Berita

15 Jun 2026

Wabup Sidoarjo Salurkan Bantuan Pangan Untuk 1.600 KPM di Kecamatan Wonoayu

KOMINFO, Sidoarjo – Sebanyak 1.600 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Wonoayu menerima bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026, Senin (15/6/2026). Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Desa Karangpuri, Desa Wonokalang, dan Desa Simo Angin-angin tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.Bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang disalurkan melalui Perum Bulog. Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan. Rinciannya, sebanyak 557 KPM di Desa Karangpuri, 541 KPM di Desa Wonokalang, dan 502 KPM di Desa Simoangin-angin menerima bantuan tersebut.Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.A.P., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa bantuan pangan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.“Alhamdulillah saya senang bisa melihat masyarakat berbahagia menerima bantuan beras ini. Ini merupakan program dari pemerintah pusat untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.Mimik juga mengingatkan masyarakat agar ikut mengawasi penyaluran bantuan. “Kalau ada yang sebenarnya mampu tetapi masih menerima bantuan, silakan dilaporkan. Bantuan ini harus diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti warga yang sudah tidak memiliki pekerjaan atau membutuhkan bantuan pangan,” ucapnya.Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Eni Rustianingsih, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Mharta Wara Kusuma, Camat Wonoayu Anwar, Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Surabaya, serta perangkat desa setempat.Warga penerima bantuan mengaku bersyukur atas program tersebut karena dinilai membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga di tengah meningkatnya kebutuhan hidup sehari-hari. Pemerintah berharap program bantuan pangan ini dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga penerima manfaat di Kabupaten Sidoarjo.Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, program Bantuan Pangan Alokasi Februari–Maret 2026 di Kabupaten Sidoarjo menjangkau sebanyak 181.442 keluarga penerima manfaat dengan total bantuan 3.628.840 kilogram beras dan minyak goreng sebanyak 725.768 liter. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Sidoarjo. (Mar)

Selengkapnya
15 Jun 2026

Pemkab Sidoarjo Satukan Data RTLH, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

