Kominfo, Sidoarjo - Wilayah langganan banjir menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menjelang musim hujan. Pembangunan rumah pompa terus dipantau sebagai upaya mengurangi potensi genangan. Senin (26/10/2026), Bupati Sidoarjo H Subandi bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) progres pembangunan dua rumah pompa. Yakni, di Jalan Jati depan Lippo Plaza dan rumah pompa Sekardangan. Dalam peninjauan di rumah pompa Jalan Jati, Bupati Subandi menekankan pentingnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan konstruksi, terutama penggunaan material dan pengerjaan pasangan batu agar sesuai standar yang ditentukan. “Secara progres, pekerjaan ini harus terus dikawal agar selesai tepat waktu. Namun, yang tidak kalah penting adalah kualitas pekerjaan dan material yang digunakan. Kalau ada bagian yang kurang baik, harus segera diperbaiki sebelum serah terima, sehingga tidak menimbulkan pekerjaan berulang,” tegasnya.Ia berharap pembangunan rumah pompa di depan Lippo Plaza dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi potensi genangan dan banjir di kawasan tersebut. Pengawasan secara berkala perlu dilakukan agar hasil pembangunan benar-benar berfungsi optimal, terutama saat curah hujan meningkat. Berdasar hasil peninjauan, progres pembangunan rumah pompa di Jalan Jati depan Lippo Plaza menunjukkan capaian yang melampaui target sebesar 10 persen. Meski demikian, bupati menegaskan agar pengawasan terhadap kualitas pekerjaan dan material tetap ditingkatkan. Bagian konstruksi yang ditemukan kurang baik harus segera diperbaiki sebelum serah terima. Dengan begitu, rumah pompa dapat berfungsi optimal untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan. Selanjutnya, Bupati Subandi meninjau pembangunan rumah pompa di Sekardangan. Ia meminta agar pembangunan embung dan rumah pompa tidak hanya berorientasi pada penanganan banjir. Tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. “Alhamdulillah, pembangunan ini berjalan dengan baik. Saya minta agar embung ini nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk menampung air dan mengatasi banjir, tetapi juga mendukung penataan lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Harapannya, setelah persoalan banjir tertangani, UMKM di sekitar sini juga dapat beraktivitas dengan baik,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo Makhmud menjelaskan bahwa progres pembangunan rumah pompa Sekardangan telah mencapai 11 persen, melampaui target sebesar 10 persen. Pembangunan tersebut meliputi pekerjaan plengsengan dan rumah pompa dengan peningkatan kapasitas pompa dari sebelumnya 50 liter per detik menjadi 250 liter per detik. “Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Sidokare dan sekitarnya. Nantinya, aliran air dari kawasan tersebut akan diarahkan menuju busem atau kolam penampungan sebelum dialirkan ke sungai,” jelasnya. Makhmud menambahkan, penanganan banjir juga dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan rumah pompa di sejumlah titik. Di antaranya kawasan Lippo, Banjarpoh, Sidokare, dan Sekardangan. Secara keseluruhan, terdapat 38 rumah pompa di Kabupaten Sidoarjo dengan kapasitas yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. "Khusus untuk penanganan banjir di kawasan Jalan Jati, depan Lippo Plaza, Dinas PUBM Kabupaten Sidoarjo juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait rencana pembangunan saluran crossing pada jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Saluran tersebut direncanakan untuk mengalirkan air dari kawasan rawan banjir menuju busem atau kolam penampungan, sehingga sistem pengendalian banjir di sekitar Lippo Plaza dapat berfungsi lebih optimal," tutur Makhmud. Melalui peninjauan langsung ini, Bupati Subandi berharap pembangunan rumah pompa di kedua lokasi dapat berjalan sesuai target, memenuhi standar kualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir yang optimal, dampak genangan saat musim hujan di sejumlah wilayah rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat diminimalkan.(Son/Mar/Mas)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Polresta Sidoarjo menggelar apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026 di Mapolresta Sidoarjo Senin (26/10/2026). Seluruh masyarakat diminta patuh dan taat pada aturan berlalu lintas. Semua personel polisi diperintahkan untuk mengedepankan sikap humanis. Apel dihadiri Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn, Komandan Kodim (Dandim) 0816/Sidoarjo Letkol (Inf) Abraham Prihadi SH MH, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo. Kepala OPD yang hadir, antara lain, Kepala Dinas Perhubungan Budi Basuki dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Yany Setyawan. Operasi Patuh berlangsung selama 14 hari. Mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas serta mewujudkan keamanan dan keselamatan pengguna jalan. Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Chandra Putra SIK MSi memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026. Dalam apel tersebut dibacakan amanat Kapolda Jawa Timur yang menekankan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 secara profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat. Usai apel, Bupati Subandi bersama Kapolresta memeriksa kesiapan kendaraan bermotor yang akan digunakan selama operasi. Pemeriksaan meliputi kondisi kendaraan, kelengkapan administrasi, dan sarana pendukung. Seluruh kendaraan operasional dipastikan layak dan siap pakai. Operasi Patuh Semeru tahun ini mengusung tema ”Polisi Bersama Masyarakat Wujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan”. Pelaksanaannya terbagi dalam tiga pendekatan: preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan penegakan hukum 20 persen. Penindakan pelanggaran dilakukan melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan tilang manual. Petugas diingatkan agar tidak menyalahgunakan kewenangan, terutama dalam tilang manual. Mereka wajib menegakkan hukum secara profesional sesuai ketentuan. ”Jadilah polisi yang dicintai oleh masyarakat. Bukan yang ditakuti dan bukan yang dihindari oleh masyarakat.” Demikian pesan dalam amanat Kapolda Jawa Timur. Selain penindakan, semua personel diminta mengedepankan sikap humanis. Perkataan, perilaku, dan penampilan anggota menjadi perhatian dalam operasi ini. Khususnya, polisi lalu lintas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Amanat tersebut juga menegaskan bahwa Operasi Patuh Semeru tidak boleh sekadar menjadi agenda rutin tahunan. Evaluasi dilakukan setiap hari untuk menilai hasil dan memastikan operasi berjalan efektif. Bupati Sidoarjo Subandi mengimbau seluruh masyarakat untuk patuh dan taat pada aturan berlalu lintas. ”Kepatuhan ini penting demi ketertiban dan keselamatan kita bersama,” katanya. Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, kepolisian berharap kesadaran berlalu lintas masyarakat semakin meningkat, pelanggaran dapat diminimalkan, dan angka kecelakaan ditekan. Dengan demikian, lalu lintas di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Sidoarjo, menjadi lebih tertib, aman, dan berkeselamatan. (iad/ir)
Selengkapnya
*Kominfo, Sidoarjo* - Empat warga dengan keterbatasan gerak di Kecamatan Sidoarjo mendapat harapan untuk dapat kembali beraktivitas di luar rumah. Senin (26/10/2026), Bupati Sidoarjo Subandi mendatangi rumah mereka untuk menyerahkan bantuan kursi roda. Keempat warga penerima kursi roda itu adalah Djoko Ispriyanto, warga RT 30/RW 006, Kelurahan Sidokumpul, serta tiga warga Kelurahan Urangagung. Yaitu, Ainaani, warga RT 10/RW 004; Santriman, warga RT 10/RW 004; dan Sulastri, warga RT 12/RW 004. Tidak hanya kursi roda, Bupati Subandi membawa puluhan paket sembako bagi warga kurang mampu di sekitar mereka. Penyerahan bantuan dilakukan dengan mendatangi rumah penerima satu per satu. Bupati Subandi melihat langsung kondisi penerima dan berbincang dari dekat. Ia menyampaikan doa dan harapan agar kursi roda yang diberikan benar-benar bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. “Mugi-mugi diparingi kursi roda, saget dibuat jalan-jalan,” kata Subandi. Ia juga mendoakan kesehatan para penerima. “Mugi-mugi diparingi sehat. Amin,”ucapnyaMenurut Subandi, kursi roda tersebut tidak hanya membantu mobilitas, tetapi juga membuka kesempatan bagi penerima untuk kembali menikmati kebersamaan dengan keluarga di luar rumah. “Ini bisa buat jalan-jalan dengan keluarga,” ujarnya. Bagi warga yang geraknya terbatas, kebersamaan sederhana seperti berjalanjalan bersama keluarga sering menjadi hal yang sulit dilakukan. Kursi roda yang kini mereka terima diharapkan dapat membuka kembali kesempatan itu. Sekaligus mengurangi ketergantungan pada bantuan orang lain dalam beraktivitas sehari-hari. Kepada Djoko Ispriyanto, Subandi juga menyinggung rencana pemakaian kaki palsu. Alat tersebut akan dicoba lebih dulu dan diperiksa kelayakannya sebelum digunakan. “Nanti dicoba dulu. Kalau semuanya sudah dicek dan bisa digunakan, nanti kita ajari penggunaan kaki palsu yang benar, biar nanti Bapak bisa jalan kembali,” tuturnya. Subandi menegaskan bahwa pendampingan akan diberikan agar penggunaan kaki palsu berjalan dengan benar. Dengan begitu, harapan agar penerima bisa kembali berjalan dapat terwujud secara bertahap. Tidak hanya mengandalkan kursi roda. Djoko menyambut rencana itu dengan antusias. “Nggih, siap,” jawabnya singkat.Jawaban Djoko menggambarkan