Berita

26 Jan 2025

Plt. Bupati Sidoarjo Pimpin Jihad Rawat Kali di Afvoer Bulubendo, Gedangan

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendeklarasikan program Jihad Rawat Kali, yang bertujuan untuk membersihkan sungai-sungai dari sampah. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap Jumat dan Minggu. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sidoarjo dikerahkan untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan sungai. Salah satu aksi Jihad Rawat Kali dilakukan di Sungai Afvoer Bulubendo, Kecamatan Gedangan, pada Minggu pagi (26/1).Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk anggota Kodim 0816 Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, serta masyarakat Kecamatan Gedangan. Lebih dari 100 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, yang dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi. Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, juga turut hadir bersama para kepala OPD.Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Jihad Rawat Kali. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota Kodim 0816, Polresta Sidoarjo, serta masyarakat dengan sukarela bekerja bakti untuk membersihkan sungai dari sampah. Ia optimis bahwa dengan kebersamaan seperti ini, upaya mencegah banjir dapat diwujudkan.“Atas nama Plt. Bupati, saya mengucapkan maturnuwun sanget atas dukungan panjenengan yang hari ini, meskipun hari libur, tetap berkenan bekerja bersama menyelesaikan persoalan banjir di Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya.H. Subandi menjelaskan bahwa banjir disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor alam maupun perilaku manusia. Salah satu faktor alam yang tidak dapat dihindari adalah banjir rob, yaitu fenomena air laut yang meluap ke daratan dan menghambat aliran sungai menuju laut. Kondisi ini diperparah apabila sungai penuh dengan sampah, yang menyebabkan aliran air terhambat.“Selain faktor rob, masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Saya berharap melalui Jihad Rawat Kali ini, kesadaran masyarakat untuk merawat sungai akan meningkat,” ujarnya.Ia juga menegaskan pentingnya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Plt. Bupati Sidoarjo berharap program Jihad Rawat Kali dapat kembali membangun semangat gotong royong dalam membersihkan lingkungan.“Semoga melalui program Jihad Rawat Kali yang rutin dilaksanakan setiap Jumat dan Minggu, masyarakat dapat memahami pentingnya gotong royong untuk menjaga lingkungan, khususnya menjaga sungai agar tetap bersih dari sampah,” pungkasnya. (Git)

Selengkapnya
26 Jan 2025

Pagelaran Wayang Kulit Warnai Perayaan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-166

KOMINFO, Sidoarjo - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-166, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar pagelaran wayang kulit yang berlangsung meriah di Pendopo Delta Wibawa, Kemarin Sabtu (25/1)malam, Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga momentum penting untuk melestarikan warisan budaya leluhur.Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn dalam sambutannya, mengapresiasi upaya para seniman, budayawan, dan masyarakat yang terlibat dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa wayang kulit adalah aset budaya nasional yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.“Wayang kulit bukan sekadar hiburan, tetapi sarana untuk mempererat silaturahmi dan memperdalam nilai-nilai budaya. Melalui cerita tentang Semar yang penuh kebijaksanaan, kita diingatkan pentingnya menjaga nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Subandi.Warga yang hadir terlihat antusias menyaksikan pagelaran ini, terutama saat cerita pewayangan tentang Semar yang bijaksana dan penuh kebapakan dipentaskan. Tokoh Semar yang menjadi simbol kebijaksanaan dan pengayoman diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Sidoarjo dalam menjaga harmoni sosial dan lingkungan.Dalang Ki Eddy Siswanto, yang memimpin jalannya cerita, memberikan sentuhan modern dengan menambahkan efek visual menggunakan proyektor. Inovasi ini dilakukan untuk memperkuat jalan cerita tanpa mengubah pakem seni pewayangan, sehingga tetap mempertahankan keasliannya.“Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya ini. Dengan menghormati warisan leluhur, kita dapat melangkah maju dengan tetap berpegang pada nilai-nilai kebajikan, keharmonisan, dan kedamaian,” tambah Subandi.Pagelaran ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sidoarjo dalam mendukung pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diadakan untuk memperkuat identitas budaya dan memperkokoh semangat kebersamaan masyarakat Sidoarjo.(Ach).

