Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Pencegahan Virus HIV-AIDS
Dilihat
462
Penulis:
2015-08-05 04:14:05




HUMASPROTOKOL,Sidoarjo.- Ratusan pelajar SMP dan SMA ikuti sosialisasi Pencegahan Penularan Virus HIV-AIDS yang diselenggarakan oleh TP-PKK Kabupaten Sidoarjo, Rabu, (5/8). Selain pelajar, sosialisasi yang diselenggarakan di pendopo Delta Wibawa tersebut juga diikuti oleh TP-PKK kecamatan. Dokter RSUD Sidoarjo Dr. Rudy Wartono SpKK yang juga tim HIV-AIDS RSUD Sidoarjo dihadirkan sebagai narasumber dalam sosialisasi yang dibuka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah. Wakil Ketua I dan II TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto dan Ny. Hj. Nun Vino Rudy Muntiawan juga hadir dalam kesempatan tersebut.


Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah dalam sambutannya mengatakan bahwa pencegahan penularan virus HIV-AIDS merupakan tugas bersama. Pemerintah maupun organisasi sosial kemasyarakatan serta dunia pendidikan dan dunia usaha diharapkan dapat menginformasikan kepada masyarakat tentang pencegahan penularan virus mematikan tersebut. Sehingga pemahaman tentang bahaya dan pencegahan penularan virus HIV-AIDS dapat tersampaikan kepada masyarakat. Seperti sosialisasi yang dilakukannya kali ini sebagai upaya prefentif penularan virus HIV-AIDS di Kabupaten Sidoarjo.


Untuk itu dalam kesempatan tersebut, Ny. Hj. Anik Saiful Ilah berharap sosialisasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Agar semua pihak mengetahui bagaimana cara mengidentifikasi serta  mencegah penyebaran dan penularan HIV dan AIDS. Dan tidak kalah pentingnya melalui sosialisasi tersebut akan meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan diri sendiri.


Dalam kesempatan tersebut, Ny. Hj. Anik Saiful Ilah meminta untuk tidak mengucilkan penderita HIV-AIDS. Ia berpesan untuk tidak menjauhi Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA) tapi jauhi faktor penularan penyakitnya. Pasalnya perlakuan diskriminatif kepada ODHA akan menghambat upaya bersama dalam membangun bangsa yang bebas dari HIV dan AIDS.


Jangan jauhi orangnya, tetapi jauhi penyakitnya, pesannya.


Ny. Hj. Anik Saiful Ilah juga mengatakan banyak diantaranya individu dengan HIV dan AIDS merupakan korban. Masih rendahnya kesadaran ODHA dalam memeriksakan diri harus segera dirubah. Pemikiran takut dan malu juga harus di hilangkan agar penderita dapat terdeteksi sedini mungkin dan dapat tertangani dengan baik. Sehingga pula upaya pencegahan penularan HIV-AIDS dapat dilakukan.


Sementara itu Dr. Rudy Wartono SpKK mengatakan jumlah kasus AIDS di dunia cenderung meningkat. Hal itu tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Di Kabupaten Sidoarjo sendiri ditemukan 1.343 kasus penderita AIDS di tahun 2014. Penyakit AIDS ia ibaratkan seperti fenomena gunung es. Gunung es yang ada di lautan hanya tampak puncaknya saja. Padahal yang tidak terlihat didalam laut sangat besar.


Jadi yang 1.343 itu hanya puncaknya saja, tidak sesuai dengan realita, realitanya ada yang mengatakan sepuluh kali lipat dan ini belum terdeteksi, artinya masih banyak sumber penularan yang belum terdeteksi, ujarnya.


Dr. Rudy juga mengatakan bahwa sebagain besar penderita AIDS pada usia produktif. Penderita kebanyakan berusia antara 20 tahun sampai 40 tahun. Untuk itu pencegahan penularan penyakit tersebut harus benar-benar dihentikan. Pasalnya saat ini masih belum ditemukan obat yang bisa menghilangkan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut. Obat Antiretroviral (ARV) yang selama ini dipakai untuk mengobati penderita AIDS hanya sebagai obat mencegah berkembangbiaknya virus HIV. Dengan meminum obat ARV seumur hidup, perkembangbiakkan virus dapat ditekan dan usia harapan hidup penderita dapat meningkat.


Masih dikatakan Dr. Rudy bahwa penularan HIV dapat melalui darah, cairan sperma dan vagina serta Air Susu Ibu (ASI). Untuk itu ia meminta menghindari faktor penyebab penularan virus tersebut. Seperti tidak melakukan seks bebas maupun penggunaan jarum suntik bergantian yang biasa dilakukan pengguna Narkoba. Diakhir paparannya ia berpesan  kepada ODHA untuk dapat menyikapi HIV dengan positif. Jangan putus asa dan berlapang dadalah bahwa menghidap HIV bukan akhir dari segalanya. Ia katakan bahwa beberapa orang dengan HIV dapat hidup berpuluh-puluh tahun. Meskipun HIV tidak dapat dihilangkan dari dalam tubuh, tetapi pengidap HIV dapat hidup produktif. (humas/git)