Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kabupate Sidoarjo Canangkan Program Promotif Prefentif Deteksi Dini Kanker Leher Rahim IVA dan Papsmear
Dilihat
352
Penulis: Bidang Informasi Publik
01-08-2016




HUMASPROTOKOLSidoarjo-. Diawali dengan senam bersama di alun-alun Kabupate Sidoarjo pencanangan dan peresmian Program promotif prefentif deteksi dini kanker leher rahim IVA dan Papsmear yang diselenggarakan oleh BPJS kantor Cabang Sidoarjo, Jum’at 29/7 secara resmi diresmikan oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, SH. Dalam upaya mengoptimalisasikan fungsi promotiv dan preventif, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan organisasi solidaritas  Era (OASE). Kabinet kerja sama yang dipimpin Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kementerian Kesehatan dan BKKBN melaksanakan kegiatan pencanangan gerakan promotif preventif dengan dengan pemeriksaan IV dan papsmear. Kegiatan yang juga secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia tepat di 1.558 titik pelayanan pemeriksaan inspesi visual asam asetat (IVA) dan papsmear, dengan total target peserta sebanyak 27.000 untuk pemeriksaan IVA dan 10.275 untuk pemeriksaan papsmear.

 

Salah satunya adalah Program promotif preventif dari BPJS Kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mendeteksi resiko penyakit sejak dini. Kegiatan pemeriksaan IVA dan papsmear ini dilaksanakan untuk mengetahui ataupun mendeteksi adanya kanker leher rahim/kanker mulut rahim. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan juga penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.

 

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Sidoarjo  menerima kartu JKN-KIS dari Kepala Kantor BPJS Cabang Sidoarjo Dr. Dwi Hesti Yuniarti kemudian secara simbolis diserahkan kepada warga penerima kartu JKN-KIS. H. Nur Ahmad Syaifuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sidoarjo untuk menanamkan kesadaran, bahwa kesehatan leher rahim merupakan bagian dari kesehatan jasmani yang patut mendapatkan perhatian dengan menjaga pola makan dan pola hidup sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.

 

“Selain itu,  saya juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa selain penyakit serviks, ada penyakit kanker payudara yang tidak hanya menimpa kaum perempuan saja, tetapi juga laki – laki. Kalau kanker leher rahim pasti hanya perempuan yang punya. Untuk itu, mari kita berikan peringatan dan penjelasan kepada masyarakat luas, bahwa penyakit kanker tidak mengenal batas usia, karena semua bergantung juga pada pola makan dan gaya hidup”. Ungkapnya.

 

Kepala kantor Cabang BPJS Sidoarjo Dwi Hesti Yuniarti meminta masyarakat peserta BPJS kesehatan untuk tidak ragu lagi untuk menggunakan kartunya dalam memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat. Termasuk deteksi kanker dini.

 

Dalam moment yang sama Direktur Utama BPJS kesehatan, Fahmi Idris mengungkapkan, jumlah kasus kanker serviks (Terhitung Januari-Juni 2016) ditingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 45.006 kasus dengan total biaya sekitar Rp. 33,4 miliar, sementara di tingkat rawat inap ada 9.381 kasus dengan total biaya sekitar 51.3 miliar.

 

“Deteksi dini kanker serviks masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS, sehingga peserta JKN KIS yang ingin melakukan diteksi dini kanker serviks tak perlu lagi mengeluarkan uang. Kanker serviks umumnya terdeteksi ketika sudah dalam stadium lanjut, dimana proses yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal. Namun dibandingkan jenis kanker lainnya, kanker serviks merupakan kanker yang mudah dicegah dan dideteksi caranya dengan melakukan deteksi dini atau pemberian vaksinasi” ujar Fahmi Idris.

 

Untuk mengantisipasi terjadinya kangker serviks, peserta JKN-KIS dapat memeriksakan diri terhadap resiko penyakit kanker leher rahim ini di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) atau sarana penunjang lainnya yang bekerjasama dengan BPJS  kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 21.146 peserta, sementara pap smear berhasil menjangkau 37.256 peserta, walaupun cukup banyak masyarakat yang enggan atau takut untuk melakukan pemeriksaan IVA atau papsmear ini. Disinilah bagaimana peran FKTP untuk mengajak peserta JKN-KIS, agar melakukan pemeriksaan ini. Melalui kegiatan ini, kami harapkan kesadaran peserta JKN KIS untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker leher rahim semakin meningkat.(humas/yayuk)