Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Gelar Pameran Dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2015 di Selenggarakan di Kabupaten Sidoarjo
Dilihat
771
Penulis:
2015-06-14 03:10:16




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Pameran dan Simposium Inovasi Pelayanan Publik Nasional 2015 di mulai hari ini Senin (14/6) di GOR Sidoarjo.  Kegiatan yang akan dilaksanakan sampai tanggal 16 Juni besok diikuti oleh berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperlihatkan dan mempromosikan inovasi pelayanan publik dari Kementerian, Lembaga, maupun Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh tanah air.


Mengawali di mulainya kegiatan tersebut, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi R.I Mirawati Sudjono, Ak., M.Sc hadir untuk meresmikannya. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. A. Sukardi yang disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum serta H. MG Hadi Sutjipto SH,MM.


Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB R.I Mirawati Sudjono mengatakan instansi pemerintah dituntut untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah tidak harus meniru pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah Provinsi, Kabupaten maupun Kota dapat melakukan pengembangan pelayanan publik demi makna dari reformasi birokrasi itu sendiri.

 

Untuk itu ujar Mirawati, kementerian PANRB terus mendorong instansi pemerintah akan perubahan-perubahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengatakan akhir tahun 2013 lalu, kementerian PANRB meluncurkan program one agency one innovation atau satu instansi satu inovasi. Setiap kementrian, lembaga maupun pemerintah daerah wajib membuat inovasi setiap tahunnya.

 

Kata-katanya wajib, wajib membuat satu inovasi, minimal satu inovasi setiap tahunnya, ujarnya.

 

Dan pada tahun 2014 lalu kementerian PANRB mengadakan kompetisi Inovasi  Pelayanan Publik. Kompetisi tersebut diselenggarakan untuk mengetahui sejauh mana inovasi-inovasi yang dilakukan oleh SKPD yang ada. Saat itu ada 515 inovasi yang terdaftar melalui  Sistim Informasi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik).


Luar biasa, mendaftar tidak harus datang ketempat kami, bisa melalui web kami Sinovik, ujarnya.


Sementar itu dari semua inovasi yang ada di pilih top 99 inovasi oleh tim evaluasi dari empat universitas. Dari top 99 inovasi tersebut dipilih lagi menjadi top 33 inovasi melalui presentasi inovasi masing-masing inovator. Dan dipilih lagi menjadi top 9 inovasi pelayanan publik tahun 2014 setelah melalui pemantauan diam-diam untuk membuktikan kebenaran penerapan inovasi yang dilakukan.


The best nya Surabaya, dua dari sembilan inovasi dilakukan Kota Surabaya, ujarnya.


Sedangkan untuk tahun ini ujar Mirawati Sudjono, kompetisi inovasi pelayanan publik yang kedua diselenggarakannya. Hasilnya ungkap Mirawati sangat luar biasa. 1.189 inovasi telah terdaftar. Dari seribu lebih inovasi tersebut yang terbanyak dari Provinsi Jawa Timur. Ada 50 inovasi dari SKPD yang ada di Jawa Timur yang mendaftarkan inovasinya. Dan hal tersebut ucap Mirawati menunjukkan komitmen dari instansi daerah untuk melakukan perubahan-perubahan terhadap pelayan publik selama ini.

 

Mirawati Sudjono menambahkan bahwa pemenang kompetisi Inovasi  Pelayanan Publik akan diikut sertakan dalam kompetisi serupa tingkat PBB. Tahun ini ada beberapa inovasi dari Indonesia yang menjadi juara dalam kompetisi United Nation Public Service Award (UNPSA) 2015. Ada 960 inovator dari 80 lebih negara ikut ambil bagian pada waktu itu.


Mirawati Sudjono mengatakan bahwa inovasi tidak perlu canggih. Seperti inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh yang mendapatkan juara dua kategori 1 dalam kompetisi UNPSA tersebut. Inovasinya adalah kerjasama tenaga medis dengan dukun beranak. Dan yang kedua dari Kabupaten Sragen Jawa Tengah dengan inovasinya pelayanan terpadu satu pintu untuk masyarakat miskin yang mendapatkan juara dua kategori tiga.

 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa sejak dilaksanakan otonomi daerah, Kabupaten Sidoarjo terus melakukan berbagai pembenahan. Perubahan pertama diawali dengan membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang merupakan titik awal pelayanan perijinan investasi satu pintu di Indonesia oleh Badan Pelayanan Perijinan Terpadu  (BPPT). Dari kewenangan memproses dan menerbitkan 12 ijin, sekarang mulai menambah jumlah ijin yang d