KOMINFO, Sidoarjo – Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan akan menerapkan sanksi hingga mutasi pejabat bagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak mampu mencapai target kinerja, langkah ini menyusul tren penurunan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Sidoarjo dalam beberapa tahun terakhir.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Subandi dalam kegiatan Penyerahan Perjanjian Kinerja Kepala Perangkat Daerah Tahun 2026 dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang digelar pada Selasa (27/1/2026) di Pendopo Delta Wibawa.
Subandi menyampaikan bahwa SAKIP merupakan instrumen utama dalam mengukur keberhasilan maupun kegagalan kinerja perangkat daerah, camat, hingga perangkat desa. Menurutnya, SAKIP menjadi bagian penting dalam siklus sistem pemerintahan yang mencerminkan komitmen pimpinan dan seluruh jajaran terhadap pencapaian target pembangunan daerah.
“Keberhasilan atau kegagalan kinerja sangat ditentukan oleh keseriusan perangkat daerah dan camat dalam menjalankan target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Berdasarkan data evaluasi, nilai SAKIP Kabupaten Sidoarjo menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2019 nilai SAKIP berada di angka 77,26, meningkat menjadi 78,38 pada 2020, kemudian 78,97 pada 2021, dan relatif stagnan di angka 78,96 pada 2022. Namun pada 2023 turun menjadi 77,50, kembali menurun di 2024 sebesar 75,64, hingga mencapai 71,16 pada Triwulan II Tahun 2025.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh melemahnya empat komponen utama SAKIP, yakni perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan evaluasi internal. Selain itu, komitmen terhadap budaya kinerja dan orientasi hasil dinilai masih rendah, strategi pencapaian sasaran cenderung bersifat rutin dan kurang inovatif, serta kompetensi tenaga perencana dan admin SAKIP yang masih perlu ditingkatkan.
Menanggapi kondisi tersebut, Subandi akan melakukan evaluasi kinerja OPD setiap enam bulan. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak terdapat peningkatan kinerja, maka akan dilakukan mutasi atau pergantian pejabat.
“Enam bulan tidak baik, kita ganti. Ini bentuk keseriusan agar kinerja benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat Sidoarjo,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan anggaran harus dilakukan secara optimal dan tepat sasaran sebagai langkah awal dalam menyiapkan strategi pembangunan yang terarah. Menurutnya, kinerja yang dijalankan dengan ikhlas, aman, nyaman, dan kondusif akan berbanding lurus dengan peningkatan nilai SAKIP serta kualitas pelayanan publik.
Subandi juga mengingatkan pentingnya harmonisasi dan kerja sama internal antar OPD. Ia menyampaikan bahwa pimpinan daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, namun tanggung jawab teknis tetap berada pada masing-masing OPD.
“Ayo berlomba-lomba membenahi OPD. Pelayanan harus semakin baik, karena kinerja kita adalah untuk melayani Sidoarjo,” katanya.
Untuk mendukung perbaikan kinerja, staf ahli Bupati akan dilibatkan secara aktif dalam memberikan kajian dan pendampingan. Langkah ini termasuk mengidentifikasi penyebab rendahnya nilai SAKIP serta menyusun rekomendasi perbaikan yang konkret.
Dari data evaluasi, sejumlah OPD juga mendapat perhatian khusus, di antaranya Dinas Perhubungan terkait pengelolaan parkir dan sektor pendukung lainnya, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang diminta mengoptimalkan pemanfaatan dashboard retribusi agar seluruh pendapatan daerah dapat dipantau secara real time.
Selain itu, Subandi juga memberikan atensi pada penegakan ketertiban umum. Satpol PP diminta lebih tegas dan berani dalam menjalankan tugas, termasuk penertiban pedagang kaki lima (PKL), khususnya pada kegiatan Car Free Day (CFD) mendatang. Ia menegaskan bahwa pada pukul 09.00 WIB PKL sudah harus mulai dibubarkan dan maksimal pukul 10.00 WIB area harus bersih, termasuk penertiban PKL di ruas-ruas jalan.
“Internal harus saling bekerja sama dengan baik dan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Kita ini sedang bersama-sama membangun Sidoarjo lebih baik lagi,” ujarnya. (Dew)
Visitors : 931487