Berita

2 Nov 2026

Kepmen 127 dan 128 Perjelas Batas Penindakan Konten, Komdigi Tekankan Akuntabilitas dan Kebebasan Berekspresi

Jakarta, 02 November 2026 - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 dan Nomor 128 Tahun 2026 (KM 127 dan KM 128) disusun sebagai pedoman kerja agar pengawasan dan penanganan konten disinformasi di ruang digital dilakukan secara terukur dan akuntabel, dengan tetap melindungi hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara sah.“KM 127 memperjelas batas waktu penanganan sebagai bentuk kepastian hukum, sementara KM 128 memuat mekanisme pengawasan dan penanganan termasuk kriteria konten disinformasi yang mengganggu ketertiban umum dan keamanan bernegara”, kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Mediodecci Lustarini di Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).Lebih lanjut, Sesditjen Pengawasan Ruang Digital  menjelaskan, KM 127 dan KM 128 bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Implementasi KM ini berkaitan dengan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN) yang diatur berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 522 Tahun 2024 sebagai perubahan atas Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 172 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan PNBP yang Berasal dari Pengenaan Sanksi Denda Administratif atas pelanggaran kewajiban pemutusan akses oleh PSE Lingkup Privat UGC (KM 522).“Kritik, perbedaan pendapat, dan ekspresi yang sah tidak serta merta menjadi objek penindakan, karena fokus penanganan pada konten bermuatan disinformasi dan ujaran kebencian yang memenuhi kriteria pada KM 128, seperti adanya ketidaksesuaian dengan fakta, upaya memecah persatuan, mengakibatkan kerugian, dapat memicu konflik sosial di masyarakat, serta menimbulkan rasa takut,” tegasnya.Selain itu, lanjutnya, penanganan konten yang dilakukan Komdigi tidak menyasar konten jurnalistik yang diproduksi oleh pers, termasuk liputan investigatif, sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas kebebasan pers.“Apabila terdapat kesalahan dalam moderasi, pemilik konten dapat mengajukan keberatan dan permintaan pemulihan konten, termasuk apabila terdapat dugaan atas kesalahan moderasi yang dilakukan platform secara mandiri, untuk dikomunikasikan lebih lanjut,” kata Mediodecci .Mekanisme BertahapKewajiban pemutusan akses paling lambat empat jam, tidak dilakukan serta merta, namun berlaku setelah Komdigi mengirimkan surat perintah pemutusan akses kepada PSE dalam sistem SAMAN.KM 522 mengatur mekanisme Pra SAMAN untuk dilakukan dalam bentuk verifikasi atas temuan atau aduan, dan notifikasi bagi PSE yang harus ditanggapi dalam waktu 1 x 12 jam bagi konten mendesak. Dalam proses ini, PSE dapat meminta klarifikasi atau memberikan tanggapan atas notifikasi Komdigi. Surat perintah dan batas waktu 4 jam baru berlaku ketika PSE tidak memberikan tanggapan terhadap notifikasi yang disampaikan Komdigi.“Artinya, PSE sudah diberikan waktu yang cukup untuk menyampaikan tanggapan atas konteks pelanggaran yang dibandingkan dengan community guidelines yang dimiliki oleh PSE,” kata Mediodecci.Sesditjen menjelaskan, penetapan tenggat waktu ini turut mempertimbangkan kebutuhan proses pengecekan dan analisis ulang, sekaligus mengantisipasi kecepatan penyebaran konten di ruang digital untuk mencegah meluasnya dampak yang dapat merugikan masyarakat.Melalui kejelasan kriteria, pedoman moderasi konten, serta mekanisme pengawasan kepatuhan platform, Komdigi justru ingin mendorong tata kelola ruang digital yang lebih bertanggung jawab.“Upaya tersebut ditujukan untuk melindungi masyarakat dari dampak konten yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum, tanpa mengesampingkan hak masyarakat untuk menyampaikan kritik, pendapat, dan aspirasi secara sah,” tegas Mediodecci.INFORMASI TAMBAHANApa itu SAMAN?SAMAN merupakan sistem pengawasan kepatuhan yang digunakan Komdigi untuk melacak, memverifikasi, dan mengirimkan permintaan pemutusan akses kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) lingkup privat yang menyediakan layanan user-generated content (UGC). Sistem ini juga mendukung penghitungan denda administratif apabila PSE tidak memenuhi kewajiban pemutusan akses terhadap informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang.Dalam pelaksanaannya, penanganan konten diawali dengan verifikasi laporan atau temuan, termasuk pemeriksaan dasar hukum, tautan konten, dan bukti pendukung. Apabila unsur pelanggaran terpenuhi, Komdigi mengirimkan notifikasi kepada platform melalui SAMAN. Platform diberikan waktu untuk menyampaikan tanggapan selama 12 jam untuk konten mendesak dan 24 jam untuk konten tidak mendesak. Apabila platform tidak memberikan tanggapan dalam tenggat tersebut, laporan atau temuan dilanjutkan ke proses SAMAN.Pada tahap selanjutnya, Komdigi mengirimkan surat perintah pemutusan akses kepada platform terkait melalui SAMAN. Platform wajib menindaklanjuti perintah tersebut paling lambat dalam waktu 1 × 4 jam untuk konten mendesak dan 1 × 24 jam untuk konten tidak mendesak, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.***Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
2 Nov 2026

