Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kabupaten Sidoarjo memperoleh Penghargaan ANUGERAH LITERASI PRIORITAS dari KEMENDIKBUD
Dilihat
151
Penulis: Admin Website
20-03-2017




KOMINFO,Sidoarjo – Satu persatu penghargaan diraih Kabupaten Sidoarjo di tahun 2017 ini. Bahkan di bulan  Maret ini, Kabupaten telah menerima dua penghargaan dari kementerian R.I. Kamis lalu, (2/3) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi R.I memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai Role Model Penyelenggaraan Pelayanaan Publik kategori “A”. Dan pagi tadi, Senin, (20/3), Kabupaten Sidoarjo meraih Anugerah Literasi Prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) R.I.

 

Anugerah Literasi Prioritas diterima langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I Muhadjir Effendy di Kantor Kemendikbud R.I Jakarta. Anugerah tersebut diberikan kepada Kabupaten Sidoarjo sebagai Kabupaten Literasi Mitra USAID PRIORITAS dengan Kategori Sangat Baik.

 

Diraihnya anugerah tersebut tidak terlepas dari upaya Kabupaten Sidoarjo dalam menggalakkan budaya membaca dan menulis kepada pelajar. Salah satunya kegiatan gerakan membaca menulis yang diikuti 80.000 siswa-siswi SMP, SMA/SMK se Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang dilakukan di Alun-alun Sidoarjo tahun 2016 lalu tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Gerakan tersebut selanjutnya diikuti oleh seluruh pelajar di sekolah masing-masing.

 

Dalam penerimaan Anugerah Literasi Prioritas tahun ini, Kabupaten Sidoarjo adalah salah satu dari sepuluh kabupaten/kota literasi di tanah air yang menyandang kategori “A”. 10 kabupaten/kota literasi kategori “A” diantaranya Kabupaten Sidoarjo, Serdang Bedagai, Lumajang, Bandung Barat, Sidenreng Rappang, Tasikmalaya, Blitar, Cimahi serta Kabupaten Maros dan Kabupaten Bireuen.

Menumbuhkan minat baca

Pangkal masalah utama adalah anak-anak Indonesia kurang memiliki minat membaca, tetapi minat menonton televisi tinggi. Rata-rata orang Indonesia melihat televisi dalam sehari selama 300 menit, padahal di negara maju rata-rata hanya 60 menit.Hasil penelitian internasional, Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2015 tentang kemampuan membaca siswa juga menyebutkan bahwa kemampuan membaca siswa di Indonesia menduduki urutan ke-69 dari 76 negara yang disurvei. Hasil itu lebih rendah dari Vietnam yang menduduki urutan ke-12 dari total negara yang disurvei.

 

Oleh karena pentingnya kemampuan tersebut dikuasai oleh siswa sejak awal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)  telah mengeluarkan peraturan tentang penumbuhan budi pekerti salah satunya tentang budaya membaca 15 menit di awal pembelajaran. Kemdikbud juga mengeluarkan buku induk dan buku saku tentang gerakan literasi sekolah. Dalam buku tersebut dengan jelas diberikan acuan bagaimana sekolah mengembangkan sebuah komunitas untuk membangun budaya literasi.

 

Penghargaan yang diterima Kabupaten Sidoarjo tentunya merupakan pemicu dan pemacu agar dunia pendidikan di Sidoarjo semakin maju dengan memasyarakatkan budaya baca, dimulai dari lingkup social paling kecil dan dilanjutkan ke sekolah-sekolah. (Sigit)