Dukung Ketahanan Pangan, Ratusan Anggota PKK Dilatih Bercocok Tanam Hidroponik

hidro2.jpg

KOMINFO, Sidoarjo – TP-PKK Kabupaten Sidoarjo latih anggotanya bercocok tanam sistem hidroponik. Pelatihan hidroponik digelar kantor Kecamatan Porong, Jumat (30/9). Ada sebanyak 140 anggota TP-PKK Desa yang berada di Kecamatan Porong yang ikut pelatihan. Pelatihan yang dibuka langsung oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sa'adah Ahmad Muhdlor tersebut untuk mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo.

Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Hj. Sa'adah Ahmad Muhdlor mengatakan ketahanan pangan dapat diwujudkan sendiri oleh masyarakat. Banyak cara untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Salah satunya dengan menanam tumbuhan sistem hidroponik. Sistem hidroponik dipilih karena memiliki kelebihan. Diantaranya dapat dilakukan di lahan sempit dan tanpa mengunakan media tanah dalam bercocok tanam.

hidro3.jpg

"Sudah saatnya masyarakat membiasakan membuat ketahanan sendiri di rumah, bisa melalui hidroponik ini," pesannya.

Dikatakan Hj. Sa'adah Ahmad Muhdlor bahwa situasi global saat ini tidak menentu. Peperangan antara Rusia dengan Ukraina banyak mempengaruhi perekonomian dunia. Barang Migas harganya melambung. Hal tersebut berdampak pada kenaikan barang-barang pokok lainnya. Oleh karenanya Ketua TP-PKK Sidoarjo yang akrab dipanggil Ning Sasha itu meminta anggotanya membuat ketahanan pangan keluarga. Langkah seperti ini menjadi solusi mencegah pengeluaran belanja yang berlebih. Semisal tidak perlu lagi membeli sayur karena sudah menanamnya sendiri.

hidro4.jpg

"Menanam sayur sendiri secara hidroponik akan sangat bermanfaat untuk mengurangi pengeluaran belanja," ucapnya.

Ning Sasha berharap menanam sayur secara hidroponik dapat terus dilakukan. Selain itu dapat ditularkan ke warga lingkungannya. Ia melihat peluang ekonomi dengan menanam sayur hidroponik. Ia yakin bila ditekuni sebagai bisnis akan menghasilkan pundi-pundi uang. Pasalnya banyak kelebihan dari sayur hidroponik. Selain selalu fresh, juga sangat sehat karena tidak menggunakan pestisida. Karena itulah sayuran hidroponik terbilang mahal bila dijual.

hidro1.jpg

"Monggo tetangga kanan kirinya diajari, mari kita mensupport ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo," sampainya.

Ning Sasha mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan program Kurma (Kelompok Usaha Perempuan Mandiri) jika nantinya ingin menekuni hidroponik sebagai bisnis. Oleh karenanya ia meminta anggotanya untuk serius dalam pelatihan kali ini. Ibu-ibu PKK desa diharapkan paham sejelas-jelasnya dalam menanam sayuran hidroponik. Menurutnya menanam sayuran hidroponik mudah namun butuh ketelatenan.

"Kalau ibu-ibu menekuni sayuran hidroponik ini sebagai bisnis, nanti bisa diajukan dalam program Kurma tahun depan," sampainya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pameran produk unggulan dari Kelompok Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) masyarakat Kecamatan Porong. Bermacam-macam produk ditampilkan. Mulai dari produk makanan dan minuman, sampai produk kerajinan seperti sepatu, tas maupun batik. Bahkan Ning Sasha menyempatkan membeli beberapa produk-produk tersebut. (Git/Kom)

Posted in "Berita"