KOMINFO, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tengah memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk memastikan program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tepat sasaran. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidoarjo, Dinas Sosial, serta Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) di Ruang Delta Wicaksana (Opsroom) Setda Kabupaten Sidoarjo, Senin (15/6/2026).Rapat tersebut difokuskan pada sinkronisasi dan pemetaan data calon penerima bantuan RTLH agar penanganan rumah tidak layak huni dapat dilakukan secara terukur, berbasis data, dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan pentingnya penyatuan data dari seluruh instansi agar pemerintah memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi rumah tidak layak huni yang ada di masyarakat.“Data yang konkret harus kita satukan menjadi satu data. Kita petakan mana rumah yang belum tertangani, mana yang sedang ditangani, dan berapa jumlah yang masih membutuhkan bantuan,” ujarnya.Subandi meminta seluruh data yang ada dilakukan verifikasi dan pencocokan ulang di lapangan agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.“Data yang ada harus dikroscek kembali sehingga rumah yang benar-benar tidak layak huni bisa segera kita tangani. Harapan saya dalam tiga sampai empat tahun ke depan kita memiliki peta yang jelas mengenai jumlah RTLH yang benar-benar perlu mendapatkan bantuan,” katanya.Ia menegaskan bahwa pemetaan tersebut akan mengacu pada data Dinas Sosial sebagai basis utama penentuan sasaran penerima bantuan.“Harapan saya nanti hasil dari Dinas Sosial bisa kita petakan, yang kira-kira tidak layak huni betul-betul berapa jumlahnya,” tegasnya.Terkait keterlibatan Baznas dalam program RTLH, Subandi menyampaikan bahwa sumber pendanaan berasal dari zakat dan infak Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sidoarjo sehingga penyalurannya harus bebas dari intervensi pihak manapun.“Karena Baznas ini bantuan dari ASN, saya tidak mau ada intervensi dari pihak luar. Saya ucapkan terima kasih kepada ASN di seluruh Sidoarjo yang telah berkontribusi melalui Baznas,” ujarnya.Subandi juga menyebut, sejumlah persyaratan RTLH di antaranya rumah berdiri di atas tanah milik sendiri, bukan berada di lahan irigasi, serta tidak membedakan latar belakang agama penerima.Ketua Baznas Sidoarjo, Agus M. Chasbil Azis Salju Sodar menjelaskan bahwa pengolahan dan sinkronisasi data penerima bantuan masih terus dilakukan. Proses tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi.“Untuk melakukan kroscek penerima bantuan RTLH ini dari data kami ada sebanyak 289 yang tengah waiting list, kami membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan untuk kroscek dilapangan,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo, Eri Sudewo, mengatakan bahwa proses integrasi data penerima bantuan RTLH akan dilakukan secara bertahap melalui sistem data warehouse yang dikelola Pemkab Sidoarjo. Langkah tersebut bertujuan untuk menyatukan berbagai sumber data agar proses penyaluran bantuan lebih akurat dan terintegrasi.“Data yang sudah ada akan kami masukkan terlebih dahulu ke dalam data warehouse. Selanjutnya, ketika data intervensi dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tersedia, akan kami integrasikan juga sehingga seluruh data penerima bantuan dapat terkelola dalam satu sistem,” kata Eri.Ia menjelaskan, penyaluran bantuan ke depan juga akan mengacu pada DTSEN, khususnya masyarakat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 5. Dengan demikian, bantuan yang diberikan pemerintah maupun lembaga mitra dapat lebih tepat sasaran kepada keluarga miskin dan rentan.Ditempat yang sama, Kepala Dinsos Kabupaten Sidoarjo, Mharta Wara Kusuma dan Kepala Dinas Perkim CKTR, M. Bachruni Aryawan menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan verifikasi dan kroscek ulang data calon penerima bantuan RTLH dilapangan untuk kemudian dijadikan satu dengan baznas menjadi satu data oleh Diskominfo. “Kami siap melakukan kroscek dan verifikasi lapangan untuk memastikan data yang digunakan benar-benar valid sehinhga bantuan RTLH dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujarnya. (Dew)

Selengkapnya
14 Jun 2026

Undang Ustadz Kondang, Bupati Ajak Masyarakat Sidoarjo Ajak Masyarakat Merawat Tradisi Para Ulama

KOMINFO, Sidoarjo - Ustadz Das`ad Latif diundang sebagai penceramah dalam Pengajian Ahad Pahing yang digelar di pendopo Delta Wibawa, Minggu pagi, (14/6). Pengajian rutin dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah itu dihadiri kurang lebih seribu orang jamaah. Mereka berasal dari organisasi  Fatayat dan Muslimat NU se Kabupaten Sidoarjo. Bupati Sidoarjo H. Subandi serta Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih serta Kyai Abdul Aziz Munif ikut hadir dalam pengajian tersebut.Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan tahun ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperingati Tahun Baru Islam 1448 H dengan tema "merawat tradisi, meneguhkan hijrah, menggapai keberkahan untuk Sidoarjo yang lebih baik". Menurutnya tema tersebut sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Sidoarjo yang dikenal religius, guyub, dan kaya akan tradisi keislaman. Disampaikannya merawat tradisi berarti menjaga warisan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para ulama dan pendahulu. “Tradisi pengajian, tahlil, shalawat, sedekah, gotong royong, serta berbagai amaliah keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita pelihara sebagai identitas dan perekat persatuan,” ucapnya.Namun ia menggaris bawahi bahwa merawat tradisi tidak hanya cukup dengan melestarikan bentuk-bentuk kegiatan. Namun yang lebih penting adalah menjaga substansi nilai yang terkandung di dalamnya. Seperti keimanan, ukhuwah, kepedulian sosial, serta semangat untuk terus memperbaiki diri dan lingkungan sekitar.Ia juga sampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah. Namun menjadi momentum untuk mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW. Menurutnya peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah perjalanan yang sarat dengan makna perjuangan, pengorbanan, keteguhan iman, serta tekad untuk menuju kehidupan yang lebih baik.“Meneguhkan hijrah berarti menjadikan semangat perubahan sebagai bagian dari kehidupan kita. hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga perpindahan dari kebiasaan yang kurang baik menuju perilaku yang lebih baik, dari sikap individual menuju kepedulian sosial, dari kemalasan menuju produktivitas, dan dari perpecahan menuju persatuan,” ujarnya.Bupati H. Subandi mengatakan semangat hijrah perlu diimplementasikan dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik serta pembangunan yang merata dan penguatan ekonomi masyarakat. “Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani juga menjadi fokus kita untuk terus berbenah dalam menghadirkan pelayanan publik yang baik,” ucapnya. Git/mas

