Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kementerian Sosial Menyalurkan Batuan PKH Tahap Ke II pada Masyarakat Sidoarjo
Dilihat
767
Penulis: Bidang Informasi Publik
22-07-2016




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Program Bantuan dari pusat dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH) kembali diberikan kepada masyarakat Sidoarjo dalam bentuk non tunai yang secara langsung diserahkan oleh Menteri Sosial Dra. Khofifah Indar Parawansa  kepada 350 KSM yang diwaliki oleh Peserta PKH dari Wilayah Kecamatan Sidoarjo, di Pendopo Delta Wibawa, Minggu 17/7. PKH ini merupakan  program perlindungan Sosial yang bertujuan membantu peserta PKH memenuhi biaya pendidikan, biaya kesehatan dan juga layanan kesejahteraan sosial bahkan program keluarga harapan ini dapat mengurangi angka kemiskinan serta memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.  

Adapun penerima bantuan PKH se- Kabupaten Sidoarjo ada 9.974 keluarga dengan jumlah bantuan rata-rata pertahun per RTSM sebesar Rp. 2.157.500,- pada tahun 2016 ini, sedangkan program PKH itu sendiri di Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan sejak Tahun 2007 hanya berada di 6 (enam) Kecamatan dan sekarang sudah dapat menjangkau di  18 (delapan belas) Kecamatan.

Dalam sambutan Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah, SH. M.Hum yang didampingi oleh Wakil Bupati H. Nur Ahmad Syaifudin, SH, Ketua DPRD Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan, SThI. serta sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan bahwa selama ini bantuan perlindungan sosial terhadap peserta Program Keluarga Harapan (PKH), Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang diberikan secara tunai karena berupa uang sehingga sangat rawan sekali untuk dimanfaatkan yang tidak sesuai dengan peruntukannya sehingga tujuan mulya program untuk memutus rantai kemiskinan melalui perbaikan kesehatan bagi ibu hamil, ibu menyusui, anak balita dan pendidikan bagi anak usia SD, SMP dan SMA tidak tercapai dengan demikian kemiskinan malah justru akan meningkat.

“ Pemerintah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan perbaikan-perbaikan program dalam rangka penanggulangan kemiskinan dengan berbagai terobosan dan inovasi, akan tetapi kalu tidak didukung baik oleh Masyarakat maka hasilnya juga tidak akan baik, bahkan akan sangat buruk, untuk itu sekali lagi saya berharap sekali dukungan baik dari penerima manfaat beserta keluarganya” tuturnya.

Dengan adanya bantuan yang diberikan dalam bentuk non tunai pihak Kemensos bekerjasama dengan dengan Bank BTN dan juga dengan PT.Pos Indonesia untuk membantu warga masyarakat menerima bantuan, dimana para penerima akan mendapatkan buku tabungan dan dana bantuan tersebut akan di transfer secara langsung pada rekening masing-masing penerima. Disamping untuk menerima atau untuk mengecek apakah bantuan tersebut sudah terkirim atau belum pemilik buku tabungan juga bisa menabung jika ingin menyimpan uang, dan selama ini penerima PKH dari kementerian Sosial adalah perempuan karena yang bisa hamil dan punya bayi adalah perempuan.

Pada kesempatan ini Menteri Sosial RI selain menyerahkan secara simbolis juga berdialog secara langsung kepada penerima bantuan, beliau menanyakan apakah semua undangan masing-masing mempunyai  kartu PKH kemudian secara spontan undangan menunjukkan kartunya masing-masing disamping itu pula ada diantara undangan yang mempunyai KKS, KIP dan KIS.

“Kami minta kepada masyarakat apabila ada ada tindakan nakal serti pemotongan dana bantuan yang diterimakan agar segera melaporkan kepada kami, karena dengan pemberian bantuan non tunai ini diharapkan dapat meminimalisir kecurangan tersebut”ujarnya.

Di hari yang sama pula Menteri Sosial Dra. Khofifah Indar Parawansa di dampingi oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, SH.M.Hum melauncing E-Warung KUBE yang bertempat di rumah peserta PKH Kelurahan Wonocolo Kecamatan Taman. Diharapkan dengan dibangunnya jaringan program bantuan pengembangan sarana usaha untuk meningkatkan penghasilan keluarga melalui E-Warung ini,  kedepan bisa mendukung kelangsungan E-Warung agar semua bantuan tidak diberikan secara langsung tunai akan tetapi diberikan non tunai yang pencairannya dilakukan di E-Warung melalui belanja barang-barang kebutuhan pokok yang telah disediakan di E-Warung dengan cara menggesek, hal ini akan dapat menekan adanya penyimpangan pemanfaatan bantuan karena bantuan akan  sesuai dengan peruntukannya yaitu bahan-bahan kebutuhan pokok dan kebutuhan KUBE serta produk-produk KUBE.

Terkait dengan implementasi Program E-Warung KUBE PKH ini ada beberapa permasalahan yang harus menjadi pemikiran kita semua bahwa untuk mencarikan tempat yang representative, karena yang ada saat ini, ada di rumah peserta PKH dimana rumahnya kecil dan tempatnya berada didalam/ belakang, sehingga masih sulit untuk diakses karena  harus melewati gang yang kecil karena sesuai dengan ketentuan harus dirumah peserta PKH.

Dan apabila bi