Selengkapnya
26 Jan 2025

Ketua Umum YJI Anisa Pohan Yudhoyono Apresiasi Peran KJS dan KJR Kabupaten Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kabupaten Sidoarjo yang diketuai oleh dr. Hj. Sriatun Subandi menggelar Pembinaan KJS dan KJR se-Kabupaten Sidoarjo bertajuk Pelatihan Bantuan Hidup Dasar serta Monitoring/Evaluasi. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Anisa Pohan Yudhoyono, Ketua Perwosi Jawa Timur Arumi Bachsin Dardak, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (25/01/2025).Dalam sambutannya, dr. Sriatun mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Anisa Pohan Yudhoyono, di Kabupaten Sidoarjo. Ia juga menceritakan sejarah berdirinya YJI di Kabupaten Sidoarjo.Selain menyampaikan visi dan misi YJI, dr. Sriatun juga memaparkan deretan prestasi nasional yang diraih oleh KJS Kabupaten Sidoarjo. Prestasi ini tak lepas dari kegigihan para pengurus dan anggota YJI Kabupaten Sidoarjo, serta dukungan dari pemerintah daerah."Selain mengukir prestasi, YJI Kabupaten Sidoarjo juga memiliki banyak agenda kegiatan. Di antaranya pelatihan, seminar, pengukuhan Klub Jantung Remaja yang saat ini telah terbentuk 48 klub, serta 300 KJS yang sudah dikukuhkan," ungkapnya.Ia menambahkan bahwa kegiatan utama YJI Kabupaten Sidoarjo adalah sosialisasi dan simulasi Bantuan Hidup Dasar yang rutin dilakukan setiap tahun untuk KJS dan KJR se-Kabupaten Sidoarjo. "Dengan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan tidak panik atau khawatir saat menemukan seseorang yang tiba-tiba pingsan di jalan atau terkena serangan jantung, bahkan bisa memberikan pertolongan pertama," ujarnya.Dr. Sriatun menegaskan bahwa YJI Kabupaten Sidoarjo memiliki komitmen untuk terus bekerjasama dan bergotong royong agar organisasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat."Semoga semua pihak dan pemangku kepentingan dapat mendukung YJI Kabupaten Sidoarjo agar semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat," harapnya.Sementara itu, Ketua Umum YJI Anisa Pohan Yudhoyono menyampaikan bahwa YJI dibentuk karena penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Selama 43 tahun berdiri, YJI telah membantu pengobatan lebih dari 2.600 anak dengan kelainan jantung bawaan."Jika di Kabupaten Sidoarjo ditemukan anak dengan kelainan jantung bawaan, jangan ragu untuk mengajukan permohonan sesuai prosedur yang ada agar bisa mendapatkan pengobatan," katanya.Anisa juga mengingatkan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menjauhi rokok.Ia mengapresiasi YJI Kabupaten Sidoarjo yang telah memiliki 48 Klub Jantung Remaja (KJR). Menurutnya, edukasi tentang bahaya penyakit jantung serta cara memberikan pertolongan pertama harus diajarkan sejak remaja. Ia juga menyarankan agar senam kesehatan jantung diajarkan di sekolah-sekolah sehingga tidak hanya anggota KJR, tetapi semua remaja dapat mengikutinya."Dengan adanya KJS dan KJR, akan ada dampak positif bagi masyarakat, karena mereka hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pertolongan, sosialisasi, serta edukasi baik secara langsung maupun melalui media sosial," jelasnya.Anisa mengajak seluruh pihak untuk terus mengembangkan program yang bermanfaat, khususnya untuk anak-anak dan remaja. "KJR harus siap dengan perubahan dan mampu menjadi individu yang bermanfaat, baik melalui pemberian pertolongan maupun informasi kepada teman-teman serta masyarakat," pungkasnya.Acara ini turut diwarnai dengan senam jantung bersama yang diikuti oleh anggota KJS, KJR, Formi, serta pimpinan OPD terkait. (Yu)

