Ke Berita

Menuju Sidoarjo Sehat: Layanan Cek Kesehatan Gratis Masif Digelar, Capaian UHC Kini Tembus 99,7%

19 May 2026 | Author's name Dilihat : 67


Sidoarjo, cakrawala.co – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, terus menggenjot capaian Cakupan Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di seluruh Puskesmas. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 447.882 atau setara 20,09% warga telah memanfaatkan layanan ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan CKG. Hingga minggu pertama Mei 2026, angka capaian CKG di Kabupaten Sidoarjo dilaporkan telah berjalan sesuai jalur (on the track) yang ditargetkan.

Berdasarkan data terbaru, realisasi CKG di Kabupaten Sidoarjo telah menyentuh angka 20,09 persen atau secara absolut telah menjangkau 447.882 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Laksime Yuantina, M.Kes, menyatakan optimisme yang tinggi terhadap tren kenaikan ini. Pihaknya membidik target kabupaten sebesar 52 persen (1.170.594 orang), yang mana angka ini berada di atas target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 46 persen (1.025.737 orang).

"Melihat tren kenaikan capaian tiap minggunya yang stabil di angka 1,5 hingga 2 persen, kami sangat optimis pada minggu keempat Mei nanti capaian kita akan melampaui target bulanan sebesar 23,4 persen," ujar Laksime Yuantina saat memberikan keterangan resmi 18 Mei 2026.

Rincian capaian berdasarkan siklus hidup, jika dibedah berdasarkan kelompok usia atau siklus hidup, terdapat beberapa sektor yang menunjukkan performa impresif, sementara beberapa sektor lainnya terus dipacu:

Bayi Baru Lahir (BBL): Menjadi penyumbang capaian tertinggi dengan realisasi mencapai 53,12 persen dari target 75 persen. Balita mengikuti di posisi berikutnya dengan capaian 36,52 persen dari target 60 persen.

Untuk lansia saat ini berada di angka 23,33 persen dari target 60 persen, anak usia sekolah, masih berada di angka 19,95 persen dari target 50 persen. Usia Dewasa: Berada di angka 16,42 persen dari target 50 persen.

Strategi akselerasi di tahun ajaran baru dan kolaborasi puluhan Klinik. Menanggapi masih rendahnya angka pada kelompok anak sekolah dan usia dewasa, Laksime menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus.

Untuk kelompok Anak Usia Sekolah, Dinkes Sidoarjo sengaja menahan akselerasi karena momentumnya disesuaikan dengan kalender pendidikan.

"Untuk anak sekolah memang belum terlalu banyak karena pelaksanaan serentak baru akan kita lakukan pada Juli mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru," jelasnya.

Sementara itu, untuk mendongkrak capaian kelompok usia dewasa dan lansia yang masih menantang, Dinkes Sidoarjo meluncurkan strategi kolaborasi masif dengan fasilitas kesehatan swasta.

"Usia dewasa dan lansia akan terus kita upayakan naik seiring dengan kolaborasi CKG yang kita lakukan bersama klinik-klinik di wilayah kerja Puskesmas. Hingga saat ini, sudah ada 76 klinik yang aktif melakukan CKG dengan sasaran dewasa dan lansia. Kita bergerak bersama untuk Sidoarjo yang lebih sehat," pungkas Laksime.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, sangat mendukung dan menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai inisiatif layanan preventif dan promotif bagi warga Sidoarjo.

Beliau mewajibkan seluruh elemen pemerintah daerah hingga lembaga pendidikan untuk turut menyukseskan program ini. Berikut adalah poin-poin arahan dan implementasi kebijakan Bupati Subandi terkait CKG di Sidoarjo:

  1. Kebijakan dan Surat Edaran (SE) BupatiBupati Subandi telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/6374/438.5.2/2025 yang menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga instansi pendidikan dan keagamaan untuk mendorong keberhasilan pelaksanaan cek kesehatan gratis di wilayah Sidoarjo.
  2. Sasaran Utama ProgramLayanan CKG ini menyasar berbagai kelompok masyarakat guna deteksi dini penyakit, yang meliputi:Anak Sekolah: Menyasar ratusan ribu siswa (dari tingkat SD hingga SMA) sejalan dengan program nasional.

