Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Sosialisasikan Perlindungan Anak
Dilihat
394
Penulis:
2015-05-12 03:50:49




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Ratusan siswa-siswi SMP maupun SMA sederajat mendapat pengetahuan bagaimana melindungi dirinya terhadap bahaya di sekitarnya, Selasa (12/5). Sosialisasikan Perlindungan Anak diberikan TP-PKK Kabupaten Sidoarjo di pendopo Delta Wibawa. Sosialisasi tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi isu terjadinya pelanggaran hak anak maupun kekerasan terhadap anak serta perdagangan anak.


Sosialisasi yang juga mengundang ibu-ibu Tim Penggerak PKK kecamatan tadi pagi di buka oleh Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto. Nara sumber dari Polres Sidoarjo dihadirkan untuk memberikan pemahaman tentang peranan Polri terhadap perlindungan anak dan perempuan korban kekerasan.


Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto mengatakan kemajuan teknologi dapat membawa dampak yang negatif terhadap anak. Salah satunya pemakaian internet yang disalahgunakan. Banyak kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak berawal dari jejaring sosial. Untuk itu para pelajar yang hadir dihimbau untuk mewaspadainya.


Para pelajar diminta Ny. Hj. Nanik Hadi Sutjipto  untuk dapat memanfaatkan internet untuk kegiatan positif. Agar mereka tidak terjerembab oleh hal-hal negatif dari pemakaian internet. Anak-anak sekolah diminta membentengi diri dengan iman dan taqwa. Agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa tidak mudah terbawa arus globalisasi.


Istri dari Wakil Bupati Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto SH,MM tersebut juga menghimbau kepada guru pendamping yang hadir untuk mewaspadai kekerasan terhadap anak didiknya. Perhatian guru terhadap tingkah laku muridnya sangat dibutuhkan demi mencegah terjadinya kekerasan di sekolah.


Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sidoarjo Aiptu Murjiani sebagai narasumber mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sidoarjo terbilang banyak. Di tahun 2014 lalu telah tercatat 32 kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi. Kasus persetubuhan mendominasi  kekerasan yang terjadi terhadap anak-anak. Kemudian disusul oleh kasus pencabulan.


Sedangkan kekerasan pada perempuan di dominasi pada kasus penipuan. Ada 83 kasus yang menimpa perempuan sepanjang tahun 2014. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di tahun 2014 juga cukup banyak. Ada 24 kasus KDRT yang menimpa perempuan di Kabupaten  Sidoarjo.


Aiptu Murjiani mengatakan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kekerasan. Kekerasan seksual yang terjadi pada anak banyak disebabkan oleh tayangan pornografi melalui internet. Pelaku kekerasan itu sendiri ujarnya kebanyakan dilakukan oleh orang dekat. Untuk itu ia menghimbau kepada peserta sosialisasi untuk dapat menjaga diri dan menjauhi hal-hal yang negatif. (humas/git)