Selengkapnya
25 Jan 2025

Harjasda ke-166, Pemkab Sidoarjo Fokus Pada Penanganan Bencana Hidrometeorologi

KOMINFO, Sidoarjo - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-166, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk penanganan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir. Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, Subandi, saat menjadi narasumber dalam sebuah talk show di salah satu televisi swasta, Kemarin Jumat (24/1/2025) di Pendopo Delta Wibawa. Subandi menegaskan bahwa Kabupaten Sidoarjo merupakan Kabupaten yang berada di dekat muara, mengakibatkan Kabupaten Sidoarjo terpengaruh oleh pasang air laut/Rob atau sering menjadi kabupaten limbah air dari wilayah lain. "Bila pasang air laut bersamaan dengan curah hujan tinggi yang turun secara merata, maka berpotensi timbulnya genangan/banjir. Selain itu, perlu juga ditingkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitar," ungkap Subandi. Ditambahkan Subandi, penanganan banjir ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Melalui jihad rawat kali akan menciptakan lingkungan yang bersih dan bonus tingginya rasa gotong royong dan keharmonisan mulai dari pemerintah hingga masyarakat. "Bencana hidrometeorologi, terutama banjir, sering menjadi persoalan serius di musim penghujan. Kami terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi dan mengurangi dampaknya bagi masyarakat salah satunya melalui jihad rawat kali serta berkoordinasi antar Forkopimda, OPD, hingga Camat," ujarnya.  Ia memaparkan sejumlah langkah lain yang telah dilakukan Pemkab Sidoarjo, seperti normalisasi saluran-saluran irigasi, pengerukan sungai yang mengalami sedimentasi, serta pembangunan dan perbaikan tanggul di daerah-daerah rawan banjir. Selain itu, Subandi juga menyebut pentingnya kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.  "Kami juga mempercepat pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur pengendalian banjir dan drainase yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan dukungan dari masyarakat dan stakeholder terkait, kami optimistis dampak banjir di Sidoarjo dapat diminimalkan," tambahnya.  Di sisi lain, Subandi menyampaikan bahwa momentum Harjasda ke-166 ini menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan yang ada, termasuk persoalan lingkungan. "Ini adalah momen refleksi bersama untuk membangun Sidoarjo yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan serta lebih harmonis," tutupnya. (Dew/yu)

Selengkapnya
25 Jan 2025

Pemkab Sidoarjo Respon Cepat Tangani Banjir di Jabon

KOMINFO, SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo turun tangan serius dalam menangani banjir yang melanda Desa Semambung, Kecamatan Jabon. Banjir tahunan ini telah berlangsung selama dua minggu dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi ditambah luapan air laut. Situasi ini mengakibatkan sekitar 800 rumah warga tergenang air.Sabtu pagi (25/01), Plt. Bupati Sidoarjo bersama rombongan langsung melakukan inspeksi ke lokasi banjir. Tidak hanya datang untuk memantau, tetapi juga memberikan arahan tegas.“Banjir ini harus cepat kita tangani, jangan sampai warga semakin kesulitan. Saya minta layanan air bersih segera disiapkan, karena kesehatan warga itu yang utama,” tegas Plt. Bupati.Pemkab Sidoarjo telah mengerahkan berbagai layanan untuk penanganan banjir. Pos kesehatan didirikan untuk memastikan warga tidak terkena penyakit akibat banjir. BPBD juga menyiapkan alat dan personel di titik-titik rawan banjir, sementara Dinas Sosial telah menyiapkan 35 ribu bantuan sosial untuk dibagikan kepada warga terdampak.Kepala Desa Semambung, yang turut menemani inspeksi, berharap Pemkab Sidoarjo dapat segera melakukan normalisasi Sungai Gulondoro agar banjir tidak terus berulang.“Ini memang banjir tahunan, tapi kita tidak boleh menganggapnya biasa. Semua pihak harus bekerja cepat. Warga butuh solusi permanen, bukan hanya penanganan sementara,” tambahnya.Plt. Bupati Sidoarjo juga berpesan agar masyarakat melakukan kerja bakti membersihkan sungai untuk mencegah banjir."Ayo bersama-sama kita jaga lingkungan kita dengan kerja bakti rutin. Ciptakan lingkungan bersih dengan silaturahmi," imbuh Subandi. (Af)