semangat seseorang yang melihat peluang untuk kembali melangkah. Di akhir pertemuan, Subandi kembali memberi semangat kepada Djoko. “Semoga panjenengan diparingi sehat. Semangat, semangat, nggih,” katanya. Sementara itu, di rumah Sulastri, suasana haru begitu terasa ketika Bupati Subandi menyerahkan bantuan kursi roda. Sambil terisak, Sulastri mengucapkan terima kasih kepada Bupati Subandi. “Matur nuwun, Pak Bupati,” ucapnya lirih. Ia berharap kursi roda itu bisa membuatnya kembali bergerak. “Mangke saget damel mlampah-mlampah (nanti bisa dipakai untuk jalan-jalan),” ujarnya. Tangis Sulastri menjadi gambaran betapa berartinya bantuan tersebut. Bagi dia, kursi roda bukan sekadar alat, melainkan harapan untuk bisa kembali keluar rumah dan beraktivitas. Selain kursi roda, Dinas Sosial membagikan puluhan paket sembako kepada warga kurang mampu yang tinggal di sekitar para penerima kursi roda. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari warga di lingkungan tersebut. Dengan begitu, kepedulian pemerintah daerah tidak hanya dirasakan para penerima kursi roda, tetapi juga tetangga di sekitarnya. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dari Bapak Bupati kepada warga Sidoarjo yang kurang mampu dan yang membutuhkan bantuan, salah satunya bantuan kursi roda,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo R. Martha Wara Kusuma. Bagi para penerima, bantuan hari itu bukan sekadar barang. Perhatian datang langsung ke depan pintu rumah, membawa harapan baru untuk kembali bergerak, berkumpul, dan melangkah bersama keluarga.(ir/git/mas)
Selengkapnya
*Kominfo, Sidoarjo* - Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan peningkatan Gedung Mawar Merah Putih RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Senin (26/10/2026). Proyek dengan nilai kontrak Rp 8,6 miliar tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026. Dalam peninjauan, Mimik didampingi Inspektorat Kabupaten Sidoarjo dan Plt Direktur RSUD R.T. Notopuro dr Prima Dessy Kusuma Rakhmawati. Mimik memastikan bahwa pekerjaan pembangunan lantai tiga gedung berjalan sesuai rencana dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. "Di sini sedang berlangsung pembangunan lantai tiga Gedung Mawar Merah Putih yang nantinya akan menambah sekitar 30 unit kamar. Setelah kami cek, pekerjaan sudah on progress dan sejauh ini sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” kata Mimik. "Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 6% dan sudah sesuai targetnya. Diharapkan nanti di akhir bulan sudah mencapai progress 10%,” imbuhnya. Selain memantau progres pekerjaan, Mimik menyoroti penggunaan material lama yang masih layak pakai. Material yang digunakan kembali harus tetap tercatat dan dilaporkan secara transparan. "Tadi saya juga sudah menanyakan terkait penggunaan genteng lama yang masih layak dan masih bagus. Saya cek sendiri kondisinya memang masih bisa digunakan dan juga sudah tercatat. Semua material lama yang dimanfaatkan kembali, termasuk besi dan baja, harus tetap tercatat dan dilaporkan," tegasnya. Dalam sidak tersebut, Mimik mengaku tidak menemukan adanya penyimpangan maupun permasalahan dalam pelaksanaan proyek."Alhamdulillah, tidak ada temuan. Semua sesuai dan tidak ada masalah," katanya.Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pelaksana proyek agar tidak melakukan praktik-praktik yang dapat menurunkan kualitas bangunan. Pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh pembangunan di Kabupaten Sidoarjo berjalan sesuai spesifikasi. "Saya tidak menginginkan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 maupun seterusnya ada akal-akalan. Jangan sampai ada yang mengubah spesifikasi yang sudah ditetapkan,” tegasnya. Mimik menyatakan bakal sering melakukan sidak. ”Jangan sampai material yang seharusnya digunakan sesuai spesifikasi malah dicampur dengan material yang kualitasnya lebih rendah. Kualitas bangunan harus dijaga demi keselamatan dan kepentingan masyarakat,” katanya. Proyek peningkatan Gedung Mawar Merah Putih RSUD R.T. Notopuro diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, Mimik meminta seluruh pihak turut mengawasi pelaksanaannya hingga selesai. "Saya mohon semua pihak ikut membantu mengawasi. Pembangunan ini untuk kepentingan kita bersama, terutama warga Sidoarjo," ujarnya. Di akhir kunjungannya, Mimik mengingatkan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien yang datang ke rumah sakit. "Orang yang datang ke rumah sakit bukan untuk bersenang-senang. Mereka datang dalam kondisi sumpek. Karena itu, pelayanan yang ramah, senyum yang tulus, dan sikap yang baik dari seluruh tenaga kesehatan bisa menjadi obat tersendiri bagi mereka," pungkasnya. (Mar/mas) .
