Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Anggota DPRD Sidoarjo Tampung Aspirasi Rakyat Melalui Perangkat Digital
Dilihat
148
Penulis: Bagian Humas & Protokol
24-12-2016




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Anggota DPRD Sidoarjo memiliki cara lain dalam menampung aspirasi masyarakat  Sidoarjo. Yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi. Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasinya dapat dilakukan melalui aplikasi “Mata Delta”. Aplikasi tersebut dapat didownload di playstrore pada HP android. Tadi malam, Jumat (23/12), aplikasi tersebut di launching oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum bersama Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan dan Forkopimda Sidoarjo seperti Kapolresta Sidoarjo AKBP. Muh. Anwar Nasir serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf. Andre Julian. Para anggota dewan serta kepala SKPD Sidoarjo hadir dalam launching Mata Delta yang dilakukan di Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo.

 

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah menyambut baik gagasan terwujudnya aplikasi “Mata Delta” tersebut. Diwujudkannya gagasan seperti itu demi memperlancar dan mensukseskan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo ini.

 

“Saya sangat bangga dan menyambut baik serta memberikan apresiasi yang tinggi, atas dilaunchingnya aplikasi Mata Delta ini,”ucapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut ia berharap  melalui aplikasi “Mata Delta” bisa menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah untuk membangun Kabupaten Sidoarjo yang lebih baik lagi. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui DPRD Kabupaten Sidoarjo  guna mencari solusi percepatan penanganan permasalahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo. Kedepan, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah berpesan untuk bekerja lebih keras lagi demi membenahi permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo

 

Ia juga mengatakan dilaunchingnya aplikasi tersebut adalah salah satu upaya meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Sidoarjo. Selain itu untuk mendukung terwujudnya Sidoarjo Smart City yang sekaligus juga mendukung program “ Satu SKPD Satu Inovasi” yang bisa diakses masyarakat melalui handphone android. 

 

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah juga mengatakan sudah saatnya teknologi informasi digunakan disemua sektor pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo. Melalui teknologi informasi dapat memberikan pelayanan publik yang maksimal dan cepat, guna mewujudkan Kabupaten Sidoarjo yang inovatif, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan.

 

Sementara itu Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan mengatakan gagasan membuat aplikasi “Mata Delta” sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun pada waktu itu biaya pembuatan yang ditawarkan perusahaan IT dari Jakarta sangat besar. Sekitar Rp. 1,7 milyar pembuatannya. Sehingga dari efisensi biaya, pembuatan aplikasi tersebut urung dilaksanakan.

 

Namun anggota DRPD Sidoarjo terus memikirkan terwujudnya aplikasi tersebut. Kemudian anggota DRPD Sidoarjo menggandeng perusahaan IT dari Surabaya untuk mewujudkan aplikasi tersebut. Nilai yang ditawarkan perusahaan IT dari Surabaya tersebut lebih rendah dari yang ditawarkan oleh perusahaan sebelumnnya. Sekitar Rp. 1,1 milyar. Namun Ketua DPRD Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Wawan tersebut masih menganggap belum tercapai efisiensi biaya. Dilain waktu tim IT DPRD Sidoarjo memberikan konsep aplikasi serta biaya pembuatannya yang berkisaran sama seperti yang ditawarkan oleh perusahaan IT Surabaya. Melihat hal itu ia dan para anggota dewan berani memaksakan terwujudnya pembuatan aplikasi tersebut.

 

Gus Wawan mengatakan pembuatan aplikasi seperti ini sudah tidak bisa ditawar lagi diera digital saat ini. Ia katakan perkembangan informasi teknologi saat ini harus diikuti dan dimanfaatkan. Informasi teknologi tersebut diharapkan dapat lebih mendekatkan para wakil rakyat dengan masyarakat. Melalui aplikasi “Mata Delta” diharapkan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya tanpa merasa malu bertemu dengan wakil rakyatnya.

 

“Dari 2 juta 400 penduduk Sidoarjo mungkin juga ada yang tidak kenal, mungkin juga ada yang tidak tahu nomer telponnya, mungkin ada yang sungkan menyampaikan hal-hal yang akan disampaikan atau merasa ribet harus datang kesini, harus kirim surat, harus audiensi, nah ini untuk mempercepat semuanya,”ujarnya. (humas/git)