Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Anggota DPR R.I Kunjungi Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidoarjo
Dilihat
386
Penulis: Bidang Informasi Publik
10-12-2016




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Kunjungan spesifik dilakukan oleh anggota DPR R.I dari Komisi X ke Kabupaten Sidoarjo, kemarin, Jumat (9/12). Mereka ingin melihat langsung keberadaan Kantor Perpustakaan Daerah dan Arsip Sidoarjo. Kedatangannya langsung ke Kantor Perpustakaan dan Arsip Sidoarjo kemarin siang disambut oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH serta Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Sidoarjo Drs. Sutjipto .  Rombongan dipimpin oleh ketua Komisi X DPR R.I M. Ridwan Hisyam.

 

Turun dari bus, rombongan para wakil rakyat tersebut langsung melihat-lihat kondisi perpustakaan milik daerah itu. Belum sempat masuk keruang baca perpustakaan, rombongan berhenti sejenak di meja pelayanan yang ditempatkan di pintu masuk perpustakan. Di samping meja pelayanan disediakan tiga buah unit komputer. Semua perangkat komputer yang disediakan terkoneksi dengan internet. Komputer tersebut digunakan untuk melakukan pendaftaran anggota baru perpustakaan via online.

 

Para pengunjung yang ingin mendapatkan kartu anggota perpustakaan daerah dapat memanfaatkan perangkat tersebut. Caranya dengan mengetik isian pendaftaran sebagai anggota baru perpustakaan. Setelah itu dilakukan akan muncul nomer keanggotaan di monitor komputer. Pengunjung diharapkan mencatat nomer keanggotaannya. Usai mendapatkan nomer keanggotaan, pengunjung langsung dipersilahkan untuk melakukan pemotretan. Pemotretan dilakukan untuk mencetak kartu tanda anggota perpustakaan yang langsung tercetak pada saat itu juga.

 

Usai ditempat tersebut mereka menuju ruang baca anak. Ruang tersebut juga digunakan untuk pemotretan kartu keanggotaan perpustakaan daerah. Dalam ruang baca anak tersebut dilengkapi dengan sarana permainan anak, internet dan ruang Laktasi atau ruang khusus bagi ibu menyusui. Puas melihat-lihat ruang baca anak, dalam kesempatan tersebut salah satu anggota DPR R.I Arzetti Bilbina  menyempatkan diri melakukan pemotretan pembuatan kartu tanda anggota perpustakaan.

 

Usai meninjau ruang baca anak, para anggota dewan pusat tersebut menuju ruang baca perpustakaan yang terdapat dilantai dua. Disitu mereka diperlihatkan sistem pengelolaan buku berbasis teknologi. Seperti kemudahan pencarian buku melalui komputer bagi pengunjung yang kebingungan mencari buku yang dimaksud. Pengunjung tinggal mengetik judul buku atau pengarang buku yang dimaksud kemudian komputer akan menampilkan buku yang dibutuhkan.

 

Teknologi lain pengelolaan buku yang digunakan perpustakaan daerah adalah pemindai barcode buku. Alat ini digunakan untuk mengantisipasi pencurian buku. Setiap pengunjung wajib melaporkan peminjaman buku kepada petugas. Kemudian petugas akan menscan barcode pada buku tersebut. Bila itu tidak dilakukan maka alat sensor yang ditempatkan di pintu masuk ruang perpustakaan akan berbunyi saat buku tersebut melewatinya. Melihat sedemikian penerapan pengelolaan perpustakaan yang dilakukan, ketua  komisi X takjub dengannya. Melihat penerapan itu juga, salah satu anggota DPR R.I penasaran untuk mencoba. Dan benar juga saat buku tersebut dibawa keluar tanpa discan barcode dahulu, sensor langsung berbunyi.

 

Usai takjub melihat penerapan pengelolaan perpustakaan yang dilakukan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidoarjo, selanjutnya dilakukan dialog bersama. Melalui dialog tersebut anggota DPR R.I ingin menampung saran dan  masukan dari pemerintah daerah terhadap pengelolaan perpustakaan didaerahnya.  Selain Wakil Bupati Sidoarjo serta pengurus perpustakaan daerah Sidoarjo, dalam dialog tersebut juga mengundang penggiat perpustakaan di Sidoarjo. Diantaranya kepala Desa Siwalan Panji dengan kampung sinaunya serta pemilik perpustakaan Bait Kata yang berada di Perumahan Larangan Mega Asri Desa Larangan Candi.

 

Dalam dialog tersebut ketua Komisi X DPR R.I M. Ridwan Hisyam mengatakan tujuan kunjungan spesifik tersebut untuk mendapatkan masukan berupa data-data faktual tentang pelaksanaan pembangunan perpustakaan di daerah. Melalui kunjungan tersebut ia juga ingin melihat langsung permasalahan perpustakaan  yang ada di daerah. Ia juga mengatakan program penguatan literasi melalui pembudayaan gemar membaca telah disetujui dan dianggarkan oleh Komisi X DPR R.I bersama  Perpustakaan Nasional. Program penguatan literasi tersebut dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti penggiatan perpustakaan komunitas, perpustakaan keagamaan, perpustakaan keliling, perpustakaan Lapas serta sosialisasi pembudayaan gemar membaca.

 

M. Ridwan mengatakan keberadaan perpustakaan sangatlah pe