Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TIDAK ADA PUNGUTAN BIAYA BAGI PENERIMA KIS - PBI
Dilihat
3031
Penulis: Sigit Nugroho
05-02-2016




Humasprotokol, Sidoarjo - Awal januari 2016 lalu, BPJS Kesehatan sudah membentuk posko pemantauan dan penanganan pengaduan Distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) - Penerima Bantuan Iuran (PBI), baik di tingkat kantor pusat, kantor divisi regional, kantor cabang dan kantor layanan operasional kabupaten/kota (KLOK). Posko ini juga berfungsi untuk memantau distribusi KIS-PBI yang sudah 100 persen diserahkan BPJS kesehatan ke pihak ke 3 (PT. POS/JNE/Mitra BPJS Kesehatan) untuk memastikan apakah KIS-PBI tersebut sudah sampai atau belum ke peserta eks-Jamkesmas sesuai dengan data masterfile.

 

Posko ini dibentuk juga sebagai langkah antisipasi BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan bagi peserta KIS-PBI. Mengingat tahun 2015 jumlah peserta KIS-PBI adalah 86,4 juta jiwa, sedangkan di awal tahun 2016 dari 86,4 juta jiwa terdapat 17,7 juta jiwa yang tidak lagi berhak mendapatkan bantuan iuran berdasarkan SK Menteri Sosial Nomor 170/HUK/2015.

Posko ini juga menampung pengaduan terkait masalah distribusi KIS-PBI, dimana ada tiga permasalahan yang paling besar, antara lain peserta pindah domisili, peserta sudah meninggal dunia dan yang terakhir peserta yang sudah tidak miskin lagi serta permasalahan distribusi lainnya.

 

Untuk jumlah peserta KIS-PBI di wilayah kantor Sidoarjo dengan cakupan wilayah kerja kabupaten Sidoarjo adalah sebanyak 428.311 jiwa peserta. Kantor Cabang BPJS Kesehatan Sidoarjo juga membuka layanan pengaduan melalui call center ke nomor 081335372020 (L. Hendri Salam) dan atau dikirim melalui alamat email pengaduan kc-sidoarjo@bpjs-kesehatan.go.id. Saat ini seluruh kantor BPJS Kesehatan telah menyediakan hotline website www.bpjs-kesehatan.go.id.

 

BPJS Kesehatan menghimbau bagi masyarakat yang namanya sudah dinon aktifkan sebagai peserta KIS-PBI untuk menjadi peserta JKN-KIS non PBI dengan mendaftarkan diri ke kantor BPJS Kesehatan setempat dan membayar iuran rutin setiap bulannya. Mengingat kepesertaan JKN-KIS bersifat wajib, kartu tanda kepesertaan KIS yang sudah diterima agar disimpan karena dapat digunakan kembali setelah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS non- PBI.

 

"BPJS Kesehatan juga menekankan bahwa peserta yang berhak mendapatkan KIS-PBI TIDAK DIPUNGUT BIAYA terkait dengan distribusi", terang Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Dwi Hasti saat melakukan konferensi Pers didepan awak media. Hesti menambahkan, "apabila terdapat pungutan biaya agar dapat melaporkan ke Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS-PBI di masing- masing wilayah kerja"ucapnya.

Hadir dalam sosialisasi penerima KIS-PBI tersebut antara lain, Asisten I Bidang Pemerintahan Drs. Asrofi, Kepala Dinas Kehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Ika Harnasti, dari dinas kependudukan dan pencatatan sipil, dinas sosial dan tenaga kerja. Sosialisasi dilakukan di kantor Cabang BPJS Sidoarjo Jl. Pahlawan. (humas/ir).