Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat layanan kegawatdaruratan medis bagi masyarakat melalui Public Safety Center (PSC) 119. Layanan di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo itu beroperasi selama 24 jam penuh dan dapat diakses masyarakat secara gratis untuk penanganan darurat.
Bupati Sidoarjo Subandi memberikan dukungan penuh
terhadap penguatan layanan PSC 119 sebagai garda terdepan penanganan
kegawatdaruratan. Kecepatan respons dan kemudahan akses layanan kesehatan
darurat menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo pun terus
mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat semakin mengenal fungsi PSC 119 dan
memahami penanganan awal saat menghadapi situasi darurat.
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten
Sidoarjo dr. Danang Abdul Ghani mengatakan edukasi dilakukan menyasar berbagai
lapisan masyarakat.
"PSC 119 melakukan sosialisasi ke kader-kader
kesehatan, masyarakat umum, juga anak sekolah dalam penanganan kegawatdaruratan
bagi anak sekolah, penyebaran leaflet, dan memasang stiker pada ambulans PSC
119 dan ambulans jejaring," kata Danang, Rabu (27/5/2026).
Data Dinkes Sidoarjo menunjukkan kasus kecelakaan
lalu lintas menjadi layanan yang paling banyak ditangani PSC 119. Sepanjang
Januari hingga Mei, tercatat ada 542 kasus atau sekitar 47 persen dari total layanan.
Sementara di posisi kedua terdapat kasus penurunan kesadaran sebanyak 225 kasus
atau sekitar 19 persen.
Dua kategori tersebut mendominasi layanan PSC 119.
Kondisi ini menegaskan peran PSC 119 sebagai garda terdepan dalam penanganan
trauma di jalan raya maupun kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan cepat.
Mayoritas panggilan yang masuk juga berasal dari
kategori darurat. Tercatat sebanyak 247 panggilan atau sekitar 56,3 persen
merupakan emergency call.
Sementara panggilan non-kategori mencapai 141
panggilan atau sekitar 32,1 persen. Panggilan ini umumnya berupa salah sambung,
panggilan yang terputus sebelum teridentifikasi, hingga permintaan informasi
umum di luar layanan medis.
Adapun panggilan non-emergency tercatat 51
panggilan atau 11,6 persen.
"Hal itu seperti permintaan ambulans jenazah,
informasi ketersediaan kamar RS tanpa kondisi kritis, atau layanan rujukan
biasa). Ini adalah hal yang baik karena menunjukkan jalur darurat tidak terlalu
terbebani oleh kasus-kasus non-kritis," jelas dr. Danang.
Dengan dukungan Pemkab Sidoarjo dan penguatan
sosialisasi yang terus dilakukan, PSC 119 diharapkan semakin dekat dengan
masyarakat dan menjadi layanan cepat tanggap yang dapat diandalkan kapan pun
dibutuhkan.
Dinkes Sidoarjo pun mengimbau agar masyarakat tak
ragu memanfaatkan layanan ini jika berada dalam kondisi darurat.
"Public Safety Center (PSC) 119 gratis, tidak
dipungut biaya," pungkasnya. (ega/ega)
Baca artikel detiknews, "Public Safety Center
119 Sidoarjo Siaga 24 Jam Layani Warga Gratis" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8507674/public-safety-center-119-sidoarjo-siaga-24-jam-layani-warga-gratis.
Visitors : 1839139