Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Program “Save Our Student” untuk Menekan Angka Kecelakaan
Dilihat
697
Penulis: Admin Website
14-03-2017




KOMINFO, Sidoarjo. Partner kerja dari elemen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Kepolisian (Forkopimda), orang tua dan masyarakat sangat diperlukan dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan di kalangan pelajar yang dikemas dalam Program "Save Our Student."

Rapat Koordinasi “Save Our Student” dilaksanakan(13/3) di Ruang Rapat Delta Graha Lantai 3 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perhubungan dan MTI Kabupaten Sidoarjo.

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH dalam pidatonya mengungkapkan dukungannya atas program ini, serta meminta pencegahan kecelakaan ini harus diselesaikan dari hulu sampai hilir. Dan meminta agar sosialisasi terus diupayakan tidak hanya sekolah unggulan di masing – masing kecamatan, namun juga di sekolah-sekolah pinggiran.

"Lalu lintas ini bisa menjadi tolak ukur kedisiplinan dan kesejahteraan masyarakat. Kedisiplinan dan kesejahteraan ini merupakan cerminan dari SDM-nya,"kata Cak Nur.

Untuk mensukseskan program ini, diperlukan kerjasama semua pihak terutama Dinas Perhubungan. Dinas perhubungan perlu melakukan pemetaan kembali sehingga angkutan umum bisa menjangkau sekolah – sekolah yang selama ini tidak terjangkau.

Dalam Rakor yang diikuti oleh Kepala Sekolah SMP dan SMA baik negeri maupun swasta se Kabupaten Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Muh. Anwar Nasir, untuk menggugah semangat birokrasi, Kepala Sekolah, lembaga terkait dan para orang tua siswa untuk melarang siswa atau putra putrinya yang belum mempunyai SIM/ masih berusia dibawah 17 tahun tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

Bagaimanapun juga pihak kepolisian telah melakukan sosialisasi ke sekolah – sekolah, kalau para pelajar yang masih belum mepunyai SIM masih melanggar tetap ditilang dan orang tua kita panggil untuk melakukan pembinaan dan menandatangani surat pernyataan. Hal ini merupakan upaya pencegahan bukan penindakan hukum.

Kalau kita tinjau data laka lantas yang melibatkan pelajar tahun 2016 sebanyak 356 kasus, dan diawal tahun 2017 hingga bulan Pebruari ini sudah sebanyak 68. Akankah kita tambah lagi jumlah pelajar yang menjadi korban laka lantas ini?

Jangan ditawar – tawar lagi untuk aturan melarang anak membawa motor ke sekolah. Siapa tahu anak – anak kita kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Karena ini adalah wujud sayang kita semua kepada mereka, jangan sampai mereka mati sia – sia dan tidak dapat mewujudkan cita – citanya. Mengingat, hampir semua kecelakaan yang melibatkan pelajar selama ini terjadi karena loss control / human error.

“Dan yang lebih penting lagi, mari kita biasakan anak – anak kita untuk taat asas dan taat hukum,” ajak Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir  S.I.K., dalam sambutannya.

Menurut Kapolresta Sidoarjo, sejauh ini masih ada sekolah yang belum berperan terhadap program ini. Dan untuk sekolah yang telah berhasil menertibkan siswanya untuk tidak membawa motor ke sekolah, Kapolresta Sidoarjo memberikan penghargaan, yakni SMPN 3 Candi, SMPN 1 Buduran dan SMP YPM Sukodono.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Mustain, M.Pd.I., dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen masyarakat, terutama yang hadir di tempat ini untuk menjadi pelopor dari program “Save Our Student”, dengan membangun penyadaran dan kedisiplinan dari rumah dan kelas.

Mari kita sepakat semua elemen untuk membentuk konstruksi pemikiran anak untuk tidak membawa motor di sekolah, serta kita pastikan di sekolah dan sekitar sekolah tidak menyediakan parkir untuk motor.

“Jika membangun penyadaran dirumah dan dikelas ini berhasil, polisi tidak akan repot,” jelas Mustain.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Drs. Rc. Asrofi, MM menganjurkan bagi semua pelajar yang jarak sekolahnya dekat untuk membawa sepeda, sementara yang jauh diantar. Sebenarnya pelajar membawa motor itu hanya trend saja yang akhirnya jadi minded.

Diakhir acara ditutup dengan penandatangan MoU untuk program “Save Our Student” yang dilakukan oleh Kapolres Sidoarjo, Wakil Bupati Sidoarjo, Ketua Komisi D, dan UPT Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

(Kominfo/en)