Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Wabup Sidoarjo Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan di Usia Dini
Dilihat
585
Penulis:
2015-09-29 02:58:28




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM meminta guru TK dan TPQ se Sidoarjo untuk menanamkan wawasan kebangsaan kepada anak didiknya. Ia mengatakan wawasan kebangsaan penting berikan sejak usia dini. Pasalnya pembelajaran di usia dini atau usia emas pada anak sangat bermanfaat dalam membentuk karakter anak itu nantinya. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Wawasan Kebangsaan Bagi Guru TK dan TPQ yang diselenggarakan di Wisma Dekopinda Sidoarjo, Senin (28/9).


Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto mengatakan pembekalan wawasan kebangsaan dapat dimulai pada Pendidikan Anak Usia Dini. Usia 0 sampai 6 tahun adalah usia emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Usia tersebut adalah usia yang tepat dalam membentuk karakter anak nantinya. Oleh karena itu pembelajaran yang baik sangat diperlukan pada usia tersebut. Pasalnya ia katakan pembelajaran yang di dapat sejak kecil akan melekat terus dan terbawa sampai dewasa.


Untuk itu H. MG Hadi Sutjipto mengatakan bahwa peran serta guru TK dan TPQ dalam menanamkan wawasan kebangsaan di usia dini sangat diperlukan. Kepada para guru tersebut ia meminta menyisipkan pendidikan wawasan kebangsaan saat mengajar. Dengan begitu pembekalan wawasan kebangsaan yang dimulai di usia dini dapat terlaksana.


Sementara itu Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sidoarjo Jusuf Isnajanto S.Sos mengatakan ada 180 guru dari TK dan TPQ di Sidoarjo yang mengikuti Bimtek kali ini. Ada tiga nara sumber dihadirkan dalam Bimtek kali ini. Yakni dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Jawa Timur, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Polres Sidoarjo.


Jusuf mengatakan tujuan diselenggarakannya Bimtek kali ini adalah untuk mempersiapkan pendidik yang memiliki kepribadian dan mental yang bersumber pada nilai-nilai kebangsaan. Dengan begitu nantinya nilai-nilai kebangsaan yang diperoleh dapat disampaikannya kepada anak didiknya. Selain itu ia mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mencetak pendidik yang berwawasan kebangsaan serta mengembangkan sikap nasionalisme dalam menghadapi era globalisasi saat ini. (huimas/git)