Lepas Kontingen Sidoarjo ke Popda XV dan Peparpeda III, Bupati Subandi: Wayahe Sidoarjo Juara

KOMINFO Sidoarjo- Pemkab Sidoarjo mengirimkan 429 atlet beserta ofisial pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Ke-XV Jawa Timur 2026 serta 24 atlet bersama ofisial pada  Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) III Jawa Timur 2026. Kontingen Popda XV dan Peparpeda III Jatim 2026 Kabupaten Sidoarjo dilepas Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn dari Pendopo Delta Wibawa pada Senin (2/11/2026).  Bupati Subandi mengatakan, kontingen Popda XV Jatim 2026 dan Peparpeda III Jatim 2026 adalah para atlet kebanggaan Kabupaten Sidoarjo. Mereka akan membawa harapan dan doa serta mimpi seluruh masyarakat Sidoarjo untuk menuju puncak prestasi olahraga. “Kalian adalah wajah dari kerja keras, disiplin, dan ketekunan yang selama ini telah ditempa melalui latihan yang panjang. Sekarang saatnya wayahe Sidoarjo juara,” ucapnya. Bupati Subandi meminta kontingen Sidoarjo harus optimistis dan pantang menyerah untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Ia ingin prestasi pada Popda XV Jatim 2026 ditingkatkan. Slogan “Wayahe Sidoarjo Juara” harus menjadi tekad bulat bahwa kontingen Sidoarjo memiliki mental juara dan mental pejuang yang pantang menyerah. Pada Popda 2024 lalu Sidoarjo menduduki peringkat ketiga klasemen akhir perolehan medali se-Jawa Timur. Total raihan 87 medali yang terdiri atas 29 emas, 31 perak, dan 27 perunggu.  "Tahun ini, dengan hati yang teguh, sportivitas tinggi, dan rasa percaya diri, kita harus optimistis mampu mencapai yang lebih baik lagi dari 29 cabang olahraga Popda dan Peparpeda 2026,” pintanya. Bupati Subandi juga menegaskan, Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong pembinaan seluruh atlet Sidoarjo. Perhatian kepada para atlet Sidoarjo juga akan terus diberikan. Para atlet pelajar Sidoarjo merupakan aset daerah yang penting bagi prestasi olahraga Kota Delta.  Ia juga meminta atlet Sidoarjo bangga membawa nama Kabupaten Sidoarjo pada pentas olahraga. “Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan pembinaan, memberikan pelatihan, mendorong terkait masalah penganggaran dan lain-lain. Ini akan terus kita lakukan,” ucapnya. Selain itu dirinya juga menyiapkan bonus bagi peraih medali emas pada Popda XV Jatim 2026 dan Peparpeda III Jatim 2026. Untuk itu Bupati Subandi berharap seluruh atlet mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo pada pentas olahraga provinsi tersebut. Kontingen Sidoarjo diminta menyiapkan mental dan kesehatannya. Para atlet juga dipesani untuk meminta doa orang tua masing-masing sebelum berlaga. “Hari ini Pak Bupati juga sudah menyiapkan uang pembinaan kepada atlet yang mendapatkan emas. Tinggal Panjenengan berjuang yang keras, semangat yang tinggi, tetap jaga kesehatan, dan meminta doa orang tua,” ujarnya. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo Rudi Setiawan mengatakan, Popda XV Jatim 2026 dan Peparpeda III Jatim 2026 berlangsung 30 Oktober hingga 11 November 2026. Pelaksanaanya dipusatkan di Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah dan Kota Surabaya sebagian venue pertandingan.  Ada 429 atlet dan ofisial Popda Jatim serta 24 atlet dan ofisial Peparpeda Jatim yang diterjunkan. Dari jumlah atlet tersebut sebanyak 252 atlet Sidoarjo dan 52 pelatih akan diterjunkan untuk mengikuti berbagai cabang olahraga/cabor yang dilaksanakan di Kabupaten Ngawi.   “Pembukaan Popda dilaksanakan di Kabupaten Ngawi,” tambah Rudi. (Git/mas) 

Selengkapnya
2 Nov 2026

Perpanjangan Kontrak 3.794 PPPK Paruh Waktu Sidoarjo, Pemkab Siapkan Peningkatan Kesejahteraan

