Ke Berita

Candi Pamotan: Jejak Majapahit yang Tersembunyi di Tengah Kampung Sidoarjo

29 Jan 2026 | Author's name Dilihat : 25

Sidoarjo, 29 Januari 2026

Antara Sejarah, Identitas Lokal, dan Potensi Wisata Budaya

Di tengah hiruk-pikuk pemukiman Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berdiri dua reruntuhan batu bata merah yang tampak sederhana, namun menyimpan jejak penting dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Situs ini dikenal sebagai Candi Pamotan I dan Candi Pamotan II — bagian dari sejarah awal peninggalan peradaban Hindu-Buddha di Jawa Timur yang kerap terlupakan. 


Ket foto: Candi Pamotan I


Jejak Arkeologi: Apa Itu Candi Pamotan?

Candi Pamotan bukan monumen besar seperti Borobudur atau Prambanan, melainkan dua struktur candi kecil yang kini sebagian besar telah runtuh. Candi Pamotan I memiliki ukuran sekitar 4,8 × 4,8 meter dengan sisa dinding dan fondasi batu bata merah, sementara Candi Pamotan II sedikit lebih kecil dan dalam kondisi lebih rusak, bahkan terdapat arca tanpa kepala di atasnya. 

Dua bangunan ini hanya menyisakan tumpukan batu bata merah, kolam-kolam yang meninggi saat musim hujan, dan dikelilingi vegetasi serta alang-alang — pemandangan yang mungkin tampak sederhana, bahkan biasa, tapi justru itulah yang menyimpan cerita panjang masa lalu. 


Ket. Foto: Candi Pamotan II


Kapan dan Siapa yang Membangun Candi Pamotan?

Ini bagian sejarah yang paling menarik sekaligus paling tidak pasti:

Karena tidak ditemukan prasasti, naskah, atau dokumen sejarah tertulis tentang Candi Pamotan, para peneliti sulit sekali menetapkan tahun pembangunan atau nama raja yang memerintahkan pembangunannya. 

Namun, dari gaya arsitektur yang tersisa — terutama penggunaan batu bata merah yang menjadi ciri khas candi-candi di Jawa Timur — para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Candi Pamotan berasal dari era Kerajaan Majapahit (abad ke-13 hingga ke-15). Gaya bata merah juga ditemui di banyak situs lain di Sidoarjo dan sekitarnya, seperti Candi Pari dan Candi Sumur, yang merupakan bagian dari kompleks candi Majapahit di Porong. 

Kerajaan Majapahit sendiri merupakan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Didirikan oleh Raden Wijaya pada akhir abad ke-13, kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Meskipun Candi Pamotan tidak dikaitkan langsung dengan nama raja tertentu, keberadaannya kental dengan periode sejarah ini. 


Ket. Foto: Plakat Masuk Candi Pamotan 


Fungsi dan Makna Sosial Budaya

Berbeda dengan candi besar yang jelas berfungsi sebagai tempat ibadah atau pusat ritual keagamaan, interpretasi tentang fungsi Candi Pamotan berasal dari cerita lisan dan kajian lokal:

Tempat Penampungan atau Transaksi Padi

Menurut warga sekitar, Pamotan dulunya merupakan tempat strategis bagi agraris di wilayah tersebut untuk menyimpan padi atau hasil bumi sebelum dikirim ke pusat kekuasaan Majapahit. Sepanjang sejarah Jawa kuno, wilayah Porong dikenal sebagai lahan subur penghasil padi. 

Istilah “Pamotan” sendiri konon berasal dari kata pamuatan — yakni kegiatan memuat hasil panen. Meski ini belum terbukti secara ilmiah atau tercatat dalam dokumen sejarah klasik, cerita ini tetap menjadi bagian dari identitas lokal yang hidup dari generasi ke generasi. 


Kondisi Saat Ini dan Tantangan Pelestarian

Dua candi dari Pamotan kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan:

Banyak bagian tubuh bangunan yang sudah runtuh

Struktur candi tertutup lumut, sering terendam air hujan

Tidak ada atap atau ukiran yang masih berdiri utuh

Situs tersembunyi di area kampung yang belum memiliki akses wisata formal 

Kondisi ini membuat banyak orang yang tidak menyadari keberadaan Candi Pamotan, bahkan warga lokal pun sering mengira situs itu hanya sekadar “tumpukan bata tua”. 

Namun sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah telah menetapkan Candi Pamotan sebagai struktur cagar budaya tingkat kabupaten. Ada upaya pelestarian dan peningkatan fungsi edukatif melalui kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, sekolah-sekolah, serta komunitas sejarah. 


Ket. Foto: Candi Pamotan II


Candi Pamotan dalam Peta Warisan Majapahit

Meski kecil, Candi Pamotan tetap bagian dari jaringan peninggalan Majapahit yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo. Menurut catatan sumber sejarah budaya, sejumlah candi di wilayah Porong — termasuk Candi Pari, Candi Sumur, serta dua Candi Pamotan — menegaskan betapa daerah ini pernah menjadi pusat kegiatan monumental pada masa lalu. 


Peluang dan Arah Pengembangan Wisata Budaya

Bukan hanya sekadar batu bata tua, Candi Pamotan punya potensi menjadi destinasi wisata sejarah dan edukatif:

Menjadi saksi akulturasi budaya Hindu-Buddha Nusantara

Tempat pembelajaran tentang teknik bangunan kuno

Dapat dikembangkan sebagai bagian dari rute wisata sejarah Majapahit di Sidoarjo

Bisa menjadi tempat pelayanan edukasi sekolah dan tur sejarah masyarakat 

Dengan pendekatan yang mencakup pelestarian, penataan kawasan, pelibatan masyarakat lokal, serta edukasi digital, Candi Pamotan dapat menjadi ikon kekayaan budaya yang hidup berdampingan dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan kenyamanan warga setempat. 


Kesimpulan: Jejak Masa Lalu yang Belum Selesai Diceritakan

Candi Pamotan adalah contoh nyata bagaimana sebuah situs kecil pun bisa menjadi gerbang masuk ke masa lalu besar peradaban Indonesia. Walau tidak tersohor, kondisinya yang sederhana justru membuat situs ini unik secara arkeologis dan menarik secara historis.

Tidak ada informasi pasti tentang siapa raja yang membangunnya atau tahun pembangunannya, tetapi ciri arsitektur bata merah jelas mengaitkannya dengan era Kerajaan Majapahit, sebuah periode sejarah yang menjadi simbol kejayaan Nusantara. (irw/Diskominfo)



Sumber Data dan Rujukan Utama

Kompas: Sejarah Candi Pamotan di Sidoarjo — ciri arsitektur Majapahit dan kesulitan penentuan sejarah pasti. 

Dinas Pariwisata Sidoarjo (2025) — cagar budaya dan pengembangan wisata. 

Perintis.co.id — deskripsi fisik dua candi dan keadaan situs. 

IndoZone Feature — catatan ukuran, kondisi, dan sejarah penemuan objek. 

Kompas: daftar candi Majapahit termasuk Pamotan.

Visitors : 931496