Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Gedung BPDASHL Brantas Sampean Diresmikan
Dilihat
723
Penulis: Admin Website
09-03-2017




KOMINFO,Sidoarjo- Gedung Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL)  Brantas Sampean yang berada di Jalan Mangundiprojo No. 1 Buduran-Sidoarjo diresmikan pemanfaatannya oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan R.I Dr. Ir. Hilman Nugroho MP pagi tadi, Rabu (8/3). Peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Sidoarjo H. SaifulIlah SH,M.Hum serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. Fadli Mulyono dan pejabat Sidoarjo.

 

 Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) gerakan penanaman pohon bersama masyarakat. MoU dilakukan Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung dengan ketua PWNU Jawa Timur, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur serta Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. MoU juga dilakukan Kepala BPDAS-HL  Brantas Sampean dengan Kepala Kantor Wilayah kementerian Agama  Propinsi Jawa Timur, kepala dinas pendidikan Propinsi Jawa Timur, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo dan kepala kantor Kementerian Agama Sidoarjo. Mou tersebut tindak lanjut dari nota kesepahaman serupa yang sudah dibuat di tingkat kementerian.

 

 

Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Hilman Nugroho mengatakan pembangunan gedung BPDAS-HL Brantas Sampean dibangun dari keinginannya untuk menjadikannya miniatur gedung manggala wana bhakti. Keberadaan gedung manggala wana bhakti di Jakarta yang telah berumur 30 tahun masih disegani dan dihormati. Ia katakan gedung BPDAS-HL Brantas Sampean didesain secara khusus dan dijadikan kantor UPT BPDAS-HL terbaik di Indonesia.

 

Hilman berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya.Ia meminta untuk mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga meminta kepada pegawai BPDAS-HL  Brantas Sampean untuk meningkatkan kinerjanya.

 

Dalam kesempatan tersebut Hilman menjelaskan DAS bukanlah daerah kiri kanan sungai. Tetapi DAS adalah seluruh wilayah daratan yang mempunyai fungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air hujan secara alami sampai ke danau maupun laut. Sedangkan DAS di Jawa Timur adalah Daerah Aliran Sungai Brantas. Ia katakan di Indonesia ada 17 ribu DAS. Yang kritis ada 118 DAS. Upaya perbaikan DAS terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memperbaiki lingkungan melalui gerakan penanaman pohon.

 

 

Untuk itu ia meminta kerjasama gerakan penanaman pohon yang sudah dilakukan dapat ditindak lanjuti oleh masyarakat. Ia berharap budaya menanam pohon sejak dini dapat tumbuh di masyarakat. Dengan begitu upaya perbaikan lingkungan dan kelestarian lingkungan dapat tercipta.

 

Bupati Sidoarjo H. SaifulIlah berharap gedung kantor BPDAS-HL  Brantas Sampean dapat dijadikan sarana pengembangan sekaligus penjaga DAS agar tidak terjadi banjir. Ia juga berharap kampanye penanaman pohon yang dilakukan akan menjaga kelestarian lingkungan teruatama daerah aliran sungai.

 

Sementara itu Kepala BPDAS-HL  Brantas Sampean Ir. Sigit Pudjosetyono M.Si mengatakan pembangunan balai dimulai dengan pengadaan tanah di tahun 2012. Selanjutnya pembangunan fisik gedung dilakukan secara bertahan. Di tahun 2014 dilakukan pembangunan struktur gedung. Sedangkan penyelesaian pembangunan secara keseluruhan dilakukan di tahun 2015. Ia berharap fasilitas gedung baru tersebut akan meningkatkan kinerja pegawai BPDAS-HL Brantas Sampean. (sigit/kominfo)