Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Bupati Sidoarjo Resmikan Jalan Layang Akses Waru Sidoarjo - Masjid Al Akbar Surabaya
Dilihat
466
Penulis: Bidang Informasi Publik
26-08-2016




HUMASPROTOKOL, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memiliki jalan layang baru, yaitu Jalan Layang Ramp (JLR) 115. Jalan layang sepanjang 1,2 km dan lebar 10 meter itu menghubungkan kawasan Waru menuju bilangan Lingkarmas (Masjid Al Akbar Surabaya).

 

Kamis, 25/8/16 Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M. Hum meresmikan Jalan Layang Ramp (JLR) 115 sekaligus serah terima hibah dari PT. Surabaya Lingkarmas. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Sidoarjo, Sigit Setyawan, mengatakan jalan layang ini merupakan hibah dari PT Surabaya Lingkarmas (SL).

 

"PT SL mengajukan usulan mewujudkan jalan layang ini pada April 2015 lalu agar ada akses langsung dari Sidoarjo menuju Masjid Al Akbar dan kawasan Lingkar Mas tanpa harus melewati Jalan A Yani Surabaya. Kami menyambut baik usulan itu," kata Sigit di sela-sela Peresmian JLR 115.

 

Pembangunan dilakukan selama 10 bulan. Sigit menuturkan seluruh biaya yang berjumlah Rp 32 miliar itu sepenuhnya dari PT SL. Jalan ini dibangun dengan sistem cor yang diestimasi memiliki ketahanan hingga 20 tahun. "Sekarang jembatannya sudah bisa digunakan masyarakat," sambungnya.

 

Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH, M. Hum mengapresiasi dan menyambut baik hibah yang dilakukan PT SL. Menurutnya, peran serta pihak swasta dalam membangun Sidoarjo akan kembali dalam bentuk keuntungan yang lebih besar lagi. "Sidoarjo ini kota industri yang tingkat pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata angka nasional. PT SL membantu membuatkan infrastruktur, pasti modal tang dikeluarkan akan kembali menjadi keuntungan yang lebih besar," imbuh Abah Saiful.

 

Pimpinan PT SL, Hendra Suyanto, menyatakan pihaknya mengusulkan pembangunan jalan layang ini karena melihat kawasan Bundaran Waru yang tiap hari macet. Adanya jalan layang ini bisa menjadi alternatif para pengendara yang ingin ke arah Gunung Sahari tanpa harus melewari Jalan A Yani. Jalan layang ini langsung mengarah ke kawasan Lingkarmas dan Masjid Al Akbar. Dari sini, bisa menuju Gunung Sahari melalui daerah Ketintang.

 

"Kami ingin membantu mengurai kemacetan yang biasa terjadi saat jam sibuk," tandas Hendra. (humas/ir).