Selengkapnya
14 Jun 2026

TP. PKK Kabupaten Sidoarjo Lakukan Penghijauan, Jalan Flyover Jenggolo Dipercantik

KOMINFO, Sidoarjo - TP PKK Kabupaten Sidoarjo dukung program penghijauan dan penataan lingkungan di Kabupaten Sidoarjo. Mereka melakukan kegiatan penanaman bunga bugenvil di taman dan median Jalan Flyover Jenggolo, Minggu pagi, (14/6). Ada 346 pohon bunga kertas yang ditanam oleh puluhan ibu-ibu anggota TP PKK Kabupaten, kecamatan serta desa tersebut. Kegiatan penghijauan yang dimulai jam 6 pagi itu dipimpin langsung Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Sriatun Subandi. Ketua TP. PKK Sidoarjo dr. Sriatun Subandi mengatakan aksi penghijauan kali ini dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak/HKG PKK ke 54 sekaligus mendukung hari Lingkungan Hidup Sedunia. Dikatakannya kegiatan penghijauan merupakan salah satu dari 10 Program Pokok PKK yakni kelestarian lingkungan hidup. “Hari ini kami Tim Penggerak PKK bersama ketua TP Penggerak PKK kecamatan dan desa dan juga dinas yang terkait kita melaksanakan 10 Program Pokok PKK yang ke 9 yakni kelestarian lingkungan hidup,” ucapnya. Istri Bupati Sidoarjo H. Subandi tersebut mengatakan program kelestarian lingkungan hidup juga diterapkan TP Penggerak PKK desa. Mereka memanfaatkan pekarangan rumah untuk menaman berbagai tanaman ketahanan pangan seperti cabai maupun terong. “Kemarin kami Tim Penggerak PKK kabupaten juga memberikan support tanaman untuk kebutuhan pokok, seperti tanaman cabai, terong untuk menopang ketahanan pangan,” ujarnya.Disampaikannya juga program kelestarian lingkungan hidup juga mencakup kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia melihat Tim Penggerak PKK desa mampu melaksanakan pengelolaan sampah dengan baik. Terbukti dari banyaknya Bank Sampah yang berdiri di setiap desa.“Alhamdulillah pengelolaan sampah di tiap-tiap Tim Penggerak PKK desa sudah berjalan, karena setiap tahun sekali ada lomba RT Asri, Lomba RT Mandiri, dan ada Lomba RT Sehat yang pada saat kita turun kelapangan hampir semua desa di masing-masing kecamatan ada bank sampahnya,” ucapnya. Git

