Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
50 Anak Dapat Bimsos dari Dinas Sosial
Dilihat
571
Penulis:
2015-06-04 02:01:56


HUMASPROTOKOL, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH.M,Hum
memberangkatkan sebanyak 50 peserta tetirah anak yang berasal dari
Sekolah Dasar Negeri (SDN) Balongdowo Kecamatan Candi dan SDN
Sekardangan Kecamatan Sidoarjo dari Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo,
Rabu (3/6/2015).

Mereka akan didampingi oleh 2 guru pendamping, dimana guru pendamping
berasal dari sekolah masing-masing menuju Unit Pelaksana Teknis (UPT)
Pelayanan Sosial Petirahan Anak di Kota Batu, Malang. Ke 50 anak yang
tercatat kelas 4 dan 5 SD nantinya akan mendapatkan Bimbingan Sosial
(Bimsos) dari Dinas Sosial Propinsi Jawa Timur.

Bupati H. Saiful Ilah mengatakan kegiatan tersebut sangat positif bagi
para siswa, diharapkan melalui kegiatan ini mampu meningkatkan
semangat belajar dan membangun kemandirian serta memupuk rasa tanggung
jawab siswa terhadap diri sendiri juga lingkungan sosialnya.

Kegiatan tetirah itu dititikberatkan pada aspek kecerdasan emosional
dan spiritual, katanya.

Tetirah merupakan istilah khusus untuk membimbing anak-anak yang
memiliki pergaulan kurang wajar dan mereka akan dibimbing sesuai
dengan kurikulum yang ada, yakni melalui pendekatan psikologi,
olahraga-kesehatan, ketrampilan, kesenian, keagamaan dan lainnya.

Dikatakan oleh H. Saiful Ilah bahwa kegiatan tetirah diprioritaskan
bagi anak-anak yang memang sangat mendesak untuk dilakukan bimbingan
sosial.

Tetirah anak dimaksudkan sebagai pemindahan sementara anak-anak SD
yang dianggap mempunyai permasalahan sosial, ucapnya.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)
Kabupaten Sidoarjo M. Husni Thamrin SH.MM menjelaskan bahwa kegiatan
tetirah ini diikuti oleh anak-anak kelas IV dan V selama 25 hari.

Para orang tua diminta agar tidak cemas dan kuatir terhadap
anak-anaknya yang mengikuti kegiatan tetirah, karena selain didampingi
oleh guru pendamping, segala fasilitas ditanggung oleh UPT Pelayanan
Sosial Petirahan Anak, Kota Batu, Malang.

Selama di sana, anak-anak akan didampingi oleh guru pendamping dari
sekolah masing-masing dan para pekerja sosial profesional yang
tersedia di UPT tersebut, jelasnya.

Melalui kegiatan tetirah ini diharapkan dapat memberikan dampak yang
besar terhadap penyelesaian masalah sosial.

Sebab penyelesaian permasalahan sosial terhadap anak bukan menjadi
tangung jawab orang tua saja, melainkan tanggung jawab dari semua
pihak. (humas/ir).