Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Operasi Pasar, Bupati Himbau Pedagang Tidak Menaikkan Harga Sembako Tinggi
Dilihat
453
Penulis:
2015-06-17 01:18:02




HUMASPROTOKOL, Sidoarjo - Menjelang Bulan Ramadhan dan untuk menekan
harga kebutuhan pokok, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M. Hum
bersama Wakil Bupati Sidoarjo H. MG. Hadi Sutjipto, SH, MM melakukan
operasi pasar di pasar Larangan Sidoarjo, Rabu,(17/6).

Dengan didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan dan ESDM
(Diskoperindag dan ESDM) Kabupaten Sidoarjo Dr. Fenny Apridawati dan Kepala Dinas
Pasar Kabupaten Sidoarjo Ir. Dian Wahyuningsih, M.Sc, bupati Sidoarjo memantau langsung harga
sembako, seperti harga gula, beras dan minyak goreng. Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah dalam kesempatan tersebut juga membantu melayani pembeli yang sedang antri di mobil sembako operasi
pasar milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Setelah memantau perkembangan operasi pasar Pemprop Jatim yang ada
dihalaman parkir pasar Larangan, H. Saiful Ilah kemudian menuju ke
dalam pasar menemui para pedagang sembako, daging dan telur. Bupati
menghimbau kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga sembako
tinggi.

"Tidak ada kenaikan harga yang tinggi, kalaupun ada kenaikan harga
masih dalam batas normal, seperti harga telor ayam perkilo Rp. 20 ribu
sebelumnya harga telur ayam kisaran Rp. 17 ribu perkilonya, sudah saya
himbau tadi pedagang", ujar Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M.
Hum.

Bupati akan memantau terus perkembangan harga kebutuhan pokok hingga
memasuki idhul fitri, hal ini dilakukan agar harga sembako tetap
stabil.

" Kita akan pantau terus perkembangan harga sembako yang ada di pasar
Sidoarjo ini, jangan sampai ada pedagang yang menaikkan harga tinggi
melampaui batas wajar, pemerintah kabupaten akan terus memantau hingga
menjelang idhul fitri nanti", jelas H. Saiful Ilah.

Untuk beras dan minyak goreng mendapat subsidi masing-masing Rp
1.250/kg, gula pasir dan tepung terigu mendapat subsidi masing-masing
Rp 500/kg.

Harga empat komoditas dalam operasi pasar lebih murah dibanding yang
ada di pasaran. Meski begitu, dalam operasi pasar nanti pembelian akan
dibatasi.

Harga dalam operasi pasar pasti lebih murah dibanding harga di
pasaran, tapi jumlah pembelian juga akan dibatasi. Seperti pembelian
beras maksimal 5 kg, gula pasir dan tepung terigu masing-masing 2 kg
dan minyak goreng dua botol kemasan 900 ml atau kemasan botol 1 liter.
(humas/ir).