KOMINFO, Sidoarjo - Kenaikan harga pangan pokok seringkali terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional/HBKN. Pemkab Sidoarjo mengantisipasi fenomena tersebut dengan rencana Gerakan Pangan Murah/GPM. Penjualan kebutuhan pokok bersubsidi akan dilakukan. Pemkab Sidoarjo berharap harga kebutuhan pangan pokok selama bulan Ramadhan tetap stabil.
Pagi tadi, Tim Pengendali Inflasi Daerah/TPID Kabupaten Sidoarjo menggelar High Level Meeting/HLM menghadapi HBKN dan inflasi menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Kamis, (12/2). HLM digelar di pendopo Delta Wibawa. Berbagai instansi pemerintah hadir. Selain instansi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, juga hadir Perum Bulog Cabang Surabaya, BPS Sidoarjo, anggota DPRD Sidoarjo, Kejari Sidoarjo serta Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo. Pihak Bank Indonesia/BI juga turut hadir. Bupati Sidoarjo H. Subandi memimpin langsung pertemuan penting tersebut.
Bupati H. Subandi meminta seluruh pihak untuk menjaga inflasi di Kabupaten Sidoarjo. Upaya menjaga stabilisasi harga pangan pokok menjelang bulan Ramadhan dimintanya. Ia berharap harga kebutuhan pangan pokok menjelang bulan Ramadhan tetap stabil. Tidak terjadi kenaikan yang akan memberatkan masyarakat untuk membelinya.
“Nanti kita mengadakan Gerakan Pangan Murah, dari Bulog dengan penjualan beras SPHP, teman-teman DPRD Sidoarjo juga gitu, memanfaatkan masa resesnya untuk menggelar kegiatan penjualan Sembako murah, saya yakin dengan kebersamaan seperti ini, inshaalloh harga-harga yang biasanya naik ini bisa kita tekan,”ucapnya.
Bupati H. Subandi juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo untuk kembali melakukan operasi pasar murah penjualan beras SPHP. Ia juga meminta seluruh OPD Sidoarjo mendukung penyaluran beras SPHP. Begitu pula dengan Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo yang dimintanya kembali melakukan penjualan beras SPHP kepada masyarakat.
“Pak Bulog tolong dibantu biar beras SPHP dapat dirasakan masyarakat Sidoarjo,”pintanya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Eni Rustianingsih mengatakan instansinya akan melakukan berbagai upaya menghadapi inflasi menjelang HBKN. Selain engadakan Gerakan Pangan Murah, dirinya juga akan membentuk kios pangan. Selain itu Satgas Pangan akan dioptimalkan untuk melakukan pemantauan stok dan harga beras di retaill modern maupun pasar tradisional. Untuk menjaga stok ketersediaan beras di Sidoarjo, dirinya juga akan membuat MoU antara BUMDes dengan Lembaga Penggilingan Gabah/LPG. MoU tersebut mengharuskan BUMDes membeli gabah petani.
“Kita juga membuat surat edaran bupati kepada para petani untuk tunda jual sebanyak 10 persen dari hasil pertaniannya, terutama petani yang mendapatkan bantuan bibit, pupuk dan Alsintan, dengan cara itu petani tidak merasakan dampak inflasi jika terjadi,”ucapnya.
Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan upaya pengendalian harga dan ketersedian bahan pokok juga akan dilakukannya. Salah satunya dengan melakukan operasi pasar dan pasar murah. Ia akan melaksanakan empat kegiatan pendistribusian bahan pokok murah sampai bulan Maret besok. Salah satunya distribusi minyak goreng merk Minyak Kita di tiga pasar tradisional.
"Distribusi Minyak Kita akan lakukan di pasar-pasar besar seperti Pasar Larangan, Pasar Porong dan Pasar Krian," ucapnya.
Widiyantoro juga menyampaikan beberapa bahan pangan pokok saat ini mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi/HET. Diantaranya beras premium dan medium, minyak goreng Minyak Kita serta cabe rawit merah. Untuk harga rata-rata pasar di bulan Februari ini, HET beras premium Rp. 14.900 menjadi Rp. 15.326 per kg. Sedangkan HET beras medium Rp. 13.500 menjadi Rp. 13.785. Sedangkan pada minyak goreng Minyak Kita, HET dipatok Rp. 15.700 perliter menjadi Rp. 16.916 untuk kemasan pouch dan Rp. 17.172 kemasan botol. Cabe rawit merah sendiri mengalami kenaikan yang cukup besar. Dari HET Rp. 40.000 sampai Rp. 57.000 menjadi Rp. 76.810.
"Khusus beras medium, kami sudah membuat edaran kepada kecamatan yang dilanjutkan kepada desa-desa agar beras medium tidak dijual lebih dari Rp. 13.500," ucapnya.
Namun secara keseluruhan lanjut Widiyantoro, harga rata-rata pasar untuk bahan pangan pokok di bulan Februari ini banyak mengalami penurunan dari HET. Seperti yang terjadi pada harga gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi serta cabe merah besar keriting.
"Untuk Sembako yang lain fluktuatif, naik turun, khususnya harga gula turun," ucapnya. Git/mas
Visitors : 951509