Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Ibu-ibu Anggota PKK Sidoarjo Dibekali Pemahaman Tanggap Darurat Bencana
Dilihat
354
Penulis: Admin Website
06-04-2017




KOMINFO,Sidoarjo- Perempuan, anak-anak serta Lansia (Lanjut Usia) dan disabilitas adalah kelompok yang paling dominan menjadi korban saat bencana. Pasalnya mereka selalu di rumah dan sulit mendapatkan akses informasi saat bencana tiba. Hal tersebut di ungkapkan Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin dalam sambutannya membuka Sosialisasi Peningkatan Ketrampilan Perempuan Dalam Tanggap Darurat Bencana yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Rabu, (5/4).

 

Ia mengatakan kelompok perempuan dan anak-anak lebih banyak menjadi korban dari keganasan bencana. Disamping itu, penyandang cacat dan para Lansia sama sekali tidak mampu menyelamatkan diri saat bencana tiba. Oleh karena itu peran ibu-ibu sangat penting dalam mencegah banyaknya korban dari kelompok tersebut. Untuk itu ibu-ibu diharapkan paham tentang tanggap darurat bencana. Ibu-ibu diharapkan selalu siap dan sigap bila terjadi bencana. Melalui kegiatan seperti ini ia berharap, anggota TP-PKK mendapatkan bekal keterampilan dan pemahaman yang cukup tentang pencegahan, penanganan dan pemulihan pasca bencana.

 

Kedepan, istri dari Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH tersebut berharap peningkatan keterampilan berlanjut dengan pembentukan komunitas perempuan siaga bencana. Bila perlu komunitas tersebut dapat dibentuk di setiap desa bahkan sampai ke dusun. Komunitas tersebut diperlukan untuk berkoordinasi pra bencana maupun saat bencana datang serta pasca bencana. Wadah tersebut para perempuan dapat saling membagi pengalaman dan pengetahuan menyangkut siaga bencana sekaligus sebagai media  konsolidasi untuk mendiskusikan pentingnya memahami pengurangan resiko bencana.

 

“Komunitas ini juga dapat menjadi media “perempuan siaga bencana” untuk saling berdiskusi dan mencari solusi,”ucapnya.

 

Sementara itu Ketua Pokja Sosio Kultura dan Demografi-Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Dr. Hendro Wardhono, M.Si yang dihadirkan sebagai narasumber mengatakan bencana tidak mengenal waktu. Tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi bencana. Namun ada tanda-tanda yang dapat dilihat. Seperti tanda-tanda potensi terjadinya bencana tsunami.

 

Ia juga mengatakan perempuan menjadi korban terbanyak saat bencana melanda. Sekitar  80% korbannya adalah wanita. Seperti bencana tsunami di Aceh tahun 2004 silam. Ketidaktahuan akan tanda-tanda akan adanya bencana menjadi salah satu penyebabnya. Oleh karena itu pemahaman tentang tanggap darurat bencana perlu sampaikan.

 

Ia katakan siapapun berperan mencegah korban bencana dengan cara mengetahui tanda-tanda akan terjadinya bencana. Ibu-ibu menjadi faktor penting meminimalisir korban bencana. Pasalnya ibu-ibu lebih banyak di rumah dan keberadaannya hampir selalu ada di lingkungan sekitar wilayah bencana. Oleh karena ia menghimbau anggota PKK untuk membuat dasa wisma tanggap bencana. Melalui itu, ibu-ibu akan siap dan sigap bila terjadi bencana. (sigit/kominfo)