Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Wagub Jatim Resmikan Posyandu Mandiri
Dilihat
285
Penulis:
2015-12-18 05:32:23




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Posyandu Mandiri Perum Pesona Permata Gading I Desa Bluru Kidul Sidoarjo diresmikan penggunaannya oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf, Jumat, (18/12). Penjabat (Pj) Bupati Sidoarjo Drs. Ec. H. Jonathan Judianto M.MT, Kapolres Sidoarjo AKBP M. Anwar Nasir serta Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anna Jonathan Judianto dan pejabat Sidoarjo hadir dalam peresmian Posyandu hasil swadaya masyarakat dan bantuan Pemrov Jatim tersebut.


Menandai diresmikannya Posyandu tersebut pemotong pita dilakukan oleh H. Saifullah Yusuf yang didampingi oleh Pj Bupati Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatangan prasasti serta pemotongan nasi tumpeng oleh Wagub Jatim.


Dalam kesempatan tersebut H. Saifullah Yusuf mengatakan Posyandu merupakan ujung tombak pembangunan kesehatan. Keberadaan Posyandu sangat penting untuk mengukur pembangunan di bidang kesehatan. Melalui Posyandu generasi masa depan yang baik dapat tercipta. Pasalnya Posyandu merupakan tempat pertama bagi tumbuh kembang anak.


Ia berharap semakin keberadaan Posyandu semakin banyak di Jawa Timur. Sehingga akan melahirkan generasi-generasi yang berkualitas. H. Saifullah Yusuf juga meminta pelayanan yang diberikan Posyandu akan semakin baik.  Dengan demikian akan semakin diminati masyarakat untuk mendatangi Posyandu.


Semoga Posyandu kita semakinbaik pelayanannya, kader-kadernya semakin tambah pinter, alat-alatnya juga semakin lengkap, ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf juga menitipkan pesan kepada Posyandu untuk ikut mensosialisaikan dampak pernikahan dini. Ia berharap pernikahan dini di Jawa Timur tidak semakin banyak. Ia katakan pernikahan dini salah satu penyebab perceraian. Pasalnya suatu pernikahan membutuhkan kematangan pasangan. Oleh karena itu persoalan tersebut menjadi salah satu perhatiannya.


Ia ungkapkan di Jawa Timur ada sekitar 500 ribu pertahun pasangan yang menikah. Semantara angka perceraian di Jawa Timur pertahunnya sekitar 90 ribu. Dari jumlah pendaftaran pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Jawa Timur, sekitar 30% merupakan pasangan yang sangat muda. Melihat demikian ia khwatirkan akan semakin banyak angka perceraian di Jawa Timur. Untuk mencegah hal tersebut salah satunya dengan melibatkan Posyandu. H. Saifullah Yusuf meminta Posyandu juga dapat menjadi pendidikan keluarga. Melalui Posyandu pendidikan membangun keluarga harmonis dapat juga disampaikan. (humas/git)