Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Tim Thor Dari Universitas Kanjahuran Malang Menangkan Microsoft CityApp Appathon di Sidoarjo, Indonesia
Dilihat
548
Penulis:
2015-10-09 09:45:56




Sidoarjo, Indonesia, 8 Oktober 2015 – Hari ini Microsoft mengumumkan tim Thor dari Universitas Kanjuhuran Malang (UNIKAMA) sebagai pemenang dari Microsoft CityApp Appathon, sebuah kompetisi pembuatan aplikasi yang dilaksanakan selama dua hari di Sidoarjo. Tim Thor menunjukkan keunggulannya dibanding peserta lain dengan proyek Road Report (ROAR) mereka yang membantu warga dengan mudah melapor kondisi jalanan yang buruk kepada pihak otoritas yang berwenang untuk tanggapan cepat.


Diselenggarakan oleh Microsoft dan CITYNET (Jaringan Regional Otoritas Lokal Pengelolaan Cipta Karya) di Sidoarjo dengan didukung oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, CityApp Appathon bertujuan memanfaatkan imajinasi dan inovasi kaum pemuda dan pelajar di daerah Sidoarjo untuk mengembangkan solusi yang berkesinambungan secara teknis atas tantangan pembangunan urban.


Anggota Tim Thor Taruna Yoga Pratama (22 tahun), Fathur Rohim (21 tahun), Mohammad Nurul Hakiki (20 tahun) dan Rico Tetuku Santoso (20 tahun) dengan pelatih Muhammad Ahsan mengembangkan aplikasi ROAR ini dengan harapan pihak otoritas berwenang dapat menanggapi dengan lebih baik dan cepat untuk memperbaiki infrastruktur jalanan. Aplikasi ROAR memungkinkan warga untuk menandakan dan mengirim laporan kondisi jalanan yang buruk dengan menggunakan GPS (Global Positioning System) pada smartphone kepada otoritas lokal.


Selain tim Thor, dua tim lainnya juga muncul sebagai pemenang,. Di juara ke-2, tim Santoso Gaming dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Angga Santoso (22 tahun), Andri Febrianto Ananta (22 tahun) dan Nasyiatul Ula (23 tahun) bersama pelatih Muhammad Ahsan juga mengembangkan aplikasi yang dapat melaporkan kondisi jalan buruk. Aplikasi mereka menggunakan fitur smartphone yang mendeteksi getaran dan akselerasi sebagai indikator. Pengguna kemudian melapor dengan mengambil foto dan menandai lokasi dengan GPS.


Di posisi ke-3, tim Capil Pantau dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengembangkan aplikasi yang memungkinkan warga untuk melacak layanan yang tengah diproses oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sidoarjo. Diciptakan oleh Anas Hilim Agnia (22 tahun), Bayu Anggara (20 tahun), Alfan Hakim Wijaya (21 tahun) dengan pelatih Gerza Renandatta Roozig Dayana, aplikasi ini bertujuan untuk menciptakan transparansi dan akuntabilitas pemerintah.


CityApp Appathon di Sidoarjo adalah bagian dari Microsoft CityNext, sebuah inisiatif global yang berusaha untuk mengubah dan melakukan modernisasi terhadap pelaksanaan operasional dan infrastruktur di berbagai kota. Salah satu pilar utama CityNext yakni mengikutsertakan masyarakat dengan alat, pelatihan, dan pembinaan yang diperlukan, serta bekerja sama dengan pengusaha lokal untuk mendukung kelancaran inovasi. Appathon membangun momentum dari kompetisi-kompetisi serupa yang dilaksanakan di kota-kota lainnya di Asia termasuk Changchun di Tiongkok, Makassar di Indonesia, dan Kathmandu di Nepal.


Inovasi luar biasa di era perangkat digital saat ini memungkinkan kota-kota dengan pertumbuhan pesat seperti Sidoarjo untuk menumbuhkan ekonomi mereka, mendorong pertumbuhan lapangan pekerjaan, serta menciptakan masyarakat yang modern, aman, berpendidikan, dan sehat, ujar Stefan Sjöström, Vice President Public Sector, Microsoft Asia. Microsoft CityNext menggunakan pendekatan yang berpusat pada masyarakat untuk membantu kota-kota di Asia dalam mewujudkan visi ini. Kami sangat senang membantu masyarakat muda Sidoarjo untuk bergerak maju dengan proyek kemenangan mereka dan membuatnya menjadi kenyataan.


Secara global, Microsoft juga memiliki komitmen untuk memberikan pendidikan ilmu komputer bagi generasi muda. Pada bulan September, Microsoft mengumumkan nilai investasi sebesar 75 juta dolar Amerika yang akan diberikan selama tiga tahun ke depan untuk meningkatkan akses pendidikan ilmu komputer bagi seluruh generasi muda, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang yang kurang terwakili.


Secara keseluruhan, lebih dari 150 pemuda dan pelajar Jawa Timur telah berpartisipasi di Appathon yang berfokus pada teknologi komputasi awan dan mobile. Mereka ditantang untuk membuat solusi modern atas enam isu strategis yang dihadapi oleh kabupaten Sidoarjo, yaitu:


  • Populasi/Administrasi Demografis – Meningkatkan proses kerja administrastif melalui aplikasi mobile berbasis web.
  • Pelayanan Air Bersih – Meningkatkan pelayanan tagihan dan pembayaran, serta perawatan dan penanganan terhadap layanan air.
  • Infrastruktur Jalan – Mengembangkan layanan untuk menangani keluhan dan laporan akan kerusak