Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Wawasan Kebangsaan , Ciptakan Damai Di Tengah Perbedaan
Dilihat
257
Penulis:
2014-09-01 03:39:04


HUMASPROTOKOL, Sidoarjo - Pluralitas atau keberagaman suku, agama dan kelompok harus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar. Hal itu diungkapkan, Kabid Integrasi Bangsa Bakesbangpol, Drs. Didik Triwahyudi, M. SI pada Sosialisasi Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Badan Kesbangpol), di Hotel Royal Tretes View, Jum’at (29/8).

Menurut Yusuf, mewakili Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo menyatakan bahwa saat ini diperlukan upaya bersama untuk menghilangkan kesenjangan dan menjembatani perbedaan. Dengan kondisi masyarakat yang majemuk, kita harus menciptakan keserasian sehingga kedamaian dan ketentraman dapat terwujud. Untuk menjadi daerah yang maju, kita harus menjaga kedamaian , kata Didik.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M. Hum, mengatakan bahwa heteroginitas bisa menjadi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu Pemda telah membentuk Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Kabupaten Sidoarjo. Pemerintah melalui Badan Kesbangpol  bertanggung jawab untuk memfasilitasi pembauran kebangsaan. Kita harus peka terhadap kebutuhan tiap-tiap suku, agama dan kelompok-kelompok masyarakat. Ke depan, kita harus mengutamakan perdamaian dalam perbedaan. Peran dari seluruh golongan masyarakat diperlukan untuk mencegah konflik,   jelas Bupati Sidoarjo disela membuka kegiatan yang berlangsung selama empat hari mulai tgl 28 – 31 agustus.

Ketua Panitia Kegiatan, Didik, dalam laporannya mengungkapkan bahwa maksud kegiatan ini adalah untuk menciptakan iklim kondusif yang memungkinkan adanya perubahan sikap agar menerima kemajemukan masyarakat dalam wadah NKRI.

Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini menghadirkan dari unsur TNI AD sebagai pemateri. Selain itu, Badan Kesbangpol juga menghadirkan dari unsur akademisi. Kegiatan ini dihadiri peserta yang berjumlah sekitar 50 orang, yang meliputi tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita dan beberapa organisasi masyarakat. (humas/irw).