Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
FKUB Propinsi Jawa Timur Pantau Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Sidoarjo
Dilihat
548
Penulis:
2015-09-08 04:26:35




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Kunjungan kerja sekaligus silaturahmi dilakukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Timur ke Kabupaten Sidoarjo, tadi pagi, Selasa (8/9). Kedatangan rombongan FKUB propinsi yang di pimpin oleh Wakil Ketua I Drs. H. Abdul Hadi AR, MM tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM yang didampingi ketua FKUB Sidoarjo KH. Imron Rofi’i. Turut hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sidoarjo KH. Utsman Bahri serta pejabat Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.


Wakil Bupati Sidoarjo yang juga Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto menyambut baik kedatangan FKUB Propinsi Jawa Timur ke Kabupaten Sidoarjo.  Kunjungan kerja tersebut dapat dilihat sebagai bukti partisipasi  pemuka agama terhadap perkembangan masyarakat.


Kegiatan semacam ini akan memberikan arah bagi kita semua dalam membangun  dan mengayomi masyarakat di Kabupaten  Sidoarjo , ucapnya.


Dalam kesempatan tersebut H. MG Hadi Sutjipto mengatakan bahwa sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada pemuliaan nilai-nilai agama, FKUB memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam pembangunan daerah. FKUB dapat membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan program-program pembangunan melalui pengembangan kerjasama antar agama yang bersifat sosial kemasyarakatan.


H. MG Hadi Sutjipto juga berpesan peran FKUB sebagai wahana komunikasi, interaksi antara satu dengan yang lainnya dapat dimaksimalkan. Dengan demikian akan tercipta suasana saling memahami dan saling menghormati. Selain itu FKUB diharapkannya dapat dijadikan sebagai wahana mediasi setiap persoalan yang mengarah pada terjadinya konflik. Sehingga upaya pencegahan konflik yang bersifat laten maupun manifest dapat dilakukan.


Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto juga berharap melalui FKUB dapat dijadikan jembatan penghubung di internal umat masing-masing. Artinya, masing-masing agama secara vertikal memiliki keyakinan, cara, etika, susila yang dimiliki dan bersifat hakiki.


Hal ini merupakan pembeda antara agama yang satu dengan yang lainnya yang harus dihormati, ujarnya.


Oleh karena itu ia meminta FKUB melalui perwakilan di masing-masing agama harus dapat menularkan kerukunan di internal umat.


Sementara itu Wakil Ketua I FKUB Jawa Timur H. Abdul Hadi mengatakan bahwa kunjungan kerjanya di Sidoarjo membawa misi menyampaikan hasil Rapat Kerja Daerah FKUB Jawa Timur. Selain itu kedatangnnya ke Sidoarjo juga ingin menyampaikan hasil kesepakatan bersama kerukunan umat beragama se Jawa Timur dalam silaturahim Kodam V Brawijaya bulan lalu.


H. Abdul Hadi mengatakan salah satu fokus dalam Rakerda kemarin adalah permasalahan kerukunan umat beragama dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilakukan serentak. Dari hasil Rakerda kemarin tertuang beberapa rekomendasi yang telah disepakati bersama. Seperti rekomendasikan yang menyatakan bahwa FKUB diharapkan ikut serta dan turut menciptakan iklim yang kondusif dalam penyelenggaraan Pilkada besok.


Selain itu FKUB melarang dan menindak tegas penyalagunaan simbol-simbol agama dalam penyelenggaraan Pemilukada 9 Desember besok. FKUB juga menyerukan agar tokoh agama dan tokoh masyarakat tidak mengarahkan massa dari pemeluk agama tertentu untuk mendukung salah satu kontestan Pemilukada atas nama agama.


Sedangkan dalam silaturahim Kodam V Brawijaya bulan Juli lalu tertuang enam butir kesepakatan. Salah satunya adalah kerukunan umat beragama adalah dasar kerukunan nasional dan oleh karenanya setiap umat beragama wajib menjunjung tinggi kerukunan umat bergama. Pada butir yang lain berbunyi seluruh warga masyarakat Jawa Timur wajib menjaga suasana rukun, damai, toleran dan harmonis. (humas/git)