Selengkapnya
25 Jan 2025

Plt. Bupati Sidoarjo Sidak RTLH Warga Sebatangkara di Desa Gisik Cemandi

KOMINFO, Sidoarjo – Tingginya curah hujan akhir-akhir ini bukan hanya bencana banjir yang menjadi prioritas Pemkab Sidoarjo, tetapi juga perbaikan jalan rusak dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).Plt. Bupati Sidoarjo, Subandi, langsung turun melakukan inspeksi. Seperti pada Sabtu pagi (25/1), setelah menerima laporan, beliau segera mengunjungi RTLH di Desa Gisik Cemandi, rumah milik Sarirejo (78).Rumah tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan: sebagian besar atapnya hilang, dindingnya keropos, dan lantainya hampir tidak layak disebut sebagai tempat tinggal. Hujan yang terus-menerus hingga Sabtu pagi semakin memperburuk kondisi rumah tersebut, membuatnya berisiko roboh kapan saja.Dalam sidak ini, Subandi didampingi oleh Sekretaris Daerah Sidoarjo, perwakilan dari Baznas Sidoarjo, Camat Jabon, Kapolsek, Danramil, serta Kepala Desa Gisik Cemandi.“Kondisi rumah ini sangat memprihatinkan, apalagi di tengah curah hujan yang masih tinggi. Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar perbaikan rumah Pak Sarirejo dapat dimulai minggu depan. Ini harus menjadi prioritas agar beliau bisa tinggal dengan layak dan aman,” ujar Subandi.Subandi juga meminta Baznas Sidoarjo untuk mendukung pembiayaan renovasi rumah Sarirejo. Bantuan akan segera disalurkan agar proses pembangunan dapat segera dilakukan."Selain bantuan dari pemerintah, kami juga mengupayakan gotong royong dari warga untuk mempercepat proses perbaikan rumah ini," tambahnya.Sarirejo, yang terlihat haru dan tak kuasa menahan air mata, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah. Sarirejo sehari-hari bekerja serabutan dan hidup sebatang kara tanpa sanak saudara."Saya tidak menyangka akan mendapat perhatian sebesar ini. Terima kasih banyak, saya hanya bisa berdoa agar semuanya diberi kesehatan," tuturnya dengan penuh rasa syukur.Langkah cepat yang diambil oleh Plt. Bupati Sidoarjo ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi Sarirejo dan warga lain yang mengalami kondisi serupa. Perhatian dan aksi nyata dari pemerintah daerah memberikan harapan baru bagi masyarakat kecil untuk hidup lebih layak. (Ach/mas).