Selengkapnya
13 Jun 2026

Bupati Subandi Ajak Orang tua Perkuat Pengawasan Anak di Era Digital

KOMINFO, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo, Subandi mengajak para orang tua untuk lebih aktif mendampingi dan mengawasi perkembangan anak di tengah pesatnya teknologi digital. Menurutnya, peran keluarga menjadi kunci dalam membentuk karakter sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Gelar Mahakarya SMP Wachid Hasyim 9 Sedati, Sabtu malam (13/6/2026).Dalam kesempatan itu, Subandi yang juga merupakan alumni SMP Wachid Hasyim 9 Sedati menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan orang tua dalam membangun karakter dan masa depan generasi muda.“Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik anak-anak. Namun, orang tua tetap menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan mereka. Karena itu, sekolah dan keluarga harus berjalan bersama,” ujarnya.Menurutnya, tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini jauh berbeda dibandingkan generasi sebelumnya, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.“Anak-anak sekarang berbeda dengan zaman dahulu. Tantangan terbesar saat ini adalah digitalisasi. Karena itu, orang tua harus peduli dan terus mengawasi perkembangan anak-anaknya,” katanya.Subandi mengatakan kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Ia meminta para orang tua tidak hanya menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah, tetapi juga aktif memberikan pendampingan di rumah.“Sekolah bersama orang tua harus berkolaborasi menciptakan generasi yang luar biasa dan calon-calon pemimpin masa depan,” tuturnya.Kepada para siswa, Subandi berpesan agar tidak mudah menyerah dalam mengejar impian. Ia mendorong para pelajar untuk terus belajar, bekerja keras, dan memiliki cita-cita setinggi mungkin sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik.“Jangan pernah takut bermimpi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, terus berusaha, jangan menyerah, dan selalu meminta doa serta dukungan dari orang tua,” pesannya.Melalui kegiatan Gelar Mahakarya tersebut, Subandi berharap sekolah dapat terus menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, karakter, serta kepercayaan diri. Menurutnya, sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman.“Saya optimistis kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat akan melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi kebanggaan bangsa, negara, dan orang tua,” tutupnya. (Dew)

Selengkapnya
13 Jun 2026

Bupati Sidoarjo Sidak RTLH di Krembung, Pastikan Rumah Warga Segera Direnovasi

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo, H. Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Krembung, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut didampingi anggota DPRD Sidoarjo, Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Baznas Sidoarjo, serta jajaran Forkopimka Krembung.Dalam sidak tersebut, Bupati Subandi meninjau tiga rumah warga yang masuk kategori RTLH, yakni kediaman Rahmat di Desa Wangkal, serta rumah Munadak dan Suladi di Desa Keret, Kecamatan Krembung. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi rumah warga yang membutuhkan bantuan renovasi serta mempercepat proses penanganannya.Saat berada di kediaman Munadak, Desa Keret, Bupati Subandi menemukan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan. Salah satu bagian rumah yang menjadi perhatian adalah kondisi kamar tidur yang menyatu dengan kamar mandi, sehingga dinilai tidak layak untuk menunjang kesehatan dan kenyamanan penghuni.Melihat kondisi tersebut, Bupati Subandi meminta agar renovasi rumah segera dilakukan. Ia juga menginstruksikan perangkat terkait untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk memanfaatkan dukungan swadaya masyarakat guna mempercepat penanganan RTLH yang ada."Kondisinya memang perlu segera diperbaiki. Nanti perangkat terkait kita minta untuk membantu, termasuk melibatkan swadaya masyarakat. Yang terpenting warga bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman," ujar H.Subandi saat melakukan peninjauan.Selain meninjau rumah Munadak, Bupati Subandi juga mengunjungi rumah Suladi di Desa Keret. Pada kesempatan tersebut, ia memastikan bahwa rumah Suladi akan segera masuk program renovasi RTLH.Menurutnya, proses renovasi direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan Juli dan paling lambat Agustus 2026. Perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari bagian atap, tembok, lantai hingga fasilitas kamar mandi agar rumah menjadi lebih aman, sehat, dan nyaman untuk ditempati."Insya Allah segera kita lakukan renovasi. Targetnya mulai bulan Juli dan paling lambat Agustus sudah berjalan. Renovasi akan dilakukan secara menyeluruh agar rumah benar-benar layak dihuni kembali, terlebih menjelang musim kemarau sehingga pekerjaan bisa lebih maksimal," kata H.Subandi.Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program sosial, termasuk percepatan renovasi rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu.Sementara itu, Suladi mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Sidoarjo H. Subandi beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sidoarjo."Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati H. Subandi yang telah datang langsung melihat kondisi rumah saya. Saya sangat bersyukur karena rumah ini akan direnovasi sehingga nantinya bisa menjadi tempat tinggal yang lebih baik, aman, dan nyaman untuk keluarga kami," ungkap Suladi. (Son)