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui Forum CSR. Forum tersebut menjadi mekanisme satu pintu dalam penyaluran dan pelaporan bantuan perusahaan. Langkah itu dibahas dalam audiensi yang dihadiri jajaran pejabat daerah, BUMN, BUMD, hingga perusahaan swasta yang beroperasi di Kabupaten Sidoarjo. Forum CSR diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan sinkronisasi program pembangunan daerah. Bupati Sidoarjo H Subandi SH MKn mengatakan bahwa penguatan pengelolaan CSR menjadi kebutuhan penting di tengah pengurangan dana transfer kas daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah harus membuka sumber-sumber pembiayaan alternatif di luar APBD agar program prioritas pembangunan tetap berjalan optimal. ”Tentunya, kontribusi dunia usaha akan mendukung pembangunan daerah. Mulai infrastruktur, penanganan persoalan sosial dan lingkungan, hingga pendidikan,” kata Subandi di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa pada Senin (26/10/2026). Subandi juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang selama ini telah berkontribusi bagi pembangunan daerah. Jumlah perusahaan di Sidoarjo saat ini mencapai sekitar 6 ribu perusahaan. Potensi CSR dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat. ”Saya mengucapkan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang sudah berkontribusi untuk Sidoarjo. Potensi ini harus kita kelola bersama agar program CSR benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujarnya. Menurut Subandi, pelaksanaan CSR perlu diselaraskan dengan program pemerintah daerah. Di antaranya, pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) perlu diperkuat agar dukungan perusahaan dapat diarahkan pada program prioritas. Dia juga meminta pembagian peran antara pemerintah daerah dan perusahaan dirumuskan secara jelas. Skema yang bisa dipakai, lanjut Subandi, adalah komposisi dukungan 70 persen dari pemerintah dan 30 persen dari CSR. Skema tersebut selanjutnya perlu dibahas dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing pihak. ”Jangan sampai programnya berjalan sendiri-sendiri. Kita rumuskan bersama agar kontribusi CSR tepat sasaran, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya. Subandi juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan di Sidoarjo. Tingginya angka pengangguran perlu ditangani melalui komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan dunia usaha. Perusahaan diharapkan memberikan kesempatan kerja kepada warga lokal sesuai kebutuhan tenaga kerja dan ketentuan yang berlaku. ”Komunikasi dengan perusahaan harus terus dibangun. Kita ingin masyarakat Sidoarjo juga mendapatkan kesempatan bekerja di daerahnya sendiri,” ujarnya. Masih kata Subandi, dengan adanya Forum CSR ini, bisa dibahas pula pentingnya penataan wilayah yang selaras dengan rencana tata ruang dan masterplan daerah. Penempatan kawasan industri, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas pelayanan perlu direncanakan secara terpadu. Agar pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. ”Saya titip. Dengan adanya Forum CSR ini, kegiatannya harus benar-benar berjalan, bukan hanya sebatas nama. Apa pun programnya perlu dikoordinasikan melalui satu pintu supaya jelas arah dan manfaatnya,” pesannya. Sementara itu, Ketua Forum CSR Herti menyampaikan bahwa forum tersebut dibentuk untuk memperkuat kontribusi dunia industri dalam pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Forum ini diharapkan dapat mendorong tata kelola CSR yang lebih baik, sesuai regulasi, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. ”Kami berharap penguatan dunia usaha dan pemerintah daerah semakin efektif sehingga program CSR tidak hanya menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sidoarjo,” harapnya. (Dew/Mas) .