Selengkapnya
25 Jan 2025

Tradisi dan Budaya : Gunungan Sedekah Bumi Warnai Harjasda Sidoarjo ke-166

KOMINFO, Sidoarjo – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-166 menjadi momen penuh nilai budaya dengan diselenggarakannya Gunungan Sedekah Bumi di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu(25/1/2025).Acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, Ketua DPRD Sidoarjo beserta jajaran Forkopimda, sejumlah pejabat lain, serta masyarakat setempat.Kegiatan ini memiliki pesan simbolis yang mendalam, menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan atas keberkahan alam dan kehidupan. Tradisi ini juga merupakan bentuk pelestarian budaya lokal yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan.Rangkaian acara dimulai saat Plt. Bupati Sidoarjo bersama istri dan rombongan menaiki kereta kuda menuju makam bupati pertama Sidoarjo, R.T. Notopuro yang bergelar Tjokronegoro I. Di makam tersebut, doa bersama digelar untuk mengenang jasa para pendiri kabupaten serta memohon keberkahan untuk masa depan Sidoarjo. Prosesi ini mencerminkan penghormatan kepada leluhur sekaligus peneguhan spiritual masyarakat Sidoarjo.Di Paseban Sidoarjo, tiga gunungan khas disiapkan dengan ukuran 2x1,5 meter, masing-masing membawa makna simbolik yang mendalam. Gunungan Buah dan Sayur mencerminkan kesuburan dan hasil bumi Sidoarjo, Gunungan Kue Apem melambangkan permohonan maaf dan doa, sementara Gunungan Udang dan Bandeng menjadi wujud identitas Sidoarjo sebagai sentra perikanan.Gunungan-gunungan tersebut diarak dan menjadi perekat sosial di tengah masyarakat, mengajarkan nilai gotong royong dan syukur atas keberlimpahan rezeki. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi tahunan, tetapi juga menguatkan identitas budaya yang terus diwariskan kepada generasi mendatang.Plt. Bupati H. Subandi dalam sambutannya menyampaikan, acara ini bukan hanya sekedar tradisi, melainkan bentuk menjaga kelestarian alam dan menjaga keharmonisan sesama."Acara sedekah bumi ini bukan hanya sekedar tradisi melainkan bentuk sarana untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian alam, menjaga hasil bumi serta mempererat hubungan antar masyarakat Sidoarjo," ucapnya.Selain Subandi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan solidaritas antara masyarakat dengan Pemkab Sidoarjo. "Kita semua harus saling mendukung untuk mewujudkan yang lebih baik, sejahtera dan maju di Kabupaten Sidoarjo. Di Harjasda ke-166 semoga bisa menjadi momentum untuk memperkuat gotong royong dan persatuan untuk membangun Kabupaten Sidoarjo jadi lebih baik," tutur H.Subandi.Gunungan Sedekah Bumi dalam Harjasda ke-166 ini membuktikan bahwa Sidoarjo tidak hanya tumbuh sebagai daerah yang maju secara ekonomi, tetapi juga tetap teguh dalam melestarikan nilai-nilai budaya yang menjadi warisan leluhur.(Son/mas).

Selengkapnya
24 Jan 2025

Plt Bupati Sidoarjo Sidak Jalan Rusak di Banjar Kemuning, Segera Perbaikan Bulan Ini

KOMINFO, Sidoarjo – Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jalan rusak di kawasan Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Jumat (24/1). Sidak ini dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang menyebutkan bahwa kerusakan jalan sangat membahayakan, terutama dengan tingginya curah hujan akhir-akhir ini.“Kami upayakan dalam bulan ini jalan ini diperbaiki, menggunakan material yang bagus,” ujar Subandi saat berdialog dengan warga di lokasi.Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas perbaikan setelah jalan diperbaiki. Mengingat jalan sering kali kembali rusak setelah diperbaiki, apalagi akibat curah hujan dan aktivitas pengembang yang melakukan pengurukan."Kuncinya cuma satu, karena curah hujan tinggi, saya tidak memperbolehkan pengembang ada kegiatan pengurukan. Nanti saya buat surat kepada pengembang,” katanya tegas.Ia menambahkan bahwa jika pengembang tetap membandel, maka pemerintah daerah tidak akan mengeluarkan izin. Subandi meminta camat dan polsek setempat untuk turut mengawasi dan mencabut izin pengurukan jika ditemukan pelanggaran.Subandi juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk memperlebar jalan di Banjar Kemuning hingga tujuh meter. Direncanakan pula pada tahun 2026 jalan ini akan dibetonisasi.“Sebelah jalan ini juga ada tambak dengan air asin, jadi memang perlu material yang lebih kuat agar jalan tahan lama,” jelasnya.Subandi juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) untuk menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) agar kegiatan pengurukan dilakukan hanya pada musim kemarau.Sebagai pemimpin yang mendukung pembangunan daerah, Subandi menekankan bahwa pembangunan yang dilakukan oleh pihak pengembang tidak boleh mengabaikan kepentingan masyarakat.Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk memperbaiki jalan ini sebaik mungkin demi keselamatan dan kenyamanan warga. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga bersama hasil perbaikan yang dilakukan pemerintah daerah.“Jalan ini kita perbaiki bersama. Jangan sampai setelah diperbaiki, rusak lagi. Aspal itu kalahnya dengan air, jadi kita semua harus ikut menjaga,” pungkasnya. (Mas).

