Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Menteri Pertanian R.I Panen Raya Padi Dan Kedelai di Sidoarjo
Dilihat
856
Penulis:
2015-07-31 03:52:35




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Panen raya padi dan kedelai dilakukan Menteri Pertanian Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP di Desa Kalimati Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo, Kamis (30/7). Panen raya dalam rangka Hari temu lapang petani (Farmer Field Day/FFD) dilakukan bersama Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum, Danrem 084 Bhaskara Jaya Kol. Inf. Moch. Nur Rahmad, Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Kav. Rizeki Indra Wijaya, Kepala Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur Wibowo Eko Putro, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Taufik Hidayat Tri Yudono, serta Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian dan Staf Ahli Menteri Pertanian.


Menpan H. Andi Amran mengatakan kekeringan telah diprediksi tiap tahunnya.  Untuk itu sejak awal Kementerian Pertanian telah melakukan antisipasi. Seperti dengan memberikan bantuan pompa air maupun pembangunan irigasi. Ada 20 ribu unit pompa air yang disiapkannya. Dan saat ini juga telah dibangun 1,3 juta fisik saluran air untuk mengairi persawahan.


Ia mengatakan endemis kekeringan di wilayah Indonesia sekitar 200 ribu hektar tiap tahunnya. Sedangkan fuso atau gagal panen sekitar 35 ribu hektar. Tahun ini kekeringan dapat diatasi sampai separuhnya. Tahun lalu ada 200 ribu hektar persawahan di tanah air yang mengalami kekeringan. Hal tersebut terjadi pada periode bulan Januari sampai Juli. Dan tahun ini di periode yang sama, kekeringan yang terjadi sekitar 100 ribu hektar.


Artinya ada penurunan kekeringan dari 200 ribu hektar menjadi 100 ribu hektar, ujarnya.


Begitu juga dengan fuso yang mengalami penurunan tiap tahunnya. Fuso tahun lalu sekitar 35 ribu hektar sedangkan tahun ini sekitar 8 ribu hektar luas lahan persawahan yang mengalami gagal panen di Indonesia. Hal tersebut tidak lain adalah upaya pemerintah dalam mengantisipasi kekeringan yang telah di prediksi terjadi tiap tahunnya.


Artinya program akselerasi, program antisiasi kekeringan ini cukup berhasil walaupun belum sempurna seratus persen, tetapi cukup berhasil ujarnya lagi.


Dalam kesempatantersebut ia juga mengatakan bahwa pengendalian terhadap kekeringan tahun ini luar biasa. Hasilnya pun sangat signifikan. Ada peningkatan produksi padi sebesar 5,5 juta ton. Ia juga mengatakan produksi kedelai maupun jagung sama-sama juga mengalami kenaikan. Hal itu hasil ekstensifikasi pertanian yang diwajibkan pemerintah kepada masing-masing daerah. Pemerintah daerah se Indonesia diminta untuk tidak menanam kedelai maupun jagung di lahan yang sama.  Sehingga produksi tiga jenis tanaman pangan tersebut sama-sama mengalami kenaikan.


Bupati seluruh Indonesia, kadis pertanian seluruh Indonesia tidak boleh menanam bantuan pemerintah di lahan eksisting, contoh tanam jagung jangan ditanam di lahan yang telah ditanami, artinya apa, ekstensifikasi, buka lahan yang baru sehingga produksi dapat bersamaan, ucapnya.


Dalam kesempatan tersebut ia juga berharap para petani dapat menjual hasil pertaniannya kepada Badan Urusan Logistis (Bulog)  setempat. Hasil panen petani diharapkan mampu diserap penuh oleh Bulog. Tidak terkecuali hasil pertanian di Kabupaten Sidoarjo yang mencapai 13 ribu hektar. Dari luasan lahan pertanian yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo tersebut diharapkan mampu menghasilkan panen sebanyak 60 ribu ton. Dengan langkah itu akan menjaga ketersediaan beras nasional yang mencukupi.


Sementara itu Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah delta yang subur. Produksi padi dari hasil ubinan bisa menghasilkan 9 sampai 10 ton per hektar bahkan lebih. Sedangkan hasil panen kedelai antara 18 sampai 22 kuintal per hektar. Di samping itu, sawah yang ber irigasi teknis seluas 22.000 hektar yang dapat ditanami padi seluas 32.000 hektar dan tanaman tebu seluas 5.000 hektar. Sehingga pada tahun 2014 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan angka produksi padi di Kabupaten Sidoarjo mencapai 204.131 ton gabah kering giling.


Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat mendukung Program Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan. Melalui Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Sidoarjo, berbagai kegiatan untuk mendukung program tersebut telah dijalankan. Seperti perbaikan dan pengembangan jaringan irigasi dan sarana pendukungnya serta optimasi lahan. Selain itu pengembangan sistem intensifikasi maupun Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) kedelai juga dijalankan. Penyedian bantuan pupuk bersubsidi serta penyediaan subsidi benih maupun bantuan alat dan mesin pertanian serta bantuan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan berbagai pendampingan dan penyuluhan juga diberikan. Hal itu semua untuk mendukung Program Upsus Swasembada Pangan pemerintah pusat bisa terwujud di Kabupaten Sidoarjo.

&