Kominfo, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar apel akbar perpanjangan perjanjian kerja Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Apel diikuti 3.794 pegawai dan dipimpin oleh Pj Sekda Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman di Lapangan Timur GOR Delta Sidoarjo Senin (2/11/2026). Seluruh pegawai PPPK paruh waktu dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti apel. Hadir pula jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo. Apel akbar PPPK tersebut menjadi momentum penegasan komitmen pemerintah daerah terhadap keberlanjutan kerja sekaligus peningkatan kualitas kinerja pegawai PPPK paruh waktu. Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn menyampaikan bahwa pegawai PPPK paruh waktu memiliki peran penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pelayanan publik. Dedikasi serta kontribusi mereka selama ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan masyarakat yang lebih baik. “Pemerintah daerah menyampaikan komitmen kuat untuk terus memperjuangkan kejelasan status dan keberlanjutan kerja bagi pegawai PPPK paruh waktu. Salah satunya melalui mekanisme perpanjangan perjanjian kerja bagi 3.794 orang,” ungkapnya dalam sambutan yang dibacakan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Ainur Rahman. Ia menegaskan, perpanjangan perjanjian kerja tersebut merupakan langkah dalam menata sistem kepegawaian yang lebih tertib, akuntabel, dan berbasis kompetensi. Seluruh proses diharapkan berjalan transparan, objektif, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku. Di hadapan ribuan pegawai,  Ainur Rahman juga menekankan bahwa PPPK paruh waktu bukan sekadar pelengkap dalam sistem Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka adalah bagian penting yang turut menentukan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo. “Kalian bukanlah pelengkap dalam sistem ASN. Kalian adalah aktor yang juga memberikan peran dan wajah bagaimana pelayanan yang ada di Sidoarjo. Bangga dengan status kalian. Tunjukkan kebanggaan itu dalam bentuk kerja dan kinerja,” tegasnya. Dalam sambutanya, Bupati Subandi juga mengingatkan seluruh pegawai untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme, tanggung jawab, serta kualitas kinerja sesuai tugas masing-masing. Para kepala OPD diminta memberikan arahan dan pembinaan kepada pegawai PPPK paruh waktu agar mampu menjalankan tugas dengan baik. Selain keberlanjutan kontrak, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kesejahteraan pegawai. Ainur Rahman menyampaikan bahwa Bupati Sidoarjo H Subandi bersama Wakil Bupati Hj Mimik Idayana dan DPRD memiliki komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan PPPK paruh waktu sesuai kemampuan keuangan daerah.“Tidak usah khawatir tentang kesejahteraan. Pimpinan kita, Pak Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan DPRD mempunyai komitmen bagaimana meningkatkan kesejahteraan Njenengan sesuai dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah,” ungkapnya. Ia menjelaskan, rencana peningkatan kesejahteraan tersebut telah menjadi bagian dari Rancangan APBD Kabupaten Sidoarjo tahun 2027 yang masih dalam pembahasan. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui apel akbar perpanjangan perjanjian kerja ini, Pemkab Sidoarjo berharap seluruh PPPK paruh waktu semakin termotivasi untuk mengabdi, menjaga integritas, serta memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Sidoarjo.(Son) 

Selengkapnya
1 Nov 2026

Ribuan Onthelis Se-Nusantara Meriahkan Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026, Onthelis Malaysia Jadi Tamu Kehormatan