Selengkapnya
24 Jan 2025

Plt. Bupati Subandi Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan Sungai

KOMINFO, Sidoarjo - Jumat (24/1/2025) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan kerja bakti massal rutin setiap hari Jumat bertajuk “Jihad Rawat Kali”, sebuah inisiatif yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna membersihkan sungai dari enceng gondok dan sampah.Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kelancaran aliran sungai di wilayah Sidoarjo.Plt. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mencegah potensi banjir akibat penyumbatan aliran air oleh enceng gondok dan limbah. Jika terjadi penumpukan, akan terbentuk sedimentasi yang menjadi penghambat aliran sungai.“Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap kondisi sungai di Sidoarjo. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama demi generasi mendatang,” ujarnya.Dalam aksi yang dilakukan serentak di beberapa titik sungai ini, ratusan pegawai dari hampir seluruh OPD terlibat bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat. Mereka bahu-membahu menyusuri sungai, mengangkat enceng gondok, mengangkut sampah, serta membersihkan sedimentasi yang menghambat aliran air, dibantu alat berat dari PUBMSDA di beberapa titik.Kegiatan “Jihad Rawat Kali” tidak hanya menjadi upaya menjaga lingkungan, tetapi juga momen untuk mempererat sinergi antarinstansi dan masyarakat. Selain membersihkan sungai, program ini juga diiringi dengan edukasi lingkungan kepada warga sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan ekosistemnya.Pemkab Sidoarjo berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari aksi berkelanjutan dalam merawat sungai sebagai salah satu aset penting bagi kehidupan masyarakat.“Kami akan terus mendorong program seperti ini agar Sidoarjo bebas dari permasalahan lingkungan, khususnya terkait aliran sungai,” tambahnya.Secara serentak, kerja bakti dilaksanakan di seluruh kecamatan. Di Krian, misalnya, dilakukan pembersihan saluran air di depan makam Desa Tropodo (perbatasan dengan Desa Seketi).Di Sidoarjo, kerja bakti dilakukan di depan Perumahan Blukid 3, Desa Blurukidul. Di Porong, dilaksanakan di saluran drainase Desa Kebakalan.Di Taman, dilakukan di sungai sebelah Balai Desa RT 10 RW 05 Desa Kletek. Di Prambon, dilaksanakan di Desa Temu, tepatnya di saluran Kedunguling. Di Tanggulangin, di Desa Kedensari, tepatnya di Kali Mati, Kedensari RT 12 RW 05.Keterlibatan OPD secara masif tampak saat kerja bakti di kecamatan, seperti di Jabon ada Dinas P2CKTR dan Dinas Perpustakaan dan Arsip, dan di Kecamatan Tulangan, tepatnya sepanjang sungai di Desa Kepadangan, ada Dinas Kominfo serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.Di Kecamatan Prambon, ada Dinas Pangan dan Pertanian serta Bappeda. Di Kecamatan Tarik, ada Dinas Pendidikan. Di Kecamatan Gedangan, ada Dinas Koperasi dan UM serta Dinas P3AKB.Di Kecamatan Krian, ada Dishub dan RSUD Sibar. Di Kecamatan Taman, ada Satpol PP. Di Buduran, ada Setda dan RSUD Notopuro. Sementara itu, di Kecamatan Krembung dengan titik lokasi di Desa Mojoruntut RT 4 RW 2, dilakukan kerja bakti pembersihan gorong-gorong.Melalui “Jihad Rawat Kali”, Pemkab Sidoarjo mempertegas komitmennya dalam menjaga lingkungan, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (Yu)

Selengkapnya
23 Jan 2025

Lindungi Peternak Sidoarjo, Pemprov Jatim Bersama Pemkab Sidoarjo Pantau Kesehatan Hewan Ternak di Sidoarjo

