuan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.Dengan harapan dengan adanya surat edaran ini minimal akan menjadi acuan  dalam rangka pembelajaran siswa di masing-masing sekolah."Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk memperkenalkan secara luas bahwa Sidoarjo mempunyai potensi wisata yang layak untuk bisa dikunjungi oleh anak-anak didik sehingga ini harapan kami bisa meningkatkan pemahaman anak-anak didik kita untuk bisa mencintai apa yang dimiliki oleh Kabupaten Sidoarjo khususnya berkaitan dengan khas suatu daerah terutama kawasan wisata,"katanyaAcara ini juga menghadirkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih, Plh.  Kepala Dinas  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ainur Rahman, Kepala Dinas Perpustakaan Ridho Prasetyo sebagai Keynote Speaker. Selain itu juga ada  Kepala Museum Mpu Tantular serta pengelola Taman Pintar dan Kampung Lali Gadget yang akan menjadi mintra dalam kolaborasi dalam Wisata Ramah Siswa. Dan pada acara ini diikuti oleh Kepala Sekolah dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari TK sampai tingkat SMA yang diikuti secara offline maupun secara daring. (Yu/Wi/mas)

Selengkapnya
7 Feb 2025

Pemkab Sidoarjo Dukung Pengembangan BUMDes Sebagai Destinasi ODL

KOMINFO, Sidoarjo – Wisata Kaki Bumi dengan wisata petik jambunya menjadi salah satu tempat edukasi yang wajib dikunjungi di Kabupaten Sidoarjo. Terdapat lebih dari seribu tanaman jambu yang sedang berbuah di hamparan sawah Desa Kebaron, Kecamatan Tulangan. Berbagai jenis jambu ditanam di lahan seluas 2 hektare, seperti jambu Australia, jambu kristal, dan jambu merah. Tempat wisata ini dikelola oleh BUMDes Kebaron. Saat ini, pemerintah desa setempat tengah menambah jenis tanaman buah di Wisata Kaki Bumi dengan menanam pohon durian, nangka, sirsak, dan petai.Pada Jumat (7/2), Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sidoarjo, M. Ainur Rahman, hadir mewakili Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, untuk melakukan penanaman pohon durian secara simbolis di Wisata Kaki Bumi. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Tulangan, Kapolsek Tulangan, Danramil Tulangan, Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo, dan Kepala Desa Kebaron.M. Ainur Rahman menyampaikan bahwa Wisata Kaki Bumi memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, Sidoarjo memiliki banyak potensi wisata yang layak dikembangkan, termasuk wisata petik jambu di Desa Kebaron."Mudah-mudahan ini menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus destinasi edukasi bagi para siswa dan masyarakat," ujarnya.Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo akan terus mendukung pengembangan wisata desa seperti ini. Pemerintah akan bersinergi dalam mengembangkan destinasi wisata berbasis desa, terutama di masa penangguhan Out Door Learning (ODL) ke luar daerah oleh Pemkab Sidoarjo. Dengan adanya wisata edukasi seperti ini, sekolah-sekolah dapat memaksimalkan kegiatan ODL tanpa harus keluar daerah."Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo dapat mengoptimalkan ODL dengan adanya tempat wisata seperti ini. Tidak perlu keluar daerah untuk mencari objek pembelajaran di luar kelas," tambahnya.Lebih lanjut, Ainur Rahman berharap BUMDes seperti ini semakin maju, karena keberadaannya merupakan salah satu pondasi ekonomi desa. Ia menekankan bahwa kemandirian desa akan terwujud jika BUMDes dikelola secara profesional."BUMDes adalah wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat di desa, pemanfaatan aset desa, sekaligus upaya meningkatkan pendapatan desa," jelasnya.Sementara itu, Ketua BUMDes Kebaron Mandiri Makmur, Suheri, menyampaikan bahwa akan ada 350 pohon durian yang ditanam di Wisata Kaki Bumi. Selain itu, akan ditanam juga 100 pohon nangka, 100 pohon sirsak, dan 100 pohon petai di lahan kosong seluas lebih dari 1 hektare. Ia berharap penambahan tanaman ini dapat menambah daya tarik wisata."Total luas lahan Wisata Kaki Bumi adalah 4 hektare. Lebih dari 1 hektare akan ditanami pohon durian, nangka, sirsak, dan petai. Dengan penanaman ini, kami berharap dapat menambah variasi wisata yang bisa dinikmati pengunjung," ungkapnya.Suheri, yang akrab disapa Heri, juga menegaskan bahwa potensi Desa Kebaron sebagai desa wisata sangat besar. Wisata petik jambu tidak pernah sepi pengunjung, baik dari masyarakat umum maupun siswa sekolah. Bahkan, minggu depan sudah ada sekolah yang berencana mengadakan kegiatan outbound di tempat ini.Namun, ia mengakui bahwa pengembangan wisata masih terkendala anggaran dan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan. Oleh karena itu, ia berharap ada dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah."Potensinya sangat besar jika kita bisa mengoptimalkan apa yang kita miliki. Saya yakin tempat ini mampu mendongkrak pendapatan asli desa," ujarnya.Heri juga terus berupaya meningkatkan jumlah pengunjung wisata petik jambu, terutama dari kalangan sekolah. Pemberlakuan penangguhan ODL menjadi peluang besar untuk menarik lebih banyak sekolah ke tempat wisata ini."Kami terus berupaya menggaet sekolah-sekolah untuk berkunjung. Baru-baru ini, kami telah menerima kunjungan dari SDN Sedenganmijen, SDN Kedondong, dan sekolah dari Krembung," katanya.Untuk menikmati wisata petik jambu, harga tiket masuk sangat terjangkau, hanya Rp 5.000 per orang, dengan fasilitas makan jambu sepuasnya. Jika ingin membawa pulang, pengunjung dapat membeli dengan harga:Jambu merah: Rp 8.000/kgJambu kristal: Rp 15.000/kgJambu Australia: Rp 25.000/kgDengan pengembangan yang berkelanjutan, Wisata Kaki Bumi diharapkan semakin berkembang sebagai destinasi wisata edukasi unggulan di Sidoarjo. (Git).

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 906456