KOMINFO Sidoarjo- Ribuan onthelis sukses menggeber gelaran akbar “Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026” di GOR Sidoarjo pada Minggu pagi (1/11/2026). Onthelis- onthelista se-Nusantara itu datang dari Jawa Timur, Jakarta, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, NTB, sampai Merauke. Bahkan, ada onthelis kehormatan dari Malaysia. Mereka kompak menyukseskan kegiatan bertema "Gowes Djadoel Nusantara 2026" itu.  Gowes akbar tersebut digelar Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo bekerja sama dengan KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia) Sidoarjo. Tujuannya adalah mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Sidoarjo melalui unsur olahraga rekreasi dan budaya serta pemberdayaan UMKM Ekraf. Penyelenggaraan Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo tahun ketiga ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan. Ada parade sepeda onthel tua, bazar UMKM dan pasar klitikan jadul, lomba pakaian pejuang 45, cek kesehatan gratis, serta sarasehan komunitas sepeda. Selain itu acara dimeriahkan live music keroncong dangdut. Penyelenggaraannya sudah dimulai Sabtu (31/10/2026) di Disporapar Sidoarjo. Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026 di GOR Sidoarjo juga dihadiri Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, Kepala Disporapar Sidoarjo Rudi Setiawan yang mewakili bupati Sidoarjo, Ketua KORMI Nasional Adil Hakim, Ketua KORMI Jawa Timur Debie Sisilia Samosa, Ketua KORMI Sidoarjo MG Hadi Sutjipto, serta Ketua KOSTI Pusat  Purnomo Sugeng Raharjo bersama Ketua KOSTI Sidoarjo Ary Bayashi. Kegiatan tersebut juga berhadiah dua unit sepeda listrik, mesin cuci, dan lemari es. Mewakili Bupati Sidoarjo H Subandi, Kepala Disporapar Sidoarjo Rudi Setiawan mengucapkan selamat datang kepada ribuan onthelis-onthelista dari seluruh Nusantara di Kabupaten Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo memiliki beragam sektor pariwisata, budaya, tradisi, hingga produk unggulan. Sektor-sektor tersebut perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas. “Kepada seluruh onthelis-onthelista se-Nusantara, jelajahi dan nikmati Kabupaten Sidoarjo dengan beragam pariwisata, budaya, tradisi, dan produk unggulannya,” ungkapnya.  Rudi juga mengatakan, Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo menjadi ruang promosi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran bazar diharapkan dapat memperluas pemasaran produk lokal serta membuka peluang usaha bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini diharapkannya juga dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin tahunan yang akan memperkuat daya tarik wisata budaya Kabupaten Sidoarjo.  “Dengan menggabungkan komunitas sepeda tua, pertunjukan seni, musik, dan produk ekonomi kreatif, acara ini menarik minat pengunjung dari berbagai daerah, bahkan mancanegara,” ucapnya. Sementara itu Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme ribuan penggemar sepeda tua dari berbagai penjuru Nusantara. Ia menegaskan bahwa keberadaan sepeda tua tidak boleh hanya dipandang sebagai barang antik semata. Sepeda onthel menyimpan sejarah panjang yang beriringan dengan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. "Para pendahulu dan penggerak kemerdekaan kita banyak menggunakan sepeda angin sebagai alat pergerakan perjuangan. Sepeda tua memiliki nilai sejarah yang luar biasa dan mengajarkan kita arti penting merawat ingatan sejarah," ujar Abdillah Nasih. Dalam kesempatan itu Abdillah Nasih juga menyampaikan filosofi Jawa yang berbunyi "Tuwo gapopo sing penting sehat, tuwo sing penting ngerejekeni, tuwo bersejarah, dan tuwo berkah".  Ungkapan tersebut menurutnya menjadi simbol bahwa keberadaan olahraga rekreasi dan seni budaya bersepeda tua mampu membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas. "Buktinya apa? Banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang bermunculan dan tumbuh pesat dalam perhelatan seperti pagi hari ini. Ini membuktikan bahwa hobi dan pelestarian sejarah juga bisa menggerakkan roda perekonomian lokal," jelasnya. Abdillah Nasih juga berharap, ajang Ngonthel Bumi Jenggolo ini dapat terus menjadi agenda tahunan berskala nasional. Tidak hanya merekatkan silaturahmi, tetapi juga memperkuat slogan khas KOSTI "Satu Sepeda, Sejuta Saudara".  Dia juga mengajak para peserta untuk memanfaatkan momentum kunjungan mereka dengan menikmati kekayaan kuliner khas serta pesona wisata di Kabupaten Sidoarjo. Bumi Jenggala Sidoarjo memiliki banyak sekali tempat-tempat UMKM, makananmakanan khas, termasuk wisata-wisata yang menarik.  "Jadikan semangat sejuta persaudaraan ini juga menjadi sejuta nilai dan makna. Mari kita ramaikan Sidoarjo dengan kegiatan-kegiatan positif dan nikmati seluruh potensi wisata serta kuliner yang ada di sini," ajak Abdillah Nasih yang menyatakan siap mendukung gelaran Bumi Jenggolo ke-4 tahun depan.Ketua KORMI Nasional Adil Hakim juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Sidoarjo dan jajaran pengurus KOSTI Sidoarjo atas suksesnya penyelenggaraan Ngonthel Bumi Jenggolo Sidoarjo 2026. Ia juga mengingatkan pentingnya peran olahraga rekreasi sebagai sarana merawat ingatan sejarah, mempererat persaudaraan, dan membangun kebersamaan masyarakat. "Sepeda tua tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan sejarah, tetapi juga sarana untuk merawat nilai perjuangan dan membangun kebersamaan. Kehadiran para pegiat dari berbagai daerah menunjukkan semangat luar biasa komunitas dalam mengajak masyarakat hidup aktif," ujar Adil Hakim. Dia menambahkan, rangkaian kegiatan, seperti gowes bersama hingga bazar UMKM, dinilai terbukti mampu membuka peluang usaha baru. Selain menggerakkan sektor pariwisata, mampu meningkatkan aktivitas perekonomian di Sidoarjo. “Selain aspek kesehatan dan pelestarian budaya, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal,” ucapnya. (Git/foto:iad) 

