Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
BNN Kabupaten Sidoarjo Lakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba
Dilihat
690
Penulis: Bidang Informasi Publik
04-08-2016




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba, disingkat “Bangwawan”, dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo, kemarin, Selasa, (2/8). Kegiatan advokasi di lingkungan pendidikan dan kelompok masyarakat tersebut dilakukan di Hotel eDotel SMKN 1 Buduran.  Kegiatan tersebut diikuti 20 orang peserta dari UPTD Cabang Dinas Pendidikan Se-Kabupaten Sidoarjo serta dari PC GP Ansor Kabupaten Sidoarjo dan KNPI Kabupaten Sidoarjo.

 

Plt. Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Sidoarjo, Widiyati Diah K.W.,S.I.Kom mengatakan kegiatan tersebut untuk mewujudkan masyarakat Sidoarjo bebas narkoba. Salah satunya dilakukan melalui pembangunan wawasan anti narkoba seperti ini. Ia berharap penyalagunaan narkoba tidak terjadi di lingkungan pendidikan maupun kelompok masyarakat. Oleh sebab itu diharapkan kegiatan seperti ini akan dapat memberi dampak positif bagi pemberantasan narkoba. Untuk itu ia mengajak seluruh aparatur pemerintahan maupun kelompok masyarakat serta semua elemen ikut berperan aktif menyelamatkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

 

Drs. Moh Gufron,M.Mpd sebagai narasumber dari Dinas Pendidikan menyampaikan gambaran umum kondisi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sidoarjo. Menurutnya, narkoba saat ini sudah memasuki desa dan kelurahan. Bahkan ia sampaikan sasaran peredaran narkoba tidak hanya orang dewasa. Anak-anak SD sudah menjadi incaran peredaran gelap narkoba.

 

Untuk itu ia juga berharap peran aktif masyarakat khususnya peserta kegiatan dapat ditunjukkan dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan dan Penyalahgunaan, dan Peredaraan Gelap Nakoba [P4GN]. Salah satu cara yang bisa dilakukan melalui sosialisasi, edukasi serta pembentukan kelompok relawan anti penyalahgunaan narkotika. Hal tersebut diharapkan nantinya dapat dilakukan di wilayah kerja dan wilayah pelayanan masing-masing.

 

Kasubag Umum BNN Kabupaten Sidoarjo Hari Prianto, SE juga mengungkapkan hal senada. Ia sampaikan pemerintah sudah menetapkan kondisi darurat narkoba. Untuk itu upaya P4GN harus serius dilakukan. Peredaran dan penyalahgunaan narkoba mengancam masa depan bangsa, khususnya Kabupaten Sidoarjo. Untuk itu dibutuhkan semangat kepedulian dan komitmen yang kuat dari lingkungan pendidikan dan kelompok masyarakat, untuk bersama-sama membangun jaringan berwawasan anti narkoba. Caranya adalah dengan melakukan berbagai upaya dan kegiatan sebagai tindakan preventif,.

 

Sementara itu pada sesi diskusi, beberapa peserta dari UPTD Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Jabon  sepakat untuk membuat rencana tindaklanjut kegiatan kali ini. Seperti adanya penyertaan surat bebas narkoba bagi murid baru. Memaksimalkan sosialisasi dan edukasi dengan memanfaatkan kegiatan sekolah secara berkesinambungan. Melakukan test urine bagi murid, guru dan staff sekolah serta kelompok masyarakat.

 

Selain itu diharapkan lingkungan pendidikan mengawasi murid dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Serta membuat program dan anggaran kegiatan sosialisasi, edukasi dan pembentukan komunitas relawan anti narkoba. Disamping itu juga ada pembenahan sarana olahraga dan seni untuk memberikan ruang berkreasi bagi pemuda siswa-siswi. (BNNK Sidoarjo/humas sda/git)