Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Wabup : SMK Menjawab Tantangan MEA
Dilihat
238
Penulis: Bagian Humas & Protokol
17-05-2016




HUMASPROTOKOLSidoarjo. – Tenaga profesional dan siap kerja dibutuhkan pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini. Sekolah Menengah Kejuruan/SMK siap menjawab tantangan tersebut. Hal tersebut diucapkan Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH saat menghadiri pelepasan peserta didik SMK Informatika “Sumber Ilmu” Tulangan pagi tadi, Selasa (17/5).

 

Ia mengatakan lulusan SMK mencetak generasi yang handal menghadapi tantangan zaman. Dunia usaha saat ini membutuhkan skill/kemampuan dan keahlian. Dan semua itu dapat di cetak melalui lulusan SMK. Gempuran tenaga asing di era  MEA saat ini cukup membuat kekhwatiran. Namun semua itu dapat dijawab oleh sekolah SMK.

 

“Kita harus mempunyai skill karena nanti diera MEA, tenaga kerja luar negeri akan masuk ke Indonesia,”ujarnya.

 

Untuk itu ia meminta kepada semua sekolah SMK dapat terus mencetak generasi yang profesional. Generasi yang benar-benar dibutuhkan dalam dunia kerja. Peserta didik diharapkan juga dapat mewujudkan hal tersebut. Lulusan SMK yang profesional dibidangnya masing-masing dapat tercetak.

 

“Era saat ini era profesionalisme, jadi kita harus profesional, kalau kita keluar dari SMK Informatika kita harus betul-betul menguasai tentang informatika,”ucapnya.

 

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin juga mengatakan ada dua hal yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kedepan. Yakni selain profesionalitas juga dibutuhkan kejujujuran. Dua hal tersebut akan menghantarkan seseorang pada kesuksesan. Untuk itu selain profesionalitas dalam diri seseoarang diharapkan dapat juga mengangkat kejujuran dan kebenaran didalamnya.

 

“Profesionalisme dan kejujuran yang juga merupakan proses perjuangan hidup saya menurut saya akan menghantarkan kita hidup sukses,”ucapnya

 

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Baiturohman Ahmad Jufri mengaku bangga atas kehadiran wakil Bupati Sidoarjo di acara pelepasan peserta didik SMK Informatika “Sumber Ilmu” Tulangan. Pasalnya di SMK yang didirikannya tiga tahun lalu adalah kelulusan peserta didik angkatan pertama. Ada 25 siswa-siswi yang di wisuda pada tahun ajaran 2015/2016 kali ini.

 

Ahmad Jufri mengatakan yayasan yang dibuatnya juga bersifat sosial. Untuk itu sekolah yang didirikan bersama tiga orang tersebut menampung pelajar kurang mampu. Warga kurang mampu dapat mensekolahkan putra-putrinya disini. Pasalnya sejak didirikan sekolah tersebut memang untuk membantu pendidikan bagi warga kurang mampu yang ingin mensekolahkan anaknya.

 

“Kami tidak realistis, niatan kami tulus untuk membantu warga kurang mampu,”ucapnya.

 

Kedepan ia berharap SMK Informatika “Sumber Ilmu” Tulangan dapat lebih maju lagi. Dan dapat bersaing dengan sekolah-sekolah lain dalam dunia pendidikan. (humas/git)