Selengkapnya
1 Nov 2026

Peringati Maulidur Rasul dan Haul Akbar 2026, Bupati Sidoarjo Ajak Jamaah Kirim Doa Terbaik Untuk Pendahulu dan Ulama

KOMINFO Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Maulidur Rasul Muhammad SAW sekaligus Haul Akbar Sidoarjo 2026 di halaman Masjid Agung Sidoarjo, Minggu pagi (1/11/2026). Ribuan jemaah Al-Khidmah hadir memadati lokasi acara dan khusyuk melantunkan doa serta zikir bersama.Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama istrinya Hj. Sriatun Subandi juga hadir ditengahtengah jamaah. Ia menyampaikan rasa syukur dapat bermuwajahah dan bersilaturahmi langsung dengan ribuan jamaah Al-Khidmah. Menurutnya majelis seperti ini akan mendatangkan keberkahan bagi Kabupaten Sidoarjo.Bupati H. Subandi menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah sekadar agenda seremonial atau tradisi tahunan semata. Namun menjadi momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.  Termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.“Sholawat serta salam mari senantiasa kita curahkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Semoga dengan lantunan sholawat yang terus menggema, kita kelak mendapatkan syafa`at beliau di yaumil akhir. aamiin ya rabbal alamin,” ucapnya.Di hadapan ribuan jemaah, Bupati H. Subandi menyampaikan visi pembangunan Sidoarjo yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik saja. Namun juga pembentukan karakter masyarakat yang berakhlak mulia. Dikatakannya kemajuan suatu daerah tidak semata-mata diukur dari megahnya pembangunan jalan, gedung, dan fasilitas publik. Lebih dari itu, indikator kemajuan sejati tercermin dari kualitas akhlak masyarakat, kepedulian sosial, pendidikan generasi muda, serta kokohnya persatuan dan gotong royong.“Kita ingin membangun Sidoarjo yang tidak hanya maju secara fisik dan ekonomi, tetapi juga kuat secara moral, kokoh dalam nilai-nilai keagamaan, serta memiliki masyarakat yang rukun, peduli, dan saling menghormati,” ucapnya.Bupati H. Subandi juga meminta kepada seluruh jamaah untuk menyatukan niat dalam Haul Akbar Sidoarjo kali ini. Ia mengajak untuk memberikan doa terbaik bagi para pendahulu, para alim ulama, serta pejuang yang telah mendedikasikan hidupnya bagi Kabupaten Sidoarjo hingga menjadi daerah yang maju dan berkeadaban seperti sekarang ini. Menurutnya jasa-jasa mereka patut terus dikenang seraya mengambil pelajaran dari kegigihan dan ketulusan perjuangannya.“Karena itu, mari kita jadikan Haul Akbar ini sebagai momentum untuk mendoakan para pendahulu kita, memohonkan ampunan bagi mereka, sekaligus meneruskan perjuangan dan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan. dan bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar Sidoarjo senantiasa dijauhkan dari mara bahaya, dilimpahi kedamaian, dan dianugerahi keberkahan bagi seluruh warganya,” ajaknya.Mengakhiri sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Sidaorjo. Selain itu ia mengajak selurh masyarakat Sidoarjo untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT agar Kabupaten Sidoarjo terhindar dari segala bencana dan menjadi daerah yang baik, aman, tenteram dan penuh keberkahan."Mari kita bergandengan tangan membangun Kabupaten Sidoarjo menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang baik, aman, tenteram, penuh keberkahan, dan berada dalam ampunan Allah SWT," pungkasnya. Git/mas 

Selengkapnya
31 Oct 2026

Lepas Sambut Dandim 0816 sidoarjo, Bupati Subandi Berharap Sinergi Terus Diperkuat

