Ke Berita

Pemkab Sidoarjo Berupaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di Tengah Efisiensi Anggaran

10 Sep 2026 | Sri Rahayu Dilihat : 71

KOMINFO, Sidoarjo-10/09/2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah upaya efisiensi anggaran yang berlanjut pada tahun 2026 ini. Melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat itu dilakukan melalui penguatan UMKM khususnya pada sektor Usaha Mikro di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

 

Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, Mochammad Hudori di ruang kerja Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Ia menyampaikan upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia serta berfokus pada implementasi kegiatan yang tepat sasaran guna memberikan dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro.

 

Langkah tersebut mencakup penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha, memfasilitasi akses permodalan, memperluas jangkauan pemasaran, mengurus legalitas usaha, mendorong digitalisasi, serta meningkatkan kualitas produk. Selain itu, kolaborasi dan sinergi juga dijalin dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari internal pemerintah daerah (Kecamatan/Desa/Kelurahan) maupun eksternal pemerintah daerah (pihak swasta).

 

Dalam rangka mengoptimalkan efisiensi anggaran guna menjaga keberlangsungan program pendampingan dan pemberdayaan UMKM, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengimplementasikan strategi pendampingan yang terarah serta mekanisme seleksi peserta yang lebih efisien.

 

"Selain itu melalui digitalisasi dan kolaborasi antar berbagai pihak guna mendukung kelancaran kegiatan dan pencapaian target kinerja dinas, dalam rangka menunjang pendampingan, narasumber pelatihan diberikan tugas tambahan berupa pendampingan dan pemantauan kemajuan pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk tindak lanjut,"katanya

 

Hudori juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memiliki 14 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengampu 3 dari 14 program tersebut yaitu 100.000 lapangan kerja baru, 20.000 UMKM naik kelas dan 2.000 Renovasi Warung Rakyat.

 

Untuk 100.000 lapangan kerja baru melalui pelaksanakan pelatihan berkelanjutan yang nantinya akan membentuk wirausaha baru dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. Sedangkan untuk 20.000 UMKM naik kelas melalui pelaksanaan pelatihan dan pendampingan terhadap legalitas usaha, peningkatan kapasitas SDM, akses permodalan, perluasan pemasaran dan peningkatan kualitas produknya. Dan hal ini memberikan  dampak langsung terhadap peningkatan omset dan peluang untuk memperluas usaha, kemudian ada 2.000 renovasi warung rakyat serta bimbingan teknis untuk manajemen pemilik warung.

 

"Beberapa program diatas yang bisa memberikan dampak langusng pada peningkatan ekonomi masyarakat"ucapnya

 

Ia juga menambahkan sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antara Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menggandeng perbankan dengan program digitalisasi pembayaran dan administrasi untuk akses pembayaran. Untuk digitalisasi pembayaran bersama dengan Bank Jatim  dalam bentuk Qris,  selain itu dinasnya juga menerbitkan surat rekomendasi usaha mikro untuk pengajuan pinjaman ke BPR Delta Artha.

 

 

Jumlah usaha mikro yang dibina oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro hingga saat ini mencapai 153.459 UM, yang terdaftar dalam situs web DitakopUM. Dampak efisiensi anggaran ini secara langsung dirasakan oleh para pelaku usaha mikro.

 

"Kebijakan efisiensi ini mengharuskan beberapa program untuk menyesuaikan kembali pelaksanaan kegiatan, baik dari segi jumlah kegiatan, frekuensi pelaksanaan, metode pelaksanaan, maupun pembatasan jumlah peserta pelatihan yang difasilitasi secara langsung,"pungkasnya.yu

Visitors : 2174760