Sidoarjo, cakrawala.co – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, terus menggenjot capaian Cakupan Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di seluruh Puskesmas. Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 447.882 atau setara 20,09% warga telah memanfaatkan layanan ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo terus menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan CKG. Hingga minggu pertama Mei 2026, angka capaian CKG di Kabupaten Sidoarjo dilaporkan telah berjalan sesuai jalur (on the track) yang ditargetkan.
Berdasarkan data terbaru, realisasi CKG di
Kabupaten Sidoarjo telah menyentuh angka 20,09 persen atau secara absolut telah
menjangkau 447.882 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Laksime
Yuantina, M.Kes, menyatakan optimisme yang tinggi terhadap tren
kenaikan ini. Pihaknya membidik target kabupaten sebesar 52 persen (1.170.594
orang), yang mana angka ini berada di atas target Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) yaitu 46 persen (1.025.737 orang).
"Melihat tren kenaikan capaian tiap
minggunya yang stabil di angka 1,5 hingga 2 persen, kami sangat optimis pada
minggu keempat Mei nanti capaian kita akan melampaui target bulanan sebesar
23,4 persen," ujar Laksime Yuantina saat memberikan keterangan resmi 18
Mei 2026.
Rincian capaian berdasarkan siklus hidup,
jika dibedah berdasarkan kelompok usia atau siklus hidup, terdapat beberapa
sektor yang menunjukkan performa impresif, sementara beberapa sektor lainnya
terus dipacu:
Bayi Baru Lahir (BBL): Menjadi penyumbang
capaian tertinggi dengan realisasi mencapai 53,12 persen dari target 75 persen.
Balita mengikuti di posisi berikutnya dengan capaian 36,52 persen dari target
60 persen.
Untuk lansia saat ini berada di angka 23,33
persen dari target 60 persen, anak usia sekolah, masih berada di angka 19,95
persen dari target 50 persen. Usia Dewasa: Berada di angka 16,42 persen dari
target 50 persen.
Strategi akselerasi di tahun ajaran baru dan
kolaborasi puluhan Klinik. Menanggapi masih rendahnya angka pada kelompok anak
sekolah dan usia dewasa, Laksime menjelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan
strategi khusus.
Untuk kelompok Anak Usia Sekolah, Dinkes
Sidoarjo sengaja menahan akselerasi karena momentumnya disesuaikan dengan
kalender pendidikan.
"Untuk anak sekolah memang belum
terlalu banyak karena pelaksanaan serentak baru akan kita lakukan pada Juli
mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru," jelasnya.
Sementara itu, untuk mendongkrak capaian
kelompok usia dewasa dan lansia yang masih menantang, Dinkes Sidoarjo
meluncurkan strategi kolaborasi masif dengan fasilitas kesehatan swasta.
"Usia dewasa dan lansia akan terus kita
upayakan naik seiring dengan kolaborasi CKG yang kita lakukan bersama
klinik-klinik di wilayah kerja Puskesmas. Hingga saat ini, sudah ada 76 klinik
yang aktif melakukan CKG dengan sasaran dewasa dan lansia. Kita bergerak
bersama untuk Sidoarjo yang lebih sehat," pungkas Laksime.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi,
sangat mendukung dan menggenjot pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG)
atau Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai inisiatif layanan preventif dan
promotif bagi warga Sidoarjo.
Beliau mewajibkan seluruh elemen pemerintah
daerah hingga lembaga pendidikan untuk turut menyukseskan program ini. Berikut
adalah poin-poin arahan dan implementasi kebijakan Bupati Subandi terkait CKG
di Sidoarjo:
Masyarakat Umum: Diberikan secara khusus
sebagai "kado ulang tahun" gratis bagi warga yang berulang tahun di
bulan-bulan tertentu, ibu hamil, balita, dan masyarakat umum di puskesmas
maupun saat kegiatan Car Free Day.