Kominfo, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi menghadiri acara lepas sambut Komandan Kodim (Dandim) 0816 Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (31/10/2026) malam. Letkol Inf Abraham Prihadi mengakhiri tugas sebagai Dandim 0816 Sidoarjo dan digantikan Letkol Arh Muhammad Ansyari. Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kesempatan tersebut seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Letkol Inf Abraham Prihadi atas dedikasi, pengabdian, serta sinergi yang telah terjalin selama bertugas di Kabupaten Sidoarjo. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Letkol Inf Abraham Prihadi beserta keluarga. Meskipun kebersamaan kita relatif singkat, yakni selama empat bulan dua hari, banyak kontribusi dan kenangan baik yang telah terbangun,” ujar Subandi. Ia mendoakan Letkol Inf Abraham Prihadi senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugas di tempat yang baru. Kepada Dandim 0816 Sidoarjo yang baru, Letkol Arh Muhammad Ansyari, Bupati Subandi menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Sidoarjo. Ia berharap sinergi dan kolaborasi yang selama ini terjalin antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat. “Sidoarjo merupakan daerah yang dinamis dengan potensi ekonomi, keberagaman, serta kemitraan masyarakat yang kuat. Kami terbuka dan siap melanjutkan kerja sama serta sinergi dengan jajaran TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait untuk menjaga keamanan dan mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya. Sementara itu, Letkol Inf Abraham Prihadi dalam sambutan perpisahannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Sidoarjo, Forkopimda, jajaran OPD, serta seluruh elemen masyarakat atas dukungan dan kerja sama selama dirinya menjabat sebagai Dandim 0816 Sidoarjo. Ia mengaku memiliki banyak kenangan selama bertugas di Sidoarjo. Meski hanya sekitar empat bulan dua hari, berbagai kegiatan dan kebersamaan yang terjalin menjadi pengalaman berharga baginya. “Terima kasih kepada seluruh Forkopimda, OPD, dan elemen masyarakat yang selama ini telah membantu dan mendukung kami. Berkat kerja sama dan komunikasi yang baik, berbagai kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Saya juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan,” tuturnya. Abraham berharap Dandim yang baru dapat melanjutkan sinergi dan kerja sama yang telah terbangun. Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Sidoarjo akan selalu menjadi bagian dari kenangan dan keluarga besarnya. Di kesempatan yang sama, Dandim 0816 Sidoarjo yang baru, Letkol Arh Muhammad Ansyari, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Bupati Sidoarjo beserta jajaran Forkopimda. Ia mengaku bangga dan mendapat kehormatan atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai Komandan Kodim 0816 Sidoarjo. Dirinya berharap dapat menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.“Kami mohon bimbingan, arahan, serta dukungan dari Bapak Bupati dan seluruh jajaran Forkopimda. Kami berkomitmen untuk membantu dan mendukung programprogram prioritas pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya. Melalui pergantian kepemimpinan tersebut, diharapkan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat semakin kuat. Dengan kolaborasi seluruh pihak, Kabupaten Sidoarjo diharapkan senantiasa terjaga dalam suasana aman, damai, serta mampu terus mendorong pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.(Son/Mas) . 

Selengkapnya
31 Oct 2026

Bupati Subandi Hadiri HUT ke-26 KORMI, Dorong Penguatan Kampung Olahraga dan Pembinaan Masyarakat

Kominfo, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Subandi menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Ketua KORMI Kabupaten Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto, Kepala Disporapar Sidoarjo Rudi Setyawan, jajaran pengurus KORMI, camat, kepala desa, komunitas olahraga, serta para pelaku UMKM. Dalam sambutannya, Subandi menyampaikan apresiasi atas kontribusi KORMI selama 26 tahun dalam membudayakan olahraga masyarakat. Menurutnya, KORMI telah menjadi wadah yang mampu menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga rekreasi, olahraga tradisional, senam, dan berbagai aktivitas kebugaran lainnya. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-26 kepada KORMI Kabupaten Sidoarjo. KORMI telah menjadi rumah besar bagi olahraga masyarakat yang menggerakkan warga untuk hidup sehat dan aktif," ujar Subandi. Ia menegaskan, keberadaan KORMI tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi melalui berbagai kegiatan yang melibatkan UMKM. Karena itu, ia meminta camat dan kepala desa terus mendukung pengembangan Kampung Olahraga di seluruh wilayah Sidoarjo. "Saya titip kepada para camat dan kepala desa agar Kampung Olahraga benar-benar berjalan dengan baik. Kalau kegiatan olahraga masyarakat bergerak sampai tingkat desa dan kelurahan, maka kesehatan masyarakat meningkat dan ekonomi lokal juga ikut tumbuh," katanya. Subandi juga menyatakan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk terus memberikan dukungan kepada KORMI dalam menghadapi Porprov KORMI 2026 dan Pornas 2027. Menurutnya, atlet-atlet KORMI yang berprestasi layak mendapatkan perhatian dan penghargaan. Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto menyampaikan bahwa saat ini KORMI Sidoarjo telah memiliki 72 Induk Organisasi Olahraga (INORGA) dan komunitas olahraga yang aktif menggerakkan masyarakat. Selain itu, telah terbentuk 312 Kampung Olahraga Masyarakat di desa dan kelurahan yang hampir menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo. "Kami membentuk Kampung Olahraga Masyarakat sebagai upaya membantu mewujudkan masyarakat yang sehat dan bugar. Program ini juga menjadi sarana menggerakkan UMKM karena setiap kegiatan olahraga selalu menghadirkan bazar dan produk masyarakat setempat," ujar Hadi Sutjipto. Ia menjelaskan, program Kampung Olahraga Masyarakat menjadi salah satu inovasi unggulan KORMI Sidoarjo yang mendapat perhatian nasional. Selain mendorong budaya hidup sehat, program tersebut juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat melalui aktivitas olahraga yang melibatkan seluruh kelompok usia. "KORMI mendapat tugas menggerakkan olahraga mulai dari anak-anak sampai lansia. Karena itu kami juga siap menghadapi Porprov KORMI 2026 di Jember dan Pornas 2027 di Palu sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga masyarakat Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. Selain potong tumpeng sebagai rasa syukur dalam memperingati HUT ke-26 tersebut, KORMI Kabupaten Sidoarjo juga memberikan penghargaan kepada para pemenang 10 besar Lomba Kampung Olahraga Masyarakat Tahun 2026 yang diraih Kecamatan Krian dan Desa Junwangi sebagai terbaik pertama, disusul Kecamatan Sidoarjo dan Desa Jati serta Kecamatan Jabon dan Desa Trompoasri di posisi kedua dan ketiga. Peringkat berikutnya ditempati Kecamatan Gedangan dan Desa Punggul, Kecamatan Krembung dan Desa Tambakrejo, Kecamatan Tulangan dan Desa Kedondong, Kecamatan Balongbendo dan Desa Watesari, Kecamatan Sukodono dan Desa Jogosatru, Kecamatan Buduran dan Desa Banjarkemantren, serta Kecamatan Candi dan Desa Bligo. (Mar/mas). 