KOMINFO, Sidoarjo - Pemprov Jatim bersama Pemkab Sidoarjo antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku/PMK di Kabupaten Sidoarjo. Hewan-hewan ternak di Kabupaten Sidoarjo akan dipantau kesehatannya. Dua instansi pemerintah tersebut membentuk tim penanganan PMK. Terdapat beberapa tim yang dibentuk. Diantaranya tim vaksinator dinas, tim dari Unair, tim dari UWK serta tim dari PDHI dan petugas teknis kecamatan. Tim tersebut akan  dididampingi petugas dari TNI dan Polri. Tim-tim tersebut akan berkeliling kepeternakan-kepeternakan milik warga Sidoarjo. Pagi tadi, seluruh tim dikumpulkan dalam Apel Siaga Tanggap Cepat Penanganan PMK di Kantor Kecamatan Sukodono, Kamis, (23/1). Apel dipimpin langsung Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi didampingi Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jatim Indyah Aryani hadir dalam apel tersebut. Hadir pula Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati serta beberapa kepala OPD Sidoarjo mengikuti Apel Siaga Tanggap Cepat Penanganan PMK tersebut.Dalam sambutannya, Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan Apel Siaga Tanggap Cepat Penanganan PMK kali ini. Dikatakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiap-siagaan dan koordinasi antar instansi terkait akan penanggulangan dan pencegahan PMK khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Diutarakannya peningkatan kasus penyakit PMK mulai Desember 2024 hingga sekarang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. “Penyakit mulut dan kuku sangat menular pada hewan ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi dan mengakibatkan kerugian ekonomi sangat besar yang berdampak terhadap perdagangan produk ternak,” ucapnya.Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi menyebutkan data kasus PMK di Kabupaten Sidoarjo per Januari 2025 ada sebanyak 147 ekor sakit, 17 ekor potong paksa dan 9 ekor mati. Kasus itu terjadi di 10 kecamatan di Sidoarjo. Diantaranya di Kecamatan Sukodono, Wonoayu, Taman, Candi, Porong, Tarik, Balongbendo, Waru, Gedangan dan Jabon.“Pengendalian penyakit PMK pada ternak dapat dilakukan dengan dua hal, yakni dengan intervensi pencegahan dan dengan intervensi pengobatan,” ujarnya.H. Subandi menjabarkan pengendalian penyakit PMK dengan intervensi pencegahan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Diantaranya dengan vaksinasi, sanitasi kandang serta pengawasan kesehatan dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi/KIE. Sedangkan pengendalian penyakit PMK dengan intervensi pengobatan yakni dengan terapi suportif pada ternak yang sakit seperti pemberian antibiotik, analgesik dan antipiretik. “Pada saat ini, populasi hewan rentan penyakit PMK di Kabupaten Sidoarjo pada sapi potong sebanyak 5.150 ekor, sapi perah sebanyak 1.149 ekor, kambing 32.895 ekor, dan domba 15.743 ekor,” ujarnya.Masih dikatakan Plt. Bupati Sidoarjo H. Subandi, penggunaan vaksin PMK akan disesuaikan dengan droping vaksin dari APBN sebanyak 3500 dosis.  Pelaksanaannya dilakukan mulai tanggal 20-25 Januari 2025. Seluruh tim penanganan PMK akan dilibatkan. Selain itu tim penanganan PMK juga akan melakukan desinfeksi kandang secara teratur. Sebanyak 120 liter desinfektan akan dibagikan. Pelaksanaan desinfektan dibantu oleh tim dari Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, petugas BPBD Sidoarjo serta anggota TNI dan Polri yang akan dilanjutkan secara rutin oleh peternak. Seluruh ternak rentan di Kabupaten Sidoarjo juga akan diberikan vitamin dan obat cacing secara gratis. Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo juga akan melakukan pemantauan kesehatan ternak secara teratur. “Komunikasi, informasi dan edukasi ke seluruh peternak di Kabupaten Sidoarjo juga dilaksanakan oleh petugas teknis Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo bersama TNI dan Polri,” ucapnya. (Git/ach/mas)

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 906057