Kabupaten Sidoarjo
Sidoarjo Permai Bersih Hatinya
° C
Kembangkan Wisata Sidoarjo Humas Libatkan Puluhan Insan Pers Kunjungi Gunung Kidul
Dilihat
475
Penulis:
2015-05-05 08:28:05




HUMASPROTOKOLSidoarjo - Program studi banding Bagian Humas dan protokoler Setda Kabupaten Sidoarjo pada tahun anggaran 2015, difokuskan pada wilayah Gunungkidul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (30/4/2015).


Dengan mengusung 50 rombongan insan pers dan staf Humas Protokol yang bisa melakukan tugas Jurnalistik di Sidoarjo, Bagian Humas mencoba menggali potensi pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Gunung Kidul, sebagai oleh-oleh informasi kebudayaan di Sidoarjo.


Pada kesempatan kali ini, rombongan diterima langsung di Pendopo (Bangsal) Kabupaten, oleh Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Gunung Kidul Jogjakarta Tomi Harahap SH.MH, yang mewakili Bupati Gunung Kidul.


Dalam sambutan selamat datangnya, Tomi memberikan gambaran geografi tentang wilayah Gunung Kidul.


Kabupaten Gunungkidul memiliki 18 kecamatan dengan jumlah desa 144 buah.

Sebagian besar wilayah kabupaten ini berupa perbukitan dan pegunungan kapur, yakni bagian dari Pegunungan Sewu.


Gunungkidul dikenal sebagai daerah tandus dan sering mengalami kekeringan di musim kemarau, namun menyimpan kekhasan sejarah yang unik, selain potensi pariwisata, budaya, maupun kuliner.


Kita juga memiliki lokasi wisata Gua pindul dengan ada air yang mengalir di bawah gua, jelas Tomi.


Sementara itu Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Sidoarjo H. Macmudi Alie, SH menegaskan, tujuan utama kunjungan kerja ini, merupakan upaya untuk bisa mengetahui potensi pariwisata desa yang ada di Gunung Kidul.


Dengan potensi desa pariwisata yang ada, setidaknya bisa menjadi pengetahuan bagi kami di Sidoarjo untuk mengangkat potensi desanya, jelas Machmudi Alie.

Selain kondisi geografisnya yang unik, Gunungkidul ternyata menyimpan potensi batu akik yang saat ini cukup booming.


Salah satunya di Desa Sawahan yang memiliki 60 perajin yang tergabung dalam 3 kelompok.


Menurut Tomi, setiap hari mampu memproduksi sedikitnya 50 buah batu akik, yang bahan bakunya berasal dari Desa Sawahan.


Adapun jenis batu akik khas Sawahan yang banyak diminati adalah jenis Panca Warna dan Red Sawahan.


Pemasaran batu akik di Sawahan tidak dipasarkan sendiri ke luar daerah, tetapi ada investor yang datang mengambil hasil produksi perajin rata-rata 60 biji, tutur Tomi.


Dengan adanya showroom bantuan dari Gubernur DIY ini akan memudahkan para perajin untuk mempromosikan dan memasarkan produk.


"Dengan melihat hasil dari kunjungan ke Kabupaten Gunung Kidul DIY ini, bagian Humas Pemkab Sidoarjo akan membuat laporan terkait dengan pengembangan potensi Wisata Gunung Kidul yang nantinya akan dijadikan referensi dalam pengelolaan wisata yang ada di wilayah kabupaten Sidoarjo, dan tentunya dengan peran media, potensi wisata akan mudah dikenal, seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Gunung Kidul yang menggandeng media dalam melakukan promosi daerahnya", tutup Machmudi. (humas/ir).