Selengkapnya
31 Oct 2026

Meutya Hafid Ingatkan AI Jangan Menyeragamkan Keragaman Indonesia

*Jakarta, 31 Oktober  2026 -* Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) perlu memperhatikan keragaman masyarakat Indonesia agar algoritma tidak membatasi perspektif dan pengalaman warga dari berbagai daerah.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengingatkan bahwa teknologi harus mencerminkan keberagaman Indonesia, bukan membuat masyarakat mengikuti pola informasi yang seragam.“Maluku, Papua, Aceh, Medan, Makassar, Bali, Jambi, Kalimantan, inilah teman-teman Indonesia, inilah Indonesia. Karena itu, teknologi tidak boleh membuat kita melihat hal yang sama. Algoritma tidak boleh memaksa anak-anak dari Sabang sampai Merauke, yang memiliki cerita masing-masing, untuk melihat satu hal yang sama,” ujar Meutya dalam acara Indonesia Youth Summit 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).Ia mengingatkan tanpa pengaman dan pengawasan yang memadai, algoritma dapat membentuk pola informasi dan kebiasaan yang seragam.Kondisi tersebut berisiko mengikis keunikan masyarakat yang justru menjadi kekuatan Indonesia.“Tanpa pengaman yang memadai, kita melakukan hal yang sama dengan kebiasaan yang sama, yang banyak didikte oleh teknologi, termasuk kecerdasan artifisial. Kecenderungan ini perlu kita mitigasi karena dapat membuat kekuatan kita runtuh,” tegas Meutya.Meutya juga menyoroti keterwakilan data sebagai faktor penting untuk mencegah bias AI.Jika data yang digunakan hanya berasal dari Jakarta atau Pulau Jawa, hasil pengolahan AI tidak akan menggambarkan keragaman masyarakat Indonesia dan berisiko menghasilkan informasi yang tidak akurat.“Kalau data kita hanya berasal dari Jakarta atau Pulau Jawa, AI akan menjadi bias. Pertama, datanya tidak valid. Kedua, AI cenderung menyenangkan penggunanya. AI memberikan validasi, bukan informasi, padahal yang kita perlukan untuk produktivitas adalah informasi yang akurat,” jelas Meutya.Meutya menekankan pentingnya keakuratan informasi yang dihasilkan oleh AI, terlebih perkembangan teknologi seperti agentic AI memiliki kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.Pengaman teknologi dibutuhkan agar inovasi tetap berjalan tanpa mengabaikan kendali dan kepentingan manusia.“Keputusan akhir harus ada di tangan manusia. Ini sejalan dengan topik hari ini, yaitu kepemimpinan dalam AI. Kita harus menjadi pemimpin bagi AI itu sendiri,” tutur Meutya.*****Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini.Tim Redaksi – 08132193171Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id

Selengkapnya
30 Oct 2026

Sidoarjo Raih Wilwatikta Awards 2026, Bupati Subandi Komitmen Perkuat Iklim Investasi Daerah

