Ke Berita

Pemkab Sidoarjo Genjot Investasi, Triwulan I 2026 Capai Rp 3,77 Triliun

4 Jun 2026 | Author's name Dilihat : 38

Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat iklim investasi daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Sidoarjo Subandi, berbagai langkah dilakukan agar investasi di Kota Delta tetap tumbuh sekaligus memberi kepastian bagi pelaku usaha. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo, realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp 3,77 triliun dari target tahun ini yang sebesar Rp 15,7 triliun.


Kontributor terbesar berasal dari sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran senilai Rp 716,12 miliar. Disusul industri logam dasar dan barang logam bukan mesin Rp 675,22 miliar, industri makanan Rp 637,13 miliar, industri karet dan plastik Rp 416,73 miliar, serta industri kertas dan percetakan Rp 396,46 miliar.


Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo Ridho Prasetyo mengatakan, capaian itu didorong melalui strategi jemput bola kepada para pelaku usaha.


"Jadi kami melakukan jemput bola ke pelaku usaha-usaha untuk pendampingan pelaporan investasinya supaya satu datanya valid, yang kedua juga pelaporannya betul. Sehingga catatan realisasi investasi kami itu akhirnya valid semua," kata Ridho, Selasa (2/6/2026).


Pendampingan itu dilakukan intensif pada masa pelaporan setiap triwulan. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga aktif memfasilitasi berbagai kendala yang dihadapi investor, seperti terkait persoalan perizinan hingga koordinasi dengan dinas teknis.


"Kalau pelaku usaha ini juga kami fasilitasi kalau mereka punya kendala. Jadi kami tidak berhenti jika ada pelaku usaha yang izinnya terkendala atau butuh fasilitasi koordinasi dengan dinas teknis dalam proses izinnya, itu kami fasilitasi," bebernya.


Ridho menjelaskan, dukungan terhadap investasi juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Sidoarjo Subandi. Pemantauan dilakukan rutin untuk memastikan hambatan di lapangan bisa segera diselesaikan.


"Jadi memang dipantau bagaimana kondisi-kondisi, kendala-kendala yang dihadapi pelaku usaha itu seperti apa. Terus apakah pendampingannya sudah dilaksanakan sampai dengan selesai. Itu rutin," jelasnya.


Tak hanya itu, DPMPTSP juga berkoordinasi dengan lintas OPD terkait, seperti Dinas P2CKTR hingga BPN untuk memetakan pelaku usaha yang sudah memiliki izin, termasuk fasilitasi dan koordinasi terkait sejumlah persoalan perizinan.


Pendekatan kolaboratif juga diterapkan untuk pelaku usaha mikro di tingkat kecamatan dan desa. Pemkab menghadirkan layanan jemput bola kolaborasi yang mencakup pendampingan perizinan, PIRT, sertifikasi halal, merek dagang hingga akses perbankan.


"Jadi ketika ada usaha mikro yang membutuhkan itu, kami melakukan sosialisasi atau jemput bola pelayanan di kecamatan. Sudah satu paket di situ," terang Ridho.


Di tingkat regional, Pemkab Sidoarjo juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Timur dan BKPM agar pelaporan maupun pengawasan investasi berjalan sinkron. Kolaborasi ini penting, mengingat Sidoarjo menjadi salah satu daerah industri penopang realisasi investasi di Jawa Timur bersama Gresik dan Pasuruan.


Melalui pendampingan yang konsisten, kemudahan layanan, hingga dukungan langsung dari Bupati Subandi, Pemkab Sidoarjo optimistis target investasi Rp 15,7 triliun pada 2026 dapat tercapai.
(anl/ega)


Baca artikel detiknews, "Pemkab Sidoarjo Genjot Investasi, Triwulan I 2026 Capai Rp 3,77 Triliun" selengkapnya
https://news.detik.com/berita/d-8514332/pemkab-sidoarjo-genjot-investasi-triwulan-i-2026-capai-rp-3-77-triliun.


Visitors : 1836204