Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Bupati Sidoarjo Buka Selamatan Buka Giling PG. Toelangan
Dilihat
652
Penulis:
2015-05-27 02:32:43




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Prosesi tebu manten dalam selamatan buka giling Pabrik Gula (PG) Toelangan menandai dimulainya penggilingan tebu di pabrik gula tersebut, Rabu, (27/5). Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum hadir sekaligus membuka selamatan buka giling PG. Toelangan yang berada di Kecamatan Tulangan itu.


Tradisi tebu manten diawali dengan penyerahan batang tebu oleh petani tebu kepada  Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah untuk diserahkan kepada General Manager PG. Toelangan Benny Basuki S.ST. Selanjutnya, dua batang tebu yang dianggap sebagai tebu lanang (laki-laki) dan tebu putri (Perempuan) tersebut disandingkan diatas panggung. Tradisi tebu manten tersebut dilakukan dengan harapan proses penggilingan tebu berjalan lancar dan menghasilkan rendemen tebu yang bagus.


Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah dalam sambutannya mengatakan pembangunan sektor pertanian, khususnya tanaman tebu tetap di upayakan oleh Kabupaten Sidoarjo. Saat ini luas lahan tebu di Kabupaten Sidoarjo sekitar 5.691 hektar. Dengan luasan tersebut,  produksi tebu di Kabupaten Sidoarjo tahun 2014 lalu tercatat lebih dari 682 kuintal perhektar.  Dengan rendemen rata-rata sebesar 7,37 %, produksi gula di Kabupaten Sidoarjo tahun lalu rata-rata mencapai 50 kuintal perhektar.


Jumlah ini senantiasa akan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dan hal ini harus tetap di tingkatkan untuk memenuhi kebutuhan gula di masyarakat mengingat produksi gula nasional saat ini masih belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat, sampainya.


Untuk itu kedepan bupati Sidoarjo berharap kemandirian ekonomi, dengan mendayagunakan segenap potensi  yang dimiliki dapat dibangun. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan produksi gula nasional. Pasalnya beberapa tahun terakhir ini sampai H.Saiful Ilah, impor gula masih dilakukan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah mengatakan bahwa keberadaan industri gula di tanah air merupakan salah satu sumber daya yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Industri gula saat ini dihadapkan pada beberapa tantangan permasalahan. Diantaranya infrastruktur industri yang rata-rata sudah relatif tua yang berakibat pada menurunnya produktivitas industri.


Selain itu lanjut bupati Sidoarjo, persoalan gula dan tebu merupakan masalah klasik yang memerlukan kepedulian bersama. Sehingga, masalah umum seperti luasan lahan, produktivitas tebu, rendemen, produktivitas gula, maupun harganya yang selalu mengalami perubahan dan tertekan persaingan, secara bertahap dapat diatasi bersama. Begitu juga dengan persaingan di tingkat pemasaran antara gula lokal dan gula impor turut berpengaruh industri gula di tanah air.


Meskipun demikian, semua tantangan permasalahan tersebut perlu kita sikapi secara positif, dengan langkah nyata perbaikan kinerja, pesannya.


Untuk itu, dalam acara selamatan buka giling tebu PG. Toelangan tersebut, ia mengajak kepada semua pihak yang terkait dengan produktivitas gula untuk mengkaji secara mendalam hal-hal yang menjadi permasalahan industri gula  nasional. Dengan mengembangkan sikap-sikap yang lebih terbuka, ia yakin sektor pertebuan dan pergulaan ditanah air dapat eksis kembali.


Sementara itu General Manager PG. Toelangan Benny Basuki mengatakan produksi gula beberapa tahun lalu sempat terpuruk. Hal tersebut disebabkan oleh anomali iklim dan harga gula yang merosot tajam. Tahun 2013 lalu, faktor hujan sepanjang tahun menyebabkan rendemen gula merosot tajam dari biaya tebang angkut yang sangat tinggi. Untuk tahun 2014, giliran harga gula yang merosot tajam dibawah Harga Pokok Penjualan (HPP) gula yang ditentukan oleh pemerintah. Saat itu, HPP gula dari pemerintah sebesar Rp 8.500/kg, namun realisasi harga yang tercapai hanya Rp 7.700/kg sampai Rp 8.200/kg.


Seperti halnya dengan PG. Toelangan dalam dua tahun terakhir ini yang performanya kurang menggembirakan. Untuk itu ujar Benny perlu adanaya upaya khusus yang sangat serius diberbagai lini. Baik itu dalam penataan SDM maupun pemilihan bahan baku yang baik dan meningkatkan efisiensi pabrik.


Pada musim giling tahun ini lanjut Benny, PG. Toelangan sudah tidak memiliki TAD (Tebu Asli Daerah). Pasalnya TAD sudah dialihkan ke PG. Krembung yang sudah ditingkatkan kapasitas produksinya. Untuk memenuhi pasokan TAD, PG. Toelangan mengandalkan bahan baku tebu dari luar Sidoarjo. Terutama dari wilayah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) X Jember, Malang dan wilayah Mojokerto.


Untuk itu kita lebih selektif dalam pemilihan bahan baku, ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut ia berharap, PG. Toelangan akan tetap eksis dalam memajukan pergulaan nasional. Kemajuan PG. Toelangan tidak dapat