KOMINF0 Sidoarjo - Kabupaten Sidoarjo mempertegas posisi sebagai salah satu daerah tujuan investasi potensial di Jawa Timur. Hal itu dibuktikan dengan raihan penghargaan Terbaik Kedua Kategori Daya Tarik Investasi dalam ajang JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026.  Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Sidoarjo H. Subandi dalam acara yang berlangsung di Legacy Ballroom, Surabaya, Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Subandi hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sidoarjo Eri Sudewo beserta jajaran. Subandi menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Sidoarjo memiliki daya tarik yang kuat bagi para investor sebagai kawasan industri sekaligus daerah pengembangan perumahan. "Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendapatkan penghargaan di kategori Daya Tarik Investasi. Sidoarjo merupakan kota industri dan juga daerah perumahan yang terus berkembang. Karena itu, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, terutama dalam memberikan kepastian hukum bagi investasi yang masuk ke Sidoarjo," ujar Subandi. Ia menjelaskan, saat ini Pemkab Sidoarjo terus menyelesaikan berbagai persoalan terkait tata ruang dan pemanfaatan lahan. "Memang masih ada beberapa persoalan besar yang harus diselesaikan, terutama terkait lahan LSD, LBS, dan sejumlah regulasi lainnya. Namun, kami sudah melakukan koordinasi intensif dengan ATR/BPN dan pihak terkait," ungkapnya.  "Alhamdulillah, regulasi yang menjadi kebutuhan investasi sudah selesai. Selanjutnya tinggal penyelesaian aturan turunannya dan penyempurnaan RDTR. Dengan selesainya RDTR, kepastian hukum bagi investor akan semakin kuat sehingga iklim investasi di Sidoarjo menjadi lebih kompetitif," imbuh bupati.  Lebih lanjut, Subandi menegaskan bahwa Pemkab Sidoarjo terus mendorong transformasi pelayanan berbasis digital untuk mempermudah proses investasi. Menurutnya, digitalisasi akan menciptakan layanan yang lebih cepat, transparan, dan efisien tanpa harus mengandalkan pertemuan tatap muka. "Ke depan, dengan pemerintahan yang semakin terdigitalisasi, pengusaha tidak perlu lagi bertatap muka langsung dengan pimpinan daerah maupun pengembang untuk mengurus berbagai perizinan. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pelaku usaha dan investor melalui pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan berbasis digital," tegasnya. Penghargaan Terbaik Kedua Kategori Daya Tarik Investasi dalam Wilwatikta Awards 2026 ini menjadi motivasi bagi Pemkab Sidoarjo untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kepastian hukum, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif. Dengan begitu, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Mar/Mas) 

Selengkapnya
30 Oct 2026

Desa Kalanganyar Perkuat Identitas Ekowisata Bahari dan Kampung Iwak melalui KKN Internasional Tiga Negara UPN “Veteran” Jawa Timur

KOMINFO, Sidoarjo – Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, memiliki potensi ekonomi pesisir yang ditopang sektor perikanan, pengolahan hasil laut, kuliner, dan wisata berbasis masyarakat. Potensi tersebut membentuk rantai ekonomi terintegrasi, mulai dari tambak dan pemancingan, pemasaran hasil perikanan, pengolahan bandeng, hingga kuliner pesisir. Keterpaduan ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat identitas Ekowisata Bahari dan Kampung Iwak.Potensi tersebut menjadi fokus pemetaan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Khusus Kolaborasi Internasional yang melibatkan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, dan Universidade Dili (Undil) Timor-Leste. Melalui eksplorasi kawasan pesisir, mahasiswa mengidentifikasi keterhubungan aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar perumusan gagasan pengembangan desa.Kepala Desa Kalanganyar, Muhammad Fathoni, menyampaikan bahwa sektor perikanan, pengolahan bandeng, dan wisata pesisir merupakan potensi unggulan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan turut memperluas pengenalan potensi desa serta menghadirkan gagasan pengembangan produk lokal dan wisata pesisir.Salah satu potensi unggulan tersebut adalah Kampung Cabut Duri (KUCARI), yang mengolah bandeng tanpa duri sebagai produk bernilai tambah. Pengembangannya dapat diperkuat melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, identitas merek, dan pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar serta mendukung pertumbuhan UMKM setempat.Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Zainal Abidin Achmad, menjelaskan bahwa KKN internasional menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali potensi lokal dan memahami aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.“Melalui KKN internasional ini, kami ingin mendorong pemetaan potensi Desa Kalanganyar agar dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Keterpaduan sektor perikanan, produk olahan, dan wisata pesisir diharapkan mampu memperkuat UMKM serta mendorong pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan,” jelas Zainal.Pengembangan ekonomi pesisir juga perlu diimbangi dengan pelestarian lingkungan, terutama melalui penjagaan kualitas air, kebersihan kawasan, dan pengelolaan limbah. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.Melalui kolaborasi ini, pemetaan potensi perikanan, UMKM, kuliner, dan wisata pesisir diharapkan menjadi pijakan pengembangan Kampung Iwak dan Ekowisata Bahari. Dengan pengelolaan terarah dan berwawasan lingkungan, potensi lokal Desa Kalanganyar dapat membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk, serta memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (naw/sav/lai)

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 2365397