Masyarakat Umum: Diberikan secara khusus sebagai "kado ulang tahun" gratis bagi warga yang berulang tahun di bulan-bulan tertentu, ibu hamil, balita, dan masyarakat umum di puskesmas maupun saat kegiatan Car Free Day.

  1. Jenis Layanan yang DiberikanLayanan ini dapat diakses secara gratis di seluruh Puskesmas di Sidoarjo. Skrining dasar yang dilakukan meliputi:Pemeriksaan tekanan darah dan antropometriCek gula darah dan risiko jantungFungsi ginjal, deteksi dini kanker serviks, Tuberkulosis (TBC), dan kesehatan jiwa.
  2. Instruksi Layanan LanjutanDalam berbagai kesempatan inspeksi (termasuk kampanye Sidoarjo bebas TBC), Bupati Subandi menekankan bahwa gerakan CKG ini harus berkelanjutan dan proaktif, sehingga seluruh puskesmas diinstruksikan selalu siap menyediakan fasilitas dan tenaga medis yang optimal untuk menjangkau masyarakat secara luas.

Sebagai salah satu penyangga utama perekonomian Jawa Timur dengan jumlah penduduk yang kini menembus angka dua juta jiwa, Sidoarjo dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana memastikan gerak roda ekonomi yang masif berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup manusianya.

Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sidoarjo menempatkan sektor kesehatan bukan sekadar sebagai program pendukung, melainkan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Di bawah komitmen kepemimpinan daerah, arah kebijakan tahun 2026 secara tegas mengintegrasikan keunggulan SDM dengan pemerataan akses layanan medis yang inklusif.

Setelah fasilitas Kesehatan dibangunkan, dukungan Pemkab Sidoarjo terhadap Kesehatan masyarakatnya. Dibuktikan melalui program Universal Health Coverage (UHC) layanan berobat gratis cukup dengan KTP.

Cakupan UHC di Kabupaten Sidoarjo sudah tembus di angka 99,7 persen. Artinya sudah hampir sempurna program yang diluncurkan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan jaminan layanan kesehatan tersebut.

Dengan capaian kepesertaan yang nyaris menyentuh angka 100 persen itu, Kabupaten Sidoarjo masih mampu mempertahankan status UHC Prioritas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Program JKN di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, capaian UHC Prioritas tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama lintas sektor.

“UHC ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo agar semuanya mendapatkan jaminan kesehatan. Kami berkomitmen menjaga capaian ini dan harus dibarengi kualitas layanan yang baik agar masyarakat semakin puas,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi mempertahankan bahkan meningkatkan capaian UHC hingga 100 persen. Dengan begitu, seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat memperoleh perlindungan kesehatan secara menyeluruh.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib, standar minimal UHC Prioritas yakni cakupan kepesertaan sebesar 98 persen dengan tingkat peserta aktif minimal 80 persen. Saat ini, Kabupaten Sidoarjo telah melampaui target tersebut.

“Cakupan UHC Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai sekitar dua juta jiwa atau sekira 99,77 persen. Sedangkan tingkat keaktifan peserta mencapai 1,7 juta jiwa atau sekitar 81,93 persen. Angka ini sudah masuk kategori UHC Prioritas,” katanya.

Capaian tersebut, disebutnya, tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta berbagai pihak yang terus berkolaborasi menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bahkan, pihaknya menargetkan cakupan dan tingkat keaktifan peserta dapat mencapai 100 persen.

Dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta, BPJS Kesehatan Sidoarjo juga menjalankan Program Sinergi Rekrutmen Reaktivasi Peserta JKN Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (Srikandi). Program tersebut dinilai efektif membantu peserta nonaktif agar kembali mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan.

“Program Srikandi ini dapat dikolaborasikan dengan Program Donasi JKN yang saat ini sedang kami canangkan. Donasi bisa dilakukan perorangan, badan usaha maupun badan hukum untuk membantu peserta PBPU dan BP yang memiliki tunggakan iuran,” jelas Munaqib.

Selain itu, terdapat pula Program Petakan, Sisir Advokasi dan Registrasi (Pesiar) yang menyasar masyarakat belum terdaftar sebagai peserta JKN. Program tersebut dijalankan melalui agen PESIAR yang tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Sidoarjo.

“Agen PESIAR memiliki peran penting dalam meningkatkan cakupan UHC dan tingkat keaktifan peserta,” imbuhnya. (ADV)

 

 

 

Visitors : 1769383