Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kabupaten Sidoarjo mendeklarasikan Sidoarjo Menuju Bebas Pasung
Dilihat
318
Penulis:
2015-10-27 03:45:49




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Kabupaten Sidoarjo deklarasikan bebas pasung bagi penderita skizofrenia atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), senin 26/10. Deklarasi dilakukan di pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, SH.Mhum  dan Ketua Tim Pengarah Kesehatan Jiwa Masyarakat (TP-KMJ) Provinsi Jawa Timur. Seperti diketahui selama ini, adanya pemahaman yang salah,  serta masih banyaknya sifat negatif atau stigma dan deskriminasi, yang menyebabkan Orang Dengan Gangguan Jiwa terpinggirkan. Hal inilah yang mengakibatkan masih ditemukan perlakuan salah bagi penderita masalah kejiwaan seperti pemasungan terhadap  Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).


Bupati Saiful Ilah mengatakan bahwa salah satu contoh yang sering ditemukan adalah adanya penanganan yang salah terhadap orang dengan masalah kejiwaan dengan alasan penertiban kota, kasus penelantaran, pemasungan dan tindak kekerasan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).


Masyarakat kita memiliki persepsi yang salah terhadap masalah kejiwaan, yang sangat disayangkan masalah ini terjadi tidak hanya pada keluarga dan masyarakat saja tetapi juga ditemukan pada penyedia layanan kesehatan baik di sektor formal maupun informal, kalau sakit seharusnya diobati jangan dipasung katanya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Ika Harnasti menyampaikan bahwa perkiraan kasus pemasungan di Indonesia berada pada angka 14,3 % dari sekitar 0,17 % orang dengan  gangguan jiwa berat di Indonesia. Prediksi ini  diperkirakan masih belum mencerminkan jumlah sebenarnya, terutama apabila dikaitkan dengan jumlah kasus ODGJ. Sedangkan Kabupaten / Kota di Jawa Timur sampai dengan akhir tahun 2014 diperoleh data 722 kasus pasung yang tersebar di 36 Kabupaten / Kota. Di Kabupaten Sidoarjo sendiri menunjukkan data bulan Oktober 2015 terdapat kasus pasung ODGJ 12 orang. 8 orang warga Sidoarjo dan 4 orang luar Sidoarjo.


Pada acara ini Dinas kesehatan secara langsung mengundang dua orang mantan penderita ODGJ yaitu Bambang Parikno (39) Warga Desa Sepanjang Tani Kecamatan Taman dan Indahyani (34) warga Desa Ental Sewu Kecamatan Buduran. Kedua mantan penderita ini sudah pernah mengalami pemasungan oleh keluarganya. Waktu itu Bambang dibuatkan gubuk di pinggir sawah sedangkan untuk Indahyani dikurung dikamar.


Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang sudah banyak membantu untuk kesembuhan anak saya . Ucap bapak Ghozali ayah dari Bambang disela-sela acara testimoni yang dipandu oleh dr. Ratnadewi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.(humas/yayuk)