Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Latih Anggotanya Berwirausaha
Dilihat
491
Penulis:
2015-05-06 03:37:29




HUMASPROTOKOLSidoarjo.- Ibu-ibu kader PKK yang ada di kecamatan maupun desa/kelurahan dilatih menjadi wirausaha baru oleh TP-PKK Kabupaten Sidoarjo. Pelatihan keterampilan SMOCK diberikan dengan harapan kader-kader PKK dapat membuka usaha baru dengan keterampilan yang dimilikinya. Pelatihan yang diselenggarakan di Pendopo Delta Wibawa tadi pagi, Rabu (6/5) di buka oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah.


Ketua TP-PKK Kabupaten Sidoarjo Ny. Hj. Anik Saiful Ilah dalam sambutannya berharap kegiatan semacam ini dapat memberikan bekal keterampilan kepada ibu-ibu PKK. Dengan demikian kader-kader PKK yang ada bisa berdaya guna  serta dapat memberikan motivasi agar lebih kreatif dan inovatif. Sehingga nantinya bisa menjadi wirausaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat pada umumnya.


Untuk itu istri dari Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum tersebut meminta kepada ibu-ibu PKK untuk dapat memanfaatkan pelatihan tersebut dengan sebaik-baiknya. Ia katakan kegiatan semacam ini dapat memberikan pengetahuan serta wawasan baru dan pandangan untuk membuka suatu usaha. Dengan keterampilan yang dimiliki, akan mampu menciptakan wirausaha baru yang berhasil.


Nantinya Ibu-Ibu dapat mengembangkannya dengan membuat  produk yang lebih baik, lebih kreatif serta lebih banyak berinovasi, sehingga hasil kreatifitas ibu-ibu dapat diperhitungkan oleh para pelaku usaha, ujarnya.


Sementara itu Ny. Dwi Mei Lisiana yang memberikan pelatihan mengatakan keterampilan smock merupakan teknik keterampilan menjahit dan menyulam dengan tangan. Dengan teknik tusukan menjahit akan didapat kerutan-kerutan untuk menghasilkan motif yang menarik. Pemakaian smock ini dapat diterapkan pada pakaian perempuan, sarung bantal maupun kursi serta tas bahkan dompet untuk mempercantik tampilannya.


Keterampilan smock sendiri ujar Dwi berasal dari Belanda. Motif-motif yang unik dihasilkan dari keterampilam smock tersebut. Sehingga banyak kaum perempuan yang menyukainya. Ia memulai usaha keterampilan smock tersebut sejak 4 tahun silam. Omzet dari usahanya tersebut dibilang cukup menjanjikan. Ia katakan omzet yang didapat melalui kegiatan pameran bisa mencapai 5 sampai 10 juta rupiah. Dan pendapatan tersebut akan bertambah seiring dengan banyaknya pesanan yang di dapatnya.


Paling minim 2 juta, ujarnya.


Untuk memulai pembuatan keterampilan smock, diperlukan kain sebagai bahan utama yang harus dipersiapkan. Pemakaian kain disarankan menggunakan jenis kain polyster seperti sifon atau satin. Kemudian peralatan seperti jarum jahit, benang, gunting maupun penggaris serta pensil harus juga dipersiapkan. Setelah itu siap, buat pola untuk menentukan model dan motif smock yang akan dibuat. Setelah kain pola sudah siap, lakukan penusukan pada titik-titik yang telah dibuat sesuai pola. Kemudian jahit dengan mengikuti pola sesuai model smock yang akan dibuat. Menjahit smock dapat dimulai dari kiri kekanan atau dari atas kebawah tergantung model smock yang akan dibuat.


Lama pengerjaannya sendiri ujar Ny. Dwi tergantung dari keahlian dalam membuat keterampilan smock itu sendiri. Banyak motif yang dapat dihasilkan dari keterampilan smock tersebut. Sekitar 50 motif bisa dibuat seperti motif anyaman bambu maupun motif bunga. Perawatan kain smock terbilang gampang. Cukup dicuci tanpa disikat dan dikeringan tanpa diperas.


Dalam kesempatan tersebut ia berharap ibu-ibu PKK dapat mengembangkan keterampilan yang telah ia berikan. Dengan begitu ibu-ibu di Sidoarjo akan dapat mengikuti jejaknya sebagai pengusaha. Wanita yang tinggal di Perumahan Rewwin Waru Sidoarjo tersebut mengaku siap menampung hasil kerajinan ibu-ibu PKK. Nantinya hasil kerajinan  ibu-ibu PKK tersebut akan dipajang di showroomnya yang berada di perumahan Bumi Citra Fajar Sidoarjo. (humas/git)