Ke Berita

Kemacetan Simpang Gedangan Sidoarjo Siap Diurai, Proyek Flyover Masuk Tahap Realisasi

29 May 2026 | Author's name Dilihat : 37

JATIM.SUARAMERDEKA.COM - Rencana pembangunan flyover di Simpang Empat Gedangan, Sidoarjo mulai memasuki tahap pembebasan lahan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pemerintah kecamatan dan desa kini mempercepat proses administrasi dengan skema “ganti untung” bagi warga terdampak.

Camat Gedangan, Asmara Hadi, menegaskan pemerintah tidak hanya menghitung nilai tanah dan bangunan, tetapi juga memperhatikan dampak ekonomi warga, termasuk biaya relokasi usaha.

“Bukan lagi ganti rugi, tetapi keuntungan dengan harga yang pantas. Warga yang memiliki usaha juga diperhitungkan biaya relokasi dan kebutuhan mencari tempat baru,” ujarnya, Jumat 22 Mei 2026.

Menurutnya, mayoritas warga mendukung proyek flyover tersebut. Saat sosialisasi berlangsung, masyarakat lebih banyak menanyakan tahapan administrasi dan proses appraisal dibanding menyampaikan penolakan.


Pemerintah Kecamatan Gedangan juga menyiapkan layanan administrasi terpadu untuk membantu kelengkapan dokumen warga terdampak, mulai surat ahli waris hingga legalitas kepemilikan tanah.

Flyover Gedangan ditargetkan mulai dibangun pada 2027 setelah proses pembebasan lahan rampung sebelum akhir 2026. Jalur flyover direncanakan membentang dari sisi selatan Monumen Gedangan hingga mendekati akses kawasan Puri Surya.

“Kalau lalu lintas lancar, dampaknya besar. Waktu tempuh lebih efisien, konsumsi BBM berkurang, kecelakaan menurun, dan ekonomi masyarakat ikut bergerak,” tambah Asmara.


Di sisi lain, Kepala Desa Gedangan, Saiful Asis, menyebut warga sudah lama menantikan proyek tersebut.

“Warga sangat antusias karena flyover ini memang sudah lama dinunggu,” ucap Saiful.

Dukungan serupa disampaikan warga Gedangan yang berharap proyek segera terealisasi untuk mengurai kemacetan harian di kawasan simpang empat.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Subandi memastikan proyek flyover menjadi prioritas pembangunan daerah dan telah mendapat dukungan pemerintah pusat.

“Kami pastikan masyarakat tidak dirugikan. Semua diganti sesuai penilaian appraisal tertinggi tanpa makelar,” tegasnya.

Dukungan terhadap proyek flyover juga datang dari masyarakat. Faisol (48), warga Gedangan, mengungkapkan bahwa rencana pembangunan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak 2018, namun sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Dulu sempat disurvei tim dari ITB dan direncanakan mulai 2019, tapi tertunda karena pandemi,” katanya.

Menurutnya, warga kini berharap proyek tersebut benar-benar terealisasi agar kemacetan harian di simpang Gedangan bisa segera terurai.

“Warga mendukung penuh. Kami sudah jenuh macet setiap hari di perempatan Gedangan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Gafur (50), warga lainnya, yang menilai pembangunan flyover akan memberi dampak besar terhadap kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.


“Kalau jalan lancar tentu ekonomi juga ikut bergerak lebih baik. Yang penting proses ganti untung berjalan adil dan transparan,” pungkasnya.***

Sumber :

https://jatim.suaramerdeka.com/jatim/108817160641/kemacetan-simpang-gedangan-sidoarjo-siap-diurai-proyek-flyover-masuk-tahap-realisasi

Visitors : 1811183