Sidoarjo, Wartakotadelta.com– Di sudut sederhana Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, senyum lega terlihat dari wajah Suwarni saat mendengar kabar anaknya dinyatakan sebagai penerima Beasiswa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tahun 2026. Bagi ibu rumah tangga yang sehari-hari berjualan makanan kecil di warung sederhana itu, bantuan pendidikan tersebut bukan sekadar bantuan biaya sekolah, melainkan harapan baru untuk masa depan anaknya.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan
berat oleh sebagian masyarakat, program beasiswa dari Pemerintah Kabupaten
Sidoarjo hadir membawa angin segar bagi ribuan keluarga. Tahun 2026 ini, Pemkab
Sidoarjo menyiapkan sebanyak 4.000 beasiswa pendidikan bagi siswa dan mahasiswa
berprestasi maupun keluarga kurang mampu.
Program tersebut menjadi bukti nyata komitmen
pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi generasi
muda Sidoarjo agar tetap dapat melanjutkan sekolah tanpa harus terbebani
persoalan biaya.
Bagi Suwarni, bantuan itu terasa sangat berarti.
Ia mengaku selama ini hanya mengandalkan penghasilan dari warung makanan kecil
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anaknya,
Risky Wahyu Pradana, siswa kelas 6 SDN Penambangan.
Meski hidup sebagai seorang janda, Suwarni
selalu berusaha menanamkan semangat belajar kepada anaknya. Ia berharap
pendidikan bisa menjadi jalan bagi Risky untuk mengubah masa depan keluarga
mereka.
“Saya sangat bersyukur dan senang sekali anak saya mendapatkan bantuan beasiswa ini. Semoga bisa membantu pendidikan anak saya sampai nanti melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya,” ujar Suwarni, Selasa (19/5/2026).
Dengan mata berkaca-kaca, ia juga menyampaikan
terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Desa
Penambangan yang telah membantu mengakomodasi warganya agar bisa mendapatkan
bantuan pendidikan tersebut.
“Terima kasih Pak Bupati dan Pak Kepala Desa
karena sudah membantu anak saya mendapatkan beasiswa,” tuturnya.
Di balik bantuan itu, tersimpan mimpi besar
seorang anak desa bernama Risky Wahyu Pradana. Bocah yang gemar bermain sepak
bola itu mengaku kini semakin semangat belajar setelah mendapatkan bantuan
beasiswa dari Pemkab Sidoarjo.
Dengan polos dan penuh keyakinan, Risky
mengatakan dirinya bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI saat dewasa nanti.
Baginya, pendidikan menjadi langkah awal untuk bisa menggapai impian tersebut.
“Nanti kalau sudah besar saya ingin jadi
tentara,” ucap Risky sambil tersenyum malu.
Bantuan beasiswa yang diterimanya membuat Risky
merasa lebih percaya diri untuk terus sekolah dan mengejar cita-cita. Ia juga
mengaku senang karena dapat membantu meringankan beban orang tuanya.
“Terima kasih Pak Bupati dan Pak Kepala Desa
sudah membantu keluarga saya,” katanya.
Kisah keluarga Suwarni menjadi satu dari ribuan
cerita harapan yang lahir melalui program Beasiswa Pemkab Sidoarjo tahun 2026.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memang menjadikan sektor pendidikan sebagai salah
satu prioritas pembangunan daerah.
Seleksi penerima beasiswa telah dilakukan
setelah proses pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 28 Februari 2026 lalu.
Nama-nama penerima diumumkan melalui laman resmi Pemkab Sidoarjo berdasarkan
Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/251/438.1.1.3/2026.
Tahun ini, total 4.000 penerima manfaat mendapatkan bantuan pendidikan dengan rincian 1.500 siswa yatim jenjang SD hingga SMP sederajat, 1.000 siswa SMA dan mahasiswa yatim kurang mampu, 1.000 mahasiswa kategori prestasi akademik dan nonakademik, serta 500 mahasiswa bidang keagamaan.
Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan program
tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh
anak di Kabupaten Sidoarjo memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan
pendidikan yang layak.
Menurutnya, beasiswa tidak hanya dimaknai
sebagai bantuan finansial, tetapi juga investasi jangka panjang untuk
menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan.
“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari
Pendidikan Nasional kemarin, saya telah menandatangani SK penerima Beasiswa
Pemkab Sidoarjo tahun 2026. Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung mimpi
anak-anak hebat di Sidoarjo,” ujarnya.
Ia berharap seluruh penerima beasiswa dapat
memanfaatkan bantuan tersebut dengan sungguh-sungguh serta terus meningkatkan
prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
“Semoga bantuan ini menjadi penyemangat belajar
dan membawa keberkahan bagi masa depan mereka. Terus berprestasi dan ikut
membangun Sidoarjo yang lebih maju,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Penambangan, Helmy
Firmansyah, menilai program beasiswa tersebut sangat membantu masyarakat,
terutama keluarga kurang mampu yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan
anak-anak mereka.
Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu kunci
utama untuk memutus rantai kemiskinan di tengah masyarakat. Karena itu, program
seperti ini dinilai sangat menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
“Kami sangat mengapresiasi program beasiswa dari
Pemkab Sidoarjo ini karena benar-benar membantu masyarakat. Program ini bisa
mengawal pendidikan anak-anak agar tetap terus sekolah dan melanjutkan
pendidikan mereka,” ujarnya.
Helmy juga berharap program beasiswa tersebut
dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak
anak-anak di Kabupaten Sidoarjo yang dapat menggapai cita-citanya tanpa harus
terkendala biaya pendidikan.
Bagi keluarga seperti Suwarni dan Risky, bantuan
itu mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya, ada harapan besar yang
perlahan tumbuh. Harapan seorang ibu agar anaknya tetap sekolah. Harapan
seorang anak desa untuk mengenakan seragam TNI suatu hari nanti. Dan harapan
bahwa pendidikan masih menjadi jalan paling penting untuk mengubah masa
depan.(ADV)
Visitors : 1768709