Selengkapnya
*KOMINFO, Sidoarjo* – Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi mengajak para guru dan orang tua menanamkan kejujuran serta akhlak mulia kepada anak sejak usia dini. Pesan itu disampaikan saat Festival ASi BERLIAN (Anak Sidoarjo Beriman, Sehat, Riang, Terindungi, Aktif, Kreatif, Nalar Kritis) di Lapangan Pasmar 2, Gedangan, Sabtu (24/10/2026). Sekitar 5.000 anak PAUD dan TK beserta guru-gurunya mengikuti festival tersebut. Sriatun mengatakan, pendidikan anak tidak cukup hanya berfokus pada kecerdasan dan keterampilan. Pembentukan karakter juga harus menjadi perhatian agar anak terbiasa bersikap jujur dan memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. “Kurang cerdas masih dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, tetapi tidak jujur sulit diperbaiki. Karena itu, saya minta kerja sama guru dan orang tua untuk memberikan pendidikan akhlak kepada anak-anak sejak usia dini,” ujarnya. Menurutnya, usia 5–6 tahun menjadi masa penting untuk membiasakan anak berperilaku baik. Nilai kejujuran perlu ditanamkan secara terus-menerus, baik melalui nasihat maupun keteladanan orang tua dan guru. “Kalau sejak kecil diajarkan kejujuran, harapannya anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Mereka harus jujur setiap waktu dan di mana pun berada, bukan karena takut kepada orang lain, tetapi karena takut kepada Allah SWT,” pesannya. Sriatun berharap para orang tua dan pendidik dapat bekerja sama dalam membimbing anak-anak. Dengan begitu, generasi kita tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki perilaku dan akhlak yang baik. Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo juga berpesan agar anak-anak rajin belajar. Selain itu, menyayangi dan menghormati orang tua maupun guru. “Siapa yang ingin jadi pemimpin? Kalau ingin jadi pemimpin maka harus rajin belajar, sayang dan hormat kepada bunda serta guru,” katanya. “Saya juga menyampaikan pesan Bapak Bupati, untuk para pendidik dan orang tua harus menambah kesabaran dan keikhlasan dalam mendidik. Karena anak-anak inilah yang akan meneruskan pembangunan Sidoarjo,” tambahnya.Generasi yang saat ini menempuh pendidikan PAUD, lanjut Ainur, adalah generasi yang nantinya berkontribusi dalam pembangunan daerah. Tentunya, untuk mewujudkan Sidoarjo yang semakin baik, sejahtera, kondusif, dan inklusif. "Untuk mewujudkan hal tersebut perlu dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga dan lembaga pendidikan,” tutupnya. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pasmar 2, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas P3AKB, Kepala Dinas Kesehatan, pengurus Pokja Bunda PAUD, PGRI, IGTKI, serta Bunda PAUD dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. (Dew)
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi SH MKn bersama Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Candra dan jajaran Forkopimda serta Muspika melaksanakan sholat Subuh Keliling (Suling) berjamaah bersama masyarakat. Kegiatan Suling berjamaah perdana ini dilakukan di Masjid Al-Muttaqiin Garden Dian Regency, Kecamatan Waru, Sabtu (24/10/2026). Bupati Sidoarjo Subandi dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan sinergi Forkopimda demi keberhasilan pembangunan serta terlaksananya program pemerintah pusat maupun daerah. Dia menyampaikan terima kasih kepada warga Garden Dian Regency yang telah menyambut baik kegiatan ini. "Stabilitas politik demikian penting. Tugas kami bersama Pak Kapolresta adalah memastikan program Presiden dan Wakil Presiden berjalan dengan baik. Sekaligus mewujudkan visi dan misi pembangunan Kabupaten Sidoarjo," kata Subandi. Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak akan tercapai tanpa kebersamaan seluruh unsur Forkopimda dan masyarakat. Program-program daerah akan berjalan baik apabila Forkopimda guyub, rukun, dan kompak. "Ini yang terus kami jaga. Setiap ada pergantian pejabat, baik Kapolres maupun unsur lainnya, sinergi harus tetap terbangun demi pelayanan kepada masyarakat," tegasnya. Subandi juga mengapresiasi kegiatan Subuh Keliling berjamaah yang dinilai menjadi sarana efektif mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat. "Kami berharap Pak Kapolresta terus menyapa warga hingga ke kecamatan dan desadesa. Dari kegiatan seperti ini akan terlihat inilah kearifan lokal Sidoarjo, betapa masyarakat Sidoarjo memiliki budaya guyub dan rukun yang harus terus dijaga bersama," tambahnya. Sementara itu, Takmir Masjid Al-Muttaqiin Mukti Wibowo menyampaikan bahwa Masjid Al-Muttaqiin berkomitmen untuk menghidupkan fungsi masjid sebagaimana yang dicontohkan pada zaman Rasulullah SAW. "Alhamdulillah, visi masjid ini adalah meneladani fungsi masjid di era Nabi Muhammad SAW, yaitu masjid sebagai pusat kegiatan umat," ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby Adimas Candra menyampaikan bahwa kegiatan Subuh Keliling merupakan implementasi program "Polisi Bersama Masyarakat" yang bertujuan memperkuat silaturahmi dan mendengar langsung aspirasi warga. Kegiatan Subuh Keliling, lanjut dia, menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan ulama, tokoh masyarakat, dan warga. Sekaligus membangun ruang diskusi untuk menjaga kerukunan, toleransi antar umat beragama, serta mengedepankan musyawarah mufakat. "Kami juga mengajak para orang tua untuk mengawasi dan membimbing anak-anak agar terhindar dari pergaulan bebas, tawuran, dan narkoba. Karena, mereka adalah aset masa depan,” ujar AKBP Bobby Adimas Candra. Usai sambutan, Kapolresta menyerahkan bingkisan dan sarana kontak kepada Takmir Masjid Al-Muttaqiin sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara Pemkab Sidoarjo, Forkopimda, dan masyarakat. (Mar)
Selengkapnya
SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo terus mempercepat program jaring pengaman sosial dan perbaikan infrastruktur pemukiman warga miskin. Bupati Sidoarjo Subandi meninjau lokasi perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda kepada warga di Kecamatan Waru, Jumat (23/10/2026). Bantuan tersebut ditujukan kepada enam penerima manfaat yang tersebar di empat desa, yakni Desa Janti, Kureksari, Kedungrejo, dan Bungurasih. Dua keluarga menerima program rehabilitasi rumah, sedangkan empat warga disabilitas serta lansia menerima alat bantu mobilitas berupa kursi roda. Rangkaian peninjauan diawali di Desa Janti pukul 09.30 WIB untuk mengecek kediaman Widada di RT 005 RW 002. Hunian tersebut dinilai sudah tidak layak karena kerap mengalami kebocoran atap dan genangan air saat hujan turun. Di desa yang sama, Bupati menyerahkan kursi roda tipe 3-in-1 kepada Wati Soedjiati di RT 022 RW 002, dilanjutkan penyerahan kursi roda standar bagi Muhammad Zakaria di RT 003 RW 001. Rombongan kemudian bergerak ke Desa Kureksari pukul 10.15 WIB untuk meninjau rumah Umar Muroh di RT 002 RW 003. Setelah itu, penyerahan bantuan kursi roda tipe 3-in-1 dilangsungkan di Desa Kedungrejo untuk Soebodo (RT 005 RW 001). Rangkaian kegiatan ditutup di Desa Bungurasih pukul 10.45 WIB dengan penyerahan kursi roda standar kepada Sumini (RT 004 RW 001). Subandi menyatakan, penanganan rumah tidak layak huni menjadi prioritas mendesak, terutama menjelang memuncaknya musim hujan. Kondisi atap yang bocor serta sanitasi yang buruk berpotensi memicu masalah kesehatan bagi para penghuninya. ”Apabila ada warga yang membutuhkan kursi roda atau perbaikan rumah, pemerintah daerah akan segera turun. Kasihan warga yang rumahnya tidak layak, apalagi menjelang musim hujan. Atap yang bocor dan genangan air dapat menyebabkan timbulnya penyakit,” kata Subandi. Rehabilitasi fisik terhadap dua unit rumah tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada pekan pertama November 2026. Sementara itu, bantuan alat mobilitas langsung diserahkan di tempat. Khusus untuk kediaman Widada, pembenahan mencakup peninggian struktur lantai guna mengantisipasi luapan banjir, penggantian atap menggunakan rangka baja ringan, perbaikan plafon, pemasangan keramik, perbaikan sanita air di kamar mandi, serta perbaikan sistem ventilasi udara. ”Rumah ini ditinggikan agar saat hujan tidak tergenang air. Genteng diganti menggunakan rangka baja ringan, lantai dikeramik, dan fasilitas kamar mandi dibenahi,” ujar Subandi. Selain perbaikan rumah dan penyerahan alat bantu, Pemkab Sidoarjo membagikan paket bahan pokok kepada para tetangga di sekitar lokasi kegiatan. Pada setiap titik peninjauan, sebanyak 10 paket sembako disalurkan kepada warga sekitar untuk memperluas jangkauan manfaat bantuan sosial pemerintah. Widada, salah seorang penerima bantuan, menuturkan bahwa keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu memperbaiki rumah yang lapuk. Pekerjaannya sebagai buruh serabutan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Sementara itu, Sumini (60), warga Desa Bungurasih, mengaku terharu menerima bantuan kursi roda standar. Selama tiga tahun terakhir, ia hanya bisa terbaring di tempat tidur akibat sakit yang dideritanya. ”Sudah tiga tahun saya tidak bisa beraktivitas. Setiap kali hendak ke kamar mandi, keluarga harus menggotong saya. Bantuan kursi roda ini sangat membantu,” tutur Sumini. (mas)
Selengkapnya