Sebagai salah satu penyangga utama
perekonomian Jawa Timur dengan jumlah penduduk yang kini menembus angka dua
juta jiwa, Sidoarjo dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana memastikan gerak
roda ekonomi yang masif berjalan selaras dengan peningkatan kualitas hidup
manusianya.
Menjawab tantangan tersebut, Pemkab Sidoarjo
menempatkan sektor kesehatan bukan sekadar sebagai program pendukung, melainkan
sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Di bawah komitmen kepemimpinan
daerah, arah kebijakan tahun 2026 secara tegas mengintegrasikan keunggulan SDM
dengan pemerataan akses layanan medis yang inklusif.
Setelah fasilitas Kesehatan dibangunkan,
dukungan Pemkab Sidoarjo terhadap Kesehatan masyarakatnya. Dibuktikan melalui
program Universal Health Coverage (UHC) layanan berobat gratis cukup dengan KTP.
Cakupan UHC di Kabupaten Sidoarjo sudah
tembus di angka 99,7 persen. Artinya sudah hampir sempurna program yang
diluncurkan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan jaminan layanan
kesehatan tersebut.
Dengan capaian kepesertaan yang nyaris
menyentuh angka 100 persen itu, Kabupaten Sidoarjo masih mampu mempertahankan
status UHC Prioritas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny
Apridawati, mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan
Program JKN di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, capaian UHC Prioritas tidak akan
terwujud tanpa adanya kerja sama lintas sektor.
“UHC ini untuk seluruh masyarakat Kabupaten
Sidoarjo agar semuanya mendapatkan jaminan kesehatan. Kami berkomitmen menjaga
capaian ini dan harus dibarengi kualitas layanan yang baik agar masyarakat
semakin puas,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan
untuk terus bersinergi mempertahankan bahkan meningkatkan capaian UHC hingga 100
persen. Dengan begitu, seluruh masyarakat Kabupaten Sidoarjo dapat memperoleh
perlindungan kesehatan secara menyeluruh.
Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang
Sidoarjo, Munaqib, standar minimal UHC Prioritas yakni cakupan kepesertaan
sebesar 98 persen dengan tingkat peserta aktif minimal 80 persen. Saat ini,
Kabupaten Sidoarjo telah melampaui target tersebut.
“Cakupan UHC Kabupaten Sidoarjo saat ini
mencapai sekitar dua juta jiwa atau sekira 99,77 persen. Sedangkan tingkat
keaktifan peserta mencapai 1,7 juta jiwa atau sekitar 81,93 persen. Angka ini
sudah masuk kategori UHC Prioritas,” katanya.
Capaian tersebut, disebutnya, tidak lepas
dari sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta berbagai pihak
yang terus berkolaborasi menjaga keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN). Bahkan, pihaknya menargetkan cakupan dan tingkat keaktifan
peserta dapat mencapai 100 persen.
Dalam upaya meningkatkan keaktifan peserta,
BPJS Kesehatan Sidoarjo juga menjalankan Program Sinergi Rekrutmen Reaktivasi
Peserta JKN Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (Srikandi). Program
tersebut dinilai efektif membantu peserta nonaktif agar kembali mendapatkan
perlindungan jaminan kesehatan.
“Program Srikandi ini dapat dikolaborasikan
dengan Program Donasi JKN yang saat ini sedang kami canangkan. Donasi bisa
dilakukan perorangan, badan usaha maupun badan hukum untuk membantu peserta
PBPU dan BP yang memiliki tunggakan iuran,” jelas Munaqib.
Selain itu, terdapat pula Program Petakan,
Sisir Advokasi dan Registrasi (Pesiar) yang menyasar masyarakat belum terdaftar
sebagai peserta JKN. Program tersebut dijalankan melalui agen PESIAR yang
tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Sidoarjo.
“Agen PESIAR memiliki peran penting dalam
meningkatkan cakupan UHC dan tingkat keaktifan peserta,” imbuhnya. (ADV)
Visitors : 1768294