Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Pemkab Sidoarjo Tetap Pertahankan Lahan Pertaniannya
Dilihat
703
Penulis: Sigit Nugroho
21-01-2016


HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Meski tidak mudah mempertahankan jumlah lahan pertanian yang ada, namun Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tetap berupaya untuk menjaganya. Dengan perkembangan pembangunan Sidoarjo yang semakin meningkat, menjadikan tantangan dalam mempertahankan jumlah lahan pertaniannya. Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Drs. Ec. H. Jonathan Judianto M.MT  dalam sambutannya pada Rapat Evaluasi Percepatan Tanam Padi Musim Tanam 2015/2016 kegiatan Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan Tahun 2016 di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Kamis (21/1).

 

Ia katakan, meski tantangan tersebut cukup berat, namun Kabupaten Sidoarjo akan berupaya mempertahankan lahan penyangga pangan tersebut. Eksekutif dan legislative di minta konsisten untuk mempertahankan lahan pertanian yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

 

“Tantangan ini tidak boleh dihadapi hanya dengan berserah diri dan pasrah, kewajiban kami sebagai pihak eksekutif dan legeslatif  didalam tata ruangnya pasti berupaya untuk mempertahankan daerah-daerah mana yang menjadi daerah yang harus dipertahankan sebagai daerah penyangga pangan”,ucapnya.

 

Pj Bupati Sidoarjo mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian. Pasalnya sektor pertanian menjadi salah satu penopang keberhasilan pengentasan kemiskinan. Untuk itu pada tahun 2015 lalu, pemerintah pusat mencanangkan program Upsus Sawsembada Pangan.

 

H. Jonathan Judianto sampaikan bahwa program tersebut telah ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan berbagai kebijakan dan program melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Sidoarjo. Diantaranya  perbaikan dan pengembangan jaringan irigasi dan sarana pendukungnya, optimasi lahan maupun pengembangan System Of Rice Intensification (SRI).

 

Selain itu Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-TPP) serta penyediaan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsinta) juga telah dilakukan dan diberikan. Hal tersebut tidak lain untuk mendukung program Upsus Swasembada Pangan.

 

Dalam kesempatan tersebut ia berharap hasil produksi pertanian di Kabupaten Sidoarjo terus meningkat. Dengan optimalisasi lahan pertanian  yang ada, capaian produksi padi di Kabupaten Sidoarjo dapat terus ditingkatkan. Ia katakan dalam Angka Ramalan Sementara (Arams) Badan Pusat Statistik tahun 2015, produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) di Kabupaten Sidoarjo melebihi target yang ditetapkan.

 

Dari lahan padi seluas 31.455 ha dengan produktivitas 73,93 ku/ha diperoleh produksi padi sebesar 232.519 ton gabah kering giling. Hasil tersebut meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2014 lalu yang hanya mencapai 202.439 ton atau meningkat 30.000 ton atau 110%.

 

Sedangkan untuk produksi kedelai dengan luas panen 1.236 ha dengan produktivitas 13.83 ku/ha dicapai produksi 1.710 ton. Hasil tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2014 lalu yang hanya mencapai 1426 ton.

 

Sedangkan untuk menghadapi masa tanam periode Oktober 2015 - Maret 2016, langkah-langkah percepatan harus dilakukan dalam Upsus Pajale tahun ini. Salah satunya adalah dengan menganalisa dan merencanakan kembali penjaman sasaran taman masa tanam 2015/2016. (humas/git)



Lampiran
,/a>