Jakarta, 23 Oktober 2026 -* Indonesia dan Australia berpeluang menjadi pelopor pelindungan anak di ruang digital melalui kerja sama konkret, mulai dari penyelarasan kebijakan hingga peningkatan kepatuhan platform digital. Kedua negara telah memiliki landasan regulasi yang dapat menjadi modal untuk menghadirkan ruang digital yang lebih aman bagi anak. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan penguatan kerja sama kedua negara dalam pelindungan anak di ruang digital, keamanan siber, dan tata kelola kecerdasan artifisial (AI). “Indonesia dan Australia tidak perlu menunggu terbentuknya konsensus global untuk mengambil langkah bersama. Kedua negara dapat memanfaatkan regulasi dan pengalaman masing-masing untuk membangun kerja sama bilateral dan regional yang konkret,” ungkapnya dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Australia Tony Burke di Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Menurut Meutya Hafid, Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS. "Australia juga telah menerapkan aturan batas usia minimum penggunaan media sosial. Kesamaan arah kebijakan ini membuka peluang untuk menyelaraskan pengawasan dan memastikan platform digital menjalankan kewajibannya," tuturnya. Selain pelindungan anak, kedua negara membahas keamanan siber dan tata kelola AI. Indonesia tengah menyiapkan peta jalan AI nasional, pedoman etika, serta rancangan Peraturan Presiden tentang AI. Kerja sama juga diusulkan mencakup dialog ketahanan keamanan siber dan pengembangan talenta digital. Indonesia berharap pembahasan tersebut berlanjut melalui kelompok kerja kedua negara agar menghasilkan langkah nyata. "Ukuran keberhasilannya adalah kepatuhan platform terhadap regulasi dan perlindungan yang benar-benar dirasakan anak serta keluarga," tandas Menkomdigi Meutya Hafid. ***** Untuk Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kontak di bawah ini. Tim Redaksi – 08132193171 Dapatkan informasi lainnya di https://infopublik.id
Selengkapnya
KOMINFO, Sidoarjo - Berbagai organisasi masyarakat mengikuti dengan khidmat upacara peringatan Hari Santri 2026 yang digelar Pemkab Sidoarjo di Alun-Alun Sidoarjo, Kamis, (22/10/2026). Dipimpin Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih, momentum Hari Santri mengingatkan kembali pada jasa-jasa besar para ulama dan santri bagi agama, bangsa, dan negara. Ratusan perwakilan dari berbagai organisasi menjadi peserta upacara. Di antaranya, Pergunu, Fatayat, Muslimat, Banser, LPBI NU, Sarbumusi, mahasiswa UNUSIDA, Pramuka, IPNU, IPPNU, DPD LDDI, PD Muhammadiyah, PC Pagar Nusa, pelajar SMK Plus NU Sidoarjo, serta Ponpes Jabal Noer Taman dan Ponpes Baiturahman Sukodono. Peringatan Hari Santri Tahun 2026 kali ini mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas". Dalam upacara tersebut, dibacakan kembali Resolusi Jihad NU oleh KH Abdul Muntholib, Pengasuh Ponpes Al Khuzaini Sukodono Dibacakan pula sambutan Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar MA oleh Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih. Dia menyampaikan bahwa Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat, Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy`ari pada 22 Oktober 1945 telah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945. Kini kita peringati sebagai Hari Pahlawan. “Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilainilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa. Karena itu, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup hanya dengan upacara dan seremonial. Kita harus melanjutkan perjuangan mereka melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ucapnya. Abdillah Nasih mengatakan, tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas" mengandung pesan penting bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan masa depan bangsa. Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka santri saat ini harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia. “Tantangan zaman memang berubah. Tetapi, semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam,” pesannya. Masih disampaikan Abdillah Nasih bahwa pada tahun 2045, Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Tahun itu disebut Indonesia Emas, sebuah visi untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan inovasi. “Di sinilah para santri harus mengambil peran penting. Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja. Ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguhsungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia,” tegasnya. Santri tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, namun juga ilmu pengetahuan dan teknologi. Santri pun diminta tidak pernah takut terhadap perubahan dengan tetap memelihara tradisi pesantren. Santri harus terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. “Jadilah generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Sebab, bangsa yang kuat membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” pesannya. Dalam kesempatan itu Abdillah Nasih juga mengungkapkan pepatah di pesantren, man jadda wajada. Artinya, barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Pepatah dalam bahasa arab tersebut sebagai penyemangat para santri untuk teruslah berusaha, berinovasi, dan berkarya. Santri harus dapat membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan. “Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Di pesantren, ilmu diajarkan, akhlak dibentuk, kemandirian ditumbuhkan, dan pengabdian ditanamkan. Kekuatan inilah yang harus terus kita rawat dan kembangkan agar pesantren semakin berperan dalam menjawab tantangan zaman,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh santri di mana pun untuk menjadi pelopor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu dapat menjadi pelopor persatuan, penjaga kerukunan, penggerak kemandirian ekonomi, serta sahabat bagi lingkungan. Jadikan nilai-nilai agama sebagai sumber inspirasi untuk merawat bumi, menebarkan kedamaian, dan membangun kehidupan yang lebih baik. "Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita, karena Indonesia yang kuat hanya dapat dibangun melalui kebersamaan,” ucapnya. Dalam sambutan yang dibacakan Abdillah Nasih, Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar juga mengungkapkan rasa syukur. Di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Agama kini memiliki Direktorat Jenderal Pesantren. Ditjen Pesantren tersebut merupakan sebuah unit eselon I yang secara khusus menangani pengembangan dan penguatan pesantren. “Kehadiran direktorat jenderal ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada pesantren. Sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan nasional,” ujarnya. Menteri Agama berharap pesantren dapat semakin optimal menjalankan tiga fungsi utamanya, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui fungsi pendidikan, pesantren melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. Melalui fungsi dakwah, pesantren menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil `alamin serta memperkuat kerukunan dan persatuan bangsa. Melalui fungsi pemberdayaan masyarakat, pesantren hadir untuk mendorong kemandirian, meningkatkan kesejahteraan, dan memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat. Menteri Agama menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren. Hari Santri juga bukan hanya milik umat Islam. Hari Santri adalah milik seluruh bangsa Indonesia yang menghargai perjuangan, menjunjung persatuan, dan mencintai tanah airnya. Sebab, mencintai Tanah Air adalah bagian dari iman. Hubbul wathan minal iman. “Maka mari kita jadikan peringatan Hari Santri ini sebagai momentum untuk memperkuat gotong royong dan melanjutkan perjuangan para ulama serta pahlawan dengan cara terbaik pada zaman kita,” ajaknya. Di akhir sambutannya, Menteri Agama mengajak untuk mendoakan para ulama, santri, dan seluruh pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. “Semoga Allah Subhanahu wa Ta`ala menerima amal ibadah mereka, melimpahkan rahmat kepada mereka, serta membimbing kita untuk meneruskan cita-cita luhur perjuangan mereka,” ucapnya. “Saya mengucapkan selamat Hari Santri Tahun 2026 kepada seluruh santri dan keluarga besar pesantren di Indonesia. Teruslah menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri. Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. Git
Selengkapnya20.10.2026
9.10.2026
7.10.2026
1.10.2026
30.09.2026
29.09.2026
17.09.2026
10.09.2026
9.09.2026
3.09.2026
2.12.2025
2.12.2025
12.11.2025
28.10.2025
14.10.2025
9.10.2025
29.09.2025
17.09.2025
16.09.2025
8.09.2025
4.09.2025
3.09.2025
30.07.2025
23.07.2025
23.07.2025
17.07.2025
10.07.2025
10.07.2025
7.07.2025
7.07.2025
4.07.2025
12.06.2025
12.06.2025
19.05.2025
24.04.2025
11.04.2025
19.03.2025
17.03.2025
28.02.2025
26.02.2025
17.02.2025
3.02.2025
3.02.2025
23.01.2025
23.01.2025
20.01.2025
17.12.2024
13.12.2024
13.12.2024
19.11.2024
27.10.2026 - 28.10.2026
27.10.2026 - 5.01.2027
23.10.2026 - 30.10.2026
23.10.2026 - 29.10.2026
27.10.2026 - 2.12.2026
26.10.2026 - 1.11.2026
21.10.2026 - 30.10.2026
23.10.2026 - 29.10.2026
21.10.2026 - 29.10.2026
21.10.2026 - 29.10.2026
21.10.2026 - 29.10.2026
20.10.2026 - 23.10.2026
20.10.2026 - 22.10.2026
7.10.2026 - 19.10.2026
6.10.2026 - 12.10.2026
7.10.2026 - 10.10.2026
1.10.2026 - 5.10.2026
5.10.2026 - 17.10.2026
4.10.2026 - 5.10.2026
30.09.2026 - 1.10.2026
25.09.2026 - 16.10.2026
22.09.2026 - 23.09.2026
22.09.2026 - 26.09.2026
22.09.2026 - 28.09.2026
22.09.2026 - 29.09.2026
21.09.2026 - 28.09.2026
21.09.2026 - 26.09.2026
15.09.2026 - 18.09.2026
13.09.2026 - 15.09.2026
9.09.2026 - 15.09.2026
11.09.2026 - 15.09.2026
9.09.2026 - 17.09.2026
8.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 14.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
7.09.2026 - 15.09.2026
5.09.2026 - 7.09.2026
1.09.2026 - 7.09.2026
31.08.2026 - 30.09.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
7.09.2026 - 7.10.2026
2.09.2026 - 7.09.2026
26.08.2026 - 30.08.2026
22.08.2026 - 28.08.2026
21.08.2026 - 23.08.2026
20.08.2026 - 23.08.2026
22.08.2026 - 23.08.2026
18.08.2026 - 22.08.2026
18.08.2026 - 19.08.2026
Visitors : 2364319