Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Gandeng Pelajar Atasi Sampah
Dilihat
1421
Penulis: Sigit Nugroho
22-02-2016




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Permasalahan sampah yang menjadi persoalan tersendiri bagi Kabupaten Sidoarjo coba diatasi dengan menggandeng pelajar melalui program Zero Waste. Kemarin malam, program kebersihan dan kepedulian lingkungan yang bekerjasama dengan media Jawa Pos tersebut di launching oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH, M.Hum di GOR serbaguna Sidoarjo, Minggu (21/2).

 

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan program Zero Waste ditujukan kepada generasi muda agar lebih peduli dan perhatian terhadap lingkungannya.  Generasi muda diharapkannya lebih mencintai lingkungannya agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

 

Ia juga berharap, dicanangkannya zero waste kali ini dapat menjadi wahana edukasi bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian dan kelestarian lingkungan hidup. Dengan begitu akan tercipta perubahan prilaku masyarakat dalam meningkat kepedulian dan partisipasinya terhadap kelestarian lingkungan hidup sebagai revolusi mental.

 

“Program ini sangat tepat diterapkan di Kabupaten Sidoarjo yang telah mendapatkan piala adipura yang ke delapan kalinya,”ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengajak kepada seluruh masyarakat Sidoarjo untuk terus berkreasi dan berinovasi guna mewujudkan Kabupaten Sidoarjo sebagai bumi yang ramah lingkungan.  Ia meminta semua pihak untuk mendukung program-program yang bertemakan pelestarikan lingkungan. Seperti menerapkan budaya hidup bersih dengan langkah 3R, pengolahan sampah pada TPS3R di desa dan kelurahan serta penerapan konsep zero waste.

 

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah juga mengatakan Pemkab Sidoarjo telah membangun TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) dengan tekhnologi conveyor dan mesin pencacah di kawasan lingkar Timur.  Program tersebut juga salah satu program pengentasan kemiskinan. Tahun ini direncanakan akan dibangun TPST skala kawasan di 6 wilayah. Yakni Kecamatan Krian, Sedati,   Tulangan, Porong, Waru, Taman.

 

Sementara itu Kepala Seksi Wilayah I Subdirektorat Pengelolaan Persampahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat R.I Sandhi Eko Bramono Ph.D yang hadir  dalam kesempatan tersebut mengatakan penanganan sampah dibanyak tempat di Indonesia masih belum mendapatkan penanganan yang memadai. Masih banyak sampah-sampah yang ditumpuk sembarangan. Ia katakan sistem pengelolaan sampah di Indonesia rata-rata nasional di dua tahun yang lalu (2014) baru 86% sampah yang terangkut. 50% dari sampah tersebut merupakan sampah yang dibakar secara sembarangan. Sedangkan hanya 26%  sampah yang diangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Oleh karena itu kedepan penanganan sampah dengan pengelolaan yang baik perlu dilakukan.

 

Ia katakan nantinya akan ada TPA dengan sistem sanitary landfiil di Kabupaten Sidoarjo. Dengan menerapkan teknologi tersebut akan diperolah sistem pengelolaan sampah yang baik.

 

“Kedepanya kita akan mempunyai tempat pemprosesan akhir sampah di Jabon dengan teknologi pengolahan yang baik, yang tidak asal buang yang disebut teknologi sanitary landfiil,”ujarnya.

Upaya lain dalam penanganan sampah yang lebih baik di kota kecil dan sedang juga akan diterapkan. Yakni dengan melakukan pemprosesan sampah sebelum diangkut ke TPA. Ia katakan tidak semua sampah yang diangkut ke TPA. 50% sampah akan melalui TPS-3R (Tempat Pengelolaan Sampah-Reuse, Reduce, dan Recycle) dan 50% nya diangkut ke TPA. Sedangkan dari  TPS-3R tersebut volume sampah yang akan dibuang ke TPA menjadi 15% saja.

 

Sedangkan untuk pengelolaan sampah di kota besar maupun kota metropolitan juga akan melalui beberapa tahapan pemprosesan. Yakni 25% sampah akan melalui TPS-3R dan 25% nya juga melalui TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) untuk diolah. Dari tahapan pemprosesan sampah tersebut nantinya volume sampah yang dihasilkan masing-masing akan berkurang menjadi 7,5% untuk diangkut ke TPA. Sedangkan 50% sampahnya lagi langsung diangkut ke TPA.

 

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Sidoarjo M. Bahrul Amig S.Sos, MM bertekat untuk mewujudkan Kabupaten Sidoarjo bebas sampah di tahun 2018.  Hal tersebut mendahului pemerintah pusat yang mencanangkan Indonesia bebas sampah di tahun 2020 di hari peduli sampah nasional. Ia katakan