Kembali

Berita

Desa Kalanganyar Perkuat Identitas Ekowisata Bahari dan Kampung Iwak melalui KKN Internasional Tiga Negara UPN “Veteran” Jawa Timur

Desa Kalanganyar Perkuat Identitas Ekowisata Bahari dan Kampung Iwak melalui KKN Internasional Tiga Negara UPN “Veteran” Jawa Timur

30 Oct 2026 | dwi affuwu
Dilihat: 122 kali

KOMINFO, Sidoarjo – Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, memiliki potensi ekonomi pesisir yang ditopang sektor perikanan, pengolahan hasil laut, kuliner, dan wisata berbasis masyarakat. Potensi tersebut membentuk rantai ekonomi terintegrasi, mulai dari tambak dan pemancingan, pemasaran hasil perikanan, pengolahan bandeng, hingga kuliner pesisir. Keterpaduan ini menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat identitas Ekowisata Bahari dan Kampung Iwak.


Potensi tersebut menjadi fokus pemetaan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Khusus Kolaborasi Internasional yang melibatkan mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, dan Universidade Dili (Undil) Timor-Leste. Melalui eksplorasi kawasan pesisir, mahasiswa mengidentifikasi keterhubungan aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar perumusan gagasan pengembangan desa.


Kepala Desa Kalanganyar, Muhammad Fathoni, menyampaikan bahwa sektor perikanan, pengolahan bandeng, dan wisata pesisir merupakan potensi unggulan yang dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan turut memperluas pengenalan potensi desa serta menghadirkan gagasan pengembangan produk lokal dan wisata pesisir.


Salah satu potensi unggulan tersebut adalah Kampung Cabut Duri (KUCARI), yang mengolah bandeng tanpa duri sebagai produk bernilai tambah. Pengembangannya dapat diperkuat melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, identitas merek, dan pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar serta mendukung pertumbuhan UMKM setempat.


Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN UPN “Veteran” Jawa Timur, Dr. Zainal Abidin Achmad, menjelaskan bahwa KKN internasional menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali potensi lokal dan memahami aktivitas ekonomi masyarakat secara langsung.


“Melalui KKN internasional ini, kami ingin mendorong pemetaan potensi Desa Kalanganyar agar dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Keterpaduan sektor perikanan, produk olahan, dan wisata pesisir diharapkan mampu memperkuat UMKM serta mendorong pengembangan ekonomi desa secara berkelanjutan,” jelas Zainal.


Pengembangan ekonomi pesisir juga perlu diimbangi dengan pelestarian lingkungan, terutama melalui penjagaan kualitas air, kebersihan kawasan, dan pengelolaan limbah. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak.


Melalui kolaborasi ini, pemetaan potensi perikanan, UMKM, kuliner, dan wisata pesisir diharapkan menjadi pijakan pengembangan Kampung Iwak dan Ekowisata Bahari. Dengan pengelolaan terarah dan berwawasan lingkungan, potensi lokal Desa Kalanganyar dapat membuka peluang usaha, memperluas pemasaran produk, serta memperkuat perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. (naw/sav/lai)

Visitors : 2364890