Selengkapnya
13 Jun 2026

450 Atlet Karate Ikuti Porkab, Wabup Mimik : Wadah Pembinaan Generasi Prestasi

KOMINFO, Sidoarjo - Sebanyak 450 atlet karate usia 6 hingga 23 tahun ambil bagian dalam Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sidoarjo 2026 cabang olahraga (cabor) karate yang berlangsung di Lapangan Tennis Indoor GOR Delta Sidoarjo pada Sabtu (13/6/2026). Ajang yang digelar pada 13-14 Juni 2026 tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat olahraga sekaligus membangun karakter, sportivitas, dan mental berprestasi.Pembukaan Porkab Sidoarjo 2026 cabor karate dilakukan oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Porkab bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih kemenangan, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda melalui olahraga.“Porkab bukan hanya tentang menang dan kalah. Ajang ini menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan mengharumkan nama Sidoarjo,” ujarnya.Menurut Mimik, olahraga karate memiliki nilai lebih karena tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membentuk karakter peserta. Karate mengajarkan disiplin, kerja keras, rasa hormat, serta pengendalian diri yang penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.“Dalam karate diajarkan juga kejujuran, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Karena itu saya berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung,” katanya.Mimik juga mengajak seluruh atlet memanfaatkan Porkab sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menambah pengalaman bertanding. Menurutnya, semangat belajar dan berproses menjadi hal yang lebih penting daripada sekadar hasil akhir pertandingan.“Kalah atau menang adalah hal yang biasa dalam sebuah kompetisi. Yang terpenting adalah semangat untuk terus belajar, berlatih, dan memberikan yang terbaik,” tuturnya.Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjut Mimik, akan terus mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berprestasi. Melalui Porkab, Pemkab Sidoarjo ingin menyediakan ruang kompetisi yang mampu mendorong lahirnya atlet-atlet potensial dari berbagai cabang olahraga.“Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kemampuan terbaik dan raihlah prestasi. Kami berharap melalui Porkab ini akan lahir atlet-atlet karate yang mampu mengharumkan nama Sidoarjo dan membawa kebanggaan bagi masyarakat di berbagai kejuaraan,” pungkasnya.“Dengan semakin banyaknya ruang kompetisi yang sehat dan terarah, diharapkan semakin banyak pula atlet muda Sidoarjo yang mampu berprestasi sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat,” tutupnya. (Dew)

Selengkapnya
12 Jun 2026

Bupati Subandi Dampingi Staf Khusus Kepresidenan Tinjau Koperasi Merah Putih di Sumorame dan Rangkah Kidul

KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dandim 0816 Sidoarjo serta jajaran Forkopimda Sidoarjo mendampingi kunjungan Tenaga Ahli Utama Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Letjen TNI (Purn) Arif Rahman, dalam rangka meninjau pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sidoarjo, Jumat (12/6/2026).Kunjungan tersebut dilakukan di dua lokasi, yakni KDMP Desa Sumorame, Kecamatan Candi dan KDMP Desa Rangkah Kidul, Kecamatan Sidoarjo. Peninjauan ini bertujuan memastikan program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.Saat berada di KDMP Desa Sumorame, Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Kabupaten Sidoarjo untuk terus mengembangkan koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan."Alhamdulillah, hari ini Kabupaten Sidoarjo mendapatkan kehormatan dengan kunjungan dari Kantor Staf Presiden untuk melihat langsung perkembangan Koperasi Merah Putih. Ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah bagi kami untuk menyukseskan program yang dicanangkan Presiden demi kesejahteraan masyarakat," ujar H.Subandi.Ia mengatakan, keberadaan Koperasi Merah Putih harus mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Tidak hanya sebagai tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan UMKM dan peningkatan kesejahteraan warga.Subandi mencontohkan berbagai program yang dapat dijalankan koperasi, seperti penyediaan beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog dengan harga yang lebih terjangkau dibanding harga pasar. Menurutnya, pola distribusi seperti ini mampu membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok."Harga beras di pasaran bisa mencapai sekitar Rp13 ribu per kilogram, sedangkan melalui Bulog masyarakat dapat memperoleh dengan harga sekitar Rp11 ribu. Koperasi bisa menjadi sarana untuk menghadirkan kebutuhan pokok yang lebih murah dan mudah dijangkau masyarakat," katanya.Selain beras, koperasi juga dapat menjadi sarana distribusi minyak goreng dan berbagai kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih terjangkau. Langkah tersebut dinilai sangat membantu pelaku usaha kecil seperti pedagang kelontong, pedagang gorengan, serta UMKM lainnya yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat."Koperasi Merah Putih harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadirannya harus membantu kebutuhan warga sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM di lingkungan sekitar," tegasnya.Bupati H.Subandi juga mengingatkan agar pengurus koperasi terus melakukan inovasi dan tidak hanya menjalankan kegiatan secara rutin. Menurutnya, pemerintah pusat telah memberikan dukungan yang besar, mulai dari program, fasilitas hingga pembangunan sarana pendukung yang memadai."Jangan sampai koperasi berjalan biasa-biasa saja. Pengurus harus terus berinovasi. Pemerintah sudah memberikan dukungan yang luar biasa, sehingga tugas kita adalah mengawal agar program ini benar-benar sukses dan manfaatnya dirasakan masyarakat," ujarnya.Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Pemkab Sidoarjo telah menginstruksikan seluruh kepala desa agar memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Koperasi Merah Putih. Dukungan tersebut tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga penyediaan sarana pendukung, termasuk gudang dan fasilitas operasional lainnya.Menurut H.Subandi, di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan geopolitik yang berdampak pada sektor pangan dan kebutuhan pokok, keberadaan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat."Kami ingin memastikan seluruh bantuan dan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran koperasi harus menjadi solusi bagi kebutuhan warga dan penguatan ekonomi desa," tambahnya.Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Letjen TNI (Purn) Arif Rahman mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas Presiden di daerah.Menurutnya, program-program Presiden tidak hanya berfokus pada peningkatan ekonomi, tetapi juga mencakup sektor pendidikan dan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh."Kami ingin memastikan program-program prioritas Presiden dapat berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Koperasi Merah Putih menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan," jelasnya.Arif Rahman menjelaskan, salah satu Koperasi Merah Putih yang dikunjungi di desa Sumorame saat ini telah memiliki 205 anggota aktif. Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah seiring meningkatnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap koperasi.Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mengawal pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.Saat ini Kabupaten Sidoarjo memiliki 219 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 84 koperasi telah memiliki bangunan dan sarana pendukung yang siap digunakan untuk menjalankan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.Melalui penguatan Koperasi Merah Putih, diharapkan roda perekonomian desa semakin berkembang, UMKM semakin tumbuh, serta kesejahteraan masyarakat Sidoarjo dapat meningkat secara berkelanjutan sesuai dengan semangat ekonomi kerakyatan yang menjadi prioritas pemerintah pusat. (Son/Yu)

