KOMINFO, Sidoarjo-10/09/2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo
berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah upaya efisiensi
anggaran yang berlanjut pada tahun 2026 ini. Melalui Dinas Koperasi dan Usaha
Mikro Sidoarjo, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat itu dilakukan
melalui penguatan UMKM khususnya pada sektor Usaha Mikro di wilayah Kabupaten
Sidoarjo.
Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mochammad Hudori di ruang kerja Kepala Dinas
Koperasi dan Usaha Mikro, Ia menyampaikan upaya yang dilakukan adalah dengan
mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia serta berfokus pada
implementasi kegiatan yang tepat sasaran guna memberikan dampak positif bagi
pelaku Usaha Mikro.
Langkah tersebut mencakup penyelenggaraan pelatihan dan
pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memfasilitasi
akses permodalan, memperluas jangkauan pemasaran, mengurus legalitas usaha,
mendorong digitalisasi, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu,
kolaborasi dan sinergi juga dijalin dengan berbagai pemangku kepentingan, baik
dari internal pemerintah daerah (Kecamatan/Desa/Kelurahan) maupun eksternal
pemerintah daerah (pihak swasta).
Dalam rangka mengoptimalkan efisiensi anggaran guna menjaga
keberlangsungan program pendampingan dan pemberdayaan UMKM, Dinas Koperasi dan
Usaha Mikro mengimplementasikan strategi pendampingan yang terarah serta
mekanisme seleksi peserta yang lebih efisien.
"Selain itu melalui digitalisasi dan kolaborasi antar
berbagai pihak guna mendukung kelancaran kegiatan dan pencapaian target kinerja
dinas, dalam rangka menunjang pendampingan, narasumber pelatihan diberikan
tugas tambahan berupa pendampingan dan pemantauan kemajuan pelaksanaan kegiatan
sebagai bentuk tindak lanjut,"katanya
Hudori juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memiliki
14 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Dinas Koperasi dan Usaha
Mikro mengampu 3 dari 14 program tersebut yaitu 100.000 lapangan kerja baru,
20.000 UMKM naik kelas dan 2.000 Renovasi Warung Rakyat.
Untuk 100.000 lapangan kerja baru melalui pelaksanakan
pelatihan berkelanjutan yang nantinya akan membentuk wirausaha baru dan
memberikan manfaat langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.
Sedangkan untuk 20.000 UMKM naik kelas melalui pelaksanaan pelatihan dan
pendampingan terhadap legalitas usaha, peningkatan kapasitas SDM, akses
permodalan, perluasan pemasaran dan peningkatan kualitas produknya. Dan hal ini
memberikan dampak langsung terhadap
peningkatan omset dan peluang untuk memperluas usaha, kemudian ada 2.000
renovasi warung rakyat serta bimbingan teknis untuk manajemen pemilik warung.
"Beberapa program diatas yang bisa memberikan dampak
langusng pada peningkatan ekonomi masyarakat"ucapnya
Ia juga menambahkan sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi
antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggandeng perbankan dengan program
digitalisasi pembayaran dan administrasi untuk akses pembayaran. Untuk
digitalisasi pembayaran bersama dengan Bank Jatim dalam bentuk Qris, selain itu dinasnya juga menerbitkan surat
rekomendasi usaha mikro untuk pengajuan pinjaman ke BPR Delta Artha.
Jumlah usaha mikro yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha
Mikro hingga saat ini mencapai 153.459 UM, yang terdaftar dalam situs web
DitakopUM. Dampak efisiensi anggaran ini secara langsung dirasakan oleh para
pelaku usaha mikro.
"Kebijakan efisiensi ini mengharuskan beberapa program
untuk menyesuaikan kembali pelaksanaan kegiatan, baik dari segi jumlah
kegiatan, frekuensi pelaksanaan, metode pelaksanaan, maupun pembatasan jumlah
peserta pelatihan yang difasilitasi secara langsung,"pungkasnya.yu
Visitors : 2174760