Selengkapnya
12 Jun 2026

Wabup Mimik Salurkan Bantuan Pangan Untuk 594 KPM di Kecamatan Candi

KOMINFO, Sidoarjo – Sebanyak 594 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Candi menerima bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026, Jumat (12/6/2026). Penyaluran bantuan yang dipusatkan di Desa Gelam dan Desa Balonggabus tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.Rinciannya, sebanyak 405 KPM di Desa Gelam dan 189 KPM di Desa Balonggabus menerima bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog masing-masing penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi 2 bulan. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa bantuan pangan menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.“Alhamdulillah masyarakat bisa berbahagia menerima bantuan beras ini. Ini merupakan program dari pemerintah pusat untuk masyarakat. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat membantu kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya.Mimik menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat akan terus diperjuangkan agar semakin banyak warga yang merasakan manfaat bantuan sosial.“Kami ingin menjadi pemimpin yang amanah dan selalu memihak kepada masyarakat. Harapannya kesejahteraan masyarakat semakin meningkat dan angka kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo dapat terus menurun,” katanya.Sementara itu, Wakil Pimpinan Cabang Bulog Surabaya, Didik Supriono, menjelaskan bahwa bantuan pangan tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Bapanas yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat sesuai data yang telah ditetapkan.“Program ini merupakan penugasan dari Bapanas. Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan sekaligus,” jelasnya.Salah satu penerima bantuan, Ifa (41), warga Desa Gelam, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.“Senang mendapat bantuan ini. Alhamdulillah bisa membantu kebutuhan keluarga. Semoga pemimpin kami amanah dan terus memperhatikan masyarakatnya,” ungkapnya.Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Eni Rustianingsih, Kepala Dinas Sosial Sidoarjo, Mharta Wara Kusuma, serta perangkat desa setempat.Dari Data Dinas Panperta Kabupaten Sidoarjo, program Bantuan Pangan Alokasi Februari–Maret 2026 di Kabupaten Sidoarjo menjangkau sebanyak 181 ribu 442 keluarga penerima manfaat dengan total bantuan 3 juta 628 ribu 850 kilogram beras dan minyak sebanyak 725 ribu 768 liter. Penyaluran dilaksanakan secara bertahap di seluruh desa dan kelurahan se-Kabupaten Sidoarjo. (Dew)

Selengkapnya
12 Jun 2026

Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

KOMINFO, Sidoarjo - Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diperingati di Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo menggerakkan program Sidoarjo Asri atau Sidoarjo Aman, Sehat, Resik dan Indah. Seluruh ASN Sidoarjo serentak melakukan penghijauan. Satu ASN menanam satu pohon pucuk merah. Ribuan pohon itu ditanam di seluruh titik-titik kota. Di tanam di taman maupun sempadan jalan yang memerlukan penghijauan. Gerakkan Sidoarjo Asri komandoi Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana. Mereka kompak menanam pohon pucuk merah di Taman Flyover Djuanda Aloha, Jumat pagi, (12/6). Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan gerakkan Sidoarjo Asri merupakan bentuk dukungan gerakan Indonesia Asri Presiden Prabowo. Ia ingin lewat gerakan Sidoarjo Asri tersebut akan tercipta lingkungan bersih dan berkelanjutan. “Kegiatan ini untuk mendukung program Indonesia Asri bapak presiden, hari ini kita menanam pohon pucuk merah, satu ASN satu pohon,” ucapnya usai melakukan penanaman pohon di Taman Flyover Djuanda Aloha.Bupati H. Subandi mengatakan gerakkan Sidoarjo Asri akan diperluas lingkupnya. Gerakan Sidoarjo Asri juga akan digerakkan di desa-desa dan sekolah-sekolah. Dengan dukungan bersama tersebut ia yakin Sidoarjo yang aman, sehat, resik dan indah akan terus terwujud.  “Nanti tidak hanya ASN saja, kalau bisa nanti sekolah-sekolahan juga mengikuti gerakan Sidoarjo Asri ini,” harapnya. Git/mas

Selengkapnya

Pengumuman

Agenda / Kegiatan

Visitors : 1880723